6 TH CECAR Civil Engineering Conference in the Asian Region


Agustus 2013 HAKI merencanakan acara event International akbar berupa Conference Civil Engineering Conference in the Asian Region (CECAR 6), yang akan dgabung dengan Seminar tahunan HAKI pada tanggal 20-22 Agustus 2013.

CECAR yang diselenggarakan setiap 3 tahun, merupakan ajang sharing dan pembelajaran bagi civil engineers Asia Pacific di bawah ACECC (the Asian Civil Engineering Coordinating Council) dan Indonesia diwakili oleh HAKI..

Semoga Indonesia dapat menjadi tuan rumah yang baik, sekaligus menunjukkan kepada internasional bahwa Indonesia Bisa…!!!

Ayo segera daftarkan diri anda, manfaatkan konferensi ini sebagai ajang diskusi dan tukar pikiran dengan para pakar, praktisi civil engineering luar..

Berikut informasi selengkapnya :

Kompetisi Foto Konstruksi Indonesia


Image

ImageTertarik mencoba dunia fotografi teknik sipil?? Coba yuk ikuti Kompetisi Foto Konstruksi Indonesia yang diadakan Kementrian Pekerjaan Umum berikut ini :

 

KOMPETISI FOTO KONSTRUKSI

T E M A :

“Harmonisasi Konstruksi yang Berwawasan Lingkungan”

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud kegiatan ini adalah mendukung penyelenggaraan kegiatan Konstruksi Indonesia tahun 2012. Sedangkan tujuannya adalah agar :

  1. Melalui lomba foto konstruksi dapat memberikan gambaran tentang keberhasilan kegiatan konstruksi di Indonesia kepada masyarakat luas.
  2. Melalui lomba foto konstruksi, dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap kegiatan konstruksi di Indonesia.
  3. Melalui karya foto yang ditampilkan akan memicu para pelaku konstruksi nasional untuk mengikuti keberhasilan yang ditampilkan.
  4. Memberikan peluang kepada peserta untuk menampilkan karya fotonya kepada masyarakat jasa konstruksi dan masyarakat pada umumnya.

PESERTA

Masyarakat umum, dalam maupun luar negeri yang mengabadikan obyeknya di Indonesia melalui media fotografi.

KATEGORI LOMBA FOTO KONSTRUKSI

Kategori Lomba :

  1. Kategori “Hitam Putih”
  2. Kategori “Bebas” (manual/digital) Teknik foto Bebas dari seluruh foto yang dikirmkan akan dipilih 1 (satu) foto favorit pilihan dewan juri

KRITERIA

  1. Tema Foto sesuai dengan tema Konstruksi Indonesia 2012. Namun untuk lebih spesifik, maka ditentukan sub tema yaitu : “Harmonisasi Konstruksi yang Berwawasan Lingkungan”
  2. Lomba Foto terbuka untuk umum.
  3. Syarat-syarat foto yang dikirimkan :
    1. Foto yang disertakan untuk lomba bukan merupakan hasil manipulasi dengan efek komputer (Digital Imaging) namun simple retouch diperbolehkan. Bila melanggar akan didiskualifikasi.
    2. Foto milik pribadi dan belum pernah dipublikasikan/dilombakan.
    3. Pemenang dan Nominasi wajib menyerahkan scan negative film ataupun file digital asli foto (dalam bentuk CD).
  4. Jenis kamera yang dapat digunakan adalah kamera ANALOG atau DIGITAL.
  5. Bagi pemenang disediakan hadiah berupa uang/tropi dan piagam.

KRITERIA PENILAIAN

Penilaian akan dilakukan terhadap :

  1. Kesesuaian dengan tema
  2. Inovasi teknik foto
  3. Artistik.

KETENTUAN LOMBA

  1. Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal 10 (sepuluh) foto per kategori, dicetak ukuran minimum 12,5×18 cm dan maksimum 20×25 cm
  2. Wajib menuliskan data teknis seperti judul foto, lokasi dan waktu pemotretan, pada selembar kertas yang ditempelkan pada bagian belakang foto yang dikirimkan
  3. Foto tidak boleh dibingkai atau ditempel di atas matboard
  4. Tidak diperkenankan mencantumkan nama atau identitas lainnya di atas atau di belakang foto, kecuali inisial “K” (untuk foto dengan teknik manual/konvensional) dan “D” (untuk foto dengan teknik digital)
  5. Hadiah sudah termasuk kompensasi atas penggunaan foto-foto pemenang favorit dan nominasi apabila foto-foto tersebut digunakan untuk kepentingan penyelenggara.
  6. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
  7. Seluruh karya pemenang, favorit dan nominasi akan dipamerkan dalam acara puncak “KONSTRUKSI INDONESIA”
  8. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan dapat diakses melalui website http://www.pu.go.id setelah ditetapkan pemenang oleh dewan juri.
  9. Biaya pendaftaran GRATIS
  10. Foto selambat lambatnya telah diterima Panitia pada tanggal 31 Oktober 2012 (cap pos), dan dikirimkan kepada :

PANITIA KOMPETISI FOTO KONSTRUKSI
PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK – KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
JALAN PATTIMURA JAKARTA SELATAN 12110
GED. BINA MARGA LANTAI DASAR

Untuk informasi lebih lanjut dapat diakses di www.pu.go.id
Email: kompetisi.foto.ki@gmail.com 

Contact Person :
Paul Asido, Amung Pamungkas, Eka Nugroho : 087882905869 :Telp : (021) 7251538 

Soal Tugas Besar Struktur Baja II


Berikut ini adalah soal untuk Tugas Besar Struktur Baja II Teknik Sipil UNTIRTA… menurut kelompok masing-masing :

Soal Kelompok (I) 1

Soal Kelompok (II) 2

Soal Kelompok (III) 3

Soal Kelompok (V) 4

Soal Kelompok (VI) 5

Soal Kelompok (VII) 6

Soal Kelompok (VIIII) 7

Soal Kelompok (IX) 8

Soal Kelompok (X) 9

Soal Kelompok (XI) 10

Soal Kelompok (XXII) 11

Soal Kelompok (XXIII) 12

PERHATIAN…!!!

Sabtu 28 April 2012… Bagian Purlin (Gording) dikumpulkan via e-mail ke : benymahulae@gmail.com

Tugas Besar Struktur Baja II Teknik Sipil Untirta 2012


Diberi kepercayaan menjadi Asisten Stuktur Baja II akan menjadi tanggung jawab yang besar bagiku. Menyisihkan waktu ditengah kesibukanku bekerja untuk mengabdi ke almamater bukan hal gampang. Sepertinya akan menjadi hari-hari yang berat untuk beberapa bulan ke depan, tapi akan saya nikmati🙂

Untuk semester ini, saya diminta membimbing adik-adik kelas dalam mengerjakan Tugas Besar Struktur Bja II. Tugas Besar adalah hal yang biasa untuk beberapa mata kuliah di Jurusan Teknik Sipil UNTIRTA.

Lingkup materi yang diajarkan di Struktur Baja II jurusan Teknik Sipil (setidaknya yang dulu saya alami) : Struktur Bangunan Pabrik (diantaranya : Kolom, Kolom-Balok, Purlin / gording, Sambungan Baut, Base plat baja-beton). Materi ini kalau dibandingkan dengan materi di kampus lain mungkin akan beda, bisa jadi materi di kampus kami ini jauh lebih ringan, dan dianggap receh. Tapi jelas hal ini harus dimaklumi, karena terus terang usia jurusan Tekni Sipil UNTIRTA belumlah semapan kampus raksasa lain sperti UI, ITB, ataupun UGM. Biarpun begitu, saya bangga menjadi bagian keluarga Teknik Sipil UNTIRTA.

Tugas Besar ini bertujuan

  • Membawa mahasiswa pada logika konkret dalam mengerjakan dan menyelesaikan permasalahan perhitungan struktur baja. Masalah – masalah ini seringkali dijumpai seorang Saraja Teknik Sipil (Fresh) dalam dunia kerja (konsultan dan kontraktor) .
  • Mengenalkan mahasiswa pada Code, Manual, ataupun buku Acuan lain dalam mengerjakan perhitungan struktur baja.

Bagi mahasiswa Teknik Sipil UNTIRTA yang sedang mengambil MK. Struktur Baja II, berikut ini materi dan buku yang bisa kalian unduh :

GordingKolom BajaBalok BajaBalok-Kolom ,Sambungan Lentur dan Geser

Nah ini juga ada buku Perancangan Struktur baja dengan Metode LRFD , dan Analisis Komponen Struktur Baja dengan AISC-LRFD oleh Bambang Suryoatmono Unpar ,

Nah ini ada Code : LOAD AND RESISTANCE FACTOR DESIGN SPECIFICATION AISC – LRFD , SNI 1729 – 2002 TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG , Sebagai tambahan ada juga nih INTERNATIONAL BUILDING CODE 2012.

Tugas besar nanti, akan dikerjakan dengan mengacu pada SNI 1729 2002, dimana saat ini Standar kita mengacu pada metode LRFD yang diadopsi dari AISC Amerika Serikat. Metode ini memperbaharui standar terdahulu yang mengacu pada ASD. Apa beda dari metode-metode di atas, Berikut ini ada “General Comparison between AISC LRFD and ASD“. Ini tulisan Hamid Zand dari GT STRUDL Las Vegas, Nevada.

Jika perlu software bantuan, diperkenankan menggunakan ETABS, SAP 2000, ataupun TEKLA. Nah kalau ada yang belum tau software TEKLA coba buka link berikut : http://www.tekla.com

Software ini mampu menghitung, membuat shop drawing, bahkan menjadwalkan pabrikasi baja… hehee😀

Nah ini nih sekilas display tampilan software Tekla (mirip-mirip SAP dan ETABS lahhh) :

Buat yang tertarik menggunakan software TEKLA, atau software lain semacam ANSYS, NASTRAND, ABAQUS.. bisa dapetin M2M nya di Mal Ambasador. Disana banyak jual software “crack-an” dalam bentuk dvd.. Harganya agak mahal buat kantong mahasiswa (50Ribuan) tapi amat sangat murah ketimbang beli yang license . . (Aku sih nyaranin beli yang asli, tapi ya enggak salah beli bajakan untuk belajar hehee :p)

Okedehh sukses buat adik-adik yang mengambil Struktur Baja II… Salam🙂

Pengantar Manajemen Proyek


Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang sifatnya hanya dilakukan satu kali. Pada umumnya proyek konstruksi memiliki jangka waktu yang pendek. Didalam rangkaian kegiatan proyek kontstruksi tersebut, biasanya terdapat suatu proses yang berfungsi untuk mengolah sumber daya proyek sehingga dapat menjadi suatu hasil kegiatan yang menghasilkan sebuah bangunan. Adapun proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut tentunya akan melibatkan pihak-pihak yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan terlibatnya banyak pihak dalam sebuah proyek konstruksi maka hal ini dapat menyebabkan potensi terjadinya konflik juga sangat besar sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa proyek konstruksi sebenarnya mengandung konflik yang cukup tinggi juga.

Manajemen Konstruksi pada umumnya akan meliputi mutu fisik konstruksi, biaya dan waktu. manajemen material serta manjemen tenaga kerja. Pada prinsipnya, dalam manajemen konstruksi, manajemen tenaga kerja merupakan salah satu hal yang akan lebih ditekankan. Hal ini disebabkan manajemen perencanaan hanya berperan sekitar 20% dari rencana kerja proyek. Sisanya manajemen pelaksanaan termasuk didalamnya pengendalian biaya dan waktu proyek.

Adapun fungsi dari manajemen konstruksi yaitu :

  1. Sebagai Quality Control sehingga dapat menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan
  2. Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi di lapangan yang tidak pasti serta mengatasi kendala terjadinya keterbatasan waktu pelaksanaan
  3. Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telah dicapai. Hal itu dilakukan dengan opname (laporan) harian, mingguan dan bulanan
  4. Hasil evaluasi dapat dijadikan tindakan dalam pengambilan keputusan terhadap masalah-masalah yang terjadi di lapangan
  5. Fungsi manajerial dari manajemen merupakan sebuah sistem informasi yang baik yang dapat digunakan untuk menganalisis performa dilapangan

Manajemen waktu proyek merupakan salah satu kompetensi yang harus dimilikioleh seorang manajer proyek. Manajemen waktu proyek dibutuhkan manajer proyek untuk memantau dan mengendalikan waktu yang dihabiskan dalam menyelesaikan sebuah proyek. Dengan menerapkan manajemen waktu proyek, seorang manajer proyek dapat mengontrol jumlah waktu yang dibutuhkan oleh tim proyek untuk membangun deliverables proyek sehingga memperbesar kemungkinan sebuah proyek dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Terdapat beberapa proses yang perlu dilakukankan seorang manajer proyek dalam mengendalikan waktu proyek yaitu :

1.      Mendefinisikan aktivitas proyek.

Merupakan sebuah proses untuk mendefinisikan setiap aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan proyek.

2.      Urutan aktivitas proyek.

Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan hubungan antara tiap-tiap aktivitas proyek.

3.      Estimasi aktivitas sumber daya proyek.

Estimasi aktivitas sumber daya proyek bertujuan untuk melakukan estimasi terhadap penggunaan sumber daya proyek.

4.      Estimasi durasi kegiatan proyek.

Proses ini diperlukan untuk menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan proyek.

5.      Membuat jadwal proyek.

Setelah seluruh aktivitas, waktu dan sumber daya proyek terdefinisi dengan jelas, maka seorang manager proyek akan membuat jadwal proyek. Jadwal proyek ini nantinya dapat digunakan untu menggambarkan secara rinci mengenai seluruh aktivitas proyek dari awal pengerjaan proyek hingga proyek diselesaikan.

6.      Mengontrol dan mengendalikan jadwal proyek.

Saat kegiatan proyek mulai berjalan, maka pengendalian dan pengontrolan jadwal proyek perlu dilakukan. Hal ini diperlukan untuk memastikan apakah kegiatan proyek berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan atau tidak.

Setiap proses diatas setidaknya terjadi sekali dalam setiap proyek dan dalam satu atau lebih tahapan proyek.

Seorang manager proyek merupakan seorang professional dalam bidang manajemen proyek. Manajer proyek memiliki tanggung jawab untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penutupan sebuah proyek yang biasanya berkaitan dengan bidang industri kontruksi, arsitektur, telekomunikasi dan informasi teknologi. Untuk menghasilkan kinerja yang baik, sebuah proyek harus dimanage dengan baik oleh manajer proyek yang berkualitas baik serta memiliki kompetensi yang disyaratkan. Lalu apa saja kompetensi yang dimaksud?

Seorang manajer proyek yang baik harus memiliki kompetensi yang mencakup unsur ilmu pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill) dan sikap (attitude). Ketiga unsur ini merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek. Sebuah proyek akan dinyatakan berhasil apabila proyek dapat diselesaikan sesuai dengan waktu, ruang lingkup dan biaya yang telah direncanakan. Manajer proyek merupakan individu yang paling menentukan keberhasilan / kegalan proyek. Karena dalam hal ini manajer proyek adalah orang yang memegang peranan penting dalam mengintegrasikan, mengkoordinasikan semua sumber daya yang dimiliki dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kenberhasilan dalam pencapaian sasaran proyek.

Untuk menjadi manajer proyek yang baik, terdapat 9 ilmu yang harus dikuasai. Adapun ke sembilan ilmu yang dimaksud antara lain :

1.      Manajemen Ruang Lingkup

2.      Manajemen Waktu

3.      Manajemen Biaya

4.      Manajemen Kualitas

5.      Manajemen Sumber Daya Manusia

6.      Manajemen Pengadaan

7.      Manajemen Komunikasi

8.      Manajemen Resiko

9.      Manajemen Integrasi

Seorang manajer proyek yang baik juga harus mempersiapkan dan melengkapi kemampuan diri sendiri yang bisa diperoleh melalui kursus manajemen proyek. Adapun panduan referensi standart internasional yang kerap dipergunakan dalam bidang manajemen proyek adalam PMBOK (Project Management Body Of Knowledge). Setelah seorang manajer proyek dirasa cukup menguasai bidang pekerjaan yang sedang dijalani, maka disarankan untuk dapat mengambil sertifikasi manajemen proyek. Mereka yang berhasil mendapatkan sertifikasi ini akan memperoleh gelar PMP (Project Management Professional) dibelakang namanya sebagai bukti dimilikinya kemampuan terkait.

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang manajer proyek handal adalah kemampuan dalam melakukan manajemen ruang lingkup proyek. Dalam hal ini, seorang manajer proyek harus mampu memastikan bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan dalam proyek adalah aktivitas yang berhubungan dengan proyek dan aktivitas tersebut telah memenuhi kebutuhan proyek. Dengan kata lain, manajemen ruang lingkup proyek memiliki fungsi untuk mendefinisikan serta mengendalikan aktivitas-aktivitas apa yang bisa dilakukan dan aktivitas-aktivitas apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam menyelesaikan suatu proyek.

Terdapat beberapa proses yang perlu dilakukan seorang manajer proyek dalam melakukan manajemen ruang lingkup proyek, yaitu :

1.  Perencanaan ruang lingkup proyek.

Pada tahap ini, manajer proyek akan mendokumentasikan bagaimana ruang lingkup proyek akan didefinisikan, diverifikasi, dikontrol dan menentukan bagaimana WBS akan dibuat serta merencanakan bagaimana mengendalikan perubahan akan ruang lingkup proyek.

2.  Mendefinisikan ruang lingkup proyek.

Pada tahap ini, ruang lingkup proyek akan didefinisikan secara terperinci sebagai landasan untuk pengambilan keputusan proyek dimasa depan.

3.  Membuat Work Breakdown Structure.

WBS merupakan pembagian deliverables proyek berdasarkan kelompok kerja. WBS dibutuhkan karena pada umumnya dalam sebuah proyek biasanya melibatkan banyak orang dan deliverables, sehingga sangat penting untuk mengorganisasikan pekerjaan-pekerjaan tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih terperinci lagi.

4.  Melakukan verifikasi ruang lingkup proyek.

Tahap ini merupakan tahap dimana final project scope statement diserahkan kepada stakeholder untuk diverifikasi.

5.  Melakukan kontrol terhadap ruang lingkup proyek.

Dalam pelaksanaan proyek, tidak jarang ruang lingkup proyek mengalami perubahan. Untuk itu, perlu dilakukannya kontrol terhadap perubahan ruang lingkup proyek. Perubahan yang tidak terkendali, akan mengakibatkan meluasnya ruang lingkup proyek.

Mekanika Tanah (Hitungan, dan kegunaannya)


Untuk mahasiswa Teknik Sipil, tentu tidak asing dengan Praktikum Mekanika Tanah.. Entah sudah mengambil mata kuliah tersebut, atau sedang akan mengambil mata kuliah tsb.

Praktikum Mekanika Tanah adalah salah satu mata kuliah wajib di jurusan teknik sipil, praktikum ini dimaksudkan untuk mempelajari karakteristik dan sifat-sifat tanah. Seberapa pentingkah mengikuti praktikum mekanika tanah ini??? Jelas sangat penting.. Kenapa?? Nah coba kita kembali ke essensi teknik sipil pada umumnya, adalah ilmu yang mempelajari produk-produk peradaban manusia. Contohnya : Jembatan, Gedung, Jalan, dan lain sebagainya… Dari semua produk peradaban tersebut, kesemuanya tentu dibangun di atas tanah..

Bagi mahasiswa teknik sipil, tentu sudah mengerti bahwa tanah yang kita pijak sekarang ini, adalah dasar dan landasan dari semua produk peradaban manusia. Beban gedung, jembatan, ataupun jalan akan disalurkan ke tanah, oleh pondasi, ataupun base layer (*pada konstruksi jalan). Inilah alasan mengapa perlu mempelajari karakteristik dan sifat-sifat tanah. Pada setiap lokasi dimana akan direncanakan sebuah bangunan, gedung ataupun jalan tentu memiliki sifat dan karakteristik tanah yang berbeda-beda. Sifat dan karakteristik tanah ini menjadi parameter-parameter kehandalan suatu konstruksi. Tanah yang seperti apa yang baik untuk suatu konstruksi?? Ya tentu  lapisan tanah keras adalah yang paling baik, dimana beban yang disalurkan konstruksi akan mampu ditahan lapisan tanah, tanpa lapisan tanah harus mengalami amblas…

Berikut ini adalah contoh hitungan dalam laporan praktikum mekanika tanah, silahkan didownload :   Laporan Mekanika Tanah

Benz Nainggolan ST

Metode Pelaksanaan Gedung Tinggi


Pelaksanaan Pekerjaan

Apartemen  Pakubuwono View – Jakarta

 

 A.  Pendahuluan

Tahap pelaksanaan merupakan tahapan untuk mewujudkan setiap rencana yang dibuat oleh pihak perencana. Pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang sangat penting dan membutuhkan pengaturan serta pengawasan pekerjaan yang baik sehingga diperoleh hasil yang baik, tepat pada waktunya, dan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.

Tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang menentukan berhasil tidaknya suatu proyek, oleh karena itu perlu dipersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pekerjaan, rencana kerja, serta tenaga pelaksana khususnya tenaga ahli yang profesional yang dapat mengatur pekerjaan dengan baik serta dapat mengambil keputusan-keputusan mengenai masalah-masalah yang ditemui di lapangan.

Dalam pelaksanaan fisik suatu proyek bisa saja timbul masalah-masalah yang tidak terduga dan tidak dapat diatasi oleh satu pihak saja. Untuk itulah diperlukan adanya rapat koordinasi untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah bersama-sama. Dalam rapat koordinasi dihadiri oleh :

  • Konsultan proyek
  • Koordinator dan para pelaksana
  • Pihak pemilik (owner) jika diperlukan
  • Pihak perencana / arsitek jika diperlukan

Hal-hal yang dibahas dan diselesaikan dalam rapat koordinasi meliputi :

  • Kemajuan ( progress)  pekerjaan di lapangan
  • Masalah-masalah dan solusinya menyangkut pelaksanaan di lapangan
  • Realisasi pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai dibandingkan  dengan time schedule yang telah direncanakan
  • Masalah administrasi yang menyangkut kelengkapan dokumen kontrak
  • Sasaran yang akan dicapai untuk jangka waktu ke depan

Dalam tahap pelaksanaan, semua pelaksanaan pekerjaan di lapangan mengikuti rencana yang telah dibuat oleh pihak perencana. Antara lain gambar rencana dan segala detailnya, jenis material, dan dokumen lainnya. Tahap selanjutnya kontraktor mengerjakan shop drawing sebagai gambar pelaksanaan dengan ruang lingkup serta detail yang lebih sempit kemudian untuk tahap akhir kontraktor membuat as built drawing sebagai gambar akhir sesuai dengan yang ada di lapangan yang digunakan sebagai laporan akhir .

Dalam bab ini, pelaksanaan pekerjaan yang akan penulis uraikan adalah tentang pekerjaan yang dilaksanakan dan dialami penulis selama kerja praktek di proyek pembangunan Apartemen The Pakubuwono View, pelaksanaan pekerjaan antara lain :

  • Pekerjaan dewatering
  • Pekerjaan ground anchor
  • Pekerjaan Mat Foundation
  • Pekerjaan struktur beton Kolom, Balok, Plat dan Cor Wall pada Basement, lantai dasar dan lantai 2.

B.  Peralatan

Suatu proyek agar lancar dan memenuhi targer mutu dan waktu harus didukung  oleh peralatan yang memadai. Supaya dalam penyediaan alat bias berfungsi  secara optimal perlu adanya  manajem peralatan yang tertib. Dalam manajemen ini diperhatikan masalah pengolahan peralatan proyek terdiri dari penyewaan, pembelian dan masalah perawatan alat. Hal ini untuk mengefektifkan keberadaan alat dilapangan.

Peraalatan pada proyek The Pakubuwono View Jakarta diantaranya termasuk kepemilikan oleh kontraktor tersendiri, tapi untuk alat – alat berat kebanyakan dengan sewa karena biaya akan lebih murah. Perelatan pada peralatan pada proyek akan diuraikan dibawah ini.

  1.  Alat – alat Berat

   a.  Backhoe

            Backhoe merupakan suatu alat yang digunakan untuk pekerjaan tanah khususnya galian. Backhoe termasuk dalam jenis kendaraan excavator , karena badannya dapat berputar 360o. Keuntungan dari penggunaan Backhoe adalah dapat melakukan pekerjaan penggalian dengan lebih cepat dan lebih efisien. Kinrja Backhoe biasanya di kombinasikan dengan Dump Truck pada saat galian tanah. Pada proyek ini digunakan Backhoe dengan tipe Crawel, yang mempunyai tenaga 100 HP dengan mengguanakan bahan bakar solar.

Gambar 4.1 Backhoe

   b.  Conrete Pump Truk

Merupakan alat untuk memompa beton ready mix dari mixer truck ke lokasi pengecoran. Penggunaan concrete pump truck ini untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi waktu pengecoran. Alat ini digunakan untuk pengecoran balok dan plat lantai.

Alat ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu alat utama berupa mesin pompa yang dilengkapi dengan tenaga penggerak berupa mesin diesel, sejumlah pipa berdiameter 15 cm serta nenerapa alat tambahan berupa klem penyambung pipa-pipa tersebut. Penggunaan mesin pompa kecil masih efisien untuk ketinggian 4-5 lantai, selebihnya menggunakan tower crane. Dan untuk pompa besar dapat menjangkau lebih dari itu, dan biasa digunakan di lantai 15 ke atas agar efisiensi biaya berkaitan dengan harga borongan sewanya.

Gambar 4.2    Concrete Pump Truck

 

   c.  Tower Crane

Tower rane diperlukan terutama sebagai pengangkut vetikal bahan-bahan untuk pekerjaan struktur, seperti besi beton, bekisting, beton cor, pengangkutan material/bekas, dan material lainnya. Penempatan tower crane harus direncanakan bisa menjangkau seluruh areal proyek konstruksi bangunan yang akan dikerjakan dengan manuver yang aman tanpa terhalang. Penggunaan tower crane tersebut juga harus memperhitungkan beban maksimal yang mampu diangkatnya. Dalam proyek ini digunakan 3 TC dengan beban maksimal yang dapat diangkut 2 ton. Operator TC harus siap untuk mengakomodasi perintah pengangkutan dari mandor atau pengawas di daerah jangkauannya.

Gambar 4.3.Tower Crane

   d.  Concrete Mixer Truck

Merupakan alat untuk memompa beton ready mix dari mixer truck ke lokasi pengecoran. Penggunaan concrete pump truck ini untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi waktu pengecoran. Alat ini digunakan untuk pengecoran balok dan plat lantai.

Alat ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu alat utama berupa mesin pompa yang dilengkapi dengan tenaga penggerak berupa mesin diesel, sejumlah pipa berdiameter 15 cm serta nenerapa alat tambahan berupa klem penyambung pipa-pipa tersebut. Penggunaan mesin pompa kecil masih efisien untuk ketinggian 4-5 lantai, selebihnya menggunakan tower crane. Dan untuk pompa besar dapat menjangkau lebih dari itu, dan biasa digunakan di lantai 15 ke atas agar efisiensi biaya berkaitan dengan harga borongan sewanya.

Gambar 4.4. Concrete Mixer Truck

   e.  Dum Truck

Dum Truck merupakan suatu alat yang dipergunakan untuk memindahkan atau membuang suatu material hasil galian dari lokasi proyek ke lokasi proyek yang telah ditetapkan kemana material tersebut itu dibuang / dijual. Pada saat membawa material hasil galian, bagian belakang dum truck ditutup dengan terpal dengan tujuan agar material tidak terjatuh dijalan raya dan debunya tidak menggangu pengguna jalan lain.

Gambar 4.5. Dum Truck

 

Dalam proyek ini kurang lebih dari 20 dum truck yang digunakan pada saat pekerjaan galian dan mobilisasinya pada saat malam hari dengan tujuan agar proses pemindahan / pengiriman material dapat lebih cepat dan lancar.

  2.  Alat – alat Survey  

   a.  Theodolith

Theodolith merupakan alat bantu dalam proyek untuk menentukan as bangunan dan titik-titik as kolom pada tiap-tiap lantai agar bangunan yang dibuat tidak miring. Alat ini dipergunakan juga untuk menentukan elevasi tanah  dan elevasi tanah galian timbunan. Cara operasionalnya adalah dengan mengatur nuvo dan unting-unting di bawah theodolith. Kemudian menetapkan salah satu titik sebagai acuan. Setelah itu, menembak titik-titik yang lain dengan patokan titik awal yang ditetapkan tadi.

Gambar 4.6 Theodolith

   b.  Waterpass

            Waterpass adalah alat yang digunakan untuk menetukan elevasi / peil lantai, balok, lain – lain yang membutuhkan elvasi. Alat ini sanagt berguna untuk mengecek ketebalan lantai saat pengecoran, sehingga lantai yang dihasilkan dapat datar. Selain itu, waterpass juga dapat digunakan untuk pengecekan bekisting pada kolom.

Gambar 4.7 waterpass

   c.  Sipatan ( Marker )

Sipatan merupakan alat yang digunakan untuk memberi tanda setelah pengukuran untuk marking setelah dilakukan. Bahan untuk sipatan ini adalah tinta yang seing disebut tinta Cina. Tinta ini dapat bertahan dalam waktu yang lamadan tidak mudah hilang atau luntur.

Gambar 4.8 Hasil Sipatan

  3.   Alat – alat fabrikasi

   a.  Bar Bender

Bar bender Merupakan alat yang digunakan untuk membengkokkan tulangan berdiameter besar, seperti pada pembengkokan tulangan sengkang, pembengkokan pada sambungan/overlap tulangan kolom, juga pada tulangan balok, plat, dan dinding geser. Bar bender dab bar cutter haruslah ada dalam suatu proyek besar karena untuk memenuhi kebutuhan pembesian baik itu precast atau pasang di tempat.

Gambar 4.9. Bar Bander

   b.   Bar Cutter

            Baja tulangan dipesan dengan ukuran-ukuran panjang standart. Untuk keperluan tulangan yang pendek, maka perlu dilakukan pemotongan terhadap tulangan yang ada. Untuk itu diperlukan suatu alat pemotong tulangan, yaitu gunting tulangan yang dioperasikan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia.

Gambar 4.10. Bar Cutter

 

Bar cutter merupakan alat pemotong besi tulangan sesuai ukuran yangdiinginkan. Menurut tenaga penggeraknya, bar cutter ada 2  jenis :

1)  Bar Cutter manual

Bar Cutter manual adalah alat pemotong baja beton menggunakan penggerak tenaga manusia dengan kapasitas maksimum diameter 16 mm.

2)   Bar Cutter listrik

Keuntungan dari Bar Cutter listrik dibandingkan Bar Cutter manual adalah Bar Cutter listrik dapat memotong besi tulangan dengan diameter besar dengan mutu baja cukup tinggi disamping dapat mempersingkat waktu pengerjaan. Kemampuannya memotong dapat dilakukan sekaligus seperti tulangan diameter 10 mm dapat dilakukan pemotongan 6  buah sekaligus, 4 buah tulangan diameter 16 mm, 2 buah tulangan diameter 19 mm, 1 buah tulangan diameter 25 mm

  4.  Alat – alat Pelaksanaan Pengecoran

   a.  Vibrator

Pada pengecoran beton dibutuhkan kepadatan yang utuh sehingga tidak terdapat rongga dalam adukan beton, karena rongga tersebut dapat mengurangi mutu dan kekuatan beton. Dalam pelaksanaan pengecoran dibutuhkan vibrator yang fungsinya untuk memadatkan adukan beton pada saat setelah pengecoran.

Vibrator merupakan alat penggetar mekanik yang digunakan untuk menggetarkan adukan beton yang belum mengeras agar menghilangkan rongga-rongga udara, sehingga beton menjadi lebih padat. Cara operasionalnya dengan cara memasukkan selang penggetar ke dalam adukan beton yang telah dituang ke dalam bekisting.

Gambar 4.11.Vibrator

Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat ini adalah :

  • Ujung belalai vibrator dimasukkan dalam adukan beton dengna posisi vertikal
  • Ujung vibrator diusahakan untuk tidak mengenai tulangan baja.
  • Penggetaran dilakukan sekitas 10-15 detik untuk datu posisi titik.
  • Penggetaran dilakukan selapis demi selapis untuk mendapatkan pemadatan yang diinginkan.
  • Ujung vibrator dicabut perlahan-lahan secara perlahan-lahan dari adukan sehingga bekasnya dapat meutup kembali.

  b.  Concrete Mixer

Concrete Mixer atau yang sering disebut molen berguna untuk mencampur dan mengaduk material beton agar lebih homogen. Adanya sirip – sirip pada bagian dalam drum, memungkinkan teraduknya material dari adukan beton secara merata pada waktu berputar. Alat ini digunakan khusus untuk volume pekerjaan yang relatif kecil dan non struktural seperti pembuatan lantai kerja, pmasangan batako, plesteran dan lain – lain. Drum pengaduk mempunyai dua macam kecepatan gerak, yaiti gerak untuk mengatur posisi drum dan gerak untuk mencampur adukan.

Gambar.4.12. Concrete Mixer

 

   c.  Trowel

Trowel adalah alat yang digunakan untuk menghaluskan permukaa beton pada plat lantai yang menggunakan floor hardener pada lapisan permukaannya. Permukaan beton yang telah ditaburi flour hardener diratakan dengan ruskam, kemudian trowel digunakan untuk menghaluskan permukaan tersebut.

 

Gambar 4.13. Trowel.

C.   Material

Didalam pelaksanaan suatu proyek, diperlukan adanya pengelolaan bahan dan peralatan yang baik untuk menunjang kelancaran pekerjaan. Penyimpangan terhadap bahan-bahan bangunan perlu mendapat perhatian khusus mengingat adanya bahan-bahan bangunan yang sangat peka terhadap kondisi lingkungan, seperti semen dan juga baja tulangan yang peka terhadap pengaruh air dan udara sekitar. Pengaturan dan penyimpangan bahan-bahan dan peralatan dalam proyek menjadi tanggung jawab bagian logistik dan gudang.

Mengingat rencana pekerjaan Proyek Pembangunan yang dibatasi oleh waktu, diusahakan penempatan material yang tepat dan seefisien mungkin sehingga dapat mempercepat dan mempermudah pekerjaan. Di samping itu, penempatan material yang baik dan tertata rapi akan mendukung efektifitas kerja dan keselamatan kerja.

  1.  Pasir (Agregat Halus)

Pasir digunakan untuk pekerjaan non struktural seperti pekerjaan pembuatan lantai kerja, plesteran, dan digunakan untuk campuran adukan beton yang dikerjakan di lapangan. Agregat halus yang digunakan sebagai bahan pengisi pada proyek ini harus memenuhi beberapa syarat berikut :

  1. Butiran – butiran pasir kasar, tajam dan keras, harus bersifat kekal ( tidak hancur karena pengaruh cuaca ).
    1. Pasir terdiri dari butir – butir yang beraneka ragam.
    2. Pasir tidak boleh mengandung zat organik terlalu banyak.
    3. Pasir laut tidak boleh digunakan di dalam semua mutu beton, kecuali dengan menggunakan petunjuk – petunjuk dari lembaga pemeriksaan bahan – bahan yang diakui.
  2. Mendapat persetujuan dari pengawas lapangan.

    Gambar.4.14. Pasir (Agregat halus)

2.  Agregat Kasar

Agregat kasar berupa butir – butir yang beraneka ragam besarnya dan apabila diayak harus memenuhi kriteria sisa di atas ayakan 31,5 mm harus 0 % berat, sisa di atas ayakan 4 mm harus berkisar antara 90 % sampai 98 % berat dan selisih antara sisa – sisa kumulatif di atas dua ayakan yang berurutan adalah maksimum 60 % dan minimum 10 % berat.

Adapun syarat – syarat dari agregat kasar adalah sebagai berikut :

  • Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dari batuan – batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu.
    • Agregat kasar harus terdiri dari butir – butir yang keras dan tidak berpori.
    • Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1 %.
    • Agregat kasar tidak boleh mengandung mengandung zat – zat yang dapat merusak beton.

 3.  Semen

Semen digunakan sebagai bahan pengikat dalam pekerjaan konstruksi, antara lain digunakan untuk  pasangan batu bata dan plesteran. Dalam proyek ini digunakan  Semen Gresik yang telah disetujui oleh pengawas. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan persediaan semen :

  1. Sebelum diangkut ke lapangan untuk digunakan,  semen harus dijaga agar tidak lembab.
  2. Dalam pengangkutan semen harus terlindung dari hujan dan zak (kantong) asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat.
  3. Tinggi tumpukan maksimum tidak lebih dari 2 m atau maksimal 10 zak. Hal ini untuk menghindari rusaknya semen yang berada pada tumpukan yang paling bawah akibat beban yang berat dalam waktu yang cukup lama sebelum digunakan sebagai bahan bangunan.
  4. Karena penimbunan semen dalam waktu yang lama juga akan mempengaruhi mutu semen, maka diperlukan adanya pengaturan penggunaan semen secara teliti. Sehingga dalam hal ini semen lama harus dipergunakan terlebih dahulu.

 

 4.   Air

Air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung minyak, asam, alkali, garam – garam, bahan – bahan organis atau bahan – bahan lain yang merusak beton dan baja tulangan. Dalam hal ini sebaiknya dipakai air bersih yang dapat diminum. Bilamana mungkin menggunakan air PDAM.

Gambar.4.15. bahan campuran beton

D.      Kendali mutu

Pengendalian mutu dalam suatu proyek merupakan hal yang penting, sebab akan menentukan kualitas dari hasil pelaksanaan apakah telah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Tinjauan pengendalian dalam proyek yang harus diperhatikan adalah:  pengendalian mutu bahan dan peralatan, pengendalian tenaga kerja, pengendalian waktu, teknis, biaya serta pengendalian kesehatan keselamatan kerja (K3).

  1. 1.             Pengendalian Mutu Bahan

Kualitas bahan dalam pekerjaan sangat menentukan untuk bisa mencapai ketentuan dalam spesifikasi yang telah direncanakan, sehingga pengendalian mutu bahan sangatlah penting akan keberhasilan pembangunan dalam suatu proyek.

Standard yang ditetapkan oleh PT Davy Sukamta selaku konsultan perencana untuk standard  mutu bahan dalam pembangunan Apartemen Pakubuwono View, menggunakan dari American Concrete Institute (ACI), American Standard for Testing and Material (ASTM), Standard Nasional Indonesia (SNI).

   a.  Agregat

Untuk agregat yang akan digunakan untuk bahan beton dari pihak plant akan dilakukan uji lab apakah memenuhi syarat atau tidak dan dari pihak pelaksana akan meminta hasil tes tersebut. Jika dilakukan secara kasat mata, untuk mengetahui pasir tersebut bagus dengan cara menggenggam jika menggumpal berarti pasir tersebut tidak bagus.

  2.  Semen Portland

Pada semen porland butiran-butiran tidak boleh mengumpal keras, untuk penyimpanannya tidak boleh dalam keadaan lembab untuk lebih menjaga semen tetap baik maka diberi bantalan kayu sebagai tempat dibawahnya.

  3.  Besi

Merupakan material yang sangat penting dalam beton bertulang, sehingga perlu dijaga mutu dan kualitasnya. Dalam hal ini PT Bona Widjaja Gemilang bekerja sama dengan PT Master Steel selaku subkont besi tulangan. Untuk mengetahui mutu besi baik maka harus memenuhi syarat-syarat sebagi berikut :

  1. Bebas dari kotoran-kotoran, lapisan minyak, karat, dan tidak retak atau mengelupas.
  2. Mempunyai penampang yang sama rata.
  3. Ukuran disesuaikan dengan shop drawing.

Untuk tempat penyimpan sebaiknya diberi bantalan kayu dan  tempat yang kering unruk menghindari karat.

Gambar.4.16. Besi tulangan

  4.   Beton

Untuk pengujian mutu beton dilakukan dengan cara slump tes untuk pengujian dilapangan dan uji kuat tekan jika hasil slump sesuai spesifikasi. Untuk pengujian Crushing Test dilakukan oleh PT. PionirBeton Industri selaku subkont untuk beton readymix sedangkan untuk pengujiannya sendiri dilakukan di Concrete Laboratory-Pulo Gadung Plant.

 a.  Uji Slump

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air beton yang berhubungan dengan mutu beton. Dalam proyek pembangunan Apartemen Pakubuwono View untuk pondasi. Pengujian dengan menggunakan kerucut Abrams, sebagai berikut :

1)  Menyiapkan kerucut abrans dengan diameter atas 10 cm, bawah 20 cm dan tinggi 30 cm yang diletakkan pada bidang datar namun tidak menyerap air.

2) Adukan beton yang akan diuji dimasukkan dalam tiga lapis sambil ditusuk 25 kali dengan tongkat baja agar adukan menjadi padat.

3) Setelah kerucut dibuka, kemudian diukur pada 3 tempat kemudian diambil rata-rata

4) Setelah kerucut dibuka, kemudian diukur pada 3 tempat kemudian diambil rata-rata

5) Adukan beton yang tidak sesuai dengan nilai slump   rencana akan direject.

 

   b.  Uji Kuat Tekan (Crushing Test)

Tes uji kuat tekan ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton karakteristik (kuat tekan maksimum yang dapat diterima oleh beton sampai beton mengalami kehancuran). Cara pengujiannya :

1)  Menyiapkan silinder berdiameter 15cm dengan tinggi 30 cm, yang telah diolesi pelumas pada bagian dalam.

2)  Kemudian adukan beton dimasukkan ke silinder dalam tiga lapis sambil ditusuk-tusuk hingga 30 kali.

   3)  Cetakan yang telah diberi kode itu kemudian didiamkan 24 jam dan direndam dalam air (curing) selama 7 hari. Setelah itu barulah diuji dengan crushing test.

Gambar 4.17. Sampel Siap Uji

 

  2.   Pengendalian Mutu Peralatan

Perawatan akan peralatan merupakan hal yang penting untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Peran mekanik akan sangat berguna untuk mencegah tertundanya pekerjaan akibat dari kerusakan peralatan. Akan tetapi jika kerusakan sudah tidak dapat ditangani oleh para mekanik, maka peralatan tersebut  akan dikirim ke bengkel pusat.

Untuk menghindari penundaan waktu maka pelaksana harus mempunyai cadangan yang dapat digunakan secara cepat seperti ketika pengecoran dilaksanakan, concrete pump yang digunakan sebanyak 4 buah dengan ditambah 1 buah concrete pump dalam keadaan stanby.

  3.   PengendaliaN TENAGA KERJA

Tenaga kerja dalam suatu proyek merupakan hal yang mutlak. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan jumlah dan kemampuannya dapat menunjang tercapainya efisiensi dalam suatu pekerjaan proyek, oleh karena itu diperlukan suatu pengendalian mutu tenaga kerja. Pemilihan mandor untuk melaksanakan pekerjaan secara borongan haruslah tepat. Maka tim pelaksana harus hati-hati dalam pemilihan mandor, sebab akan menentukan mutu sekaligus ketepatan waktu selesai proyek.

Setiap tenaga kerja yang dibawa oleh para mandor haruslah sudah mempunyai pengalaman yang sesuai dengan keahliannya, seperti pembesian, pembobokan, bekisting hingga pengecoran.

  4.   Pengendalian WAKTU

Untuk menghindari adanya keterlambatan pelaksanaan maka perlunya pengendalian waktu yang berdasarkan pada time schedule pekerjaan. Keterlambatan pekerjaan pada suatu proyek akan berpengaruh pada cost. Maka untuk mempermudah pelaksaan dilapangan, manager sebaiknya membuat schedule yang lebih sederhana akan tetapi tetap mengacu pada time schedule yang dikeluarkan oleh engineering sebab  tidak semua paham akan pembacaan master schedule. Agar dapat berlangsung tepat waktu, maka time schedule digunakan sebagai kontrol untuk mengatur tingkat prestasi pekerjaan dengan lamanya pelaksanaannya. Sehingga pekerjaan apa yang harus dikerjakan lebih dahulu dan kapan harus dimulai dapat terjadwal dengan baik, sehingga kemungkinan keterlambatan dapat diperkecil.

Manfaat dari time schedule antara lain :

  • Sebagai pedoman kerja bagi pelaksana terutama menyangkut batasan waktu dan pelaksanaan tiap pekerjaan yang dilaksanakan.
  • Sebagai koordinasi bagi pimpinan proyek terhadap semua pelaksanaan pekerjaan.
  • Sebagai tolak ukur kemajuan pekerjaan di setiap harinya, sehingga progress report setiap waktu dapat dilihat.
  • Sebagai evaluasi tahap akhir dari setiap pelaksanaan pekerjaan.

Setiap item pekerjaan pada time schedule mempunyai prosentase bobot sendiri-sendiri sedangkan Time schedule menyatakan pembagian waktu terperinci untuk setiap jenis pekerjaan, mulai dari permulaan sampai akhir pekerjaan sehingga kumulatif prosentase bobot pekerjaan ini akan membentuk kurve S. Untuk kurva S terdiri dari kurva S rencana dan kurva S realisasi. Fungsi kurva S adalah :

  • Menentukan waktu penyelesaian tiap bagian pekerjaan proyek.
  • Menentukan besarnya biaya pelaksanaan proyek.
  • Mengetahui progress pekerjaan yang dihasilkan dilapangan dengan perencanaan, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi.

  5.   Pengendalian TEKNIS PEKERJAAN

Pada pelaksanaana dilapangan biasanya akan mengalami problem pada item pekerjaaan tertentu. Pengendalian Teknis Pekerjaan menunjukkan tahap untuk pengawasan dan kontrol terhadap kualitas pekerjaan. Hal ini memerlukan suatu menajemen kualitas agar hasil pekerjaan dapat tercapai mutu sesuai rencana proyek. Jika permasalahan  yang dihadapi memerlukan perhitungan teknis maka pihak engineering akan membuat metode repair yang kemudian akan diajukan terlebih dahulu kepada konsultan perencana . Namun apabila problem yang dihadapi tidak memerlukan perhitungan teknis seperti melendutnya bekisting, biasanya dari pihak pelaksana dan dibantu oleh konsultan pengawas akan segera mencari pemecahannya.Dalam pengendalian mutu ini peran QC (Quality Control) akan sangat berperan, QC akan mendampingi supervisor dalam pelaksanaan dilapangan.

Untuk pengendalian teknis memerlukan analisis permasalahan yang timbul dilapangan sesuai yang diamati, begitu juga langkah yang akan diambil sebagai penyelesaian dari  problem yang ada. Adapaun beberapa problem yang terjadi dapat dijelaskan  berikut ini.

a Permasalahan : Bekisting mat foundation  melendut ke dalam
Penyebab : Adanya tekanan ke dalam dari tanah urug
Pemecahan : -Urugan diurug kembali
-Bekisting didorong dari dalam kemudian              ditahan, jika perlu bekisting dibongkar kembali
-Untuk tulangannya ditarik menggunakan chain block.

 

Gambar 4.18. Penggunaan Chain Block

b Permasalahan : Tulangan Pancang < 1 m
Penyebab : Pengangkatan bobok pancang yang salah
Pemecahan : Penambahan tulangan dengan metode Chemset

 

Gambar 4.19.Pengeboran             

Gambar 4.20. Pembersihan lubang


  Gambar 4.21 Pemberian chemical           

Gambar 4.22.Pemberian Tulangan

c Permasalahan : Layer atas pembesian turun
Penyebab : Kurang tingginya tulangan cakar ayam
Pemecahan : Tulangan mat foundation layer atas ditarik dengan bantuan Tower Crane

Gambar 4.23. Pengangkatan Pembesian dengan TC

d Permasalahan : Tulangan kolom bergeser
Penyebab : Tekanan dari beton saat pengecoran
Pemecahan : Perhitungan dilakukan oleh pihak engineering (Lihat Lampiran)
1. Dengan penambahan dimensi kolom
2.Tulangan di bagian tertentu di bending.

  6.   PROGRESS REPORT

Pengendalian hasil pekerjaan di lapangan dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan dan permasalahan di proyek melalui laporan kemajuan dan koordinasi proyek. Laporan kemajuan proyek dikerjakan secara berkala untuk mengetahui sejauh mana kemajuan dari proyek itu.

   a.  Laporan Harian                      

Laporan harian dibuat setiap hari secara tertulis oleh pihak pelaksana proyek dalam melakukan tugasnya dan dalam mempertanggungjawabkan terhadap apa yang telah dilaksanakan serta untuk mengetahui hasil kemajuan pekerjaannya apakah sesuai dengan rencana atau tidak. Laporan ini dibuat untuk memberikan informasi bagi pengendali proyek dan pemberi tugas melalui direksi tentang perkembangan proyek. Dengan adanya laporan harian ini, maka segala kegiatan proyek yang dilakukan tiap hari dapat dipantau.

Laporan harian berisikan data – data antara lain :

1)   Waktu dan jam kerja

2)  Pekerjaan yang telah dilaksanakan maupun yang belum

3)  Keadaan cuaca

4)  Bahan – bahan yang masuk ke lapangan

5)  Peralatan yang tersedia di lapangan

6)  Jumlah tenaga kerja di lapangan

7)  Hal – hal yang terjadi di lapangan

  b.  Laporan Mingguan                                                    

Laporan mingguan bertujuan untuk memperolah gambaran kemajuan pekerjaan  yang telah dicapai dalam satu minggu yang bersangkutan, disusun berdasarkan laporan harian selama satu minggu tersebut. Laporan mingguan berisikan antara lain :

1)  Jenis pekerjaan yang telah diselesaikan.

2)  Volume dan prosentase pekerjaan dalam satu minggu itu.

3)  Catatan – catatan lain yang diperlukan.

Prosentase pekerjaan yang telah dicapai sampai dengan minggu tersebut dapat diketahui dengan memperhitungkan semua laporan mingguan yang telah dibuat, ditambah dengan bobot prestasi pekerjaan yang telah diselesaikan pada minggu itu. Dari prosentase pekerjaan yang telah dicapai pada minggu ini kemudian dibandingkan dengan prosentase pekerjaan yang telah dicapai pada minggu yang bersangkutan, maka akan diketahui prosentase keterlambatan atau kemajuan yang telah diperoleh. Laporan mingguan tidak dapat dipisahkan dengan time schedule pelaksanaan pekerjaan yang telah disusun oleh pihak Kontraktor Utama dengan persetujuan Project Manager.

  c.  Laporan Bulanan                                                     

Laporan bulanan pada prinsipnya sama dengan laporan mingguan, yaitu untuk memberikan gambaran tentang kemajuan proyek. Untuk tujuan itu dibuatlah rekapitulasi laporan mingguan maupun laporan harian dengan dilengkapi foto – foto  pelaksanaan pekerjaan selama bulan yang bersangkutan. Laporan bulanan dilaporkan kepada Pemilik Proyek (Owner).

  d.  Rapat Koordinasi Bulanan                                     

Rapat koordinasi bulanan diadakan dengan dihadiri oleh panitia pembangunan, Owner, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Kontraktor Utama. Dalam rapat ini dibahas hal – hal yang berhubungan dengan  pelaksanaan serta masalah – masalah  teknis yang timbul di lokasi proyek dan perkembangan proyek yang sedang berjalan serta koordinasi masing – masing  unsur proyek yang terlibat langsung.

  7.   Pengendalian BIAYA

Perlunya pengendalian biaya adalah untuk dapat mengetahui jumlah biaya dengan realisasi pekerjaan. Fungsi dari pengendalian biaya agar dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) tidak membengkak dalam pelaksanaannya. Jikapun adanya pembengkakan maka perlunya evaluasi biaya.

Salah satu penyebab terjadinya pembengkakan biaya adalah adanya kesalahan dalam pelaksanaan dilapangan sehingga membutuhkan perbaikan yang tentu saja menambah biaya dari segi biaya material maupun tenaga kerja, maka untuk menghindari adanya pembengkakan biaya yaitu dengan cara melakukan pelaksanaan dilapangan dengan baik dan hati-hati.

Pengendalian biaya ini biasanya dilakukan dengan membuat rekapitulasi biaya yang telah dikeluarkan. Setiap dilakukan pembelian material, bagian logistic mencatat jumlah material yang dibeli dan besarnya biaya yang dikeluarkan. Sedangkan pengendalian biaya tenaga kerja dilakukan dengan memeriksa daftar presensi pekerja selam satu minggu dan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji pekerja. Besar total biaya ini yang akan selalu dikontrol dan dievaluasi sebagai pengendalian biaya. Selain itu, total biaya yang telah dikeluarkan ini juga dapat digunakan untuk menyusun kurva-S realisasi dan untuk mengestimasi prosentase pekerjaan proyek yang telah dicapai.

  8.   Pengendalian K3

Jaminan keselamatan dan kesehatan kerja sangat diperlukan untuk melindungi para pekerja dari segala kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Perlindungan tenaga kerja dalam suatu proyek dimaksudkan agar tenaga kerja dapat bekerja dengan aman dalam melakukan pekerjaannya. Target K3 sendiri adalah ‘zero accident’ selama pelakasanaan di lapangan sehingga perlunya penyusunan:

   a.  Safety Plan

Identifikasi bahaya kerja, dan penanggulangannya, rencana penempatan alat-alat pengamanan seperti pagar pengaman, jarring pada tangga dan tepi bangunan, railing serta rambu-rambu K3 serta rencana penempatan alat-alat kebakaran (tabung pemadam api), dan lain-lain.

   b.  Security Plan

Prosedur keluar masuk bahan proyek, prosedur penerimaan tamu, identifikasi daerah rawan di wilayah sekitar proyek, dan prosedur komunikasi di proyek.

   c.  House Keeping

lokasi penempatan dan jumlah toilet pekerja, tempat sementara penimbunan material bekas, pengaturan kantor, jalan sementara, gudang, barak pekerja dan lain-lain.

Pada proyek pembangunan Apartemen The Pakubuwono View ini, hal – hal tentang kesejahteraan dan keselamatan kerja sudah diperhatikan, yaitu dengan adanya alat – alat, perlengkapan, dan fasilitas yang berhubungan dengan masalah kesejahteraan dan keselamatan kerja. Meskipun masih terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukun oleh pekerja meski telah diberi rambu peringatan.

E.  Pembahasan Pelaksanaan

  1.  DEWATERING

   a.  Pendahuluan

Pada pembangunan gedung bertingkat yang tingginya lebih dari lima lantai biasanya sering dibuat basement dengan alasan untuk menambah ruangan atau sering juga digunakan sebagai lahan parkir. Untuk melaksanakan basement, maka penggalian tidak dapat dihindarkan dan bilamana permukaan air tanah lebih tinggi dari rencana lantai basement, maka pemompaan harus dilakukan sebagai upaya untuk pengeringan lahan agar memungkinkan pelaksanaan konstruksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan metode pengatusan dengan pemompaan, di mana sistem pemompaan tersebut dilakukan dengan dewatering sistem sumur titik ( well point system ).

Dewatering merupakan suatu pekerjaan yang diperlukan untuk mengeringkan lahan galian di bawah muka air tanah dan untuk mengatasi gaya uplift selama masa konstruksi basement. Pekerjaan dewatering mutlak diperlukan sampai bangunan selesai atau berat konstruksi bangunan dapat mengimbangi gaya uplift. Selain itu, dewatering juga diperlukan untuk menanggulangi bila terjadi genangan pada konstruksi basement atau pondasi, baik akibat air hujan ataupun rembesan air tanah. Dewatering dioperasikan selama 24 jam selama pekerjaan basement.

Pada  proyek Apartemen The Pakubuwono View Tower B & C ini digunakan enam sumur dewatering, dua sumur piezometer, dan empat sumur recharging. Masing – masing sumur tersebut dibor sampai pada kedalaman minus 20 meter dengan diameter sumur 8” dan diameter casing PVC 6” untuk sumur dewatering; diameter sumur  4” dan diameter casing 2,5” untuk sumur  piezometer; dan diameter sumur  8” dan diameter casing 6” untuk sumur recharging. Penentuan banyaknya jumlah sumur yang digunakan mengacu dari :

  • Data spesifikasi teknis rencana bangunan, luas galian, dan kedalaman galian
  • Data penelitian tanah dan pumpimg test
  • Pertimbangan kondisi lahan di sekitar proyek
  • Pengalaman sejenis yang telah dilakukan

Gambar 4.24. Sumur Dewatering


Gambar 4.25. Sumur Piezometer

 

Gambar 4.26. Sumur Recharging

  b.    Metode Pelaksanaan

Metode pelaksanaan dan pekerjaan persiapan dewatering system well point dapat dijelaskan sebagai berikut :

1)  Penentuan Titik Dewatering

Semua titik dewatering dibuat berada di dalam area galian, di mana titik – titik tersebut ditentukan oleh pemberi tugas dengan dibantu team surveyor agar letak sumur dewatering tidak berada pada posisi pondasi atau pile cap.

2)  Penentuan Titik Piezometer

Titik piezometer dipasang pada sisi rencana bangunan proyek.

Gambar 4.27. Lokasi Sumur Dewatering dan Piezometer

   3)  Pembuatan Pit dan Saluran

Pembuatan pit dan saluran dilakukan di dalam pelaksanaan galian. Dalam hal ini, melihat kondisi lapangan pada prinsipnya saluran dan pit berguna untuk melokalisir air agar tidak menggenang sehingga tidak mengganggu kontraktor galian dalam bekerja atau pekerjaan lantai kerja. Saluran dibuat disepanjang tepi galian di dalam area galian oleh kontraktor galian. Kemudian setiap jarak ± 40 meter dibuatkan pit dan standby pompa permukaan.

4)  Sistem Saluran Pembuangan

Sistem saluran pembuangan dibuang sebagian ke sumur recharging dan air pemompaan piezometer akan diendapkan di bak penampungan air.

   5)  Monitoring

Monitoring dilakukan selama 24 jam setiap pagi dan sore, dan dicatat ketinggian air tanahnya. Monitoring dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ketinggian air tanah, sehingga dapat diketahui apakah terjadi penurunan tanah atau tidak. Selain itu, staff dewatering juga mengikuti aktifitas pekerjaan galian untuk memindahkan jalur listrik dan jalur pemipaan / selang yang dapat rusak atau mengganggu kegiatan operasional galian, dan membantu sepenuhnya pekerjaan galian agar tidak terhenti oleh gangguan air tanah.

Gambar 4.28. Form Monitoring

  c.  Metode Teknis

   1)  Data Teknis

Data – data teknis pekerjaan dewatering proyek Apartemen The Pakubuwuno View Tower B & C adalah sebagai berikut:

  • Jumlah sumur dewatering          : 6 titik
  • Kedalaman                                 : minus 20 meter
  • Elevasi Screen                            : – 12 meter s.d. – 18 meter
  • Diameter sumur dewatering       : 8 inchi
  • Diameter casing PVC                : 6 inchi
  • Filter / saringan                          : G level
  • Kapasitas pompa                        : ± 300 liter / menit
  • Jarak antara sumur dewatering  : 40 meter

Dengan menurunkan permukaan air di dalam sumur sampai kedalaman minus 14 meter dengan sistem pemompaan tersebut di atas akan dapat mengeringkan lahan galian. Apabila di dalam pelaksanaan masih ada genangan air tanah, maka digunakan sistem dewatering dengan pit pada beberapa lokasi dengan dibuatkan parit – parit yang berfungsi sebagai subdrain yang mengalirkan air ke parit – parit tertentu. Parit – parit ini diisi dengan batu kerikil dan pada saat pengecoran ditutup dengan plastic agar dapat dibuatkan lantai kerja.

2).        Konstruksi Sumur Dewatering

Pekerjaan ini dilakukan dengan tahap – tahap sebagai berikut :

a)   Penentuan titik dewatering dan elevasi oleh tim surveyor

b)                 Pengeboran dengan alat mesin bor dengan sistem wash boring sampai pada kedalaman minus 20 meter dengan diameter 8 inchi

c)  Pemasangan casing PVC dengan diameter 6 inchi

d)  Pengisian grevell antara casing dengan dinding bor yang berfungsi sebagai filter

e)  Instalasi pompa submersible beserta perlengkapan elektroda pipa galvanis dan kabel listrik

f)  Instalasi listrik dari PLN ke panel induk dan panel otomatis pompa

g)  Instalasi plumbing ( selang dan pemipaan ) dan pemompaan dewatering siap difungsikan

Gambar 4.29. Konstruksi Sumur Dewatering

 

  3)  Konstruksi Sumur Piezometer

Tahapan pekerjaan pembuatan sumur piezometer atau sumur pengamatan sama halnya dengan sumur dewatering, hanya perbedaannya pada diameter boring dan casing. Sumur piezometer ini memiliki diameter boring 4 inchi dengan diameter casing 2,5 inchi. Adapun fungsi sumur piezometer ini untuk memantau penurunan permukaan air tanah akibat pemompaan dewatering.

Gambar 4.30. Konstruksi Sumur Piezometer

   4)  Penutupan Sumur Dewatering

Penghentian sumur dewatering dilaksanakan setelah beban uplift akibat air tanah telah seimbang dengan berat konstruksi. Oleh karena itu, penggunaan sumur dewatering  tidak digunakan kembali. Pada saat sumur dewatering tidak digunakan kembali, maka lubang sumur tersebut harus segera ditutup. Adapun konstruksi penutupan sumur sebagai berikut :


Gambar 4.31.
Konstruksi Penutupan Sumur

 

 

  2.  PEKERJAAN GROUND ANCHOR

  a.   Pendahuluan

Ground Anchor adalah bangunan yang berfungsi sebagai penahan tanah agar tidak mengalami longsor atau sliding akibat adanya beban yang bekerja di sekitar tanah tersebut. Pada proyek Apartemen The Pakubuwono View Tower B & C ini diperlukan ground anchor dan dipasang pada sisi – sisi galian karena letaknya berbatasan langsung dengan gedung – gedung yang telah ada sebelumnya ( Gedung Simprug Mobil Showroom pada sisi utara dan SMA 29 Jakarta pada sisi selatan ). Dengan adanya ground Anchor  tersebut diharapkan tanah tidak mengalami longsor akibat beban yang berasal dari gedung – gedung sekitar dan tidak terjadi penurunan tanah pada gedung – gedung di sekitar proyek tersebut. Jumlah ground anchor pada proyek ini ada 41 titik dan terbagi menjadi 2, yaitu 24 titk di sisi Utara Tower C ( Simprug Mobil Showroom ) dan 17 titik di sisi Selatan Tower B ( SMA 29 Jakarta ). Pekerjaan ground anchor ini memakan waktu selama 9 hari mulai tanggal 16 Juli 2008 sampai dengan tanggal 24 Juli 2004, di mana setiap harinya rata – rata dapat diselesaikan 4 titik / alat.

Gambar 4.32. Ground Anchor

           

   b.  Metode Pelaksanaan

Metode pelaksanaan ground anchor dapat dijelaskan sebagai berikut :

1)   Penentuan Elevasi dan Marking

Proses ini dilakukan untuk menentukan ground anchor dan posisi capping beam pada posisi yang sesuai dengan gambar shop drawing.

2)  Pengecoran Capping Beam

Pengecoran capping beam dilakukan setelah didapat elevasi, marking, dan pemasangan bekisting. Capping beam dibuat tiap jarak 4,2 Meter dengan dimensi 40 x 40 cm. Mutu Beton yang digunakan K – 375.

3)  Pekerjaan Persiapan

Persiapan yang dilakukan adalah menyediakan alat – alat yang digunakan untuk proses drilling, grouting, maupun stressing.

4)  Pekerjaan Drilling Tanah

Jenis pengeboran yang digunakan pada proyek ini adalah rotary drilling, di mana mesin bor tersebut duduk di atas tanah / platform. Kotoran atau Lumpur hasil pengeboran dari lubang bor dengan menyemprotkan air ke dalam lubang bor. Diameter pengeboran 20 cm sampai kedalaman 30 meter dengan kemiringan sudut 45°.

5)  Instalasi Tendon Anchor

            Strand yang digunakan adalah 7 – wire strand berdiameter 12,7 mm. perakitan tendon dilakukan di proyek. Tendon dimasukkan ke dalam lubang dengan cara manual. Sebelum instalasi tendon dilakukan, air bertekanan disemprotkan ke dalam lubang untuk mengeluarkan lumpur sisa pengeboran.

6)  Grouting Tendon Anchor

Pekerjaan grouting dilakukan setelah pengeboran selesai dan dilakukan pada hari yang sama atau dalam kurun waktu paling lambat satu hari setelah pengeboran selesai. Komposisi material grouting yang digunakan adalah 1 zak portland cement ( 1 zak = 50 kg ) + 20 liter air + 225 gram grout additive ( cebex 100 ), dengan water cement ratio 0,45.

7)  Stressing Tendon Anchor

Alat yang digunakan untuk penarikan tendon anchor adalah satu unit hydraulic pump dan satu unit Jack Freyssinet, yang sesuai dengan tipe tendon anchor dan gaya yang bekerja pada tendon tersebut. Operasional penarikan tendon anchor di proyek dicatat dalam suatu lampiran stressing record yang mencatat pressure gaya pada Hydrolick Jack dan panjang elongasi yang terjadi pada strand. Mutu grouting minimal saat stressing adalah 30 MPa. Stressing yang dilakukan untuk setiap  ground  anchor  adalah  dua  cycle  ( 125 % dari gaya yang bekerja ) dan satu lock off  ( 110 % dari gaya yang bekerja ).

Gambar.4.33. Proses Stresing

   c.  Pelepasan Kepala Anchor

Setelah semua pekerjaan di atas selesai, maka ground anchor sudah berfungsi seperti yang direncanakan. Fungsi ground anchor dapat ditiadakan apabila bangunan sudah berdiri dan diapraghma wall sudah terhubung dengan struktur. Biasanya head anchor akan dilepas / direalase pada saat ground anchor tidak difungsikan lagi, tapi terkadang owner tidak menginginkan head anchor untuk dilepas. Jadi, pekerjaan realease anchor tergantung pihak owner.

  3.  MATFOUNDATION TOWER B

   a.  Pendahuluan

Mat Foundation adalah pondasi dangkal yang memiliki luasan / bentuk menyerupai maras. Pekerjaan mat foundation tower B ini merupkan pekerjaan mass concrete karena pondasi akan dicor memiliki volume 2616 m³. Mass Concrete adalah pengecoran satu area dengan volume yang sangat besar dan dilakukan secara terus – menerus. Mass Concrete  merupakan salah satu alternatif pengecoran dengan volume yang sangat besar atau kecil secara terus – menerus untuk mengecor sejumlah volume beton yang dipengaruhi oleh faktor teknik dan ekonomi.

Pertimbangan utama dalam melaksanakan penngecoran secara besar – besaran adalah kontrol terhadap panas yang dihasilkan dari proses hidrasi akibat Massa beton yang besar yang dapat mengakibat retak dan akibat dari waktu pengecoran yang lama dapat menimbulkan cold joint. Akibat kenaikan temperatur dalam beton tersebut dan juga suhu keseluruhan kontruksi ketika beton menjadi dingin secara berangsur – berangsur, dapat menimbulkan terjadinya retak. Perubahan suhu maksimum ( Thermal shock ) yang dapat menyebabkan retak ( Thermal Cracking ) adalah 40º C antara temperature beton dengan lingkungan dan adanya perbedaan temperature beton lebih dari 20º C.

Sebagai upaya untuk mengantisipasi hal tersebut diatas adalah dengan menghitung faktor – faktor sebagai berikut :

  • Kemampuan produsen ready mixed menyediakan volume beton dalam jumlah besar dan dalam waktu yang cepat, dengan memperhitungakan durasi pelaksanaan dan kesiapan sumberdaya.
  • Karakter beton yang dipergunakan, dengan memperhitungkan kandungan semen, jenis agregat dan kemungkinan pemakaian bahan campuran ( admixture ) dan lain – lain.
  • Pengendalian temperatur, dengan melakukan perawatan beton (Curing) secara efektif disesuaikan dengan keadaan cuaca sekitarnya pada saat pengecoran, selain itu perlu pengadaan tulangan distribusi yang memadai untuk mengontol retak awal.

   b.  Dasar Teori

    1)  Definisi Mass Concrete

Berdasarkan ACI 207 : Mass Concrete adalah segala volume beton dengan dimensi yang cukup besar sehingga perlu pengendalian thermal terhadap panas yang ditimbulkan oleh proses hydrasi semen

2)  Retak Thermal

Terjadinya retak thermal karena bagian beton dipermukaan yang mendingin lebih cepat oleh pelepasan panas di udara mengalami kontraksi dan menjadi kekangan terhadap pengembangan volume beton bagian dalam yang panas. Perbedaan suhu beton antara lapisan bawah, tengah dan atas ≤ 200 C

Sebagai upaya untuk mengatasi retak thermal tersebut, dalam mass concrete perlu memperhitungkan faktor-faktor berikut :

a)  Kontinyuitas supply yaitu kemampuan produsen readymix menyediakan beton dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang cepat dengan memperhiungkan durasi pelaksanaan dan kesiapan sumber daya.

Beberapa hal yang mempengaruhi kontinyuitas pengiriman :

  1. Persiapan alat, personel dan infrastruktur proyek (jalan akses, lahan parkir dan maneuver truck mixer serta area cuci truck mixer).
  2. Kapasitas batching plan. Kapasitas batching plan harus ≥ 1 kapasitas bongkar proyek.
  3. Cycle time dari batching plan ke lokasi proyek. Cycle time terdiri dari :

Waktu loading beton

  1. Waktu perjalanan berangkat ke lokasi proyek
  2. Waktu parker, manuver dan tunggu di proyek
  3. Waktu bongkar (COR)
  4. Waktu cuci truck mixer di proyek
  5. Waktu perjalanan pulang dari proyek menuju batching plan
  6. Jumlah kebutuhan minimal truck mixer.

a)        Karakter beton yang dipergunakan dengan memperhitungkan, kandungan semen, kandungan fly ash jenis agregat dan kemungkinan pemakaian bahan campuran (admixture), dll.

b)        Penggunaan jenis semen tertentu dapat mempengaruhi karakteristik beton untuk mass concrete, karena itu hanya semen yang cukup sesuai harus digunakan untuk mendapatkan kekuatan yang dikehendaki. Maka dalam hal ini diusulkan untuk digunakan semen type I dengan fly ash dengan prosentase sesuai persyaratan dan kebutuhan. Dalam hal ini penggunaan fly ash adalah maksimal 25 % dari jumlah material cementitiuos.

c)        Mix Design menggunakan spesifikasi sebagai berikut (sesuai spesifikasi teknis dan ACI 21.1.1) :

  1. Mutu beton adalah fc. 27,5 Mpa.
  2. Prosentase fly ash 23 %
  3. Suhu on site ≤ 300 C.
  4. Water Cement Ratio = 0.45
  5. Slump 14 ± 2 (12 – 16) cm.
  6. Initial setting time 7 jam.

   c.  Metode Pelakasanaan

Metode pelaksanaan Mat Foundation tower B dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. 1.                  Galian Tanah Area Mat Foundation

Galian tanah area mat foundation dilaksanakan sesuai shop drawing dengan kedalaman 250 cm dari elevasi lantai dasar basement – 3, akan tetapi pada dasar mat foundation ditambah 5 cm untuk lantai kerja dan pada galian samping masing – masing diberi penambahan 15 cm yang digunakan untuk bekisting dari pasangan batako, galian pada area ini dilakukan dengan bantuan backhoe, sedangkan untuk area yang sulit dijangkau backhoe dilakukan dengan tenaga manusia.

 

Gambar 4.34. Galian dengan menggunakan backhoe

   2.   Bobok dan Pemotongan Kepala Bored Pile

Setelah proses pengggalian selesai, maka akan bampak kepala – kepala bore pile yang sudah tertanam sebelumnya ( pekerjaan bored pile dikerjakan oleh kontraktor lain ). Kemudian kepala pancang yang tampak tersebut akan dipotong hingga ketinggian besi tulangan minimal satu meter dari dasar. Sebelum proses pemancangan dilakukan, terlebih dahulu kepala – kepala pancang dilakukan, terlebih dahulu kepala – kepala pancang tersebut di bobok agar besi tulangannya dapat terpisah dari beton. Proses pemotangan pancang ini dilakukan dengan bantuan tower crane dengan tujuan mempermudah pengangkatan dari area mat foundation, selain itu juga mempermudah waktu pelaksanaannya.

(a)

(b)

Gambar 4.35. (a) Bobok Pancang      (b) Pemotongan Pancang dengan TC

   3.  Penyemprotan Anti Rayap

Penyemprotan anti rayap dilakukan sebelum lantai kerja dibuat. Daerah – daerah yang disemprotkan antara lain seluruh lapisan bawah dan dinding samping mat foundation. Penyemprotan anti rayap ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan penghalang kimia atara kontruksi bangunan dan tanah, sehinga melindungi bangunan dari serangan rayap. Material yang digunakan adalah STEDFAST 15 EC dengan komposisi satu liter stedfast 15 EC dicampur dengan 50 liter air. Aplikasi untuk 1m memputuhkan lima liter campuran. Pada waktu penyemprotan anti rayap ini kondisi tanah harus kering / tidak ada genangan air.

Gambar.4.36 Stedfast penyemprot Anti rayap

 

   4.  Pekerjaan Lantai Kerja

Pekerjaan lantai kerja dilaksanakan setelah seluruh lapisan bawah mat foundation diratakan dan disemprotkan dengan anti rayap. Pekerjaan lantai kerja dilaksanakan selambat – lambatnya satu hari setelah penyemprotan anti rayap. Pekerjaan lantai kerja dibuat dengan ketebalan 50 mm. material beton yang digunkan adalah material beton ready mix B-0. Mutu beton B-0 adalah K-125. Penentuan ketebalan lantai kerja diketahui dengan menggunkan alat elevasi level dengan bantuan tim Surveyor.

Gambar.4.37. Pengecoran lantai kerja

    5.  Pekerjaan Bekisting

Pekerjaan Bekisting dikerjakan pada sisi mat foundation dari material batako setinggi dua meter dan stop cor stinggi 500 mm untuk posisi starter bar bagian pembesian slab basement – 3. Pemasangan batako untuk dinding bekisting mat foundation ini dikerjakan dalam dua tahap yaitu tahap pertama dinding batako dipasang setinggi 1200 mm, dan tahap kedua dinding batako dipasang lagi setinggi 800 mm dari tinggi tahap pertama. Hal ini dilakukan untuk meghindari rubuhnya dinding dari longsoran tanah diatasnya. Dalam pemasangan batako ini, seluruh permukaannya harus dipasang secara rapat dan rata atau tidak beloh berongga.

 

Gambar.4.38. Pemasangan Batako

Gambar 4.39 . Isometri

   6.  Pekerjaan Pembesian

Pembesian dilaksanakan setelah seluruh area mat foundation dibersihakan dari kotoran atau bekas – bekas material yang berserakan dengan menggunakan air compressor. Mutu besi tulangan yang digunakan adalah U50 ( fy = 5000 kg/ cm ) dan pengikat atar besi digunakan kawat bendrat.

Pemasangan pembesian terdiri dari beberapa pekerjaan anara lain :

   a . Pembesian Layer Bawah

Pembesian layer bawah terdiri dari tulangan menerus pada arah x dan ditambah tulangan extra  pada arah x dan y. penggunaan tulangan extra berfunsi sebagai perkuatan didaerah tertentu yang mempunyai bahan lebih besar dari daerah lain, seperti didaerah corewall yang berguna untuk Manahan beban angina ataupun beban akibat gempa bumi. Penyusunan tulangan tersebut disusun dalam empat lapis . lapis pertama terdiri atas tulangan menerus arah x dan besi D32 – 200 mm; lapis kedua terdiri dari tulangan menerus arah y dengan besi D32 – 200 mm ditambah tulangan sebagian selain tulangan ekstra arah x dengan besi D22, D29, dan D32 tiap jarak 400 mm; lapis keempat terdiri atas tulangan ekstra arah y dengan besi D22, D29, dan D32 tiap jarak 400 mm

 

Gambar 4.40. Pembesian layer bawah

  1. b.                 Pemasangan Kaki ayam

Untuk menghubungkan antara layer atas dengan layer bawah diperlukan kaki ayam. Kaki ayam sendiri menggunakan besi D25 dengan tinggi ± 2 meter, dimana bagian bawah dari kaki ayam tersebut diikatkan pada pembesian layer bawah menggunakan kawat bendrat. Kaki ayam dipasang setiap jarak 2 meter untuk arah y dan 2,4 untuk arah x.

Gambar 4.41. Pemasangan Kaki ayam

   c. Pembesian Layer Atas

Pembesian layer atas pada umumnya sama dengan layer bawah, perbedaanya hanya pada penyusunan lapis pembesian. Penyusunan lapis pembesian pada layer atas berkebalikan dengan layer bawah.

Gambar 4.42. Pembesian Layer atas

   d.  Pembesian Overstek kolom bawah dan Core wall

Pembesian Overstek tulangan kolom bawah dan corewall dikerjakan dengan mutu besi U ( fy = 5000kg / cm² ). Sebelum dilakukan pembesian, makan perlu diberi marking agar tidak terjadi kesalahan letak pemasangan, surveor akan mencari as tiap kolom dengan nalat theodolith dengan mengacu pada Bench Mark (BM) yangtelah ditentukan. Tinggi penulangan stek kolom adalah 48,5 m dan tinggi penulangan stek carewall 4,5 m, semuanya itu diukur dari TOC mat foundation.

Yang sangat perlu diperlihatkan dalam pelaksanaan pembesian dilapangan adalah

  • Posisi pembesian yang seharusnya dikerjakan
  • Jumlah Besi
  •  Tipe Besi

Hal tersebut untuk menghindari adanya kesalahan pemasangan yang berakibat pembongkaran ulang sehingga dapat mengganggu schedule kerja.

Gambar 4.43. Pembesian didaerah corewall

   7.  Separing ME

Sparing ME merupakan pemasangan pipa / plumbing yang dilakukan oleh pihak ME yang berfungsi untuk saluran air. Pemasangan sparing ME pada area mat foundation menggunakan CIP dia 2”, 3”, 4” berjarak (50-70) cm di bawah TOC mat foundation. Pada pekerjaan sparing ME sangat diwajibkan teliti dan tepat karena apabila ada kesalahan setelah pengecoran selesai maka akan sangat sukar untuk membongkar ulang karena adanya pembesian Mat Foudation.

Gambar 4.44.  Pemasangan Pipa

   8.  Pemasangan ThermoCouple

Monitoring temperature beton dalam pengecoran mat foundation adalah sesuatu hal yang sangat penting. Terjadinya perbedaan temperature yang sangat besar akan menimbulkan efek keretakan pada beton yang akan berakibat fatal. Alat yang dipakai untuk memonitor perbedaan temperature tersebut adalah Thermocouple. Thermocouple dipakai selain untuk memonitor suhu/perbedaan temperature pada tiap bagian, juga digunakan untuk mengukur perbedaan suhu maximum yang terjadi setelah pengecoran selesai, thermocouple menggunakan 3 layer dan 4 titik, sehingga jumlah thermocouple 12 buah. Pengukuran thermocouple dilakukan tiap dua jam untuk 24 jam pertama, dan setiap 3 jam untuk 24 jam berikutnya.

Gambar 445.  Thermocouple

 

9.  Pemasangan Kawat Loket / Penahan Longsoran Beton

Berdasarkan pembagian area pengecoran dan setting time beton maka pengecoran mat foundation dibagi dalam beberapa zone, setiap pembagian zone dipasang kawat loket/mesh (20 x 20) mm yang berfungsi untuk menahan supaya beton tidak longsor, diamana longsoran beton tersebut dapat mengakibatkan Could joint pada daerah beton tertentu saat pengecoran dengan valume besar secara terus menerus.

Dengan adanya jumlah beton dengan skala besar maka diperlukan adanya perkuatan pada kaat loket. Untuk perkuatan horizontal menggunakan besi D13, sedangkan untuk perkuatan vertikal menggunakan besi D-22.

Gambar 4.46.  Pemasangan loket kawat

   10.  Inspeksi Dan Survey

Dialakukan setelah pengecoran dimulai yang bertujuan mengetahui apakah pembesian yang terpasang sesuai dengan gambar kerja, kegiatan ini akan dilakukan oleh pihak pelaksana dengan pihak manajemen kontruksi. Daftar pembesian / checklist akan dibawa saat inspeksi dilakukan dilapangan, check list untuk pembesian meliputi :

  1. Shop drawing sudah di approval
  2. Diameter, jenis jumlah dan jarak besi sesuia shop drawing
  3. Overlaping sambungan sesuai dengan gambar
  4. Beton decking terpasang dengan jumlah dan diameter yang telah ditentukan ( 4 Buah / m²)
  5. Kaki ayam terpasang,diameter besi dan jarak sesuai dengan persyaratan
  6. Ikatan besi ( ikatan silang ) dengan bendrat cukup kuat ( tidak bergetar saat diketok )
  7. Besi bersih dari karat, oli, beton kering dan tanah
  8. Jarak bersiih pembesian minimal 45 mm
  9. Bending / bengkok besi sudah sesuai persyaratan yaitu 5D
  10. Elavasi tulangan / pembesisan sudah benar dan kuat

Ispeksi merupakan hal yang sangat penting, diharapkan ketika pengecoran telah selesai dilakukan tidak akan ada masalah untuk pekerjaan berikutnya dan juga menghindari adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak kontraktor.

Gambar 4.47.  Inspeksi dan survai

   11.  Pemasangan Stop Cor

Dilakukan pada proses pengecoran dimulai, terdiridari plywood 18 kayu 50/70 dan list kayu 40 x 40 sebagai tempat waterstop. Berfungsi agar tidak ada kebocoran antara pertemuan beton lama dan beton baru bertemu.

Gambar 4.48.  Waterstop

   12.  Pemasangan Tenda

Pada saat pengecoran diperlukan adanya ansipasi oeh pihak pelaksana apabila terjadi hujan yang dapat mengganggu pengecoran dan dapat merusak mutu beton, maka pemasangan tenda sebagai alternatif tindakan yang dilakukan dan berfungsi juga menghindar panas sinar matahari secara langsung. Untuk rangka tenda sebagai alternative tindakan yang dilakukan dan berfungsi juga menghindari panas sinar matahari secara langsung. Untuk rangka tenda menggunakan pipa besi ф1 – 1,5. Pipa rangka dimasukan pada tulangan besi yang telah dilas pada kaki ayam. Untuk ketinggian terpal pada tepi tenda diberi perkuatan berupa ikatan dirangka atas tenda kepasak.

Gambar 4.49. Detail Tenda

(a)

(b)

                          Gambar 4.50. (a) Rangka tenda

                (b) Tenda di beri terpal

   13.  Pekerjaan Waterproofing

Beberapa jam sebelum dilakukan pengecoran, dinding bekisting dan lantai kerja dari mat foundation dilapisi dengan waterproofing. Untuk lantai dengan cara kristalisasi atau ditabur, sedangkan untuk dinding dengan cara disemprot. Fungsi dari pelaksanaan waterproofing ini adalah agar membuat bikisting menjadi kedap air sehingga air dari dalam tidak merembes keluar dan begitu juga sebaliknya, air dari luar tidak bisa masuk kedalam

Pada pelaksanaannya untuk penyemprotan waterproofing dinding bekisting menggunakan dua aplikasi. Pada aplikasi pertama dilakukan penaburan Formdexplus 1,5 kg/m2, pelaksanaan 15 menit sebelum cor. Sedangkan pada aplikasi kedua dilakukan penyemprotan dilakukan penyemprotan pada dinding bekisting dalam, aplikasi ini terdiri dari lapisan dari dua lapisan yaitu lapisan pertama dengan komposisi 0,5 kg / m, dan lapisan kedua 1 kg / m. aplikasi kedua dilaksanakan 3 jam sebelum cor.


(a)

(b)

Gambar 4.51.  (a). Bahan waterproofing (Formdexplus)

             (b). Penyemprotan Waterproofing

 

   14.  Pengecoran

Pengecoran mat foundation memerlukan jumlah volume beton yang tidak sedikit dan tentu juga memerlukan biaya yang sangat besar , sehingga sangat penting untuk persiapan antara lain :

  1. Persiapan Insfrastruktur Proyek

1)      Jalan Akses Truk Mixer

Gambar 4.52.  Jalan Akses truk Mixer

2)      Lahan parker dan maneuver truk

Gambar 4.53. Lahan parkir dan manuever Truk

3)      Area Cuci truk Mixer ( Washing Bay )

 

Gambar 4.54. Washing Bay

4)      Instalasi Listrik ( adanya genset 150 KVA sebagai backup jika listrik PLN padam )

5)      Sistem Drainase ( Pembuangan air hujan yang jatuh dari terpal akan dibuat saluran sementara

6)      Concrete Pump ( diperlukan cadangan Concrete Pump apabila adanya masalah pada saat pelaksanaan Cor )

Gambar 4.55. Concrete Pump

 

  1. Persiapan Laboraturium

1)      Persiapan di site ( gerobak, kerucut Abrams, Rojokan, palu, senter, alat Bantu komunikasi, meteran )

2)      Persiapan personel menggunakan shif ( kepala plan, Supervisor produksi, staff, teknisi, dll )

Gambar 4.56. Perlengkapan pengujian

  1. Water Supply

Digunakan untuk kebutuhan cuci mixer, washing box dan lain – lain.

  1. Kesipan Peralatan

1)             1. Concrete Pump          : 4 on site + 1 stand by

2)             2. Vibrator                     : 4 on site + 1 stand by

3)             3. Compressor                : 2 Buah

4)             4. Pompa engine            : 2 Buah

5)             5. Pompa DAB 1”         : 1 Buah

6)             6. Silinder                      : 115 Buah

7)             7. Troli                           : 3 Buah

8)             8. Termometer                : 2 Buah ( 1 cadangan )

9)             9. Kerucut Abrams        : 2 set

  1. Kesiapan Material

1)      Beton fc’ 27,5 Mpa, fa 23 % pakai es = 216 m³

2)      Besi beton 281 ton

3)      Plastik sheet 1200 m²

4)      Styrofoam 1200 m²

5)      Kawat loket 390 m²

Pengecoran Mat Foundation pada proyek The Pakubuwono View ini mempunyai persyaratan beton sebagi berikut :

1)      Tes Slump 14 ± 2 cm

2)      Suhu beton 30 ºC

3)      Perjalanan Truck Mixer dari Batching Plant ke site proyek ≤ 2,5 jam

Gambar 4.57. Jalur Sirkulasi Truk Mixer dan Penempatan CP

Gambar diatas merupakan sirkulasi keluar masuk truk mixer (TM) dan penempatan concrete pump,TM yang masuk ke lokasi pengecoran akan dicek waktu kedatangannya, suhu beton, dan nilainya slumnya. Bila waktu kedatangnya, suhu , dan tes slump tidak memenuhi syarat maka TM tersebut akan segera dipulangkan atau di reject. Pada TM yang memenuhi syarat akan langsung menuju concrete pump untuk loading. Bila saat waktu antrian terlalu lama maka akan diadakan tes slump lagi jika saat pengetesan gagal maka akan direject dari pihak pelaksana.

Area pengecoran pada mat foundation dibagi menjadi 7 zona yang mana setiap zona dibatasi oleh kawat loket. Pada saat pengecoran berlangsung digunakan alat Vibrator untuk membantu beton agar agregat kasar dan halus dapat menyatu, selain itu juga mengalirkan beton.

  1. 15.              Finishing Trowel

Pekerjaan ini dilakukan pada saat beton mendekati setting. Finish trowel ini dilakukan dengan tujuan untuk memperhalus permukaan lantai beton yang telah diberi floor hardener. Pelaksanaan floor hardener sendiri dilakukan setelah 30 menit / beton setting, dan dilaksanakan dengan system tabor. Komposisi yang digunakan 5 kg / m² dengan dua kali tabur dan dikontrol elevasinya sesuai shop drawing. Proses penaburan dilakukan setelah relag selesai.

 

Gambar 4.58. Finishing Trowel

  1. 16.              Pemasangan Steryfoam

Setelah permukaan lantai mat foundation sudah mulai mengeras, maka perlu dilakukan curing. Proses curing ini dilakukan dengan cara pemasangan steryfoam pada permukaan beton agar perubahan suhunya tetap terjaga. Pemasangan steryfoam ini bertujuan menghindari adanya retak thermal pada permukaan beton akibat perubahan yang dihasilkan oleh suhu dalam beton dengan suhu luar. Dalam hal ini steryfoam berfungsi sebagai filter antara suhu udara luar dengan suhu dalam beton.

Gambar. 4.59. Pemasangan Stryfoam


F.         Work Breakdown Structure ( WBS )

Pelaksanaan Pekerjaan Gedung Tinggi

Why I LoveYou…


Why I LoveYou…

Isi tulisan ini bukan kegalauan…Sekedar berbagi inspirasi yaa  Semoga memang berdampak buat anda🙂

Tulisan iseng -iseng ini  berawal saat ditengah kebuntuan mengetik skrip tulisanku tentang struktur gedung, tiba-tiba saya teringat dengan seseorang yang mampu membuat saya cenat-cenut (*saya coba pinjam istilahnya SM*SH).. Tidak perlu disebut yaa… You know who lah #Heheee . . . Yaaa dia ini udah jadi inspirasi dan motivator di beberapa bulan terakhir .. Entah dia sadari atau tidak.

Yang terlintas di kepala saya ketika itu memang aneh… Saya berpikir kenapa saya bisa menyukainya… Aneh ini aneh… Kata orang gak ada itu love in first looking. Tapi ternyata memang ada… saya sudah mengalaminya.. Semakin saya keras berpikir tentang semuanya itu…Semakin saya lelah dan tak menemukan jawabanya.. “ini gila” pikirku… Pencarian akan alasan itu berlanjut sambil terus mengamati dirinya dari jauh (*setidaknya via Facebook dan twitter)… Maklum LDR (*Long Distance Relation) nihhh ceritanya :p
Sampai akhinya saya membaca sebuah tulisan di buku yang saya beli… (*Saya termasuk orang yang suka baca, dan senang membeli buku-buku baru).. Berikut isi tulisanya :

Sepasang muda-mudi sedang nge-date di sebuah kafe. Terjadilah percakapan seperti berikut:

Cewek : “Mengapa kamu menyukaiku? mengapa kamu mencintaiku?”

Cowok : “Aku tidak bisa memberiktahukan alasannya… tapi aku benar-benar mencintaimu.?

Cewek : “Tuhhh kan !! Kamu bahkan tidak bisa menceritakan alasannya.. bagaimana bisa kamu menyukai aku? Bagaimana kamu bisa bilang kamu mencintaiku?”

Cowok : “Aku benar-benar tidak tahu alasanya, tapi aku bisa membuktikan bahwa aku mencintaimu”

Cewek : “Bukti??!!.. Tidak..!!! Aku ingin kamu menceritakan alasannya. Pacar temanku aja bisa menceritakan alasannya,,, kenapa kamu tidak?”

Cowok : “Ok.. Ok..!! Ehhm… karena kamu cantik, karena suara kamu lembut, karena kamu perhatian, karena kamu bijaksana, karena senyummu, karena setiap sentuhanmu”

Si cewek merasa sangat puas dengan jawabannya…

Sayangnya beberapa hari kemudian si cewek mengalami kecelakaan dan koma… Si cowok kemudian meletakkan sepucuk surat di sisinya, dan berikut adalah isinya:

“Sayang, karena suara manis kamulah aku mencintaimu… Sekarang kamu bisa bicara? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintai kamu. Karena perhatian dan kepedulian kamu, aku suka padamu. Sekarang kamu tidak bisa menunjukkanya lagi, maka aku tidak bisa mencintaimu. Karena senyummu, karena sntuhanmu, aku mencintaimu. Sekarang bisakah kau tersenyum? Sekarang bisa kah kamu bergerak? Tidak… Oleh karena itu aku tidak  bisa cinta padamu…  Jika cinta butuh alasan, seperti sekarang, tidak ada alasan bagiku untuk mencintai kamu lagi…. Apakah cinta butuh alasan?? TIDAK..!! Oleh karena itu, aku masih mencintai kamu dan cinta tidak memerlukan alasan..”

Sumber : ” Faith is Powerfull ” Xavier Quentin Pranata

Cerita yang menyentuh… inspiratif… setidaknya menurut saya…

Kenapa ?? Saya memang se-prinsip dengan yang diutarakan si cowok di cerita di atas.. Cinta memang tidak butuh alasan… Seperti banyak orang bilang Love is a mystery Datangnya memang tak diduga-duga.. kapan pun bisa datang dan gak pandang bulu kepada siapa cinta itu datang..  Bahkan pertemuannya pun kadang tak direncanakan, dan tak dimaksudkan di awal..

Almighty God … cinta memang karunia Tuhan, sebuah anugerah tentunya untuk manusia bisa menikmati karunia ini..

Yang paling berkesan adalah ketika sang cowok mengatakan dia tetap mencintainya, walaupun dia tahu cinta, perhatian yang akan si cowok berikan ke ceweknya belum tentu akan terbalas… (*Si cewek kan koma,, bagaimana bisa dia membalas cintanya si cowok).

Ini menjadi inspirasi saya,, sekalipun nantinya apa yang saya rasakan tak terbalas… Saya tetap mengungkapkannya lewat perhatian yang tulus… Karena saya sadar ini adalah anugerah, anugerah yang tak mungkin saya tolak, anugerah yang mestinya saya syukuri….

magnesium karbonat  (*mohon maaf kepada pihak2 yang tidak nyaman dengan tulisan ini)

Kamus Batak Toba


Berikut ini adalah kupulan kata bahasa batak toba dan artinya dalam bahasa indonesia…………

Bemoga bermanfaat untuk anda yang sedang belajar bahasa batak

=====================================================

A

A, (seruan perasaan kurang sabar dan juga perasaan menghina), ah.

Aba, seruan: ah! oh!

Aba, pangabaabaon, lekas berkembang dan tumbuh dan lekas pula layu, msl eme; sering berubah-ubah pikirannya mengenai orang.

Abad, abad.

Abak, pangabahan, hal mengenai berhasilnya, menjadinya.

Abal, abalan, tempat, tabung untuk menyimpan segala sesuatu; tempat bertemu beramai-ramai, msl huta abalan ni partigatiga, tempat para pedagang saling bertemu; abalabal, tabung kecil dari bambu untuk menyimpan segala sesuatu; mangabalabalhon, memasukkan sesuatu ke dalam tabung seperti itu.

Abang, pangabang, nama tempat dalam sopo Batak, yang terletak disebelah kanan dan kiri jalan masuk.

Abangabang, sej pohon kayu.

Abap, abu halus, yang tinggal sesudah kayu bakar habis terbakar.

Abar, mengembara msl di dalam hutan untuk mengambil kapur barus; begu abar, = begu na masa, hantu yang menyebabkan epidemi.

Abara, bahu, pundak; mangabara, memaafkan (=mangampini),
sebenarnya: membawa di atas pundak; pangabaraan, 1. (bagian) kayu pikulan, 2. buah pisang yang paling atas pada tandan dan yang terbesar.

Abas, mangabas, mengibas, melambai; mangabashon, mengibas, melambaikan msl dengan ekor atau ulos; mate uluna, mangabasi ihurna, kepalanya sudah mati, ekornya masih mengibas-ngibas (seperti dengan ular), dikatakan tentang suatu perkara, yang sebenarnya sudah diselesaikan, tetapi akibatnya masih terasa.

Abat, (= sabat), halangan, aral, rintangan; adong abathu, saya berhalangan, ada halanganku; mangabati, menghalangi, menghambat; pangabati, segala sesuatu yang menghalangi, penghalangi, penghambat.

Abe, mabeabe, bertiup kesana kesini.

Abing, mangabing, memangku; melarikan perempuan dengan kekerasan; abingan, pangkuan, sebenarnya: tempat dimana membawa anak kecil (= ampuan).

Abis, I. mangabis, duduk di bagian depan perahu (solu) sewaktu berlayar dimana raja mengambil tempat. II. pangabis, hubungan kekerabatan yaitu nenek laki-laki dari tulang; pangabis, juga: jatah daging (jambar) yang diperuntukkan untuk dia.

Abit, kain, pakaian; marabit, berpakaian; marabithon, dikenakan pakaian; parabiton, sandang, hal mengenai pakaian; na niabitan, yang ditutup orang: kemaluan; abit ni hata, kata-kata hormat atau penghalus kata-kata karena dirasa kurang sopan kalau terus-terang; parabitan, pinggul pada mana pakaian dapat diikat.

Abor, tanda larangan untuk lewat berupa sepotong kayu atau tolong (gelagah), agar orang tidak pergi kesana; mangabor, melarang masuk, memasang abor di jalan; abor ni hata, ucapan atau larangan halus, peringatan halus.

Abot, = abat.

Abu, sebutan yang kurang sopan untuk isteri, perempuan.

Abuan, kulit jagung atau padi (Angk).

Abul, balas, balasan; mangabul, membalas, menuntut pembalasan; parsinabul, sijalahi abul, pembalas, yang menuntut pembalasan; abul ni, sebagai balas untuk, untuk membalas msl mata do abul ni mata, mata dibalas dengan mata.

Abur, (kata dasar seperti sabur ?); maraburabur, (mengenai air mata) banyak bercucuran; mangaburhon, melemparkan sesuatu, berlengkung, menghamburkan.

Abut, = habut, keruh.

Ada, = adong, tersedia, ada (hanya dalam bentuk ingkar); soada, tidak ada, lih. so I.

Adam, ajal, akhir hidup.

Adang, madangadang, keluyuran, berkeliling-keliling, mengembara, bertualang (= medangedang); mangadang, mengintip, menghadang, menantikan; mangadangi, mengunjungi satu demi satu msl angka huta; paradang-adang, pengembara, pengelana;
paradangadangan, pengembaraan,pelancongan; niadang ni roha, tujuan, maksud yang tersirat; na niadang ni hata, cakupan pembicaraan; mangadangadang-hon, mengelilingkan (msl barang dagangan) kesetiap pedagang atau setiap rumah.

Adang, taradang, tersangka, dicurigai.

Adap, mangadap ari, lih mangalap ari.

Adar, = andar, kelihatan dari kejauhan, tampak jelas; adaran, pelataran, dataran; mangadar, bertempur di pelataran tanpa perlindungan; mangadar hatana, berbicara terus terang tanpa tedeng aling-aling.

Adas, I. mantra yang diucapkan oleh datu; manadas, mencoba semua kemungkinan tetapi tanpa hasil (dikatakan mengenai datu). II. sej rempah.

Adat, adat istiadat, kebiasaan; na so umboto adat, orang yang tidak mengetahui tatakrama adat; tidak tahu sopan santun, yang tidak mengetahui etiket (= ndang maradat).

Ade, = rade, (mengenai senjata): telah berisi dan siap untuk ditembakkan.

Adeade, cacing pita.

Adi, I. ini, (kata penunjuk yang hanya dipakai berhubungan dengan orang); baoa adi, aku, laki-laki ini; boru adi, aku, wanita ini; halak adi, orang yang disana itu. II. maradi, maradian, beristirahat, berhenti; adian, paradianan, tempat perhentian, tempat peristirahatan; adian ni hata, orang yang masih perlu didengar pendapatnya (karena tidak hadir dalam pembicaraan), sebelum suatu keputusan dapat diambil; si anu adian ni hata, si anu penyebab ditundanya pembicaraan, karena ia harus lebih dahulu datang; adian ni hata, artinya juga: pembicaraan yang belum berakhir dan masih perlu dituntaskan nanti.

Ado, madoado, mengembara, ber-kelana; simadoado, pengelana,pengembara.

Adong, ada, berada, tersedia, hadir; adong di ahu, ada padaku; soadadong, ndadong, tidak ada; paradongan, orang berada, kaya; boru ni tataring paradongan, perempuan yang kaya; adongna, seadanya; sinadongan, harta kekayaan, milik; juga sering dipakai sebagai pengantar untuk kalimat bertanya: adong do didok ibana? adakah, betulkah ia mengatakan ?

Adop, I. berhadapan (= dompak) ; di adopan ni, di muka, di hadapan; di adopanmu, di muka-mu, hadapanmu; tu adopan ni,kepada, ke hadapan orang; mar-adophon, terhadap, di muka,di hadapan; msl nunga mardosaahu maradophon damang, sayasudah berdosa terhadap ayahku;adop bohi be, saling berhadapan muka; adopadop, berhadap-hadapan; adopan, potongan da-ging ternak yang diperuntukkan bagi raja seperti kepala, leher dan pinggul; selanjutnya: bea, cukai, upeti, pemberian; siadopan, suami; mang- adop di, bekerja pada se-seorang hingga lunas hutang; mangadopi, menghadiri, menghadapi; paadophon, menyerahkan anak untuk dijadikan pekerja orang; paadopadophon, menghadapkan muka ke; tomboman adopadop, ambang dalam rumah Batak. II. Adop, payudara anak gadis, sedangkan untuk ibu-ibu disebut bagot.

Ados, siadosan, (And) = lae, atau eda.

Adu, I. mangadu, menahan, menyusul, mengejar, menggembalakan ternak; mangadui, menggembalakan banyak ternak atau sering; II. maraduadu, marsiadu, berlomba-lomba; parsiaduan, tempat perlombaan. III. maradu, sampai, sehingga (= rasirasa); maradu mate, sampai mati; maradu loja, hingga capek, letih; maradu miduk, hingga berkumpul makin banyak.

Adui, sana, diseberang sana, menunjukkan jarak lebih jauh; di adui, di sadui, jauh di sana; tu adui, tu sadui, jauh kesana; topot adui, jumpai kesana (untuk mengerjakan sesuatu); basa adui, hari nanti (yang ditentukan untuk berbuat sesuatu); huta adui, kampung yang terletak disana.

Adum, mangadum, memanjar uang kepada seseorang.

Ae, mangae, merasakan, menderita, merasa sakit; diae pogosna, diderita kemiskinannya; marniae, berbaring sakit; parniaean, penderitaan sakit, perasaan sakit; mae, maesa, menderita, merintih kesakitan; marnaenae, menderita sakit. Aek, I, maraek, basah; aek na niinum, kencing, air kemih; aek beu, air limfa; aek tabar, air tawar langsung datang dari sumbernya di hutan; aek anturge, air yang terkumpul di tunggul; martuaek, mengambil air; partuaek, gadis yang mengambil air; partuaehan, tempat pengambilan air; mandabuhon aek, mengalirkan air ke sawah; partutuaek, upacara adat membawa seorang bayi ke sumber air sebagai pendahuluan untuk pemberian nama; antian ni aek, hari ke delapan menurut penanggalan. II. aek = atik; aek beha = atik beha.

Aga, mangaga, mananduk (mengenai kerbau); paagaaga, melawan, memerangi (= paaloalo); mangagahon, menaruh kepercayaan, harap akan.

Agak, agak, kira-kira, kurang lebih; mangagak, menaksir msl umur atau padi; diagak deba, ditimbang dan terdapat terlalu ringan.

Agal, mangagalagal, melingkar, membelit, bergelung (mengenai ular); juga mengenai orang yang marah; juga orang-orang yang berjalan berlenggang-lenggok, yang mirip dengan ular yang bergelung.

Agam, mangagam, memikir, menduga, menyangka; huagam, saya pikir, kusangka; diagam roha, dikira, disangka; bdk tagam.

Agan, agan pe, sungguhpun, walaupun, meskipun, sekalipun; agan so = tagan so.

Aganan, (= tagonan), lebih ba-ik, lebih suka; aganan mate sian mangolu, lebih suka mati daripada hidup.

Agap, mangagap, tertawa terbahak-bahak.

Agar, cantik, manis, bersih, necis; maragaragar, penampilan orang necis dan bersih.

Agaragar, agaragar, gelatine.

Agas, agas, sej nyamuk berkaki panjang.

Agat, pahat tajam yang dipakai menyadap enau untuk mendapat tuak; maragat, mangagati, me-nyadap enau untuk mendapat tu-ak; paragat, penyadap tuak; paragatan, papan, tempat penyadapan; di atasnya duduk penyadap tuak itu; agaton, yang harus disadap yaitu pohon enau.

Age, mangage, mencari segala macam cara untuk menyakiti dan melukai orang; manang beha paageage roham, entah bagaimana tipudayamu untuk menyakiti, melukai saya; diage rohana, dalam batin ia melawan, menentang.

Agi, = anggi; siaginan, nama marga.

Agia, sungguhpun, bahkan, apapun, pun, walaupun, biarpun; agia sada ndang adong, satu pun tidak ada; agia aha, agiaha, salah satu apapun; agia mangido pe ho, ndang olo ahu, juga bila engkau memintanya, saya tidak mau; ndang agia aha, apa saja pun tidak.

Agiaha, = agia aha, lih agia

Agiat, = Anggiat, semoga, kiranya, mudah-mudahan. Agin, siaginon, dunia ini, bumi ini (And).

Ago, mago, menghilang, hilang, berakhir; agoan, kehilangan; agoan raut ibana, dia kehilangan pisau; agoan uhum, keji, kehilangan hukum; agoan hosa, meninggal, mati, putus nyawa; agoago, kehilangan; mangago, merusakkan, mencelakakan, menghancurkan; sipangago, si perusak, si pembinasa, penipu; hinamago, kemalangan, kecelakaan, kesengsaraan; hahamago, kehancuran; marhinamago, menderita kesengsaraan, bahaya; parroha mago, busuk hati, tidak bisa lagi diperbaiki; na magomago, orang melarat, orang miskin; mangago ariari (tingki), membuang-buang waktu; marmagoan, binasa dalam jumlah besar; sibaen na mago, penyebab kemalangan, kerusakan atau kesengsaraan.

Agong, arang kayu; simaragongagong, tanaman merambat.

Agoni, Tenggara, lih anggoni.

Agos, orang sial, pembawa sial, orang yang selalu membawakesulitan untuk orang yang berhubungan dengannya, pada siapa rupanya terkena kutukan.

Aha, kata bertanya: apa? yang mana? manang aha, apa pun? sering dihubungi dengan kata pe: manang aha pe? apa pun; si aha? siapa? menanyakan nama orang; aha bahenon? apa bisa diperbuat? aha so, apa tidak, tidak perlu heran bahwa; msl aha so mabiar ahu? apa tak takut aku? aha i? apa itu ? banyak dipakai bila seorang tidak mengingat nama sesuatu; msl lehon ma aha i, berikanlah apa itu? dalam mana orang yang disapa itu mengetahui apa yang dimaksud; demikian juga: ahanghu, apaku, yang ada padaku, = ugasanku; aham, apamu, yang ada padamu, dsb; parahaan, perpanjangan dari aha, sebenarnya sesuatu yang ada di dalamnya, tetapi juga untuk hal yang dimaksud itu sendiri; maraha, mempunyai sesuatu, yang diketahui oleh orang lain apa yang dimaksud; aha rohana, dia merasa lain, dia tidak setuju dengan itu; umaha (= numeang), sudah sembuh, dikatakan mengenai penyakit; sebutan numeang tidak boleh dipakai supaya roh jahat yang menyebabkan penyakit itu jangan datang kembali.

Ahap, I. mangahap, merasa, merasai, mengalami (badaniah); parniahapon, perasaan, citarasa, peri kehidupan; beha diahap ho? bagaimana perasaanmu ? siahapon, nasib, tanggungan, penderitaan, untung malang. II. hau ahap, sej pohon, yang buahnya sangat disenangi anak-anak; juga: haiahap.

Ahasa, dunia ini, = hasiangan on.

Ahit, = Nahit; paahitahithon bada, menggalakkan perselisihan.

Ahobar, Allah adalah besar pada permulaan tabas di waktu membuat obat-obatan.

Ahon, I. mangahon, membawa, mendatangkan, mengantarkan.II. manahonahoni, membawa makanan ke kuburan orang mati sebagai makanan untuk begunya.

Ahu, orang pertama tunggal: aku, saya, juga: au; manga(h)uhon, menginginkan untuk dirisendiri; pembukaan surat Batak mulai dari ahu: ahu surat tinongos ni si A, aku, surat kiriman si A; ahu on, aku ini, aku yang ada disini; pardiahuan, mereka yang termasuk bilangan seseorang yaitu kaum kerabat atau bawahan.

Ahut, I. mangahuti, mengambil, menarik untuk diri sendiri (mengenai barang-barang kecil); roha pangahution, sikap me-mikirkan diri sendiri, egois-me; na ahut, egoistis, loba.II. mangahut na nirabi, untuk kedua kalinya membakar hutan yang sudah ditebang untuk membersihkan tanah dengan sebaik mungkin; marnipi di ahuton, bermimpi sesudah pekerjaan membakar sudah selesai yaitu terlambat datang.

Ai, I. kata perangkai: oleh sebab, karena. II. pembuka kalimat tanya: ai aha do na masa? sebenarnya apa yang terjadi?

Aik, = atik, aik beha, = atik beha, dsb.

Ail, mailail, tagihan piutang yang tak terbayar.

Aili, celeng, babi hutan.

Ain, mangain, mengangkat seseorang menjadi anak sendiri msl oleh keluarga yang tidak punya anak; anak niain, anak angkat; mangain dongan, mencari kawan sekutu di waktu perang.

Aing, I.= aning II, bukan? tak benarkah? baikkah? ya kan ? II. marsiaing, memegang sesua-tu sambil bergantung.

Air, air ni bulu, ujung tunas bambu, panjang dan lengkung di bagian atas.

Ais, I. maisais, bergoyang, goyah. II. puting susu babi, P.B: ais ma di babi, mundala ma di horbo; tarpasiat ma ariari, molo adong lagu jumolo, ‘ais’ puting susu babi, ‘mundala’ puting susu kerbau, oleh karena saya telah membuat baik terhadapmu dulu, adalah lebih parah lagi bila engkau harus kukutuk.

Ait, mangaithon, menarik sesuatu pada dirinya, mengambil sesuatu untuk dirinya; diaithon hata i tu ibana, disesuaikan kata itu kepada dirinya sendiri, dihubungkannya kata itu kepada dirinya sendiri.

Ajak, ajakajak lubuk, tindakan tanpa pemikiran yang matang. Dikatakan tentang seorang yang terlampau cepat bertindak msl cepat menyerang musuh, tetapi cepat pula lari.

Ajal, ajal, akhir hidup; ro ajalna, sudah tiba ajalnya.

Ajar, = poda; mangajari, mengajar; mangajarhon, mengajarkan; marsiajar, belajar; di-parsiajari, dipelajari; parsiajaran, pelajaran, sesuatu yang diperlukan untuk belajar, msl buku parsiajaran, buku pe-lajaran; parsiajaran, suatu yang dapat dipelajari; hurang ajar, kurang ajar; hona ajar, diajar; pangajarion, pengajaran, cara mengajarkan; pangajari, pengajar, guru. Aji, racun, ramuan obat yang diberikan kepada musuh secara tersembunyi; mandabu aji, mengenakan racun kepada seseorang; manulak aji, mencoba menangkal dan membalas guna-guna kepada pihak lain; ajiajian, sihir, jampi-jampi, ramu-ramuan; aji donda, = tunggal pana-luan; siaji teas, penangkalsantet yang diselipkan pada ikat pinggang; aji turtur lihturtur I; pangajian, keahlian, kepandaian; olat ni i pangajianmu, sampai disitulah kepandaianmu atau ilmumu, yaitu disini berakhirlah sudah pengetahuanmu.

Ajihihir, ajihihiron, menderita suatu penyakit sampai gigi rapuh (aji ni na marhihir) lih hihir.

Ajiringan, sej tikus yang kecil.

Ajo, majoajo, (mengenai air) dalam; lintong majoajo, kolam yang dalam .

Ajuk, mangajuk, menipu, berbohong.

Ajul, mangajulhon, menaruh ke-percayaan pada……

Ak, kelangkang (anggota ba-dan); ak ni dolok, punggung gunung; siganjang ak, suatu sebutan untuk ular (untuk menghindari memakai kata biasa ulok).

Ala, I. alasan, sebab; dia alana, apa sebabnya? kenapa? dia alana umbahen, apa sebabnya maka, apa sebabnya hingga, kenapa? mengapa? ala ni, lantaran, sebab, karena; ala ni aha, kenapa, karena apa ? ala ni ni, karena itu, sebab itu; ndang adong alana, soada alana, tanpa sebab; on do alana umbaen, inilah sebabnya maka (hingga); marala, beralasan, bersebab; manungkun ala, menanyakan sebabnya atau alasan; ala, sebab, karena; siala = ala; sialabane, tanda jual tanah secara menetap, berupa uang yang diberikan kepada penghulu, lurah, atau kepala kampung oleh sipenjual. II. mangalai, mangalaalai, menghalau. III. mangala dengke, menangkap ikan dengan jalan mengalirkan airnya; tali ala, tali pada mana seberkas rumput dan dahan-dahan diikat dan kemudian dipasang di atas air untuk menghalaukan ikan; ala-an, cara menangkap ikan seperti itu; P.B.: laos marulu do alaan, menangkap ikan perlu seorang pemimpin, tiap pekerjaan memerlukan pimpinan; siala, tanda ‘o’ pada tulisan Batak. IV. siala gundi, nama pohon yang besar yang kayunya dipakai untuk bangunan.

Alai, tetapi, akan tetapi, na-mun, namun demikian.

Alal, malal, lemas tidak bertenaga karena lapar; sialal, sej amporik, burung sawah.

Alaman, halaman rumah, pekarangan jalan kampung; alaman na marampang na marjual, sebutan yang lebih terhormat untuk alaman.

Alamat, yang memberitahu, yang mengabarkan, yang menyampaikan; alamat ni surat, alamat surat; alamat ni roha, pancaindera (yang memberitahukan sesuatu kepada roha); maralamat, meramalkan dengan memakai sihir; paralamat, ahli meramal, peramal baik tidaknya hari-hari, paranormal; alamat pandang torus, paranormal, sanggup melihat alam gaib, bisa meramal sesuatu, orang yang waskita.

Alang, tidak sampai, tanggung, kurang sedikit, tidak cukup; alang garar, tanggung untuk pembayarnya; alang ulaon, pekerjaan belum selesai; alang bogashu, gantung pekerjaanku; yang sedang saya kerjakan belum selesai; alang dua, lobi sada, untuk dua buah tidak cukup, untuk satu buah terlalu banyak; sialangalang, tidak cukup untuk dijadikannya tetapi terlalu besar untuk dijadikan satu msl pekerjaan kayu; horbo sialangalang, kerbau yang tanggung untuk dipotong tetapi terlalu kecil untuk bekerja; alang roha, khawatir, ragu-ragu, tidak mempunyai keberanian untuk sesuatu, segan, tidak tega.

Alap I, mangalap, mengambil; menjemput; mangalapi, memanggil, menjemput; mangalap ari (= mangadap ari), mengundang teman-teman untuk bekerja yang kemudian untuk itu harus dibantu pula, sebenarnya: meminjam harinya, tenaganya; aron, silih berganti mengerjakan sawah secara bergotong royong; sialap manaruhon, tukang adu, pengadu, penggunjing;pangalap boru, pihak atau marga pengambil mempelai perempuan (sesuai dengan hukum adat); pangalapan gogo, tempat atau daya upaya mengambil kekuatan; holong mangalap holong, cinta kasih menimbulkan, menerbitkan cinta kasih pula; masialapan roha ma hamu, saling menahan dirilah kamu, pakailah akal budi masing-masing (dikatakan kepada orang yang berkelahi). II. alap pamereng, menjuling karena kedengkian. III. malapalap, berunggun, mau mati mengenai api.

Alas,na boru alas, dewa yang padanya dipanjatkan doa.

Alat, mangalat, melihat ke- sekelilingnya, mengamati, memata-matai, memperhatikan; a-lat matana, matanya sigap msl dikatakan tentang anjing yang mengharapkan mendapat sesuatu; mangalathon, mangalatalati, mengamat-amati, memperhatikan seseorang, mengawasi; alat ro-hana, waswas, waspada, takut barangnya diambil orang; alatan, pertanda, wahyu; maralatan, melihat dalam khayalan, mendapat wahyu; paralatan, o-rang yang pandai tenung; pera-mal; alaman paralatan, halamanatau tempat dimana diadakan horja.

Albak, lempeng bersegi empat yang dipakai untuk membangun tembok tanah, tanah bata.

Albang, mangalbang, memukul, lih talbang.

Albas, tersentuh, tersenggol sesuatu msl kain; mangalbas, menyenggol sesuatu, bergerak ke suatu tempat.

Albing, malbingalbing, tergantung-gantung.

Albuk, sialbukalbuhi, lambung yang lunak pada tubuh manusia atau binatang.
Ale, hai, sebuah interjeksi yang selain berdiri sendiri juga di muka vocativus; ale dongan, hai kawan-kawan; ale amang, ah bapa, hai ayah; ale,(juga seruan keheranan) oo, ha!

Aleale, kawan, teman karib, sahabat; maraleale, bersahabat; maralealehon, mempunyai seorang sebagai sahabat; ale-ale ni daging, dalam arti sem-bunyi, penyakit yang ringan dan tidak berarti.

Alemu, ilmu, pengetahuan yang mengerti ilmu sihir dan berbagai-bagai hal gaib msl tidak dapat dilukai, untuk menjadi kebal;maralemu, melakukan pengetahuan seperti itu; marguru alemu, mempelajari pengetahuan seperti itu.

Algip, malgipalgip, mendahak mengenai orang yang menunggu ajalnya; mangalgip, menelan sesuatu.

Algup, mangalgup, menelan bulat-bulat, lih algip.

Alhe, malhe, kempis mengenai perut.

Alhot, getah pohon kayu, yang menjadi bahan pengental susu; malhot, kental, mengental (susu, minyak makan dan cairan lain); mangalhoti, mengentalkan; na nialhotan, yang dikentalkan, susu kental, yang lebih digemari daripada susu manis.

Ali, I. = singkat, ganti, tukar; ali ni, pengganti dari, balasan dari; (=singkat ni); mangalii, mengganti; mangalihon, membalas sesuatu. II.ali, petaka, kesusahan, nasib buruk, kesengsaraan; maliali, merasa sangat menderita, karena nasib buruk temannya; maliali di handang, sangat miskin, hidup melarat.

Aliang, lingkaran leher babi yang dipotong.

Aliklo, manusia harimau.

Alim, sej pohon yang kulitnya dibuat buku kuno Batak yang disebut ‘pustaha’.

Alimos, sekilas, hanya sekejap saja kelihatan; maralimos, menghilang cepat-cepat, melintas sekejap.

Alimot, ndang huboto alimot ni i, hal itu sama sekali tidak saya mengetahui; ndang huida alimot ni i, aku tak melihat suatupun.

Aling, sindiran, tuduhan terselubung, insinuasi; mangalingi, menyindir seseorang, melancarkan tuduhan keji terhadap seseorang.

Alis I. mangalis, mengikis dengan pisau; pangalis, pisau pengikis. II. sepotong kayu yang runcing, yang diunjamkan dalam tanah untuk melindungi diri terhadap musuh atau pencuri; jojoran na nialis, kawat berduri.

Alit, dililitkan, lingkar; mangalit, berputar, melingkar, melilit; mangalithon, melilitkan, mengenakan msl kain, sa- rung, baju; taralit, keseleo,terkilir; taralit pat, kakinya terbelit; juga: terikat, sehingga tidak bisa berge- rak lagi; pangalit ni hata, pembelitan kata, sindiran; pangalit = dila, lidah hewan; alit hatam, berbelit kata-katamu; alit dalan, jalan yang memutar, tidak lurus.

Aljuk, mangaljuk, melompat ke atas (mengenai ikan).

Allam, bersifat merendahkan, cacian, penghinaan, pelecehan; allammu do i, itu merupakan penghinaan pada saya; allamna, penghinaannya, dengkinya.

Allang, mangallang, makan, memakan (dikatakan tentang orang dan binatang); siallangon, yang bisa dimakan; mangallang gana, menelan sumpah, mengganggap enteng yaitu bersumpah palsu; siallang gana, orang yang bersumpah palsu; masiallangan, saling memakan, bertengkar, menipu; api na ma-ngallang, api yang menghabiskannya.

Allo, mangalloalloi, ikut- ikutan, msl ikut menyanyi padahal belum dapat melakukannya dengan baik.

Allom, mangallom = manumpol.

Alluk, mallukalluk, bergerak kian kemari, mengerakkan badan naik turun; mengenai kuda yang membuat penunggangnya sakit; juga: mengenai barang yang dipikul; marhahalluk, terkial-kial tertawa.

Allung, lih hallung.

Almis, mangalmis, memotong se-dikit, memotong beberapa saya-tan.

Alnge, mangalnge, mengunyah dengan lambat.

Alngit, sej pohon hutan, yang kulitnya berbau keras dan busuk.

Alo, lawan, musuh (lawan: dongan,) mangalo, melawan, menentang, memerangi, bermusuhan; pangalo, lawan, musuh; maralo, berlawanan, bermusuhan, bertentangan; maralohon, melawan, berlawanan dengan, juga: sebagai kata depan: bertentangan dengan; paraloan, perlawanan, pertempuran; pangalo, senjata pertempuran; pangaloan, tempat perlawanan, nama daerah; masialoan, saling berlawanan; aloalo, saingan, yang kekuatannya seimbang; aloangin, sokong, siku penunjang pada tiang dan balok yang menahan angin atau goncangan.

Alo, mangaloalo, = manomunomu (tomu) (Angk).

Aloban, sej pohon kayu yang kayunya dipakai untuk bahan bangunan rumah.

Alogo, angin; hona alogo, terjebak, tersergap angin; paralogoan, tempat banyak angin; alogo laut, angin laut; alogo dolok, angin gunung; alogo musim, angin musim; dari alogo, ular dari yang cepat melompat bila terancam.

Aloi, = oloi, kata seru mengakhiri sebuah doa mantera masa dulu, berkenankanlah! Dan hanya berhubungan dengan: aloi ompung, berkenankanlah kami hai nenek (bdk “amen” pada o-rang kristen).

Along, alongalong, sej ende (di Angk).

Alop,mangalopalopi, memohon dengan hormat msl kepada raja atau begu.

Alos, mangalosi, melayukan, dijadikan layu; malos, layu, mengenai tumbuh-tumbuhan.

Alpas, = albas, disenggol, disentuh, bergerak kesini kesana.

Alpis, perutnya kempis msl dari tubuh wanita yang tidak hamil lagi.

Altong, I. sej laba-laba yang bersarang di bawah tanah. II. maraltong, mulai masak mengenai buah-buahan.

Alu,mangalualu, mengadu, mengadukan sesuatu, menyampaikan keluhan, menggugat; mangaluhon, mengadukan (tu) kepada seseorang; alualu, pengaduan; pangalualuan, tempat atau orang untuk mengadu, pengayom, penasehat yang bijak, penolong, tempat minta perlindungan; marpangalualuan tu, mengadukan pengaduan kepada; pangalualuan so sungkunon, seorang pengadu yang suka menyampaikan sesuatu, tidak usah ditanya-tanya.

Aluk, I. mangaluhi, menyodorkan sesuatu, tetapi tidak jadi diberikan. II. aluhon, menderita kekurangan karena tidak mau bekerja.

Alum, I. alum ni ate, kesenangan, merasa puas. II. alumalum, sej rumput untuk makanan ternak, juga dipakai melawan gatal-gatal pada kulit (kudis). Alun, ombak (kecil).

Alus, jawab, jawaban; mangalusi, menjawab; pangalusion, paraluson, cara menjawab baik; mangalushon, menjawabkan; ingkon alusanmu ahu, mesti kau jawab aku.

Alut, mangalutaluti = mangurut II, mengurut, memijit.

Ama, ayah, bapak, tetapi juga saudara ayah yang laki-laki disebut demikian, semua sanak saudara pihak ayah kira-kira seumur dengan dia; amaama, semua yang disebut ayah; saama, seayah; nasida na saama, mereka yang seayah; marama, berayah; marama tu si A, berbapak kepada si A; dongan saama, bersaudara; amang, vocativus: o pak, o bapak!; amang tua, abang ayah; amang uda, adik ayah; amang boru, suami saudara ayah perempuan; haamaon, hal ayah, kebapaan; paramaon, yang dianggap ayah, hubungan anak dengan bapanya; siparamaon, yang berhak dipanggil ama dalam sistem kekerabatan kecuali ayah kandung;diparamangamang, dipersuamikan secara gelap; masiamangamang, memanggil “amang” di belakang seorang laki-laki mengenai seorang perempuan jalang; ama painundun, bapa pengayom, dianggap bapa karena berjasa, (lih tundun); ama panoroni, bapa tiri; Ama ni A, gelar seorang yang diambil dari nama anak sulung; ama ni Pintor, pak Pintor; maramaniaha, sudah menjadi ayah, lalu dapat gelar dari nama anak sulungnya; amanta, bapa kita; amantamuna, amanta hamu, ayah kalian; amam, bapak kau (agak kasar); mangamai, mewakili sebagai bapak, menjadi wali; pardiamaon, tanda dengan mana orang mengenal ayahnya; amangmu, bapak kamu (lebih halus).

Amak, tikar yang dianyam dari kercut; amakamak, lapisan jerami alas bulir padi di sawah waktu panen, lapisan bawah dari atap ijuk; mangamakamak, mengembangkan jerami sebagai tikar; siamak pandan = goligoli (And).

Amal, mangamal, mengkhayalkan sesuatu msl memikirkan suatu rencana, merencanakan, meramal; mangamal bisa, membinasakan bisa ular dengan ilmu gaib.

Amang, lih ama.

Amas, lih omas.

Amba, tamba; mangambahon, = manambahon, menambahkan; mangambai, idem.

Ambal, mambal, mambalambal, oleng-oleng, berayun, terhuyung-huyung; ambalambal, un-taian, jungkatan, ayunan; ma-ngambalhon, mengunggitkan, me-ngayunkan, menggoyangkan; me-ngalihkan (hata) pembicaraan kepada sesuatu yang lain; mangambalambalhon, memperpanjang msl perkara atau perkawinan seorang perempuan; ambal alus, tidak tepat jawaban; ambal mata, salah lihat, tidak melihat dengan tepat; mambal gogo, tenaga berkurang.

Ambalang, ali-ali, ketapel ayun; mangambalang, mengali-ali, melempar atau menembak dengan ali-ali; ambalangan, ali-ali; mangambalanghon, mengali-alikan; marambalang ha-ta, berserakan dimana-mana, tidak logis berbicara, tidak menentu yaitu percuma; lih ba-lang.

Ambalungan, renteng ni ambalungan, telur ayam.

Amban, tali pangamban, tali untuk pengikat sesuatu.

Ambang I. mangambang, mengira, menyangka, menduga; huambang, kusangka, kukira. II. mangambangi, menyembelih lembu; pa- ngambangion, perjamuan dengandaging lembu. III. ambangm-bang, kurban sajian, yang di-gantung di rumah Batak.

Ambar, kolam (alamiah atau buatan); ambarambar, kolam kecil.

Ambargo, sej tanaman yang menyerupai suhat.

Ambaroba, burung kecil sej merpati.

Ambasang, embacang (sej mangga).

Ambat,mangambat, mencegat, menghalangi, melintang, meng-hadang; tarambat, terhambat;ambatabat, penghalang; ambat, bersifat menghalang, melintang; ambatan, warung tuak di tepi jalan untuk istirahat, dangau di danau untuk nelayan menangkap ikan; niambat ni sahit, terhalang oleh penyakit.

Ambe, mangambe, mengayunkan tangan sewaktu berjalan; pangambe, pelambai, cara mengayunkan lengan, lambaian; P.B.: ndang tarpasuman pangambe ni paronan, ndang tarpasuman na binahen ni dongan, tak tertirukan lambaian orang belanja, tak tertirukan perbuatan kawan sesama, membuat sesuatu persis sama adalah mustahil; mangambehon siboanon, membawa barang kecil hal mana hanya mungkin bila yang dibawa itu enteng; mangambehon hata, meneruskan kabar, menyampaikan perkataan kepada orang lain; pangambe ni hata, = lapik ni hata, kiasan kata; boru mangambe, gadis murahan, tidak pakai mahar, dikawini karena cacat, atau kusta atau gadis yang langsung pergi ke rumah laki-laki.

Ambi, panambi, sesuatu yang ditambahkan, sepotong kain yang dipasang tukang jahit di bagian atas celana, kalau ia di bawah terlalu pendek; papan kecil yang ditarok di tepi solu; sesuatu yang dipasang pada sopo untuk memperbesarnya.

Ambil, I. memperdulikan, mengindahkan, memuliakan, meng-hargai; ndang diambil be ahunanggo saimput ni bisa, sebun-tut ulat pun aku tak diperdu-likannya lagi. II. mangambilhon, membawa, mengajak orangke pesta atau pergi bertamu. III. ambilambil, tanaman sa-yur.

Ambila, = begu, hantu jahat, roh jahat.

Ambir, ambirambir, gelambir pada leher lembu, lipatan kulit leher lembu yang tergantung-gantung; mambirambir, go- yah, ungkangangkit, bergantung terkelepai; mambir dengdeng, daging itu tidak kuat lagi, artinya: sudah tua sekali; mambir dengdeng, sungkot gogo, tua bangka, tua renta, kehabisan tenaga karena tua.

Ambit, marambit, menggendong anak di depan; mangambit, menggendong; pangambit, kain gendongan; na niambit ni hu-ta, orang yang berada dalam perlindungan desa; niambit ni raja, terlindung, terayomi o-leh raja.

Ambitan = tanggurung, (And).

Ambol, na so marambolambol, yang tidak ada bandingannya, tidak ada taranya.

Ambolas, hujan es; udan ambolas, hujan es; ambolas batu, hujan es yang butir-butirnya seperti batu keras; ambolas eme, hujan es yang butir-butirnya putih kecil.

Ambolong = bolong, terbuang; mangambolonghon, membuangkan; marambolongan, berceceran, terbuang-buang dimana-mana da-lam jumlah banyak; siambolong,
apa yang dianggap tidak ber-harga, ampas, sampah masyarakat msl isteri kedua, juga benda-benda.

Amborgo, dingin; amborgoon, kedinginan, lih borgo.

Ambor, amborion, = ombunombunon.

Ambu, ambuambu ni juhut, bumbu masakan msl garam, bawang; ambuambuan, sej lauk pauk yang dibuat dari harambir.

Ambuang, marambuang, meraung, menggerung mengenai anjing.

Ambubu = sambubu, ubun-ubun. Ambung, mudah, enteng, ringan; mangambunghon, menerjunkan se-seorang sambil memegang tangannya.

Ambur, mambur, menghilang, hilang; P.B.: langkitang gabe hapur, na hinilang gabe mambur, siput air jadi kapur, yang didapat secara tidak adil akan hilang lenyap; mangambur, melompat; mangamburambur, melonjak-lonjak, melompat-lompat; mangamburhon, membuang-buang, memboroskan.

Amburat = amburet.

Ambure, mangamburehon, (dipangamburehon), memboroskan, mengaburkan.

Amburet, = amburuk, dubur.

Amburget = amburuk.

Amburhom, sej merpati yang besar.

Amburhung, sej penyakit ayam (yang gemetaran selalu duduk berdiam); amburhungon, kena penyakit ini.

Amburuk, kata halus untuk pantat, dubur.

Amin, I. mangamin, memaafkan orang, membela, mendukung; ma-siaminaminan, saling menyokong, saling mendukung; masiaminaminan songon lampak ni ga-ol, saling menyokong seperti halnya dengan kulit batang pisang. II. mangamini, menata dengan halus dan cermat (tentang pakaian, benda-benda). III. amin, amen, amin.

Amis, lapisan kayu yang dibawah kulit, gubal.

Amo, mangamoamo, memperlakukan, memegang dengan hati-hati (benda-benda yang dapat pecah belah).

Amot, mangamoti, melindungi tondi ladang; niamotan, buah pertama ( = patumonaan, lih mona).

Ampal, = ambal; ampal tu jae, ampal tu julu songon hotuk ni aili, berguncang-guncang hilir mudik seperti ketuk-ketuk pengusir babi hutan: dikatakan tentang orang yang dihalau kemana-mana dan tidak dapat ketenangan; mangampalampal, tidak berkaitan, tidak ada hubungan satu sama lain.

Ampang, bakul yang dianyam di bawah, berbentuk empat segi dan di atas bundar, juga dipakai sebagai takaran beras atau padi; parampangan, bakul besar dimana di dalamnya disimpan bakul-bakul kecil; na marampang na marjual, = na marpatik na maruhum, seseorang yang memakai takaran dengan baik dan jujur, menimbang secara adil dan punya undang-undang dan hukum keadilan; mangihut di ampang, berlangsungnya per-kawinan seorang gadis hanya dengan membawa bakul makanan buat pihak mertuanya, karena mahar (mas kawin) sudah beres sebelumya; marmanuk di ampang, meramalkan masa depan berdasarkan letak badan ayam yang lehernya dipotong segera ditutup dengan “ampang” (tentang dukun); parampang ni luat, bagian dari pekan yang dikhususkan bagi sesuatu daerah untuk menyimpan barang mereka; P.B.: sadampang gogo, sanjomput tua, tenaga satu ampang banyaknya, keuntungan hanya sejemput, kerja mati-matian, hasil minim; manghunti ampang, mempe- lai baru, yang pertama kali membawa makanan kepada mertuanya; suhi ni ampang na opat, sudut bakul nan empat, sebagai lambang empat fungsional penerima mas kawin pada adat menikahkan puteri empat; kerabat yang paling utama, dalam hal ini diingat kepada ampang yang ditutupkan datu pada ayam sembilahan itu, bila ayam itu menggelepar sampai keranjang jatuh, artinya celaka. Oleh karena itu keempat sudut keranjang harus diperberat.

Ampangampang, sej rumput; simarampangampang, idem.

Ampapaga, sej tanaman merambat.

Ampapaluan, = papaluan.

Ampar, mampar, tersebar, terserak-serak (ternak, manusia, benda, desa, d.l.l); mampar roha, lalai, lengah; mangamparhon, menghamburkan; mangamparhon hata, membentangkan perkara, mengumumkan; mangamparhon hepeng, menghambur-ham-burkan uang, memboroskan uang; mangampar ruji, mengocok kembali lidi ijuk sesudah selesai perhitungan (dengan lidi ijuk tadinya).

Ampara, saudara dalam arti luas, kawan semarga.

Amparan, sej tikar lebar (amak)

Ampe, diangkat, terletak di atas sesuatu, diletakkan; mampe, idem; mangampehon, meletakkan di atas sesuatu msl pundak, meja; pampe, diangkat, dinobatkan, msl dikatakan tentang seorang raja: pampe gabe raja, diangkat menjadi raja; pampe di roha, hafal, dipelajari luar kepala, melekat dalam pikiran; ampe di sambubu,peak di abara, terangkat ke ubun-ubun, terletak pada bahu, dikatakan tentang penderitaan yang tidak bisa dihindari.

Ampere, maramperean, tersebar mengenai ternak.

Ampihampik, tas, pundi-pundi dari kulit.

Ampilalas, taoar siampilalas, bentuk taoar tertentu yang diberikan kepada penawar sihir.

Ampilas,angin puting beliung yang keras.

Ampin, I. mangampini, membela seseorang, memaafkan, melindungi; pangampinion, pembelaan; jolma ampinan, orang yang terus dibela oleh kawan-kawannya karena kejelekannya tidak diketahui atau tidak dipercayai. II. mangampin, menggulung tenunan, agar terjangkau tangan penenun; saampin, segulung tenunan, panjangnya sepenenunan.

Ampipira, sej semak belukar.

Ampir, mangampir, kesemutan, semut-semutan (kaki, tangan); pangampirhon, merasakan khasiat (dari obat); lih hampir.

Ampit, serasi, selaras, cocok; ampit boruboru i tu anak i, gadis itu cocok dengan lajang itu; ampit bonang tu itom, benangnya serasi dengan warna nila itu.

Ampitampit, tas dari kulit lembu atau kulit kambing.

Ampodi, tikus besar di bawah rumpun bambu.

Ampolas, daun-daun yang dipakai mengilapkan, melicinkan kayu; juga: alat pengamplas; kayu untuk mengupam; mangampolas, mengupam, mengamplas, menggosok agar licin.

Ampolu, sej pohon kayu yang buahnya dapat dimakan.

Amporik, burung sawah; amporik silopak, burung perik yang kepalanya berwarna putih; amporik silolom, burung perik yang berwarna hitam; amporik sijirit, sej burung perik yang lain.

Amporotan, ada sesuatu yang tersangkut dalam kerongkongan (tulang ikan); lih porot.

Ampot, I. kain, pakaian camping untuk anak-anak, = siantal. II. mangampot, mengikat; tali pangampot, tali untuk mengikat sesuatu; ampot ni hail, tali kail,tali pancing.

Ampu, mangampu, = mangabing, memangku; kiasan: mengambil tanggungjawab orang lain, menjamin; msl seorang raja yang menjamini bawahannya; mangampu hasuhuton, mengambil tanggung jawab dan pimpinan seperti sering dilakukan msl seorang raja untuk rakyatnya; ampuan, pangkuan, haribaan; mungkin kata parompuan berasal dari kata parampuan, perempuan, wanita, harf yang mempunyai pangkuan; marpangampu, mempunyai penjamin; mangampu gana, sebagai pengganti orang lain msl untuk seorang bawahan bersumpah.

Ampuan, lih. ampu.

Ampudan, lih ampudang, anak laki-laki yang bungsu, termuda; damang siampudan, adik laki-laki yang bungsu dari nenek laki-laki saya; sian pudian (siampudan), yang lahir terakhir, anak bungsu.

Ampun, ampun, maaf; mangido ampun, meminta maaf, ampun; mangampun, mengaku telah bertobat, minta diampuni; pangampunan, pengampunan, maaf.

Ampuna, (dari na dan ampuna), pemilik, yang empunya, kepunyaan; ahu do nampunasa, aku yang empunya itu (bila objek diketahui); marnampuna, ada yang mempunyainya.

Ampung, mangampung, melompat untuk menerkam (harimau); pangampungon, kepandaian melompat terutama karena kekuatan dalam ilmu gaib, (alemu).

Amudi, setir, kemudi; mangamudi, menyetir, mengemudi; pangamudi, juara mudi, pengemudi, juru mudi; mangamudihon, mengemudikan kapal, menjalankan, memutar kemudi.

Amun, siamun, kanan; lih hamun.

An, kata penunjuk: itu (ditempatkan di belakang kata benda); dolok an, gunung itu, gunung sana. Ana, mangana, menunggu sesuatu, mengintai, melihat-lihat; manganaana, mengawasi sesuatu untuk diambil atau dijaga; manganahon, mengawasi, mengamati seseorang.

Anaha, vocativus dari anak, hai ananda, anakku!

Anak, anak laki-laki, anak jantan, anak saudara laki-laki, anak dari semua orang semarga yang kira-kira seumur; bunga uang; maranak, beranak, berbunga; paranahon, hubungan bapak terhadap anak; anak mata, laki-laki merdeka (balik: hatoban); anak gajian, orang yang digaji bekerja; anak singkola, murid, siswa; anak parau, awak kapal; anak dagang, orang asing; orang yang berasal dari wilayah lain; anak somang, anak semang, kenek, pelayan; anak hinsu, anak kunci; anak baju, kemeja; anak gampang, anak pelacur; anak ni tangan, kelingking tangan; anak ni pat, kelingking kaki; anak ni mata, biji mata, orang yang menjauhkan diri dari teman-temannya, yang memilih jalannya sendiri; anak ni hau, tunas; anak ni gaol, tunas pisang; anak ni bodil, peluru; anak ni surat, tanda-tanda bantu buat tulisan Batak; anak ni hepeng, bunga uang;anak ni manuk, anak ayam; anak ni tangga, anak tangga; anak ni hau api, anak korek api; anak ni lombu, anak lembu; anak ni gordang, genderang yang terkecil; manganahi, paanakhon, membungakan duit; (i)anakkon, anak putera atau puteri; anak-anak, yang kecil, juga: batang kursi tenung; bondar anakanak, tali air kecil. Anang, manganang, mengasami, mengasini, msl ikan.

Andaliman, tanaman cabai yang tumbuh di hutan.

Andalu, alu, kayu bulat panjang alat penumbuk padi; gas andalu, dikatakan tentang air mengalir sebegitu hebatnya hingga alu-alu kincir patah; manuk langkalangku andalu, tentang ayam kecil: begitu besarnya, sehingga bisa melangkahi alu.

Andang, mangandang, lih handang.

Andap, terbuka, jelas, lih tandap.

Andar, jelas kelihatan, tidak tersembunyi, transparan.

Andarahasi, tolahan andarahasi, pada ayam ramalan, pembuluh darah pada ayam jantan, suatu pertanda jelas.

Andarasi, sej semak.

Andarau, sej pohon kayu.

Ande, mangandehon hata, menyampaikan perkataan, menyambung pembicaraan.

Andigan, kata tanya: kapan, bilamana (menanyakan sesuatu yang akan terjadi); nandigan, kapan (sudah) (menanyakan se-suatu yang sudah terjadi); an-digan ni andigan, pernah, de-ngan memakai napi: tidak per-nah.
Andihit, sej pohon yang buahnya bisa dimakan.

Andilo, sej rumput. Andohot = andihit.

Andokandok, lih tandok.

Andolok, sej puyuh.

Andor, kata umum untuk tumbuhan menjalar, terlebih dikatakan sebagai pengganti gadong;andor hoda, caprifolium.

Andora, dada; P.B: mida rupa ndang tinanda roha; aha ma tandaon, dihuphupi andora, rupanya bisa dilihat, hatinya tidak; betapa tidak karena ditutupi dada.

Andorang, sedang, selama, semasa, selagi, sepanjang; andorang so, sebelum; andorang i, saat itu, di waktu itu.

Andos, (lih tandos), mangandos tu, bersandar kepada seseorang, bergantung pada seseorang; andos torang, menjelang pagi; andos potang, menjelang petang; andos mangan, menjelang waktu makan; mangandoshon, menyampaikan, melaporkan sesuatu; pangandosan, tempat atau instansi dimana bisa melaporkan sesuatu.

Andu, mahiandu, tinggal dan makan di rumah orang sambil bekerja sebagai pengganti bi-aya hidupnya.

Anduhur, tekukur, titiran; P.B.: turtu ninna anduhur, tio ninna lote; hata nauli i unang muba, unang mose,”turtu” su-ara tekukur, anduhur “tio” su-ara puyuh, semua kata-kata yang bagus kiranya tak meleset takkan luput.

Andul, luar biasa, jauh perbedaannya, lain, jauh lebih; andul hinauli ni dolidoli on, istimewa cakepnya perjaka ini; selanjutnya juga: sangat jauh, banyak (pada komparatif) andul umbalga, jauh lebih besar. II. mangandulhon, mengalihkan.

Andulpak, sej pohon kayu yang arangnya dapat dipakai sebagai mesiu untuk bedil.

Andung, ratap tangis, tangis terhadap seseorang yang meninggal (berirama dan bersyair), dipakai kata-kata tersendiri; hata andung, ungkapan-ungkapan tersembunyi; mangandung, melakukan ratapan tangis waktu orang mati; mangandungi, mengaduh mengenai seorang yang meninggal; meratapi; mangandunghon, meratapkan, mengaduh tentang sesuatu.

Andurabi, penyakit payudara perempuan.

Anduri, nyiru, tampi yang dianyam; marbalikbalik anduri, mudah berubah pendirian seperti nyiru gampang diputar.

Andurian, landak; lih duri.

Ane, aneane, manuk aneane, ayam yang mulai bertelur.

Angat, I. tipu, muslihat, akal untuk mendapat keuntungan untuk diri sendiri; mangangati, memperdaya, memperoleh lebih banyak keuntungan dengan jalan tipu muslihat; parangat, orang licik, suka memperdaya, suka merugikan orang lain untuk keuntungan pribadi. II. umangat, lebih baik.

Angga, I. Antian ni angga, hari ke-22 pada penanggalan. II. angga roha, berang, risih, tak sampai hati, kalau orang lain mempunyai sesuatu.

Anggap = gansi; anggaphu do nuaeng, giliranku sekarang.

Anggara, hari ke-3 pada penanggalan; anggara sampulu, hari ke-10 pada penanggalan.

Anggi, adik laki-laki atau perempuan, (laki-laki hanya memanggil adiknya sebagai anggi, demikian juga perempuan memanggil adiknya yang perempuan sebagai anggi; tetapi seorang saudara laki-laki memanggil saudaranya perempuan sebagai iboto (ito), demikian juga saudara perempuan memanggil saudaranya laki-laki sebagai iboto, ito;hahaanggi, hahanggi, saudara laki-laki yang lebih tua atau yang lebih muda bersama-sama; marhahamaranggi, bersaudara kandung, berabang adik; sianggian, yang lebih muda di antara yang bersaudara; anggia, vokatif dari kata anggi, hai adinda!; anggi ni posoposo, uri, plasenta; anggi juga: kemaluan, juga kata anggi dipakai mengatakan bahwa sesuatu kurang bernilai daripada yang lain (tentang manusia dan benda); anggingku do ho taringot tu parbinotoan, engkau masih adik saya dalam hal pengetahuan; rumah kecil adalah anggi dari rumah yang lebih besar.

Anggia, I. = agia. II. = vokatif dari kata anggi.

Anggiat, semoga, mudah-mudahan, supaya, agar, kiranya, moga-moga; anggiat ditangihon ibana hatangki, kiranya dia mau mendengarkan bicaraku; maranggiat, memakai kata anggiat.

Anggil, cadangan tabung bambu untuk menampung kelebihan tuak dari tabung besar.

Anggir, = panggir.

Anggis, memanjang, perlahan-lahan; manggisanggis, berbicara sambil bernyanyi atau mengaduh sambil menyanyi (tentang datu); manganggis, berteriak, bersuara keluh kesah, mengaduh.

Anggo, I. = ianggo, tentang, mengenai, kalau, perihal, apapun; anggo i do hape, kalau hanya demikian rupanya; anggo na nidokmi, tentang apa yang kau bilang; anggo ahu, lomo do rohangku disi, bagiku, aku suka itu, saya setuju. II. manganggo, mencium; parnianggoan, indera penciuman; sianggo timus, pencium asap, orang yang pergi ke mana-mana mencari makanan yang enak; manggoanggo, suka mencium-cium kesana kemari dan mengemis (tentang pengemis dan anjing).

Anggoni, tenggara, lih agoni.

Anggu, satu pasang, satu set msl ogung; seorang dengan siapa kita gampang sesuai; parangguan = rabanan.

Angguk, ratap, raung, jerit, tangis yang keras; anggukangguk, menangis, raungan, jeritan; mangangguk, mangangguhi, tangis keras dan terus msl karena kena pukul; angguk badar, meraung-raung, menjerit-jerit, manangis keras-keras.

Angguliman, sej kucing liar. Anggun, manganggun, menggoyang, mengayunkan; anggunang-gun, ayun-ayun, buaian; manggunanggun, berayun-ayun, o-leng-aling, bergoyang-goyang.

Anggundea, pisang (dalam bahasa kesurupan: begu siar).

Anggur, anggur; hau anggur, pokok anggur; tuak anggur, mi- numan anggur.

Anggus, manggusanggus, harum.

Angin, I. angin, kurang kencang dibandingkan dengan alogo; paranginan, tempat atau daerah banyak angin; daerah di pegunungan Toba; aloangin, soko guru; hata angin, kabar angin, desas-desus; simaranginangin, seperti angin, berlalu tanpa apa-apa, sesuatu yang tidak ada artinya; marangin sipurpuron, (And) meninggal dunia, mati; manganginangin barita, didengarkan berdasarkan desas-desus. II. ndang anginon, tak terbandingkan. III. tuhas simaranginangin, tuduhan yang tidak beralasan, yang samar-samar, dakwaan palsu.

Angir, bau busuk; angir langit dianggo, diangkatnya hidungnya ke atas, seolah-olah ia mencium langit, yaitu ia angkuh, sombong.

Angit, mangangit, menyirat, merajut jala.

Angka, para, tanda majemuk; angka jabu, rumah-rumah; kata angka ini hanya dipakai untuk memberi tekanan pada majemuknya, biasanya majemuk itu sudah jelas dalam konteks dan tidak perlu dipakai kata angka; angka on, semua ini; angka i, angka an, semua itu; angka na, semua yang; angka dia? mana? angka juga dipakai sebagai penunjuk pengeras sifat, menjadi prefiks di muka kata kerja: angka hitir, bergemetaran (mungkin asal kata: mangka seperti dalam Bahasa Angkola).

Angkadangan, lih hadang.

Angkal, akal, muslihat, kelicikan, penipuan; marangkal, penuh dengan tipu daya; angkalna do i, akal-akalan dia itu, akal bulusnya itu; parangkal, orang penghelat, penokoh, orang licik; angkalangkal, kelicikan, tipu daya; juga: sej kumbang yang nampaknya mati kalau ia dalam bahaya; na angkal, nakal, licik, penuh dengan tipu daya.

Angkar, mangkar, tidak selesai, pertengahan antara tidak masak dan masak; mate mangkar, meninggal di waktu pekerjaannya belum selesai; juga: sebelum anak-anak berkeluarga, sebelum peroleh anak; mangkar dope baro i, bisul itu belum masak; mangkar ulaon, pekerjaan belum siap; gadong na mangkarangkar, ubi yang dipanggang dan yang dipakai sebagai obat; mangkar mata, orang yang kurang lama tidur.

Angkat, mangangkat, melompat, melarikan diri mengenai budak atau pelayan; marangkal jial, beterbangan ke atas mengenai bunga api dan abu; siangkat lombang, sejenis jangkerik; mate mangangkat, (tentang perempuan) meninggal waktu melahirkan; tondi perempuan itu pergi dan meninggalkan anak yang baru lahir itu. Menurut pendapat orang Batak pada zaman dahulu peristiwa ini dianggap jahat, karena tondi perempuan itu tidak bersedia melindungi anaknya itu. Karena itu penguburan perempuan itu tidak dilakukan dengan hormat. Langsung dikuburkan pada tanah di bawah rumah; marniangkat ni hoda, sejauh kuda lompat: aturan perang kuno: kalau kedua belah pihak yang berperang masih famili satu sama lain, mereka tidak boleh memenggal kepala lawan mereka itu dan tidak boleh saling memakan, juga: tidak boleh kampung yang dirampas itu ditahan sebagai miliknya sesudah berdamai. Sebaliknya itu dapat dilakukan kalau mereka tidak berfamili.

Angkil, suara angkil, suara nyanyi; mangangkilhon, = mangoinghon, berceritera sambil menyanyi.

Angkin, nanti, menjelang malam; angkining (an), = angkin;nangkin, nangkining, nangkiningan, tadi, sebelum ini, ba-rusan, baru saja.

Angkip, mangkipangkip, sesak napas, merana hampir mati, tersengal-sengal, (mengenai o-rang yang mau mati).

Angkis, mangangkis, menyayat sedikit-sedikit, mengerat sedikit dari sesuatu.

Angkon, = ingkon, (Angk).

Angkola, I. = angkora, sapaan santun untuk gadis-gadis, wanita muda, saudari.II. daerah di Tapanuli Selatan yang mempunyai logatnya sendiri. Angkor, lih angkora.

Angkora, sapaan yang sopan terhadap anak-anak perempuan, hanya sebagai vocativus.

Angkup, teman, kawan, sekutu, rekan, peserta; angkup ni, serta, selain, daripada itu; udan angkup ni ambolas, hujan serta hujan es (harf hujan rekan hujan es); angkup ni i, selain dari itu, kemudian dari itu, lagi pula; ibana angkuphu manghatai, dialah kawanku berbicara; marangkup, berpasangan, ada penyerta; mangangkupi, menemani, menyertai; ndang angkupan, yang lebih baik tidak dikawani, yang tak berguna dibantu; jagar angkup, seseorang yang dapat diimbangi mengenai kekayaan dan kemuliaan kehormatan; mangangkup seimbang, serupa; angkupangkup, di kedua belah, pada kedua sisi.

Angkur, mangangkur, mengangkat kaki muka ke atas, melompat.

Angkutangkut, sej penyengat.

Angla, lih ahobar.

Angon, sepoi-sepoi; tarangonangon, mengembus dengan perlahan-lahan.

Angor, mangangor, memanaskan, juga: mempengaruhi; diangor api, dipanaskan oleh api, dihangati; masiangoran, saling menghangatkan, saling mempengaruhi, saling menolong.

Angsa, = hangso, angsa.

Angur,harum. Angus, pilek; anguson, terkena pilek.

Ani, manganihon, meregangkan benang; mangani, meregangkan benang sebagai persiapan untuk menenun; anian, alat peregang benang.

Anian, I. tandingan, bandingan; na so ada anian (na): tak ada bandingannya, tidak ada terbanding. II. alat peregang benang, lih ani.

Aning, I. manganing, menunggu (Angk). II. kata untuk meng-hantar pertanyaan: gerangan, bukan? III. aninganingan, kabar angin, desas-desus.

Anit, merdu (tentang suara), pianissimo.

Anjak, hal melompat, melonjak; manganjak, (= enjak), melonjak-lonjak, menari; maranjak, melonjak-lonjak, berlari (tentang kuda); juga: rajin bekerja mendapatkan uang; manganjahi hangoluan, menjajaki kehidupan, mencari nafkah, mencari keuntungan secara rajin.

Anjal, = hanjal, tidak beruntung, tidak berhasil, gagal (msl dalam dagang).

Anjat, sej burung.

Anje, = enjak.

Anjing, anjing.

Anjo, simanjoanjo, sangat mis-kin sampai meminta-minta kare-na kelemahan tubuh.

Anju, manganju, berlaku sabar, bersabar hati, toleran, berlapang hati; sianjuon do hami, bersabarlah atas kami; manganjuanju, selalu bersikap sabar dan toleran; roha na mangaju, sikap bersabar hati, sikap berhati lapang; masianjuanjuan, saling toleran dan memaafkan, sabar satu sama lain.

Annon, juga: annon pe, nanti, nanti saja, nannon, tadi, barusan.

Ansa, I. ansaansaan, teka-teki; lih hansa. II. ansa saoak, sej tanaman kecil yang bisa dimakan sebagai sayur.

Anse, I. Aceh; halak anse, orang Aceh. II. anseanse, sej tumbuhan.

Ansi, mangansi, menipu, berpura-pura, bersikap munafik; pangansi, penipu, orang munafik; ansiansi, pangansion, penipuan, kemunafikan; marpangansi, bersifat pura-pura, munafik, tidak jujur, cenderung untuk menipu; roha na marpangansi, sikap munafik, suka menokoh, berpura-pura.

Ansiat, ansiat ni, seperti, sebagai; (= songon).

Ansim, asin mengenai cita rasa; amsim lahi, (tentang makanan) pas, rasanya sedang, tidak terlalu asin dan juga tidak terlalu hambar.

Ansimansim, I. sej tumbuhan yang sering dipakai untuk makanan ikan agar lebih enak. II. moncong kerbau.

Ansimun, timun, mentimun, godanggodang ansimun, cepat tum-buh seperti mentimun mengenai anak-anak; siansimun, sej eme; andor ansimun, harta yang dengan sendirinya bertambah msl ternak; (uang yang dibungakan disebut andor ni jelok).

Ansisibang, sej kala yang tidak berbisa (kaki seribu), pandai memanjat tetapi tidak berani menurun dan dia tangis sebagai anak kecil; Songon ansisibang, seperti ansisibang dikatakan mengenai anak yang bisa memanjat pohon tetapi tidak berani turun.

Ansising, sej tolong.

Anso, I. mansoanso, berkeliaran, luntang lantung, mengembara kesana kemari, menganggur; anso, = asa, (Angk).

Ansok, keringat ketiak; ansok ni hata, sentilan, gangguan pembicaraan, interrupsi yang mengganggu pembicaraan sehingga tidak pernah dapat diselesaikan.

Ansolotan,keselipan daging antara gigi; lih solot.

Ansosohot, ansosohotan, bersedu.

Ansosoit, sej tanaman yang buahnya bulat dan jadi alat mainan anak-anak.

Ansosoran, ulat yang terdapat dalam bunga yang gigitannya sakit.

Ansoting, sej permainan anak-anak, dengan mencubit kulit tangan atas; maransoting, bermain ansoting.

Ansuan, tongkat yang dibuat dari batang kayu yang keras sebagai pengumpil untuk melambuk tanah. Kira-kira empat orang laki-laki bekerja berdampingan, disetiap tangan sebuah tongkat penggali seperti itu dengan mana mereka mengumpil gumpalan tanah yang besar.

Ansung,ansungansung, takaran bambu yang dipakai tempat cairan dan benda kering, isinya kira-kira satu gim; ansung ni tuak, tabung bambu untuk tuak; ansung ni sira, tabung bambu untuk garam; lih pansung.

Ansur, mangansuri, mengangsur msl upah.

Antahasi, sejenis pohon kayu yang kayunya keras yang menghasilkan balok yang bagus.

Antairir, sej ulat yang bisa di makan, juga: penakut seperti ulat tsb; antairiron, dalam ketakutan, bersifat penakut.

Antajau, (dari unte jau?) sej pohon yang buahnya berbiji-biji kecil, suka dimakan orang setelah dimasak atau mentah-mentah.

Antak, mantak, montok (Angk).

Antal, siantal, abit siantal, kain-kainan buruk.

Antaladan, sej tumbuhan, kaladium dipakai menyediakan tuak.

Antalaktak, = talaktak, nama burung; P.B.: antalaktak, jorbingjorbing, indahan ni mate borngin, malam itu adalah ma-kanan mata (untuk menolak tamu yang datang malam hari).

Antalme, sej ular kecil dan berbisa, yang pura-pura mati dan tiba-tiba menggigit, karena itu juga: kemunafikan, kepura-puraan.

Antalobung, sej rumput, yang berdaun lebar, yang dipakai sebagai makanan ternak; pada manusia menimbulkan rasa gatal dan ruam.

Antan, mangantan, menimbang, menimbang-nimbang di atas tangan, memeriksa beratnya atau nilainya; mangantan roha, menduga, memeriksa perasaan hati; mangantan gogo, memeriksa, mencoba kekuatan; parantanan, takaran, bejana untuk mengukur padi.

Antandongan, cendawan yang dapat dimakan.

Antantu, sej pohon kayu.

Antap, intap, dari dalam, sampai, hingga; ndang marantap unang rohana, tidak membuat dirinya lagi dibujuk sewaktu marah sekali.

Antar, jelas, demikian letaknya sehingga dapat dilihatnya dengan mudah; = andar; mangantarhon, mengiringkan tamu ke alaman pada pesta; juga: mengumumkan, merayakan secara terbuka (msl kemenangan); si antar, kota Siantar; antaran, yang dapat dilihat dari kejauhan.

Antaran, dua potong kayu yang dipasang sewaktu bertenun untuk menahan tenunan.

Antarasa, sej pohon, yang buahnya dipakai sebagai bumbu masakan. Antatadu, sej ulat dari lampusung (kupu-kupu).

Anti, sej pohon kayu, yang daunnya agak asam rasanya dan yang dapat dipergunakan sebagai tambahan pada ikan.

Antian, antian ni aek, hari ke-8 pada penanggalan; antian ni angga, hari ke-22 pada penanggalan.

Antik, mangantik, memukul sesuatu; mangantik hau, memukul-mukul pohon atau kayu untuk mengetahui jenisnya dan mutunya; mangantikkon roha, menguji kekuatan diri sendiri karena pertama kalinya mau membuat sesuatu.

Antimang, sej pohon kayu dalam hutan.

Anting, antinganting, anting-anting.

Antingano, walang sangit yang merusak bunga eme; antinganoon, terserang walang sangit (tentang eme).

Antirbong, jenis sayuran.

Anto, manganto, memperhatikan, menduga, mengerti, menjaga, membayangkan; mangantoi, mengerjakan sesuatu, mencampuri, memperdulikan; mangantoi hata, menarik kata pada dirinya; antoi, anggaplah itu seperti telah dikatakan kepadamu; ndang manganto rohana, ia ti-dak mengerti, tak menarik ha-tinya; antoanto, terkaan, du-gaan, persangkaan.

Antolis, cacian; antolis ni on, tidak ada urusanmu dengan itu, tidak perlu kau peduli. Antong, jadi, kalau begitu, maka, demikian, bahwa sesungguhnya, pula, memang, ayo, mari; antong borhat ma hita, ayo (mari) berangkat kita; kata antong menyimpulkan bicara sebelumnya; antong (dalam jawaban): maka, jadi kalau demikian; antong taida ma, maka, mari kita lihat; juga: ditempatkan di belakang kata sifat untuk memperkuatnya; na uli antong, cantik memang; sebagai pengganti kata antong dikatakan juga tong (ucapan kuat huruf t).

Antu, = tua, bahagia, makmur, sejahtera; marantu, berbahagia, makmur; nunga mago antuna, sudah lenyap kemujurannya.

Antualu, sej burung.

Antuang, sej pohon kayu.

Antu asu, sej anjing serigala.

Antuang, siantuang, sej pohon kayu.

Antuk, pentung, gada yang besar yang dipakai untuk memukul; antukantuk, idem; mangantuk, memukul; mangantukhon, memukulkan; marantuk, bertubruk, berhantam, berperang; masiantuhan, pukul-memukul, saling berpukulan; begu antuk, penyakit menular, msl kolera karena begu berjalan-jalan de- ngan alat pemukul dan memukulorang (semua penyakit berasaldari begu menurut kepercayaanBatak kuno); siantuk na risi, gayung untuk menimba air dari sampan (And).

Antul, muntul, memantul (tentang benda yang elastis msl bola); antul ni roha, sesuatu yang menyebabkan malu.

Antunu, sej pandan yang dipakai sebagai bahan anyaman.

Anturaparon, lih rapar.

Anturbung, sej tumbuhan paku.

Anturge, aek ni anturge, air yang terkumpul dalam tunggul pohon.

Anturmangan, sej pohon cemara yang bergetah banyak.

Antus, mangantusi, mengerti, paham, memaklumi; masiantusan, saling mengerti, saling memahami; ndang haantusan ahu, tak terpahamiku; pangantusion, da-ya paham; antusan, dapat di-pahami.

Anu, sianu, anu, sianu, si Polan yang namanya tidak bisa atau tidak mau disebut; si anu mandok, si anu yang mengatakan.

Aoangaoang, awang-awang, langit, angkasa, udara di atas kita.

Aok, = aek.

Aol, maolaol, bergoyang kian ke mari tetapi satu sisi terikat msl satu balok yang diikat sebelah; lih meoleol.

Aor, maor, tidak tenang, bergerak kian ke mari; maoraor, berkeliaran, selalu berpaling (tentang orang sakit); tidak tenang, ngelitis; juga tentang roh: labil, tidak tetap; lalap maor ho, ngelitis saja kau; sebentar-sebentar memulai dengan sesuatu tetapi tidak bisa menyelesaikannya; mangaor eme, mengacau, menggerayangi padi yang sedang dijemur lih haor, dan paor.

Aos,maos, aus, habis dipakai msl mata uang logam tidak nampak lagi gambarannya; juga dikatakan tentang peralatan, yang sering dan lama dipakai; hata maos, kata-kata klise.

Aot, maotaot, bertualang, mengembara kemana mana, berkeliling-keliling; paraotaotan, hal pertualangan; mangaothon tangan, meraihkan tangan, meraba-raba.

Apa = ama dan damang.

Apala, partikel, nafi yang diperkuat. I. apala (ditempatkan pada awal kalimat) samasekali tidak: seolah-olah; apala donganku ibana: seolah-olah ia temanku, yaitu samasekali tidak demikian; apala huboto, seolah-olah saya tahu, sama sekali saya tidak tahu. II. apala (partikel pengeras) sungguh-sungguh, justru; apala ho do mandok i, justru kaulah yang mengatakan itu; ruma apala na bolon, rumah yang luar biasa besarnya; apala na uli, cantik sekali; habahaba siapala utus, topan sangat dahsyat.

Apas, mangapasi, menganggap remeh, melecehkan, merendahkan; lih epes.

Ape, daun-daun yang tergantung layu pada batangnya; marapean, layu bergantungan pada jumlah besar.

Api, api; hau api, apiapi korek api; api naroko, api neraka; marapi, berapi; dolok na marapi, gunung berapi; kopal api, kapal motor; hureta api, kereta api; parapian, tempatmasak di dapur; na di api, wanita baru bersalin harus dekat api untuk berpeluh; huduk api, memunggungi api, yaitu baru melahirkan anak; tulong api, ular api, yang kepalanya dan ekornya merah warnanya; na so marapidiut, tak padam-padam marah, benci atau beraninya; dipangan api, terbakar, dimakan api; pagalak api, menyalakan api; api na so haintopan, api yang tak terpadamkan; apiapi, sej pohon yang kayunya merah dan dapat dipakai untuk menjadi papan.

Apian, mangapian (di) menginginkan hal seperti orang lain tanpa cemburu; lih hapian.

Apil, mangapil, menghafal, be-lajar; pangapilon, upaya meng-hafal; bilut pangapilon, ruang belajar.

Apir, mapirapir, tertinggal sendirian.

Apiung, sej tembakau.

Apo, mangapoi, mangapoapoi, menegur, mendorong, menyemangati, mengajak supaya rajin, memotivasikan; apoapo, kata penghibur, dorongan, motivasi, teguran; pangapoion, hal menegur, motivasi, animasi; ulos pangapo, hadiah dalam bentuk uang atau tanah yang diberikan oleh parboru kepada adik menantu laki-lakinya karena bersedia mengawini anak puterinya yang sudah janda; ia menikahi janda itu tanpa mahar, seolah-olah ia mewarisinya.

Apol, demikian letaknya sehingga orang harus jatuh di atasnya, letaknya mengganjal, bersifat menghalang; mapol, na apol, terganggu, bersifat menghalang; ndang adong na apol, mulus, tanpa cela mengenai kulit tubuh.

Apor, maporapor, sesuatu yang tersangkut dalam kerongkongan.

Apul, mangapul, menghibur; mangapuli, menghibur orang; apulapul, penghiburan; pangapulon, cara atau upaya penghiburan; siapul, pangapul, peng- hibur.

Apus, hapus, terhapus, basmi; apus ahu, (sumpah biasa) mampus aku, kalau aku…..; apusapus, penghapus, lap, atau apa saja yang dipakai menghapus; mangapusi, menghapus, membersihkan dengan lap; sai apus ma ho songon tangan binurian, kutukan; terkutuklah kau seperti kotoran tangan dibersihkan, persetan kamu; mangapus hoda, hajat syukuran dari satu daerah membasuh dan mengurapi kuda dengan unte pangir (jeruk purut) demi memohon berkat dewata; kuda itu tidak boleh dijual lagi. Biasanya seluruh negeri membawa persembahan yang diikuti dengan pesta jamuan makan.

Ara, mangarahon, mengajak untuk turut bekerja atau pergi ke pesta, lih ara.

Aran, menurun sedikit msl tentang sudut jatuhnya air sungai.

Arang, kayu arang; batu arang, arang; P.B.: suda arang so himpal bosi, arang habis besi belum tertempa, artinya: usaha besar-besaran tetapi tidak ada hasilnya.

Arap, mangarap, menanti-nantikan. lih arop.

Arar, tongkat, kayu penjolok, galah; mangararhon, memakai tongkat untuk menghalau; siarari, galah panjang, tongkat panjang.

Aras, I. maras, merasa kasihan, prihatin, bersedih karena melihat, mendengar tentang kesusahan orang lain. II. tulang punggung dalam bahasa tenung.

Arbab, rebab.

Arbe, marbearbe, bergantung-gantung mengenai benda yang panjang, lih harbe.

Arbis, menyinggung sesuatu, menggerakkan sesuatu; mangarbis, menyinggung tentang; pangarbis, garis singgung.

Ardom, sej penyakit kulit amat gatal, juga demikian disebut orang yang selalu menyusahkan orang yang ditemuinya.

Arga, harga, nilai, mahal, berharga; sadia argana? berapa harganya? arga huting, harga mati yang tak usah ditawar-tawar; lam tu argana, makin mahal; arga hata, bicara itu mahal, konsekwen, konsisten; mangarga, menawar, menaksir harga; mangargai, menawar harga; paargahon, meninggikan harga; argana i, betapa mahal; marnaarga, berbeda mengenai harga; arganan, lebih mahal, lebih baik (sebenarnya argaan) raganan lih kata ini; arga, kira-kira, sekitar (tentang angka dan nilai barang); arga dua, pal daona, sekitar dua kilometer jauhnya; arga dua dua puluh lima taon umurna, umurnya kira-kira (sekitar) dua puluh lima tahun.

Arhar, I. mangarhar, mencari musuh dalam semak-semak. II. pangarhari, ilmu tenung yang mempergunakan telur rebus, penenung lewat telur masak.

Ari, hari, keadaan cuaca, waktu pada hari, waktu pada tahun; arian, pada siang hari; narian, tadi siang; ariari, setiap hari; sadarion, (dari sada ari on) hari ini; nantoari, kemarin; nantoari sada, kemarin dulu; ginjang ari, hari penuh; tingkos ari,matas ari, tengah hari; guling ari, petang; botari, bodari, sore, malam; saonari (dari sada ari on), sekarang, saat ini; hos ni ari, pada tengah hari; siapari, sehari-hari; hangoluon siap ari, nafkah sehari-hari, kehidupan sehari-hari, nafkah setiap hari; harus diingat bahwa satu hari penuh mulai jam 06.00 pagi sampai dengan jam 18.00 sore, tidak dihitung hari tetapi malam; torang ni arina i, keesok harinya; ari raya, hari raya; parsadarian, yang memakan waktu satu hari msl dalan parsadarian, perjalanan sehari; patoluarihon, pada hari ketiga; manipat ari, sehari penuh, sepanjang hari; marholangholang sadari, berselang-selang satu hari; arian dohot borngin, siang dan malam; sadarina i, seharian itu; manjujur ari, meniti, memilih hari; ari logo, musim kering; ari rondo,ari udan, musim hujan; ari ngali, hari dingin; las ari, hari panas; las ni ari, panasnya hari; didadang ari, dipanasi matahari; na ro ari, mau datang guruh; tiur ari, dinihari; mata ni ari, matahari; siulubalang ari, terang harinya; P.B.: masiboan pordana tu langgu ni sasabi, masiboan rohana tu siulubalang ari, biarlah setiap orang sesuai dengan perilakunya, setiap orang adalah lain; ido pangalahona di siulubalang ari, itulah takdirmu di dunia ini; mata ni ari ni pat (tot), mata kaki; ariari ni jolma, usia, umur manusia; sori ni ari, penderitaan, nasib malang; ndang sadihari (dari: ndang sadia ari), tak sempat; sadihari (dari sadia ari), kapan ? mangan ari na pitu : terkena hari ketujuh, yakni satu dari tiap tujuh hari, adalah hari buruk, hendaknya jangan dimulai hal penting hari itu; napinangan ni ari, termakan hari, naas, sial; bona ni ari, marga yang dari dulukala merupakan asal bagi nenek perempuan kita, pantas dihormati; boru sadari, cacian: perempuan murahan, gadis yang gampang diperoleh; pangariarion, merasa sakit kalau kencing; mangarihon, menginginkan orang lain susah; dua anak na huarihon di hasiangan on, saya dikaruniai dua orang anak; holan sinamothi na huharihon, hanya hartakulah yang kupakai; ariari ni tondi, silih roh, korban kepada roh sendiri (ariari, nasib); marsiariari ni tondina be, mereka mohon penyelamatan roh masing-masing.

Arimbos, = alimos, sesuatu yang hanya samar-samar kelihatan atau sayup-sayup kedengaran; arimbos hubege, saya dengar selentingan (kabar burung), secara tidak langsung. Arimo, harimau buluh, macan loreng.

Aring, jaring untuk penangkap ursa.

Ariparip, sej kelelawar.

Arir, mangarirhon, menaburkan, menghamburkan; mangarirhon ha-tana, menguraikan, memaparkansegala macam dengan kata-kata; mangariri, menimba, menyendok air.

Arirang, bunga enau jantan; pada pohon enau di tempat ini dibuat irisan untuk mendapatkan tuak.

Aris, agak mirip, hampir serupa, menyerupai.

Arit, mangarit, mengukir, mengerat dengan pisau, meruncingi.

Aritia, lih artia.

Aritonang, nama daerah tepi Danau Toba.

Arnuarne, tiruan bunyi suling.

Aro, nama sej ikan laut.

Arop, mangarop, mengharap; arop ni roha, harapan, pengha-rapan; pangaropan, penghadangan; lih arap.

Arpas, marpasarpas, menggelepar-gelepar, menggeragau (burung yang disembelih).

Arpe, mangarpe, melingkar; (lih harpe).

Arsak, arsak ni roha, kesedihan hati, kemurungan hati; marsak, bersedih hati, berduka, murung; umumnya bersama kata roha, karena mengungkapkan perasaan; marsak rohangku, sedih hatiku; mangarsakhon, merasa sedih tentang, menyusahkan; mangarsahi, membuat bersedih hati, menyusahi; paarsakarsak, menyusahkan; diarsak na mate, diarsak na mangolu, yang mati bikin susah, yang hidup pun bikin susah; mate marsak, meninggal karena bersedih hati.

Arsam, I.resam, sejenis tumbuhan paku. II. siarsamarsam, dirusakkan, sampah yang tidak berguna.

Arse, daerah di Angkola.

Arsik, marsik, kering, kehabisan air, (tentang sungai, anak sungai); mangarsik, mengeringkan; siarsik ngarngar, sej racun yang bekerjanya lambat dan mengakibatkan penyakit yang sulit disembuhkan.

Arta, harta benda, milik; mararta, mempunyai harta; na arta, mahal, penuh nilai, berharga = arga.

Arti, arti ni mata ni ari, sinar matahari; arti ni bagas, cahaya matahari yang masuk melalui lobang dinding rumah ke dalam kamar. II. mangarti, memahami, mengerti.

Artia, hari pertama pada penanggalan.

Aru, sej pohon yang sangat rindang.

Aruaru, kerongkongan (jambar peniup serunai)

Aruk, mangaruk, menancap; mangarukhon, menancapkan, meng-hujamkan.

Arum, siarum sej sayur sama rupanya dengan bayam; maraek ni siarum, terus-menerus berair (tentang luka).

Arumas, sabut dalam daging dan di buah-buahan; juga: di dalam kayu, serpih kayu.

Arun, demam, malaria; marun, arunon, mendapat demam; arun hatoban, demam yang kumat pada malam hari saja.

Arung, alang-alang.

Arur, ende arur, sej nyanyian percintaan, puisi yang bersifat jawab-menjawab antara pemuda-pemudi; arur ni roha, dugaan, apa yang diduga; mangarur, menduga, menaruh pengertian pada seseorang.

Arus, I. mangarus, memperbanyak air susu dengan diet pada seorang wanita. II. mangarus rupa, menerka, mencoba menanda siapa orang ini.

Arut, I. mangarut, mencuri, mencopet, membongkar. II. mangarut, mengurut, memijat (Angk). III. partalitali haen niarutna, orang yang terang-terangan membawa barang curian di atas kepalanya; pencuri terang-terangan.

Asa, I. maka, jadi, baru (membuat kesimpulan dan menyimpulkan); di si pe asa, di situlah baru; dung pe asa, baru sesudah itu msl dung pe ro ho, asa alusanku ho, baru sesudah kau datang, kujawab; ndang pola leleng asa mardenggan nasida, tak berapa lama, maka mereka berdamai; asa i do hape alana, maka rupanya itulah sebabnya. II. agar, supaya, sehingga (menunjuk niat); asa unang, supaya jangan; asa anggiat, agar supaya; asa tung, agar kiranya, supaya mungkin. III. dari pada (dalam perban-dingan). IV. mangasahon,di-pangasahon, menganggarkan, mengharapkan akan, percaya; bisukna i dipangasahon, kelicikannya yang dianggarkan. V. mangasaasa, bermulut besar, menakut-nakuti orang dengan omongan, menantang berkelahi dengan omongan besar (mengenai orang yang mau membuat musuhnya takut). VI. mangasa gogo, (mungkin dari marnasagogo) membuat sesuatu dengan sekuat tenaga.

Asaasa, sej ikan laut kecil yang dikeringkan.

Asal, I. asal, asalkan saja; asalma hipas iba, asal awak sehatlah. II. bahan dasar, sumber; abit do asal ni harotas, kayulah bahan dasar (asal) kertas.

Asam, nilai, harga, berharga; mangasam, menaksir harga, menilai; na so marasam, tidak berharga, tak bernilai; ndang tarasam, tak ternilai, harga yang tidak dapat ditaksir.

Asang, mangasangasanghon = mangasahon; diasanghon gogona, menganggarkan tenaga, dia percaya atas tenaganya, mengandalkan.

Asap, I. mangasapi, menghasut, mengajak, menantang. II. mangasap, membakar kemenyan; mangasap daupa, mendoakan kemenyan. Asar, sarang burung, petiduran binatang; marasar, bersarang; mangasar, beranak (tentang ternak); asar ni poso-poso, rahim, kandungan ibu; P.B.: pulik asar ni lali, pulik asa leangleang, pulik na sinali, pulik na nilehon, lain sarang elang, lain sarang walet, lain hutang, lain pemberian.

Ase, mangase, membuat persembahan di ladang, agar tanam-tanaman di ladang bertumbuh dengan baik; pangaseon, tempat persembahan, tempat atau panggung untuk meletakkan persembahan.

Asi, I. kasihan, menaruh belas kasihan, sayang, rahmat; asi ma roham, kasihanilah; asi ma roha ni Debata, semoga Allah berbelaskasihan (ucapan tetap dan saleh dari orang yang beragama); asi ni roha, belas kasihan, pengasihan, rahmat; marasi ni roha, marroha asi, berbelas kasihan; asiasi, anugerah, derma, sedekah; mangasii, mengasihani; paasiasi, menyayang-nyayang; hasian, (dari na niasian), kekasih; anak hasian, anak tersayang; manghasiani, diparhasian, menganakmaskan; parasirohaon, sikap pengasihan, hal berbelas kasih; paasiasi ugasan, menyayang-nyayang benda (msl kenang-kenangan); huasi, rahmat, karunia; (lih huasi). II. = suhi; mangasi, membuat bersiku (kayu); na pinarasiasi, yang dibuat bersiku, tidak bulat. III. asiasi, dadu, alat main yang menguntungkan; asiasi tinimpus, sej sumpah (lih gana).

Asing, asing, lain, berlainan, berbeda (sian, daripada); umasing = asing; asingasing be, masing-masing berlainan; paasing, membuat lain; dia asingna, apa perbedaanya; na asing, na muba, yang berlainan, yang berubah; siasingasing, sesuatu yang disembunyikan, dirahasiakan; songon na asing rohana, ia mulai bersikap lain, agak gusar, agak lain jalan pikirannya; halak na asing, orang asing, pendatang, orang lain.

Asobe, tasbih, rosario.

Asok, perlahan-lahan, hati-hati (Angk).

Asom, asam; masom, masam; mangasomi, memberi asam; na niasoman, yang diasami; asomasom, asam (wajah) melihat marah; songon na mida asom, bergembira, bersuka hati (karena keluar air liur dari mulutnya); songon na pinoroan asom, bersusah hati, bersedih (seperti terhadap siapa asam diperas).

Asta, I. panjangnya lengan bawah, hasta, satu elo; mangastaasta, mengukur dengan elo; kemudian: menghina, merendahkan orang lain. II. asta, menyatakan keheranan: astaga!

Astu, mangastui, = mangantusi; astuan, makna, arti; marastuan, mempunyai arti (yang da-lam).

Asu, anjing, asu (kasar, sering kata mencaci); anak ni asu, boru ni asu, anak jahanam (sebagai vokatif); paasuasu, maki-makian dengan kata asu.

Asung, mangasungi, mangasunghon, menuduh, mencaci, memfitnah; pangasungi, pengumpat, pencaci, pemfitnah, orang yang suka bergunjing.

Asup, mangasupi, mengancam, menyindir, mengumpat, mengutuk; asupasup, ancaman dengan kata-kata.

Ata, mangata, makan daging mentah, yang hanya dipanggang sebentar (dari tata).

Atal, maratalatal marutulutul = manggalang.

Atap, bagian bawah periuk.

Atas, = ginjang; di atas, di atas; di atas ni, di atas dari; tu atas, ke atas; tu atas ni, ke atas dari; matas ari, tengah hari (harf matahari berada di atas); di atas ni ari Minggu, lewat hari minggu; si Atasbarita, gunung di Silindung; mangatasi, mengatasi, melebihi; mardiatasditoru, lengkap atas bawah (pakaian), punya harta dirumah, punya ternak di kandang (bawah rumah), yakni kaya.

Ate, ditambahkan pada pertanyaan: bukan? atehe = ate; juga: dikatakan tale = atehe ale; ate, juga: dipakai dalam jawaban dan berarti: anda lihat, itulah dia.

Ateate, hati, dalam psychologi Batak pusat penginderaan dan perasaan; karena itu sering sinonim dengan roha; parateatean, uluhati; mohop ateate, marah, panas hati; lambok ateate, senang, lemah lembut; hansit ateate, sakit hati, bersedih hati; metmet pe ateate ni rongit, ummetmet dope ateatengku, kecil hatinya nyamuk, lebih kecil lagi hatiku, murung sekali; mauliate, terimah kasih, merasa enak; mauliate rohangku, terimakasih; hamauliateon, rasa, ucapan terimakasih; parateate, pemarah, penaik darah, mudah tersinggung; atena, (=rohana),terserah dia; marateatehon, memperhatikan, menyimak; mangate, berani; simarateate, nama sej tumbuhan yang daunnya berbentuk hati.

Atehe, lih ate.

Atek, = atik.

Atena, lih. ateate.

Atik, mana tahu, mungkin, barangkali, entah, kalau-kalau, (juga: atek, aik, aek); atik boha, siapa tahu, barangkali; atik tung sura, kalau-kalau, boleh jadi; atik sering dihubungkan dengan kata tung (mungkin); atik tung mate ahu, kalau-kalau aku mati; atik pe, walaupun, sekalipun.

Atim, mangatim, meminjam, mendapat, beroleh, menikmati; mangatim di sangap ni raja do na sinuruna, utusan (wakil raja) mendapat kehormatan karena wibawa raja yang menyuruh dia, menikmati wibawa raja; pangatiman, seseorang yang menguntungkan orang lain karena mendapat dukungan dari dia.

Atup, I. mangatup, berani menghadapi seseorang; paatupatup, seimbang (kekuasaan dan kekuatan msl dua kerajaan). II. mangatupi, menyiapkan, mengatuk sekapur sirih, meramu sirih; sangatup, sebanyak dapat dimasukkan ke dalam mulut, sekapur sirih. Atur, atur, teratur; mangatur, mengatur; mangaturhon, memerintahkan, mengaturkan; maratur, teratur, rapi; paratur, keteraturan; aturan, aturan.

Au, = ahu; mangauhon, mengambil, merampas.

Auang, (= marauang), meraung mengenai anjing.

Auga, kuk kerbau; saauga, sepasang kuk; P.B.: ndang tarulahon sada halak dua auga dibagasan sansogot, tak mungkin satu orang menangani dua kuk kerbau dalam satu pagi, tidak bisa diharapkan dari orang mengerjakan sesuatu yang tidak mungkin.

Aum, suap (Angk); sangaum, sesuap.

Aun, mangaun, mengayun; parsiaunan, ayunan, jingkatan.

Aung, maungaung, memanggil-manggil.

Aup, maup, hanyut terbawa oleh aliran air; mate maup, mati hanyut, mati tenggelam; mangaupi, membuang ke dalam air; menghanyutkan; aupaup, sampah, kotoran yang terbawa oleh aliran air; aupaup ni Toba, cacian, sampah Toba, yang tidak bisa lagi dipakai disana.

Aur, maraur, dalam keadaan memanjang.

Aus, mangaus, piutang orang lain tentang mana diketahui, diam-diam diambil dengan keras; menipu, menyamun.

Aut, sekiranya, seandainya, andaikata, dalam kalimat bersyarat tetapi tidak dipenuhi; aut na tarbahen au, andaikata aku bisa (tetapi saya tidak bisa); juga dalam kalimat harapan: aut ahu ma nian raja, andaikata aku raja; aut ni, = aut; aut unang, seandainya tidak.

Ayat, ayat.

 B

Ba, I. kata seru menyatakan keheranan. II. sebagai kata penghubung: dan, seraya, ya; partikel di tengah kalimat: ia olo ho, ba denggan, kalau kau mau, ya baiklah; sering digabung dengan kata, da, baba, dong, nah.

Baba, mulut (kasar), moncong, lobang; sering dalam kata-kata cacian; baba pintu, tempat masuk dan keluar pintu; baba ni liang, mulut gua; baba ni mual, asal sumber air; sangkababa, sesuap, sepatah kata; marbaba, bermulut; rantei babam, sip babam, tutup mulutmu, diam kau; pababababa, memaki dengan kata baba; mambabai, mulai mengajar sesuatu; menggurui; anak sibabaan, pelayan yang selalu harus diberi petunjuk dulu, baru bisa berbuat; matubaba, membeli beras sebagai persediaan; pambaba, lidi enau, yang dipakai alat perajut benang tenunan.

Babandir, sibabandir, sej kumbang yang dalam bahaya berpura-pura mati; sej tanaman paku.

Babap, marbabap, runtuh, roboh.

Babi, babi; sibabi na bolon, racun yang membuat perut kembung; babi di eme, dikatakan mengenai orang yang berzinah yang tertangkap basah suaminya yang sebenarnya berhak membunuhnya di tempat itu bagaikan seekor babi yang terdapat di ladang; boru sibabi jalang, pelacur, lonte; babion dibahen butongna, tidur, bermalas-malas, kekenyangan seperti seekor babi; babibabi, sej lawa-lawa.

Babiat, harimau, macan; babiat sibolang, harimau berloreng; babiat balemun, harimau besar dan sangat ganas; parbabiatan, sarang, tempat harimau; mangido gogo tu gajah, mangido tongam tu babiat, mencari kekuatan pada orang yang kuat, kemuliaan pada raja.

Babo, marbabo, sibuk dengan kegiatan menyiangi di ladang, merumput di sawah pada waktu padi masih pendek; mambaboi, menyiangi, merumputi; baboan, musim menyiangi di sawah; di hamamasa ni baboan, di waktu menyiangi (di Silindung pada bulan Desember dan Januari), menyiangi dulu umumnya tugas kaum perempuan; parbaboan, ladang dimana orang menyiangi; ndang hababoan rohana, ia tidak dapat diperbaiki, sulit dibina, payah berubah sikap; parsoro ni ari na so hababoan, seorang penderita yang tidak lagi dapat dihiburi.

Babolhas, sej pohon perdu yang daunnya dipergunakan untuk penangkal (sipatolhas begu) sebagai persembahan makanan; bdk bolhas.

Bada, perkelahian, perlawanan, percekcokan, perbantahan, pertengkaran, perselisihan; marbada, bertengkar, bercekcok, bersengketa; marbadai, saling berbantah, saling berkelahi; parbadabada, orang yang suka bertengkar; mamadai, memarahi, mencaci; pabadabada, menggalakkan orang untuk berkelahi; aha badam tusi, apa perselisihanmu dengan dia; badabada biang, berkelahi seperti anjing; artinya: sebentar-sebentar bertengkar, lalu segera berdamai lagi; bada rohana, culas, pendengki, suka mencibirkan orang, suka mencari pertengkaran.

Badak, binatang badak, rhinoceros.

Badan, tubuh, badan, (manusia, hewan dan benda-benda), dasar arus sungai; marbadan, berbadan, mempunyai tubuh; badan ni ulos, bagian tengah ulos, sebagai lawan tepi mengenai ulos.

Badar, I. horbo si badar, kerbau berwarna kemerah-merahan. II. mangangguk badar, meraung-raung, menangis dengan nyaring.

Badia, kudus, suci, sakti, saleh, sering = sahala; sorur ma ho, ale badia ni gurunghu, awal dari mantera, berkenanlah dikau hai arwah sang guruku; badia hatahutan, = tunggal panaluan; habadiaon, kesucian, kekudusan, kesalehan; parbadiai, hormati (sebagai yang kudus); parbadia, = namarsahala, kudus, mulia, sakti; Tondi Porbadia, Roh Kudus; ulaon na badia, perjamuan suci, ekaristi kudus, misa; na sangap, na badia, mulia dan luhur, dipakai untuk Tuhan dan manusia.

Badoar, sej rotan yang menyerupai buarbuar.

Badoatan, goyah, berjalan tidak tentu.

Baen, = bahen.

Baeo = bayo; baean, = bayoan.Baga, bagabaga, sesuatu yang dijanjikan, janji; parbaga, (diparbaga), menjanjikan sesuatu untuk diri sendiri, mengharapkan, menduga; parbaga, marbagabagahon, menjanjikan; pabagabaga so mahap, janji yang selalu diperbaharui, tetapi tidak pernah ditepati.

Bagalbagal, kain topo, sepotong kain yang sudah buruk = siantal.

Baganding, sibaganding, ular yang berloreng dan berbisa; nama daerah dilembah Batang-Toru; dopa sibaganding, lih. dopa; sibaganding naga mangupar, = pandingdingan (And).

Bagas, I. rumah; marbagas, punya rumah, artinya berumahtangga; pabagashon, mengawinkan; pardibagas, = pardihuta, isteri, bini, parbagasan, perumahan, tempat rumah berdiri atau akan dibangun; mamagashon, meniduri perempuan; di bagasan (ni), di dalam; tu bagasan, ke dalam; mandok dibagasan roha, memikirkan dalam hati sendiri; ninna rohana dibagasan, pikirannya dalam hatinya; parbagasan, bagian dalam; marbagasan, disebelah dalam mempunyai pola lain daripada yang di luar (tentang pakaian); pande bagas, tukang kayu. II. mendalam, dalam, juga dalam arti kiasan; pabagas, mendalamkan; P.B: patimbo hadabuan, pabagas halonongan, tinggikanlah tempat kejatuhanmu, dalamkanlah tempat tengge-lammu, keberadaan yang disombongkan menjadi tulah atau walat kejatuhan seseorang; bagas rohana, dia arif, bijak; bagas lapatanna, mendalam artinya. Bage, I.= gabe. II. marbagebage, berbagai-bagai, bermacam-macam mengenai sifat; mar-bagebage sitaonon ni jolma, penderitaan orang adalah beraneka ragam.

Bagi, bagi, bagian; sambagi, sebagian; mambagi, membagi; mamagi dua, membagi dua; marbagi, berbagi; bagian, bagian; sambagian, sebagian, satu bagian; dipambagi, dibagi-bagikan; parbagi, penyebut pecahan; bagibagian, jatah; parbagian, pembagian; siak bagina, bagiannya: kemalangan, malang, melarat; marsiak bagi, malang, miskin; manolsoli bagina, menyesal, menyesali nasibnya; mardua di tangan, marbagi di roha, membagi secara jujur, sebab berhubungan baik satu sama lain, seimbang, adil, bersikap sosial.

Bagiaha, = manang aha (Angk).

Baginda, baginda, gelar raja (di Angkola biasa dipakai, di Toba tidak).

Bagot, pohon aren, enau; bagot ni posoposo, buah dada atau tetek ibu, payudara wanita (halus); mata ni bagot, mayang enau bakal sumber tuak; P.B.: bagot ni tonggi, bagot sibalbalon, paet na jolo i, ba tu tonggina ma tu joloan on, pohon enau yang manis, bakal penyadapan tuak, bersakit-sakit dulu, bertambah manis kemudian; P.B.: tinaba bagot rap dohot pangkona, didok pe hatami, sai adong do bahenonku alona, ditebang enau bersama batangnya, apapun anda katakan, ada padaku jawabnya, keras kepala, bandel; bagot ni horbo, susu kerbau; bagot ni ruma, ornamen alas dinding ruma Batak berupa empat buah payudara wanita perlambang kesejahteraan dan pengayoman.

Bagudung, tikus; anak ni bagudung, anak tikus, cacian, nama bagi pelanggar sumpah, atau yang bersumpah palsu.

Bagulan, = bolon.

Bagur, sibagur, katak yang besar.

Bagure, sej pohon kayu; sibagure tano, perdu yang keras kayunya, daunnya sering dibuat jadi sapu halaman.

Bagus, bagus, elok.

Baha, (diwarisi?) sifat, watak, perangai; i nama bahangku, itulah sifat saya; bahana do i, sifatnya demikian, kepribadiannya demikian.

Bahal, gerbang kampung; bahal batu, sebuah nama desa antara Silindung dan Toba; jomba bahal, upeti penduduk buat pemenang perang agar desa mereka tidak akan dihancurkan.

Bahalbahal, bahalbahalon, luka karena sering digosok, msl: hidung diwaktu flu.

Bahat, banyak (Angk).

Bahe, batu-batu kecil yang dipakai anak-anak untuk bermain-main; parsibahean, tempat anak-anak bermain; sibahe, batu.

Bahen, mambahen, membuat, membikin, memperlakukan; bahen, untuk; bahen aha ? untuk apa? dialap bosi do bahen rabi, ia mengambil besi buat parang; pambahen, pembuat; pambahenan, perbuatan; bahenbahenan, ramuan, ulah, pekerjaan msl: ajiajian; bahen, baik, beres (yang dikerjakan), buatlah; dipambahen, dibuat bermacam-macam; aha bahenonku, aku mau bikin apa? beha bahenon, apa boleh buat? tarbahen, bisa, mungkin; ndang tarbahen, tak bisa, tak mungkin; ala ni aha umbahen? apa sebabnya maka? karena apa hingga? dia alana umbahen mate ibana, apa sebabnya dia meninggal? umbahen na mulak ahu, on do, sebabnya maka saya pulang, inilah; dia umbahen manjua ho? kenapa maka kau menapik? dibahen, dibuat, dikarenakan, disebabkan; talu ibana dibahen otona, kalah dia karena bodohnya; dibahen hatam umbahen mago hami, karena omonganmu kami hancur; bahenon ni, = dibahen, tetapi dibahen menunjukkan suatu peristiwa yang sudah terjadi dan bahenon ni menunjukkan sebab, yang akibatnya masih dinanti; msl: sega ma hauma binahen ni ari logo, sawah akan musnah karena kemarau; dibahen i, disebabkan itu, oleh sebab itu, karena; dibahen i ma, itulah sebabnya, maka itu; dibahen i do, umbahen, oleh karena itulah, dari sebab itulah; bahenon ni aha? oleh apa, dibuat apa? disebabkan apa?; bahenonmu, akan kau buat, olehmu; bahenonta, oleh kita, akan kita perbuat, d.l.l.; sibahen na jahat, sibahen na so uhum, pelaku jahat, pelanggar hukum; sibahen na malum, yang membuat sembuh, obat; sibahen na horas, apa yang membuat kuat; juga: yang membuat mabuk; sibahen dame, pembawa damai, pendamai. Bahir, terpisah letaknya, tengah, tepi; sambahir, setengah; bahir, pada satu sisi; bahir rohana, kelakuannya tidak seperti biasa msl pada kesedihan; marbahir, pergi kesisi lain, mengasingkan diri; anak bahir, ada ketidakberesannya, cacat, timpang.

Baho, I. marbaho, mengambil kapur barus. II. baho, sej pohon kayu.

Bahon, mamahoni, membalas, membayar; mamahoni utang, melunasi hutang dengan bekerja rendah pada yang berpiutang; manjalo pamahoni, menerima kerja untuk mengganti hutang si pekerja.

Bahota, tondi sibahota, lih tondi.

Bahudung, marbahudung, menarik diri ke hutan dan tinggal sendirian melawan musuh, bila ia mati dalam perlawanan itu orang tidak akan memperdulikannya dan tidak diadakan pembalasan; parbahudungan, tempat dalam hutan dimana orang seperti itu berdiam.

Bahue, sibahue, sej burung hutan.

Bahul, bakul besar dari jerami untuk menyimpan beras atau padi; raja marbahulbahul na bolon, sikap raja, murah hati, pendengar yang baik, penuh timbang rasa dan berbudi luhur; bahulbahulhon ma i tu roham, camkanlah dalam hatimu, perhatikanlah itu.

Bahung, sej pohon kecil.

Bahut, I. ikan lele (kecil dan enak). II. bahutbahuton, menderita penyakit kelenjar yang bengkak, penyakit beguk, diobati dengan sibahut; sibahuton hata dibahen ho, terganggu pembicaraan gara-gara kau.

Baion, sej pandan yang dipakai untuk menganyam tikar dan bakul.

Bait, baik, cocok.

Baja, sej pohon yang getahnya menjadi bahan penghitam gigi; marbaja, memakai baja; mamajamajahon, mengoleskan (seperti baja) msl: gambiri pada luka; bajahon tu roham, camkanlah itu dalam hatimu; lan bajabaja ni rohana, dia adalah penuh dengan akal muslihat; suhut situtung baja, orang yang memulai bertengkar dan menjadi pokok pertengkaran itu; sibaja ihur, orang yang kalah dalam persengketaan, bila dua orang berselisih, maka orang yang kalah itu disebut harus melapukan baja dalam pantatnya.

Bajak, = Batak; sibajak parbinotoan, pengumpul ilmu yang rajin, seseorang yang karena kerajinannya cepat dapat memperoleh banyak pengetahuan.

Bajan, bagan, rancangan; juga goresan, bekas pola asli yang masih dapat camping; runtuhan kampung.

Bajang, anak bajang, anak yang lahir cacad, anak keguguran; juga sebagai kata cacian; aek bajang, air tuban-tuban.

Bajar, masih remaja, muda mengenai manusia dan binatang.

Bajaure, sej tumbuh-tumbuhan yang menyerupai simaremeeme, yang ditaruh dalam bubu sebagai pemikat bagi ikan.

Baji, bajibaji, baji (untuk memelah kayu); mamaji, membaji; sibaji hau tindang, sibola aek sasunge, yang membaji pohon tidak rebah dan yang membagi air sungai, yaitu orang yang mengadakan pecah belah antara orang-orang yang bersatu, pemecah belah.

Bajik, pertanda baik (dipakai dalam pustaha).

Bajiri, tikus kecil.

Bajo, marbajo, mengintip orang, pergi untuk menyamun orang; mamajo, menyerang orang; bajoan, tempat penyamun bersembunyi; parbajo, penyamun orang, perampok; mamajo hata ni si Anu, mengamat-amati perkataan seseorang.

Bajogit, bajogiton, terkejut, merinding ketakutan.

Bajora, I. sej tanaman berduri, serta buahnya yang pahit yang menghasilkan getah seperti baja. II. bajoraon, sangat terkejut.

Baju, baju, baju luar; bajubaju, = idem; baju partahanan, baju yang disalut dengan potongan-potongan besi; baju pamodil, baju yang dicat merah dengan dapdap yang dikenakan orang yang menembak di horja; baju ulubalang, kain panjang dari abit hasumba yang dikenakan oleh para pahlawan; baju udan, mantel hujan; anak baju, kemeja; marbaju, berpakaian, berbusana, dikatakan tentang perempuan yang belum melahirkan, karena selama itu mereka menutup teteknya; bila mereka telah mempunyai anak, mereka membuka baju itu karena lebih gampang menyusui anaknya; na marbaju, perawan, gadis, remaja; nunga tanggal bajubajuna, ia telah menanggalkan bajunya, yakni ia telah mendapat anak, itu juga dikatakan tentang binatang msl ayam; mamajui, mengawinkan satu pasangan dengan lilitkan mereka bersama dengan sehelai kain; di Angkola mempelai perempuan menerima baju yang dihias dengan mutiara; ari pamajuion, hari pernikahan; juhut ungkapan bajubaju, daging bagian dada hewan; bajubaju ni linta, tumbuhan rawa yang daunnya terapung-apung di atas air.

Bajur, baik, teliti, cermat, rapi mengenai pekerjaan.

Bajut, = hajut, tas.

Bak, gampang dibelah, mudah belahan.

Bakbak, mabakbak, terkelupas, mengalir (tentang air mata); mambakbak, melepas, mengelupas (kulit kayu); sambakbak ulumanis, sebungkus kulit manis, sebanyak sekali mengambilnya.

Bala, I. sekutu dalam perang; mamala, kawan-kawan yang diundang untuk perang dan memberi makanan kepada mereka (marhara); bala Toba, penyakit menular yang berasal dari Toba, kolera; balajau, penyakit yang berasal dari kejauhan; jambala tua (= longit), potongan daging yang dikirim kepada musuh sebagai pernyataan perang; pajongjong jambala tua, pernyataan perang. II. sibala, sej pohon hutan yang lembut, tidak cocok menjadi bahan bangunan.

Balage, pertikaian, perbantahan; marbalage, bertengkar, tidak sependapat; masibalagean, tidak cocok satu sama lain, saling menyindir, bertengkar, saling berbeda pendapat.

Balak, kotoran pada kulup penis.

Balanja, tabung bambu yang bercorot dan memakai tutup.

Balanjo, bekal yang dibawa di perjalanan, pangan, persediaan pangan, balanja (mungkin dari lanja, = bohal ni parlanja); juga: upah, gaji.

Balang, I. ali-ali, ketapel ayun = ambalangan; ulubalang, ahli bidik dengan ali-ali, pendekar. II. tidak mengena sasarannya; balang do danggurmu, balang do reongmu, lemparanmu tidak mengenai, lontaranmu tak kena.

Balanga, belanga, kuali dari besi; balanga saruam, sej kuali yang besar.

Balatuk, tangga; balatuk tunggal, sebatang kayu yang ditakik-takik hingga bisa dipakai sebagai tangga; santi balatuk, semua laki-laki bertanggungjawab untuk turut bertempur dalam perang (balatuk disini sebagai pars pro toto untuk seluruh rumah) pengaman tangga, penanggungjawab keamanan; balatuk sidean parnaehan, tangga yang mempunyai banyak anak tangganya, nama tangga rumah dalam doa-doa yang beralamat.

Balau, biru; mamalaui, membelau cucian, membirukan.

Balbal, pentung, kayu pemukul, belantan, gimbal, pukul dengan gada, banting; mambalbal, membanting, memukul, msl bagot yang harus dipukul lama sebelum tuak keluar; mambalbali, membantingi orang, memukul.

Bale, I. takaran, = 1/4 solup (= tangkar); mamalai, menjual padi dengan bale, maka: dalam jumlah kecil. II. balai, pondok kecil; bale ni na mate, rumah mayat yang kecil di atas kuburan; bale ganjang, tempat bermalam; balebale, gubuk-gubuk, pondok, teratak, dangau.

Baledang, nama sej ikan laut.

Balemun, harimau yang besar.

Balerong, belerong.

Balga, besar, gemuk, kuat; lam tu balgana, semakin besar; balga hatana, omong besar, membual, pembicaraan kasar dan menyakitkan hati; marsibalga, marnabalga, tidak sama besarnya, berbeda besar; habalgaon, besarnya; pabalgahon, memperbesar, memperluas; na balga, orang yang berkuasa, pembesar; balgana i, betapa besar.

Balge, = balga, besar.

Balging, I. sambalging, sekerat, sepotong. II. tidur tanpa selimut atau pakaian, telanjang.

Balguk, na balguhan, = na balga.Bali, diusir, dikeluarkan dari kumpulan, dikucilkan, menyeberang, menular (penyakit); sahit na olo bali, penyakit yang menular; parbali, penjangkit; pabalihon, mengusir, mengeluarkan, membuang; marbalibali, bersifat menular (ten- tang penyakit); habalian ni huahua, tempat pembuangan kuah, tumpuan ampas, orang yang selalu dituduh.

Balian, (berhubungan dengan bali) bagian luar, luar kampung; di balian, di sawah; di balian ni, di luar; tu balian, ke sawah, ladang; parbalian, laki-laki (suami) yang bekerja di luar (baliknya isteri yang disebut pardibagas, pardi-huta); bagian luar; parbalian,laki-laki yang bekerja di sawah atau ladang; dung salpu parbalian, bila para lelaki telah meninggalkan kampung.

Baliang, sej tumbuhan merambat.

Baliga, sisir pada perkakas tenun.

Balige, (= baliga?), nama kota pinggir Selatan Danau Toba.

Balik, terbalik, terputar, sisi sebelah, lain dari yang sebenarnya, salah, keliru; pabalik, memutar balikkan (msl kata-kata); P.B.: molo sipabalik tano, dodak lompanna, molo sipabalik hata juhut lompanna, pengolah tanah, berlauk dedak, pengolah kata, berlauk daging; marbalik, berpaling, memutar, murtad; marbalian mata, berputar-putar mengenai mata; sibalik mata, yang suka menipu, memperdaya seperti tukang sunglap; sibalik bija, = sibalik mata, juga sej parsili yang membuat penyakit berbalik; sibalik hunik, merah fajar, langit yang menguning di waktu pagi; balik buhu, unit perapian dapur yang terbuat dari kayu; marsibalik, mendelik (mata); baliksa, baliksa apala, apalagi, justru sebaliknya, malahan; di balik ni i, kecuali, sebaliknya; di balik ni pintu, di belakang pintu; pamalik, tengkulak, pedagang perantara; balikbalik, lapis jerami atau daun pisang untuk membagi daging; mamalikmalik, (dibalibalik), mengikat tangan orang di punggungnya; balikbalik angin, pohon yang daunnya putih-putih sebelah bawah dan nampak bila ditiup angin; balikbalik anduri, sej permainan pada mana belakang anak-anak satu sama lain mengenai dan tangan mereka saling berpegangan sehingga mereka terombang-ambing ke atas ke bawah; lih juga: anduri; balik, pisau dua mata; balik rohana, berobah sikap, berobah pendapat, dikatakan tentang seorang gadis yang berobah sikap terhadap seorang pemuda; balik tahe, (balik), malah sebaliknya; balik….balik, baik…, maupun (Angk) : barik…. barik); habalian, baliknya, lainnya, lawannya.

Balimbingan, motor bis yang kecil.

Baling, baling, berputar, serong karena angin; mamalingi, membengkokkan; marbalingan, berputar tentang benda-benda; baling, tang pembaling mata gergaji; balingbaling, baling-baling, msl alat mengusir burung dari sawah; marbalingbaling, senantiasa berputar-putar.

Balingbing, belimbing; balingbing hau, sej pohon tamarinde; balingbing andor, sej kacang tanah.

Balingkas, mamalingkas, memeriksa semua dengan tangan, mengacau-balaukan.

Balingkuhu, tungku dari kayu sebagai pengganti batu.

Balingsu, tarbalingsu (dari baling?), terkilir, keseleo, terpelecok (tentang tangan dan kaki)

Balintang, kayu pengikat pagar yang dipasang melintang.

Balisa, gelisah, tidak tenang; balisaon mata, mata tidak mau tidur.

Baliung, beliung; habahaba sipoting baliung, pusaran angin (dari baling).

Ballong, lambat, perlahan sewaktu berjalan dan dalam perbuatan.

Balo, balo roha, senang; pabalo roha, (= paombun) menyenangkan orang, membuat hati senang dengan mendengarkan orang; dipabalo, memberi reaksi atas obat yang dimakan.

Balobas, tongkat berbentuk belebas yang dipakai sewaktu bertenun, belebas; balobas ni hata atau ulaon), pokok utama.

Balobat, sej ulos.

Balobung, dalan balobung, jalan besar dan lempang (mungkin ada hubungan dengan lobung, lempang, terbuka, dimana musuh tidak ditakuti).

Balok, parit yang menandakan batas, batas, watas; marbalokhon, berwataskan; parbalohan, perbatasan; hotang pamalok, seutas rotan dengan mana orang menarik garis lurus di ladang untuk membuat parit-parit kecil antara batang-batang padi; hombar balok, tetangga terdekat, yang berbatasan langsung; paorot balok, menggeser patok batas; balokbalok, uang atau cincin dari pasien kepada datu agar penyakit itu tidak menular pada dukun; hau balok, pembidangan dari balok-balok besar di atas mana rumah dibangun (Angk)

Balom, getah pohon meang.

Balontung, bunga api yang berpui-pui di atas api.

Balope, daun pisang yang dipakai sebagai pembungkus sigaret.
Balos, mamalos, mamaloshon (tu), membalas, membalaskan; marbalos, berbalas, mendapat balasan; mamalos surat, membalas surat; pamalosan, pembalasan; balos ni, balasan, akibat dari (baik hal yang baik maupun hal yang jahat); uhum na roa balos ni uhum na denggan, budi dibalas jahil.

Balsak, marbalsakbalsak, memercik mengenai darah.

Baltang, ulat-ulat lalat yang terdapat di luka-luka.

Baltuk, na baltuhan, besar (hanya di Toba). Balu, I. mabalu, dalam keadaan janda, duda; na mabalu, janda, duda; manghabaluhon, balu dari mendiang si….; na hinabaluhon ni si B, janda/duda mendiang si B; sai huhabaluhon ma ho, cacian di antara suami-isteri; bagusan kau duluan mati. II. ronggur balu, petir dahsyat.

Baluam, sej pundi-pundi tempat uang.

Baluang, ikat pinggang dengan kantongan uang diselipkan.

Baluangja, rantai kecil pengikat tangan.

Balun, mamalun, gulung, menggulung (tikar); balunan ni abit, = balunan, simpul yang mengikat pakaian, dalam simpul ini disimpan segala sesuatu; paramak so balunon, seorang yang kaya yang sering kali menerima tamu sehingga tikar untuk tamu tidak pernah digulung.

Balungbalung, penyakit pada perkencingan anak-anak; balungbalungon, menderita penyakit balungbalung.

Balungun, begu sibalungun, hantu, penyakit yang berasal dari si Balungun.

Balut, mamalut, memalut, membungkus; mamaluti, membaluti, membungkusi; mamaluthon, membalutkan; balutan, balutan, bebat; tali balut, tali balut, untuk membungkus.

Bana, montan bana, = marhangoluan, lih ontan.

Banda, parbandaan, kuburan; mamandahon, mengebumikan, mengubur.

Bandar, pondok tempat bermalam, sering dipakai sebagai nama kampung; Bandar Pulo.

Bandat, lamban, berat, lambat.

Bandaulu, nama semacam tumbuh-tumbuhan yang harum baunya dan menyerupai banebane.

Bandera, bendera, panji-panji.

Banding, I. agak berjauhan se-dikit, tidak ramah lagi terhadap orang. II. terpisah; pabanding, menyampingkan.

Bandol, (tentang makanan) ke-ras, alot, kenyal; = bendel.

Bane, I. siala bane, pemberian (jatah) yang teman-teman sekampung menerima kalau seorang gadis dari kampung itu dinikahkan atau kalau sawah atau ladang dijual. II. banebane, tumbuhan yang berdaun wangi.

Baneara, tumbuhan yang kalau diaduk dengan arang, menjadi bahan pewarna kain (ulos).

Banga, lebar, terbuka lebar-lebar.

Bangal, kering tentang air susu wanita; tentang enau yang tidak menghasilkan tuak lagi.

Bangar, besar; lali bangar, elang besar; na bangarbangar, besar (tentang manusia dan ternak).

Bangbang, lebar, luas, lapang, longgar.

Bange, tano bange, sej batuan putih dan asam (tanah liat) yang halus dan lunak yang bisa dimakan karena dianggap enak sebagai sedapan.

Bangga, = banggal.

Banggal, besar, kuat; mabanggal, lebar mengenai dada dan muka, bertulang.

Banggang, = banggal.

Banggar, (juga banggal), besar, kuat.

Banggas, kuat, keras hati.

Banggik, sej biawak; rungkung banggik, sej pohon kayu.

Bangging, sambangging, sepotong, segumpal daging.

Banggor, sedikit serak, agak parau.

Banggua, sibanggua, = subang, dilarang.

Banggungbanggungan, sej ampang membawa daging.

Banggur, sedikit panas.

Banggura, sibanggura, sibanggua, bdk pungga.

Bangka, (= talha), takik pada balatuk; mamangka, menakik batang kayu supaya bisa dipanjat; bangka rohana, terluka perasaannya.

Bangkal, I. timbaho bangkal, sej tembakau Batak. II. bangkalbangkal, tidak subur (tentang tanah).

Bangkang, terlalu besar, terlalu tua; bangkang ompaon, terlampau besar untuk digendong; bangkang daging, kaku.

Bangkar, kulit pohon enau yang keras yang terdapat pada cabang bawah dan meliliti ijuk, bersama ijuk ini merupakan bahan yang berharga untuk menutup atap; bangkaran, bunting (tentang ternak); parsili bangkar, orang-orangan (parsili) yang terbuat dari pelepah enau, sebagai silih penangkal cedera wanita hamil.

Bangkara, wilayah dan tempat pemukiman Raja Sisingamangaraja di Selatan Danau Toba.

Bangke, bangkai binatang atau jasad orang yang meninggal; bangke ni duhut, = bangkiang, arun bangke, demam merana (silupa).

Bangki, sibangkion, air, gulokgulok ni sibangkion, = dengke, udang dan segala-galanya yang hidup di dalam air.

Bangkiang, rumput dan tunggul jerami di sawah yang sewaktu mengerjakan sawah itu dimasukkan untuk menjadi pupuk.

Bangkin, tidak senang, gundah, suram, murung; bangkin rohana tu ahu, dia tidak merasa enak pada saya, dia menentang saya.

Bangkir, I. sambangkir, satu rupiah; rupia bangkir, satu rupiah (bukan rupia tali; sada tali = 25 sen). II. mambangkir, memotong dan memelah hingga sisanya tak berarti; pabangkirbangkir, membelokkan ke kanan ke kiri; mabangkir, lepas (potongan-potongan kecil dari luka). Bangkiring, tali pengikat, msl kebaya pada pinggang (ganti kancing).

Bangkirison, kurus kering (tentang orang atau anjing).

Bangkit, bangkit, berdiri, dinobatkan (jadi raja); bangkit raja, dinobatkan jadi raja; pabangkit, mengangkat seseorang ke kedudukan terhormat; hababangkit, penobatan, pengangkatan, pelantikan.

Bangko, darah daging, perangai, khasiat, akhlak, tabiat, sifat, watak, perilaku (tentang manusia dan binatang); bangko hian, sifat alami, asli, sifat yang mendasar; bangkona i, sudah sifatnya itu, tidak dapat diobah-obah, lazim demikian; juga: pangalahona do i, lazim demikian, tidak dapat diobah-obah.

Bangkol, lamban bergerak, perlahan-lahan, sungkan, enggan, berat hati, tidak suka; bangkol rohangku, enggan aku, berat hatiku, saya tidak suka (lawan: gigir).

Bangkos, berbau tak enak, berbau busuk (mengenai nafas).

Bangku, bangku; marbangkubangku, berbentuk bangku, berbangku-bangku.

Bangkudu, bengkudu, air akarnya menghasilkan getah warna merah untuk mewarnai benang tenunan; P.B.: sinuan bangkudu, tigor dangkana, mardalan pangulu, ditimbang hinatana, bengkudu ditanam, dahannya lurus, kalau pemimpin berjalan, semuanya yang dikatakannya ia mempertimbangkannya. Bangkurak, = tangkurak, tengkorak.

Bangkurung, sej jangkrik hitam.

Bango, dewasa, bersifat kelaki-lakian.

Bangsi, sej kampak, beliung.

Bangso, bangsa, kaum.

Bangun, I. = domu, bangunan ni roha, kesayangan teman karib kepada siapa segala-galanya dapat dikatakan (= hasudungan ni roha); sabangunan, sepasang, satu perlengkapan; ogung sabangunan, seperangkat gendang; ulaula tonun sabangunan, satu set alat tenun; ulaula ni tungkang sabangunan, seperangkat alat tukang; mamangunmanguni, mengadopsi secara pesta seorang yatim-piatu dalam marga yang asal usulnya tak jelas. II. bangunbangun, sej tumbuhan sayur; bangunbangun ni begu, sej tumbuhan liar; bangunbangun na bara, sej tumbuhan liar.

Baning, kura-kura yang besar.

Banjar, I. deretan, baris; sambanjar, satu deretan, sebaris. II. = huta, kampung; P.B.: tais pe banjar ginjang, mandapot do i raja huta, bagaimanapun panjangnya sebuah kampung, terdapat juga pemimpinnya.

Banje, beres, tuntas, komplit; nunga banje, persoalan sudah beres; banjebanje ulaon, tuntas pekerjaan, beres pelaksanaan tugas tanpa gangguan, tidak terbengkalai. Bansat, lambat, lamban.

Bansir, terserpih; mamansir, menggoyahkan, mengeping, menyerpih; sambansir, sekeping; bansir panailina, pandangannya marah, marah kelihatan.

Bansor, iba, kasihan, sedih tetapi tak dapat menolong, menaruh sangat belas kasihan.

Bantal, bantal.

Bante, mamante bodil, menyiapkan bedil untuk ditembakkan; parbantebantean, sesuatu yang dipakai untuk membalas dendam; bantebante, sisa (uang modal) msl orang menjual kulit kuda mati, uang kulit yang sedikit itu disebut bantebante.

Banto, jaring untuk menangkap burung.

Banua, negeri, jagad, daerah, benua, dunia wilayah; banuaginjang, kayangan, jagad atas, benua atas tempat tinggal dewata; banua tonga on, jagad tengah, dunia ini, bumi ini; banua toru, jagad bawah, benua bawah, tempat tinggal begu; banua banyak dipakai dalam nama wilayah: Banua Rea, Banua Aji.

Bao, tingkat kekerabatan: isteri saudara laki-laki isteri seseorang; atau : suami saudara perempuan suami seseorang; juga: menantu laki-laki; dalam adat Batak dilarang keras menikahi bao, kalau menjadi janda; bao rohana, hatinya agak risih, mulai renggang yang sebelumnya akrab; anak baobao, semua orang dari marga lain daripada marganya sendiri, bisa mengawini puterinya, juga putera-putera seorang lelaki yang tinggal di rumah mertuanya, bao, juga: sapaan untuk seorang laki-laki; baobao ni api, boaboa ni api, lih boa.

Baoa, lelaki, seorang laki-laki, pria; baoa parhalang ulu, atau baoa parjuluon, pria sebagai kepala rumahtangga; baoa parbalian, pria, karena dia bekerja di luar (sawah, ladang); sangkar so baoa, perempuan yang berwatak laki-laki; baoa adi, lih. adi.

Baoang, bawang.

Baor, I. mabaor, hanyut, mengalir, terbawa oleh air; dibaori aek, dihanyutkan air. II. baorbaor, per di dalam jam, pelantik di dalam bedil, picu perangkap, jerat; baor ni hail, pelampung pancing, joran; pamaoran, sengkang.

Baot, baotbaoton, salah bicara, mencaci.

Bap, tiruan sesuatu yang rebah; marbabap, rebah.

Bara, I. kolong rumah, tempat tinggal ternak waktu malam, kandang; bara ni hoda, kandang kuda; pabarahon, memasukkan ternak ke kandang; sijalo bara, nama kerabat yang pada mengawinkan perempuan menerima bagian yang terbesar setelah parboru; bagian ini adalah tau pabaraon, yaitu yang dapat dimasukkan ke kandang, jadi ternak, oleh karena itu orang ini disebut juga pamarai, oleh sebab dia menerima mas kawin (= yang membawa ke kandang) bagiannya disebut juga upa pamarai. II. na bara, cokelat (tentang warna kuda dan pakaian); sibara mata, sej burung. III. barabaraon, pertanda usia anak kecil: berumur satu sampai tiga bulan.

Baragas, babi hutan.

Barak, barakbarak ni hambing, kandang kambing.

Barakbak, jaring untuk menangkap burung.

Barang, barang, benda, barang dagangan.

Barangan, sej pohon, yang bu- ahnya dapat dimakan.

Barangsi, = na so uhum, tidak pantas, tak senonoh, kurang ajar, kotor; hata barangsi, kata-kata tak senonoh.

Barani, berani; barani ibana, berani dia; habaranion, keberanian.

Barasbas, terlalu ramah di situasi yang tidak pantas.

Barat, melintang; pabarat, me-lintangkan; pamarati di hata,memutarbalikkan kata-kata; ba-rat pamerengna, matanya marah;Huta Barat, wilayah di Silindung; mamarat, melintang, me-malang.

Barbar, mambarbar, mengerjakan kayu atau batu dengan rimbas, menetak, mengampak, memarang; tungkang pambarbar, pengampak, orang yang ahli dalam merimbas.

Barebe, sej rumput.

Barerang, belerang; nota: sering huruf l dalam bahasa Indonesia menjadi r dalam bahasa Batak, msl layar – rayar; lapar – rapar; kelambir – harambir; iar – riar; luar – ruar; tano barerang, tanah belerang.

Bari, I. basi, mengenai rasa msl nasi, juga: citarasa dalam mulut; baribari, basi; daon bari, (obat terhadap rasa basi) sekapur sirih atau tembakau; manghabarion, memperdulikan sesuatu. II. bari = asi; bari roha = asi roha.

Baria, peka, mudah merasa sakit, msl tentang mata, juga: arti kiasan, mudah tersinggung.

Bariba, sisi, seberang, sambariba, sebelah, separoh; horbo sambariba, setengah kerbau; sambariba horbo, satu daerah yang bertanggungjawab untuk setengah kerbau pada pesta horja; sambariba musu, separoh musuh; parbaribaan, ukuran setengah hewan; jabu bariba, rumah sebelah; tabo hata sambariba, ucapan sepihak enak didengar (sebelum didengarkan pihak lain); ndang martopap tangan sambariba, mana bisa bertepuk tangan sebelah, satu orang saja tidak bisa mulai bertengkar; di bariba on, di pihak sini; di bariba an, di seberang sana; di bariba, di seberang, di luar negeri; di bariba ni, di seberang; di bariba ni dolok an, di balik gunung sana; tu bariba, ke balik, ke seberang.

Baringbing, balung ayam jantan; baringbingon mata, sej penyakit mata (yakni kelopak mata yang berdaging tumbuh); baringbing ni dolok, punggung gunung. Baringin, I. pohon beringin; parbaringin, = parsanggul baringin, agama kebatinan Batak, imam agama kebatinan, yang bersanggulkan daun beringin pada upacara kurban; manjungjung baringinna, mempertahankan wewenang, otonom, mandiri, tidak tergantung pada orang lain (dikatakan tentang harajaon atau desa yang mandiri). II. kuda atau ayam jantan (menunjukkan kelamin); marbaringin, (tentang hewan) bersetubuh; mamaringini, mengawinkan ternak.

Bariris, (ada hubungan dengan baris), berbaris, baris, teratur, berjejer.

Baririt, = bariris.

Baris, I. baris, jalan yang biasa dijalani hewan; P.B.: barisbaris ni gaja di rura pangaloan, molo marsuru raja, denggan ma nioloan, ia so nioloan, tumunda hamagoan, molo oloan, dapotan pangomoan, barisan gajah, di lembah pangaloan, bila raja bertitah, elok diyakan, bila tak diyakan, berakibat merugikan, bila diyakan, alamat keberuntungan; marbarisbaris, berbaris-baris, berjejer-jejer; barisan, barisan, jajaran. II. mamaris, memestakan seseorang yang baru luput dari tangan musuh, menyambut tamu agung atau orang yang baru dilepaskan dari pasungan.

Barita, berita, kabar, pesan, penghormatan pribadi; barita mago, berita buruk, kabar jelek; barita gabe, kabar baik, berita sejahtera; barita angin, kabar angin, desas-desus; barita na uli, Injil, Evangelium; barita las ni roha, berita suka cita; barita, juga: terkenal, masyhur; sega baritana, rusak nama baik; tarbarita, terkenal, termasyhur; mamaritahon, mengumumkan, memberitakan; parbarita na uli, atau siboan na uli, pembawa berita baik; natarbaritaan, amat termasyhur, yang paling terkenal.

Barjing, barjing panaili, marah, melihat dengan tak senang hati; barjing roha, tidak senang hati, merasa tidak puas.

Barjit, terasa mulai basi sedikit (tentang tuak).

Barnit, (= bernit), berduka cita, bersedih hati, perih, sakit.

Baro, bisul, abses, barah, borok; baroon, berbisul, bisulan; baro buni, disentri amubawi; baro rarat, kanker; baropapan, bisul yang keras; baro imbulu, bisul pada akar bulu rambut; baro ulok, radang pada limpah; baro habang, sengal, encok, jerawat; songon aeon baro, seperti sakitnya bisul, penyakit atau penderitaan yang tak memancing perhatian orang, sakit tapi tak bahaya (oleh sebab dia yang bisulan itu tidak dikasihani).

Baroba, = ambaroba.

Barobo, mambarobo, mencuri.

Barombom, besar (tentang badan manusia).

Barse, barsebarse, bakul dari jerami yang sudah tua.

Barsi, bersin; barsibarsi, bersin.

Baru, (pendekan dari imbaru), baru; taon baru, tahun baru.

Baruang, beruang; horbo sibaruang, kerbau yang ada bintik putih sekitar matanya dan punggungnya putih; biang sibarung, anjing yang ada bintik putih sekitar matanya.

Baruas, beruas.

Barubus, tempat dalam mana orang menyaring air abu untuk mendapat mesiu.

Barunjat, ulos barunjat, sej ulos.

Barung, satu duit, duit logam yang dulu berlaku. II. sibarung, burung bangau. III. barungbarung, gubuk, dangau, pengepungan.

Barungbung, lembah antara dua gunung.

Barunge, sej pohon kayu.

Barur, bekas pikulan, garis, kerut, jalur, balur, gerugut; marbarurbarur, berjalur-jalur, berbaris, berkerut, bergerugut (msl tanduk rusa); baruran, petak untuk tanaman msl kebunubi (gadong).

Barut, gondok; baruton, gondokan, bergondok.

Barutu, marbarutu, kasar, tidak rata mengenai permukaan, tidak mulus.

Bas, tiruan bunyi “bas”; marlabas, bunyi tembakan.

Basa, I. ramah, baik, karunia, murah hati, suka memberi; marbasa, berbaik, bermurah hati; denggan basana, kebaikan, kemurahan hati; mardenggan basa, bermurah hati; asi roham, denggan basam, doa: berbelaskasihan dan bermurahhatilah Dikau; basabasa, pemberian, anugerah; mamasamasahon, (dibasabasahon), meng- (di-) anugerahkan; ngenge basa, cacar air yang kecil dan tidak bahaya; dalmet batu pinasa, lambok soada basa, lembut batu nangka, berbicara manis tidak suka memberi, budi bahasa baik tanpa pemberian; uli basa = denggan basa. II. basa (dari =masa) menunjuk waktu yang akan datang, berikut; basa onan, pekan berikutnya; basa minggu, minggu yang akan datang; basa adui, kelak di kemudian hari; na basa onan i, hari pekan yang baru lewat; na basa minggu i, minggu yang baru lewat.

Basahan, = basan, kain yang buruk.

Basan, pakaian bekas pakai, basahan, celana mandi, celana yang dikenakan di waktu mandi atau pekerjaan kotor.

Basang, nae basangbasuhi, demikian disebut tataring (perapian) pada upacara persembahan (mangupa) sambil melumaskan makanan pada benda-benda tersebut.

Basar, I. ramah, manis, lemah lembut, suka memberi; basar manamuei, suka menjamui orang; habasaron, kebiasaan suka memberi dan menjamu orang, bermurah hati. II. basar, besar, agung; tuan basar, tuan besar. Basbas, mambasbas, mengeluarkan akar pohon dari tanah dengan memakai kayu dan baji.

Basbason, jerami dari ri atau hadudu yang dipakai sebagai atap.

Base, basebaseon, buruk, tua, usang, aus, lusuh karena sudah lama dipakai.

Basi, sejumlah uang yang masih
perlu dibayarkan untuk menggenapi jumlah itu: (= panendek, lih tendek).

Basiang, sej tanaman yang daunnya dipakai untuk menganyam.

Basiha, = tiang.

Basir, duri, benda tajam seperti bambu runcing yang dimasukkan ke tanah sebagai rancau terhadap musuh; hona basir, kemasukan duri atau benda tajam; tarbasir, idem; basirbasir, merasa dirinya seakan-akan ditusuk.

Baso, I. adat istiadat, adat sehubungan dengan apa yang terlarang; na umboto baso, orang yang tahu aturan, msl dalam pembicaraan; gilogilo baso, gangguan jiwa yang enteng pikirannya tidak waras. II. baso = hambar, hambar, kehilangan rasa aslinya; hapur na baso, kapur yang tak ada kekuatan lagi, tawar; baso parbinotoan, pengetahuan yang tidak tepat lagi, tidak persis. III. baso, bahwa dalam kalimat yang menegaskan; hudok baso hatangki, kukatakan bahwa ucapanku benar; juga: basa. IV. sibaso, laki-laki tetapi terlebih wanita yang karasukan roh; juga: bidan yang sekaligus: dukun; sibaso na bolon, medium; juga: sebutan roh ompu parsadaan ni sada horja, nenek bersama dari seluruh kesatuan persembahan, dari dia diharapkan berkat kelahiran anak. V. baso, berkurang mengenai kesaktian dan dukacita.

Basta, = isara; basta baoa, sifat khas lelaki.

Basu, mamasu, mencuci.

Basuhi, lih. basang.

Basung, tangkai kapak.

Batahi, cambuk, cemeti, alat penyiksa, tongkat.

Batak, mamatak, menunggang kuda tunggangan sambil memacunya untuk jalan cepat; batak hodami, larikan kudamu itu; piga dan batahonmu, berapa lama kau tempuh dengan menunggang kuda; habatahon, masalah batak, adat dan hukum suku Batak; manghabatakhon, menterjemahkan dalam bahasa batak, membahasabatakkan; batahi, tongkat penggiring ternak; arti kiasan juga: cemeti, cambuk.

Batang, batang kayu, dasar arus sungai, peti mayat; juga: pembantu bilangan; dua batang, dua buah, dua biji; batang ni hau, pertengahan batang kayu; batang aek, sungai; batang toru, nama sebuah sungai Batang Toru di Tapanuli Selatan, dimana aek Sigeaon dan Situmandi, bergabung; pamatang, badan, tubuh, sosok (kata asal: batang).

Batangi, sabatangi, sawah sebesar satu teras; batangi niapus, sumpah, hapus seperti pematang (lih. gana).

Batarbatar, rumah jaga dari mana orang mengamat-amati musuh juga: panggung bambu di atas air danau tempat para nelayan duduk sewaktu membuang jalanya.

Batara, I. Batara Guru, salah satu dari tiga dewata Batak. Gelar lengkapnya, batara guru paniangan, batara guru panungkunan, batara guru pandapotan, panungkunan ni uhum, pandapotan ni patik di jolma manisia, dalam doa Batara Guru serentak dipanggil bersama Soripada dan Mangalabulan (Malabulan) dan Mula Jadi Na Bolon, yang empat ini adalah dewa yang tertinggi; yang tiga pertama hanya disebut saja dewa yang tiga, ketiga dewa. II. bataraon, ganas, marah sekali; batara inaina, seorang laki-laki yang bertengkar dengan para perempuan di kampung.

Batas, batas.

Batil, panci masak untuk candu.

Batin, batin, dalam batin, tersembunyi, rahasia.

Bating, cerdik, pandai mengenai datu.

Batis, keping, penggal, kerat, potong; sambatis, sepenggal, sekerat, sepotong (msl sepotong kayu yang dipotong lu-rus); mamatis, memotong lurus.
Bato, bongkah tanah sebagaimana dipakai untuk mendirikan kubu (galogat); tano bato, kubu dari tanah; partanobatoan, idem.

Batong, potongan badan yang kuat dan buntak.

Batoran, = aturan.

Batos, I= batas. II. mamatos, mulai, memulai.

Batu, batu, batu timbangan, biji buah; batu garaga, batu yang ditemukan pada daerah dimana ada air belerang; batu bodil, batu api (hitam); batu rese (rase), batu kersik; batu ping, batu keras agak licin; batu peo, granit; batu parbue, batu pasir, lapisan tanah yang lama-lama mengeras; batu ranggisgis, batu apung; batu loting, batu api yang kemerah-merahan; batu mamak, batu yang sangat keras, batu karang; batu sindor, batu yang curam ke atas; P.B.: batu sindor na so hasigean, batu mamak na so hagairan, karang yang curam yang tak didaki, batu karang yang tak bisa digaruk, artinya: tak terkalahkan; batu arang, batu arang; batu ni manuk, telur ayam; batu harang, batu karang (sakit ginjal); batu harangon, penyakit ginjal; batubatu, pelir, dakar; batu holing, batu kilat, batu merah yang digosok buat pewarna ukiran batak; batu ni jala, batu pemberat jala; sira batu, garam bungkal; batuan = batu ni dasing, batu timbangan; batuan ni uhum, vonnis, keputusan pengadilan; batu ni sipanganon, uang yang diberikan serta makan sewaktu mengunjungi sanak saudara; batu ni ruma, hamba yang semenjak nenek laki-lakinya berada dalam rumah, satu ungkapan yang kasar; tano na batuon, tanah berbatu-batu; mamatui, menimbang dengan batu; juga: meletakkan batu dibawah balok-balok rumah sebagai alasan.

Batuk, batuk; batuhon, menderita batuk; batukbatuk, terbatuk-batuk terus-menerus; mamatuk, memberi tanda kepada seseorang dengan jalan berbatuk.

Bau, I. bau, berbau busuk; sibau indahan, seorang yang sangat dibenci sehingga makanannya berbau busuk; baubauan, segala sesuatu yang enak baunya; bau jobat, musuh, yang sangat dibenci; juga: tembakau yang berbau busuk. II. mambau, menganyam dengan kercut atau rotan.

Bauk, bulu pada tubuh, juga: janggut.

Baul, baulbaulon pamanganhu, saya salah kata.

Baunde, sibaunde, sej pohon kayu.

Baung, ikan baung yang menyerupai sibahut.

Baunge, ladang, seorang raja digelari nampuna tombak nampuna baunge.

Baus, sombong, congkak; bausbaus ni igungna, hal menarik hidung ke atas, congkak, tinggi hati; mambaus igungna, menarik hidung ke atas.

Bauta, I. berakhir, telah selesai hingga tak perlu lagi disebut (dari bau utauta? = bau busuk, jangan buka lagi). II. bauta ni huta, orang terkucil di satu kampung (dari bau huta?).

Bawa, lih baoa.

Bayo, orang, bung, lelaki; bayo an, lelaki ini.

Be, I. distributif, setiap, masing-masing, tiap-tiap, ditempatkan di belakang predikat; laho be ma nasida, masing-masing mereka pergi; dijalo nasida saotik be, mereka masing-masing menerima sedikit; masitopot hutana be, mereka pergi ke kampungnya masing-masing; masidok hatana be, tiap-tiap orang berbicara; asingasing be, tiap-tiap orang berlainan. II. Dalam kalimat ingkar: lagi; ndang be, tidak lagi; unang be mulak tuson, jangan pulang lagi kesini; unang be taringoti i, jangan singgung itu lagi.

Bea, = barang, manang, atau, hanya dipakai dalam pustaha.

Bean, bentu be yang diperpanjang.

Beang, pasung; tarbeang, terpasung; beangan, pasungan; mameanghon, memasung.

Beangbeang, tumbuhan air berbunga putih; beangbeang tur, sej tumbuhan yang daunnya dipakai sebagai sayur.

Bearbear, dubur, anus mengenai manusia dan binatang.

Beasa = boasa, mengapa, kenapa?

Beasi, = beasa.

Beat, sorong mengenai mulut, lih jeat; dipambebeati, menyerongkan mulut.

Bebe, mabebe, diputar, menjadi lembek dengan memutarnya; mambebe, memutar, memulas, menggulung, msl kulit kerbau; mambebe dihilala, terasa adanya royan; pambebe, royan; mambebe hoda, menjinakkan kuda dengan memutar kupingnya; pabebebebe, memutar-mutar kesana-kesini.

Bebeati, mambebeati, menarik mulut yang jelek untuk menunjukkan hinanya, lih. beat.

Bebeng, lih beng.

Bebenesan, = bobonosan, menjadi takut.

Bedu, kambing gunung.

Bege, umbege, mendengar; tarbege, kedengaran, terdengar; parbinegean, indera pendengaran; marparbinegean, dapat mendengar; marbinege, dapat mendengar; patubegehon (dipatubegehon), memperdengarkan; holan begena i di ibana, ia hanya mendengar (tetapi ia tidak melaksanakan apa yang didengarnya); pabegebege, menguping, mendengar-dengarkan.

Begu, I. roh yang mati, selama manusia hidup rohnya disebut tondi, bila ia mati akan disebut begu, sebagai begu ia ditakuti; kepada begu dipersalahkan semua penyakit dan semua malapetaka; oleh sebab itu begu adalah juga: roh jahat, hantu khayal; begu antuk, penyakit kolera; begu sorposorpo, penyakit yang timbul mendadak; beguladangon, tiba-tiba sakit sepulang dari ladang (diserang oleh begu yang tinggal di ladang); begu sorngot, terserang penyakit menular yang payah sembuh; hona begu, jatuh sakit; dipodomi begu, mimpi tertekan hantu; sipelebegu, animis, penyembah berhala; parbegu, idem; mamele begu, memberi sesajen pada mahluk gaib; P.B.: taganan do mangadop di jolma unang mangadop di begu, lebih baik berhutang pada manusia daripada terhadap hantu: ajakan untuk memberi sesajen; panganan begu, tempat sesajen di atas kuburan; begu aha, agiaaha, apa-apaan? apapun; begu aha soada, apapun tidak ada; tu begu aha? untuk apa? ndang huboto manang begu aha i, tidak tahu aku untuk apa itu; anggara na begu, hari ke-24 dalam bulan; lampulampu ni begu, kupu-kupu berwarna-warni (karena begu mempunyai yang terbagus). Cara hidup hantu itu dianggap janggal dibandingkan dengan hidup manusia, msl turun tangga dengan kepala ke bawah, tidur siang hari dan berjalan-jalan pada malam hari. Apa saja yang janggal; dinyatakan dengan kata-kata begu; usung begu, membawa barang secara janggal; ompa begu, menggendong anak secara janggal; tali begu, tali kasut,; macam-macam begu yang berkonotasi buruk: begu jau, begu toba, begu laos, yang membuat orang sakit tiba-tiba; begu antuk, begu nurnur, begu ladang, begu siharhar, begu siherut, begu surpusurpu, begu sorpa, begu pana, begu rojan, begu laut, begu sirumata, hantu biasa yang tinggal di udara; isaisa, somorsomor, begu namora, dewi air; begu namoraon, jatuh sakit karena dewi air. II. na begu, gagah berani (mungkin; seperti begu); habeguon, keberanian.

Beha, bagaimana; juga: boha; manang beha, bagaimanapun; manang beha pe, bagaimanapun juga; ndang adong beha rohangku, bagiku tak apa-apa, sama saja; beha do pangalahona umbahen, bagaimana rupanya sehingga….

Behet, marbehetbehet, (tiruan bunyi), mengembik, mengenai kambing dan domba.

Bejek = puspus, mengerjakan sesuatu dengan rajin; sibejek, uang.

Bela, sidang bela, nama begu.

Belbel, = bilbil, mambelbel, melepaskan daging dari tulang; mambelbel hata, bertanya-tanya terus-menerus sampai diketahui semuanya.

Belek, kaleng; tungkang belek, tukang kaleng.

Bellong, = bollang.

Belut, tajam mengenai pisau dan senjata; belut hatana, kata-katanya mengena; parhata belut, orang yang kata-katanya berterima, masuk dalam hati.

Benda, lambat, perlahan; diparbendabendai, lama memahami orang.

Bendat, = benda.

Bendel, (= bandol), kenyal, alot, sulit dikunyah; parroha na bendel, orang yang tidak ambil pusing dengan tegoran; P.B: hinarat hulinghuling sai bendelbendel, naroa do halakmanghuling molo sai mengkelengkel, kenyal kulit digigit, jeleknya orang bicara kalau terus tertawa.

Bendet, lambat.

Bendi, kereta beroda dua.

Bendul, habendulan pat, kaki yang telah lama sakit, tetapi tidak luka, hingga tidak bisa dipakai.

Bendung, marbendungbendung, berpaling.

Bene, penat, lesuh, letih; bene dihilala, lesuh perasaannya terus-menerus; binene i, lesu karena; dibene udan, ditimpa hujan non-stop; dibene sahit, dirundung sakit, dibene sori ni ari, dirundung nasib malang; dibene aek hauma, sawah digenang air terus-menerus (hingga tanah itu jadi lem-bek); sahit bene, sakit me-nahun.

Benes, = bonos; bebenesan, dalam harapan penuh yang menakuti, putus asa.

Beng, marbebengbebeng, berbunyi bagus mengenai uang, lih bong dan bobong.

Bengar, mamengar, menjadi bengkak karena panas.

Benge, ulat kecil; bengeon, berulat.

Bengel, pertumbuhan lambat (tanaman yang belum berbuah, walaupun sudah tiba waktunya); bengel tubu, terlambat keluar mengenai biji yang ditanam; bengel roha, lamban, lambat mengenai pengertian. Benget, sabar, tabah dalam menahan derita; benget ni roha, ketabahan, kesabaran; habengeton, ketabahan, kesabaran dalam penderitaan; pabenget roham, tabahkan hatimu, sabar.

Benggol, uang logam 2,5 sen.

Benggor, marbenggoran, = marpeolan, bengkok, miring.

Bengkot, = bengkuk; parbengkotbengkot ni roha, perangai yang tidak tulus, yang tidak adil.

Bengkuk, bengkok; juga: arti kiasan; pabengkuk, membengkokkan; marbengkukbengkuk, berbelit-belit, berbengkok-bengkok (kayu); habengkuhon, kecurangan, perangai yang tidak adil dan jujur.

Bensut, geringsing untuk menangis (anak-anak).

Beo, bea, pajak, retribusi, cukai.

Beom, I. mulai busuk hingga sudah bau. II. mameom, tertawan dalam rumah, menarok lama dalam mulut.

Beor, marbeorbeor, lari kebingungan tidak mengetahui kemana, menarik diri dari perkara lantas tak peduli lagi.

Berang, berang, marah.

Berber, I. mamberber, mengambil secara tersembunyi tanpa diketahui orang. II. sej kalong.

Berbur, bercucuran mengenai air mata. Bere, = ibebere, anak saudara perempuan, kemanakan laki-laki, kemanakan perempuan, juga: menantu laki-laki, juga: turunan anak perempuan namboru; bere, vokatif dari ibebere; parbereon, status keponakan, pertalian seorang laki-laki dengan kemanakannya.

Berek, marberekberek, menceret dengan gemuruh dalam perut.

Bereng, mamereng, melihat; pa-mereng, penglihatan; pamerengon, cara melihat; masibereng-on, saling memandang; paberengbereng, melihat-lihat, mene-ngok sesuatu.

Berjet, sej burung.

Berjing, = barjing.

Berjit, = barjit.

Bermut, bermutan, geringsing (msl rasa asam).

Berneberne, tanah yang mengandung air.

Bernekbernek, rawa-rawa (bornok).

Bernit (= barnit), sakit, nyeri, sengit; na bernit, yang sakit, memilukan; sitaonon na bernit, seorang yang menderita sakit, habebernit, kepedihan, sakit; pabernitbernithon, menyakit-nyakiti; bernit diae, pilu dirasanya, dia amat sakit; bernitna i, alangkah pedihnya, ah, betapa sakitnya; umbernit, komparatif dari bernit seperti rumaja, yang lebih mulia; hansit, sakit; humansit, lebih sakit.

Bernut, = bermut. Berut, marberutberut hatana, ia mencari dalih.

Besan, = bao; pinarbesan, = eda.

Besang, sangat lebat, kuat, garang; besang marbada, garang berkelahi.

Besbes, cerdik, sigap, lincah.
Besolot, beslit, surat pengangkatan.

Besteng, benteng.

Beta, sebutan untuk meminta seseorang supaya turut pergi, mari, ayo; beta ma hita, marilah kita pergi, marbetabeta, mengajak dengan kata beta; mametameta, idem.

Betak, = detak, = atik.

Betet, sibetet, gadis kecil (= sitatap) sebutan yang diberikan kepada anak perempuan kecil; orang tua menandakan kata manis ini juga anak perempuannya yang telah dewasa.

Beu, I. aek beu, limfa. II. sinuan beu = boru (And).

Beuk, steril, kebal, imun; beuhan ni manuk, telur ayam yang walaupun dieram, tidak menghasilkan ayam; halak na beuhan, orang yang dimasa penyakit menular tidak diserang penyakit.

Beul, marbeulbeul = mardandi, nakal, bangkang.

Beur, beurbeur, terlalu masak dimasak, kelewat masak.

Bia, = beha, bagaimana? Biahat, biahaton, ketakutan.

Bian, = binsan.

Biang, anjing; langelange bi-ang, berenang kayak anjing; biangbiang, bibit sej rumput yang dipakai anak-anak sebagai main-mainan.

Biar, takut; mabiar, takut; parbiar, penakut; manghabiari, menakuti; habiaran, yang ditakuti, tumagam habiaran, selalu saja takut (mida); ndang mabiar hami mida musu, bukannya kami takut pada musuh; umbiar, komperatif: lebih takut; mambibiari, (dipambibiari), menakut-nakuti (ditakut-takuti); marhabiaran, mempunyai rasa takut; on do biarhu, inilah yang aku kuwatirkan; aha ma habiaranku, apalah yang saya takutkan.

Bias, rasa benci, rasa bosan, muak; biasan, sangat membenci; marbiasbias (mida), merasa benci, bosan; parbiasbiason, rasa benci, rasa mual.

Biat, penuh sekali msl tentang payudara wanita.

Biak, = robar, biawak.

Bibi, I. bebek. II. mentah, tidak masak (tentang buah dan padi); bibi ni uma, buah mentah; bibion, waktu padi dalam bulir dan belum masak; mareme na bibi, (arti sembunyi) abortus, keguguran. III. pabibi singir, mengingatkan piutang.

Bibir, bibir, pinggir; dipabibirbibir, memaki orang dengan kata bibir msl bibir ni on, (kasar); na bibir, pengobrol; P.B.: niarit lili bahen pambaba, jolo nidilat bibir asa nidok hata, lidi diarit buat rajutan, hendaknya jilat bibir sebelum bicara, artinya: jangan asal ngomong, pikir-pikir dulu baru bicara. P.B.: sineat ni raut gambiri tata do daonna, sineat ni bibir juhut ma daonna, tersayat pisau diobati dengan kemiri, tersayat omongan bibir, diobati dengan daging; mambibiri, merajut pinggiran tikar, sumpit, keranjang dsb.

Bibis, mengalir, mengalir keluar msl air dari periuk.

Bibit, arif, bijak, cerdas, tajam ingatannya; na bibit di hata, yang ingat segala-galanya.

Bidal, bidalbidal, orang yang tak disenangi, yang dibenci orang.

Bidang, lebar, luas, lapang; pabidanghon, melebarkan, melapangkan, meluaskan; sadia bidangna, berapa bidangnya.

Bide, bidai, tikar yang dianyam dari rotan; balunbalun bide, sej kumbang yang menggulung dirinya di waktu bahaya.

Biding, tepi (= topi); pabiding, menepi, pinggirkan, menyamping, hingga banyak orang bisa makan dari satu piring; mamiding, menepi, meminggir; ulok bidingbiding, nama sej ular.

Bido, parbidoan, rumah (And).

Bidok, terbuka mengenai mata; pabidok mata, membuka mata; umbidokbidok, mengejapkan mata (tentang seorang yang mau mati).

Bigo, sibigo, sej burung berwarna kuning dan rupanya mirip dengan kepudang; marsibigo, mulai masak, mulai menguning (tentang buah).

Biha, = buha; pabiha, membuka.

Bihi, sibihi, saksi mata.

Bija, I. menikam, membunuh. II. sibijaon = tulang dan amangboru.

Bijak, bijak, arif, cerdik, cakap.

Biji, nilai uang; 8 duit = setengah uang.

Bikbik, mabikbik, robek, tercabik, koyak-koyak (tentang pakaian); masijarum bikbikna, masidungkap na tombukna, menjarum pakaian robek, menambal yang bolong. Nasehat kepada pengantin agar saling memperbaiki dan mengampuni kesalahan; sambikbik, sepotong kain yang koyak, sekali robek.

Bil, lepas, terlepas; ndang olo bil, tidak mau lepas.

Bilalang, rempela, empedal.

Bilang, mamilang, membilang, menghitung; bilangan, bilangan, jumlah; pamilang, pembilang pada pecahan; habilangan, bisa dihitung; ndang habilangan, tak bisa dihitung; bilangbilang, potongan kayu kecil untuk menandakan puluhan dan ratusan sewaktu menghitung, alat peraga untuk berhitung; bilang! pintor bi-lang!, seruan pada permulaan pertempuran: hitung siap hitung! (sej doa agar Allah menentukan siapa yang pantas me-nang); marbilangbilang tu dirim ma ho, itu jatuh padamu, terserah kaulah dengan segala akibatnya; pamilangina ndang tuk, sedikit saja untuk dihitung, sebab tidak sampai ratusan.

Bilbil, = belbel; mambilbil, mengelupasi daging dari tulang.

Bile, rendah, hina, papa, kecil (hingga tidak bisa dilawan); parbilean, mahluk yang hina, papa; bile sipasing, umbile ahu, kecil ulat capung, lebih kecil lagi aku, aku adalah lebih merana daripada ulat; sipasing, dikira sebagai pembunuh diri oleh karena ia sewaktu menjadi kepongpong menggantungkan diri.

Bilga, = balga.

Bilik, kamar dalam rumah batak dengan menggantungkan tikar-tikar.

Bilok, I. kotoran mata hingga membengkak; billohon, mempunyai mata yang berpenyakit seperti itu. II. kambing hasil persilangan kambing dan biri-biri (baster).

Bilola, biola, viola.

Bilolang, mata yang berputar-putar; bilolangon matana, memutarkan matanya kemana-mana karena takut.

Biltak, mabiltak (tentang kayu, kaca), pecah, memelah, retak. P.B.: mangalipathon ganjangmu ho umbahen na matimpul, mangompashon bolonmu ho umbahen na mabiltak, anggar kebesaranmu, hancur kau jadinya, kesombongan mengakibatkan kehancuran.

Bilulu, abit bilulu, beluderu; hotang bilulu, sej rotan.

Bilut, bilik, kamar; bilut podoman, kamar tidur; bilut panganan, kamar makan; marbilutbilut, berkamar-kamar; marbilutbilut rohana, pikirannya berbelit-belit, pikirannya pe-nuh dengan tipu muslihat.

Binaga, binaga ni roha, yang diharapkan dalam hati (dari: baga).

Binahen, lih bahen.

Binanga, (dari: banga?) sungai, wadi; P.B.: metmet binangana, metmet do dengkena, kecil sungainya, kecil juga ikannya, tak seorang pun dapat memberikan lebih banyak daripada ia punya.

Binatang, (dari batang?), bandingkan pahan: pinahan; dahan: indahan;binatang sering juga diserukan untuk memaki-maki.

Binbin, terkumpul, tumpuk; pabinbin, mengumpulkan, menumpukkan.

Binda, daging hewan yang disembelih, yang dibagi-bagikan di kampung; marbinda, menjual daging hewan.

Bindoran, bunglon.

Bindu, bab, babak, pasal; marbindu songon surat, margalung songon hauma, babak demi babak seperti tulisan, berpetak-petak seperti sawah; sambindu ma jolo, satu bab dulu; marbindubindu, berpasal-pasal; bindu matoga, penjuru angin, delapan penjuru, gambar-gambaran sihir yang digambar dukun di tanah waktu bernujum.

Binga, ulat darimana terjadi lalat; bingaon bugangna, ber-kuman lukanya, di lukanya adabanyak keremi.

Binggar, I. terbuka lebar-lebar: hudon binggar, periuk besar dari tanah. II. pegunungan batu karang; binggarbinggar, tempurung lutut. III. binggar sigadingon = batangi na tigor di tangga hambing, batas yang lurus pada teras ladang.

Bingkang, I. mamingkang, menarik keatas kaki hewan yang diikat. II. mamingkang, memotong gaji orang untuk membayar hutangnya (= potong).

Bingkas, I. sebab musabab, bermula dari; marbingkas, mempunyai sebab, bersebab, beralasan; dia bingkasna, apa alasannya?; parbingkasan, mula, sebab-musabab; marbingkas mago, marbinsir lonong, kejatuhan (kehancuran) ada sebabnya. II. bingkas, terpicu le-pas; mamingkas, lecot, menembakkan senapan; bingkasing-kas, bedil-bedilan; bingkasborngin, tembak-menembak diwaktu malam (pada perang yanghebat); bingkas, = tole, ayomari, maju (istilah perang);bingkas pusupusuna, ia menjadi marah, hati panas; mamingkasi bada, mencari alasan untuk berkelahi.

Bingke, I. bingke bibirna, komat-kamit bibirnya mau menangis, mulutnya bergeringsing, karena susah hatinya. II. tangkai daun, pelepah daun.

Bingkis, mamingkis, mengikat erat, ditutup rapat-rapat.

Bingkolang, samban bingkolang, tersandung oleh tanda bahaya, suatu hajatan yang terganjal oleh tanda buruk dalam ayam alatan yang disimak oleh dukun.

Bingkorang, = bingkolang.

Bingkurung, sej jangkrik.

Binong, terbenam, penuh air mengenai sawah.

Binsakbinsak, sej burung kecil yang berbunyi “isak”; P.B.: aha ma seaton di pat ni binsakbinsak, apalah mau disayat dari kaki binsakbinsak, artinya: apa mau dimakan dari orang semiskin itu?

Binsalsal, ulat besar yang berbisa dan berbulu putih.

Binsan, mumpung, selama masih beruntung, selagi, selama; binsan hipas iba, selama masih sehat walafiat saya ini.

Binsang, batu timbang emas yang bernilai 20 dollar.

Binsar, terbit (matahari); habinsaran, tempat dimana matahari terbit, timur; parbinsaran, orang-orang di sebelah timur; habibinsar ni mataniari, terbitnya matahari, ufuk timur; situndali mata ni ari binsar, orang yang membelakangi terbitnya matahari, seorang yang melawan raja; P.B: sipohol bungabunga, situndali mata ni ari binsar, idem.

Binsat,permukaan air naik, pasang.

Binsil, klitoris, kelentit.

Binsol, bengkak.

Binsusur, ulat pada tanaman kopi dan kelapa.

Bintang, bintang, lencana kehormatan; parbintangan, perbintangan; bintang sidongdong, bintang kejora; bintang pariama, lih pariama; te ni bintang, komet; sabur bintang, ayam yang berbintik-bintik putih.

Bintangur, kayu yang keras.

Bintas, baris, sambintas, sebaris, selajur.

Bintatar, sej pohon yang kayunya dapat dipergunakan; P.B.: bintatar pandingdingan, simartolu parhongkomna, sidok hata hagigian, soada hinophopna, bintatar merupakan dinding rumah, simartolu dinding luar, siapa mengatakan kata-kata yang keras, bagi dia tidak ada manfaatnya, omong kejijikan, apa gunanya?.

Bintoa, = bistoha = halibitongan, pelangi.

Bintuasa, sej ulat yang merusakkan padi, hama padi; ginagat ni bintuasa, ongkos tambahan pada perkara perselisihan, msl memberi makan kepada raja-raja.

Bintutu, nama sej kayu keras. Biobio, sej tumbuhan yang menjalar.

Biola, biola.

Bira, buah, sej keladi besar dengan daunnya lebar (mirip dengan suhat), umbi-umbinya dapat dimakan; sibulung bira, = hole (And).

Birak, geram, amarah, keseganan; hehe birakbirak, ia menjadi marah; manombo birakbirak, kambuh amarahnya.

Birara, biraraon, marah melihat.

Birasak, mamirasak do hatana, ia melibatkan dirinya dalam bantahan.

Birasul, bisul yang besar.

Birat, melimpah mengenai tetek.

Birbir, dan birbir, cendawan yang tumbuh pada kayu yang busuk.

Bire, tepi (= topi); mamire, membuat jalan di tepi; sapsap bire, tepi batu karang yang curam.

Bires, tepi; mamire, membuat jalan di tepi.

Biribiri, radang, tepi kelopak mata.

Birik, sibirik, birikbirik, sej burung yang suka berombongan.

Biring, luka yang dalam pada kaki dan payah sembuh; biringon, menderita penyakit seperti itu. Birnat, dibanjiri, kegenangan.

Birong, hitam, gelap, setiap warna gelap, msl langit biru atau laut biru disebut: bi-rong; marbirong, mamirong, menghitam; tar birong, agak hitam; pabironghon, menghitamkan; sibirong, si hitam, msl: kuda; sibirongon, penyakit menghitam pada padi; sibirong mata, simata hitam, bukan: sibontar mata, simata putih (orang Europa).

Birsak, birsak, mamirsak, memercik dengan air; mamirsakhon, memercikkan dengan air.

Biru, sej palem hutan.

Biribiru, kambing domba, biribiri.

Birungut, marah, berengut, bersungut-sungut, mengenai tampang muka; marbirungut bohina, cemberut mukanya, melihat dengan muka marah.

Biruru = buriran, lih burur II.

Bisa, racun, bisa (msl ular, harimau, serangga yang beracun); na bisa, yang beracun, berbisa; marbisa, bisaon, (juga: simaon), mengandung bisa atau racun; roha na bisaon, hati busuk, jahat, sifat yang berbisa.

Bisara, perkara, pengadilan.

Bisbis, bisbison, mata yang mengeluarkan air, mata yang berair-air.

Bisik, padi yang dihamburkan di kain rambu siporhas (parbisihan) untuk mengetahui bahaya apa yang akan menimpa.

Bisnu, wisnu, lih mamis.

Bistik, tempat batang bambu pada mana jala berempat segi (sulangat) digantungkan.

Bistoa, lih bintoa.

Bistok, cepat menangkap pelajaran, cerdas, pintar.

Bisuk, licik, cerdik, pandai, arif, licik punya akal (dalam arti positip tetapi terutama arti negatip); bisukbisuk, perbuatan-perbuatan licik; ha-bisuhon, kelicikan, kecerdikan, kearifan; marbisuk, licik, licin, bijak.

Biti, bitibiti, hal perbuatan mengadu, hal mengumpat; dibitibiti ahu, dia memanaskan hatiku dengan kata-kata yang membencikan.

Bitik, cerdik, licik, berpandangan jauh, cermat, prospektif, terarah pikirannya; bitik ma ho manangihon, timbang apa yang kamu dengar; mamitikkon, memutar kata, menjawab salah walaupun diketahui jawaban yang tepat; pamitihan, hal memutar kata, keterangan turunan suatu kata.

Bitis, betis; bitis ni tangan, otot lengan bawah.

Bitong, sibitong, pertengahan, sedang mengenai besarnya sesuatu.

Biungbiung, permainan anak-anak yang terdiri dari serpihan bambu yang dililiti benang (juga: biurbiur?) Biur, bulir mayang; marbiur, mulai berbulir; sangkambiur, sebulir, setangkai, sepotong; mamuro biur, mengusik burung bila padi sedang berbulir.

Bius, (juga bus), wilayah desa untuk mempersembahkan kurban, msl: si Lindung tanpa Si Poholon; bersama-sama mereka menyembelih kerbau; sambariba horbo, wilayah desa yang bertanggungjawab atas setengah bagian kerbau; sangkae horbo, seperempat kerbau; marbiusbius, secara wilayah desa-desa, menurut bius.

Biut, marbiutbiut, kusut, terpilin-pilin (benang); juga; lari tidak teratur (mengenai orang-orang pelarian).

Bo, (= ba!), ucapan keheranan; bo di aek, hai yang ada di pe-mandian, teriakan waktu mau melalui pemandian; marbodiaek, memperingatkan orang-orang yang mandi dengan seruan yang tersebut di atas.

Boa, paboahon, memberitahukan, mengumumkan, menyiarkan; tanda paboa las ni roha, pertanda penyampaian sukacita; boaboa, berita, kabar, pengumuman; sipaboana, sesuatu yang sudah lebih dulu memberitahukan peristiwa, pelopor yang mendahului, msl: air tuban-tuban pada kelahiran, isyarat, tanda-tanda, msl: kokok ayam pagi pertanda fajar; marboaboa, minta diri, berpisah; P.B: mangungkor honong bosi, porapora di babana, marpungu angka dongan masipaboa hatana, burung air menyelam, ikan paitan di mulutnya, berkumpul kawan-kawan, masing-masing berbicara; boaboa ni api, (= boaboa ni api), pembayangan udara yang terang merah yang berarti api.

Boan, mamboan, membawa; dipamboan, dibawa bermacam-macam, dibawai; masiboan rupana, berbeda-beda, harf: masing-masing membawa rupa sendiri; masiboan rohana, masing-masing membawa pendirian sendiri; tarboan ro-ha, terbawa kemauan sendiri; diboan rohana ibana, hatinya mendorong dia (walaupun, msl: tubuhnya lemah dan sakit); mamboan hata, membawa pesan, amanat; mamboan gora, membawa sengketa, msl: seseorang yang karena kehadirannya di satu desa, desa itu ikut bersengketa atau karena dia pelarian, maka desa itu terlibat; diparboanhon ibana sahitna, ditahankannya penyakitnya, sakit tapi berlaku seakan tidak sakit; boanboanon, macam-macam barang; boan, ternak yang dipotong untuk perhelatan orang meninggal (= siboanon ni na mate); boan ni boru, barang (pemberian) yang dibawa mempelai perempuan untuk suaminya dalam pernikahannya (= pauseang).

Boang, hiasan, juga hiasan pada pidato; tanduk boang, sejenis ulos yang dibawa para ibu di atas kepala; P.B: songon tanduk boang godangan jinujungna, membuat dirinya hebat tetapi bukan demikian sebenarnya.

Boasa, (dari boha asa = beasa), mengapa, kenapa?; boasa tung? kenapa gerangan?

Bobak, kulit binatang; mambobahi, menguliti; mambobak hurumna, mencerkau pipinya; mambobak bangkar, mengambil bangkar (dari pohon enau); mambobak di, berkeuntungan besar pada suatu barang jualan.

Boban, I. beban (= siboanon), muatan, berkas, bungkusan; marbobanboban, mengikat dalam berkas-berkas; hoda boban, kuda beban. II. boban, = tama.

Bobar, berlimpah mengenai hujan dan hutang.

Bobat, I. ikat pinggang. II. bobat dagingna, tubuhnya pada bagian pinggulnya adalah lebar.

Bobok, I. mambobok, mengikat bersama-sama; bobohan, berkas msl: kayu; sihalung bobok, kerbau yang tanduk melengkung ke bawah. II. marbobok, heran, tercengang-cengang.

Bobol, mambobol, menyimpan se-suatu untuk dirinya yang sebe-narnya harus diberikan kepada orang lain.

Bobon, na mate habobonan = na mate sumalin, begu seorang perempuan yang meninggal sewaktu melahirkan.

Bobong, uring-uring kumbang berdengung; marbobong, suara kayu hampa kalau dipukuli.

Bobonosan, lih bobos.

Bobor, mambobori, tidak tumbuh lagi, sudah dewasa mengenai tanaman.

Bobos, termangu-mangu, silu, bobonosan, sangat termangu-mangu.

Bodak, sibodak, sej nangka (pinasa) yang tumbuh liar di hutan.

Bodari, (dari: bot ari), malam, pada malam hari; bodari on, malam ini, malam nanti; bodari sogot, bodari marsogot, besok malam; na bodari, tadi malam; bodarina i, malamnya itu; bodaribodari, selalu pada malam hari; bodari ni marsogot, nanti malam; pulang bodari, demikian miskinnya tiada makan pada malam hari; rambon bodari, senja.

Bodat, sej monyet; mambodatbodat, berlakon seperti monyet msl: naik pohon; ansimun ni bodat, rambatan yang buahnya dimakan monyet dan anak-anak.

Bodiaek, lih bo.

Bodiar, bodiar mata, (tentang manusia dan kerbau) memutar-mutar mata karena takut atau marah; bodiaron, mata berputar-putar.

Bodil, bedil, senapan; mambodil, menembak dengan bedil; mamodili, menembaki; mamodilhon, menembakkan sesuatu msl peluru; bodilbodil, senapan anak-anak, bedil-bedilan; bodil aek, semprot air; bodil meriam, meriam; sira bodil, mesiu; masibodilan, saling menembak; pasibodilan, ajang pertempuran, medan laga; sibodil, sej ikan sungai; sambinodil, sejauh satu tembakan; duambinodil, sejauh dua tembakan.

Bodo, bodoh; habodohon, kebodohan.

Bogar, bogarbogar, mandar sederhana, selubung bahu, kain penyelubung, rok perempuan. Bogas, bekas kaki, jejak, tugas, pekerjaan, usaha meminang gadis; adong bogasna, maksud untuk kawin; mamogas, mengikuti jejak buruan; marbogas tangan tu, memukul seseorang dengan tangan; marbogas ulubalang, bekas pahlawan adalah nyata yaitu ia membunuh seseorang atau melukai; hutanda do bogas ni tanganna, saya tahu hasil kerjanya; ndang habogasan, tidak terjejaki, tak terpahami; P.B.: munsat so sae bogasna, teba indahanna so butong butuhana, beranjak sebelum usai kerjanya, meninggalkan nasi bersisa tak kenyang perutnya.

Bogol, manuk bogol, sej ayam besar.

Bogorbogor, sej mandar.

Boha, = beha; bohabohaon, ra-gu-ragu, gusar, kuatir, ragu, hingga orang selalu bertanya dengan boha.

Bohal, bekal, nafkah, persediaan makanan, umur hidup; suda bohalna, habis bekalnya yaitu ia akan mati; mareak suda bohalna, hingga meninggal, menjelang ajalnya; hasusuda ni bohal, akhir hayat, ajal.

Bohang, lebar; pabohangbohang andora, membusungkan dada.

Bohat, bohat do, seruan geram menyenangi kesusahan orang lain: itu bagus!

Bohi, I. wajah, muka; adop bohi be, berhadapan muka; bohibohi ni bagas, wajah rumah, bagian muka rumah, roman muka. II. jaminan, cengkeram, panjar, petaruh; bohi ni garar, panjar pembelian (hutang).

Boho, betul, tepat, memuaskan, meyenangkan, mengena (tentang menghitung); boho sataon, tepat setahun; mamoho, menetapkan jangka waktu.

Bohom, mamohom, mengisap darah demi pengobatan orang sakit.

Boi, itu boleh, itu baik; boi do? bolehkah? dapatkah?

Bojak, kodok, katak; marbojakbojak, dalam keadaan embrio; bojak siranggan, sumpah; sumpah pada kodok: yang bersumpah menghancurkan kodok sambil dengan mengatakan bahwa ia boleh rebah dengan anggota gerak yang patah bila mengatakan yang tidak benar.

Bojiboji, sej pohon, yang kayunya dipakai sebagai bahan bakar.

Bojok, (biasanya dengan roha), frustrasi, putus asa, murung.

Bojol, kegemukan, berat, gendut, lambat msl: kuda.

Bok, marbobok, heran, tercengang-cengang.

Bola, I. mabola, belah dua, pecah; angka bola, idem; bola dua, terbelah dua; mamola, membelah; mamolai, memelahi, dijadikan dua; sambola, setengah, sebelah; bolabola, belahan, pecahan, juga usaha pecahbelah; mamolamola, memecah, menceraikan orang atau kelompok, berusaha supaya hubungan baik msl: antara suami-isteri retak; pamolamola, pemecahbelah orang yang bersatu; pamolai, pemecahbelah, pembuat perselisihan; sibola huta, perusuh kampung; bola panjang sahuta, idem; bola piak, terbelah di tengah-tengah; marsambola, memelah dirinya dalam dua bagian, berbelah pihak; sibola monis, pemelah menir, orang kikir, pelit sekali; bola pinang, bandingkan pinang; tali bolabola, serudung, pengikat kepala kerbau; P.B.: nilompa tiung, angka silgang angka bola, di jabu pangaririt, di toru pamolamola, memasak tiung yang terbelah, di rumah berada peminang gadis, di bawah rumah berada pemecah belah; sibola bubungan, sej ular. II. sibola, sej pohon kayu berdaun merah.

Bolagan, kelompok bulir padi yang baru dipotong yang didirikan di ladang.

Bolak, lebar, lapang, luas; pabolakhon, melebarkan, memperluas, menghamparkan; silalahi na bolak, nama danau dan pantainya di Utara Danau Toba; padang bolak, padang luas, nama wilayah di Sipirok Angkola; bolak roha, terkecut, kaget; bolak ni gaor, yang paling gelisah, teramat ribut (mungkin seperti = sungkot ni); bolak ni hinadenggan, yang paling cantik, teramat bagus, keelokan.

Bolan, sitabolan (= sitabu-lan), pemisahan, belahan di tengah pada rambut wanita.

Bolang, belang; marbolang, berbelang mengenai binatang; sibolang, kain ulos yang berbelang; kuda dan anjing yang berbelang. Bolas, itu dapat, itu baik, boleh, sanggup, bisa; juga: na bolas.

Bolat, pemisahan, batas, sesuatu yang dibatasi; mamolat, memisah, membatas; bolatbolat, pemisahan; marbolat, berbatas, dipisah.

Bolbol, tumpul, lebar dan tidak runcing; hata bolbol, ucapan yang tak kena di hati, ngawur, simbolbolon, menderita penyakit sembelit.

Bolean, kain ulos yang bergaris hitam dan putih.

Bolga = balga; si Bolga, kota pantai, pelabuhan di barat Sumatera Utara; marsibolga, sering pergi ke Sibolga berbelanja.

Balgang, mamolgang, memasak daging atau ikan tanpa garam.

Bolgangbalging, potongan daging yang belum dicincang, bingkah tanah, gumpalan.

Bolhas, = tolhas: habobolhas, sej rumput.

Bolhup, mabolhup (mabulhap) = mabola.

Boli, mahar, mas kawin; pabolihon, menjual seorang gadis, mengawinkan; mangalehon boli, menyerahkan uang mahar.

Bolis, sibolis, iblis.

Bolit, belit; tigabolit, lih tigabolit.

Bollang, terbuka lebar-lebar, terbelalak mengenai mata; pabollang mata, membelalakkan mata (kasar).

Bolo, I. = molo. II. bolobolo, umpatan persetan, buras orang ini; bolobolo ni on, ada saja ini, apa-apaan kau ini; bolobolo ni asu on, asu bangsat kau ini.

Bolon, besar, agung; datu bolon, orang sihir yang besar, dukun besar; marnabolon, marsiboloni, berbeda besarnya; pabolon, membesarkan; Simbolon (dari: bolon), marga Simbolon berpusat di Samosir; P.B.: mandungdung bulu godang tu dangka ni bulu suraton, mardomu angka na bolon, adong do ulu buaton, bila orang-orang besar bekerja sama, maka orang-orang kecil kena tindih seperti dengan bambu-bambu besar yang sewaktu rebah menindih bambu-bambu yang kecil-kecil.

Bolong, (bdk ambolong), terbuang; mambolonghon, membuang apa yang tidak berguna; menceraikan isteri; sibolongbolong, apa saja yang dibuang orang sebagai sesuatu yang tak berguna.

Bolsom, bengkak sedikit.

Boltok, I. perut (And). II. berbulir mengenai padi; boltohon, waktu padi berbulir. III. pamoltok, = pamutuhai, lih butuha.

Boluk, I. sej ikan, sej ikan belut. II. akar-akaran yang kecil.

Bolus, I. jala; mambolus, menangkap ikan dengan jala ini. II. mamolus, melewati, melalui, melintas; tarbolus, terlintasi msl: sungai yang tidak dalam; habolusan, penyakit pada kelenjar leher, tempat perlintasan; mamolus sian sada dalan, memakai satu jalan; na binolus ni pangulu, yang di-lintasi penghulu yakni hari gencatan senjata, karena hari itu penghulu melarangnya; bolusbolus ni uhum, pelanggar, orang yang tidak mematuhi janji.

Bom, tiruan bunyi “bom”; mardobom, jatuh mendebak.

Bomban, bulu bomban, sej bambu; tolong bomban, sej perupuk; gaol bomban, sej pisang; P.B.: sinuan tolong bomban tu Dolok Purbatua, hamu na marasiroha di dongan horas jala sarimatua, orang menanam perupuk di gunung Purbatua, engkau yang menanam belas kasihan kepada sesama manusia akan menjadi sehat walafiat sampai usia lanjut sekali.

Bombom, I. sej kumbang yang mengeluarkan zat perekat. II. mambombom, menumbuk terus-menerus tanpa membersihkannya, karena mau cepat. III. mamombom, menanggung sesuatu yang dibungkus di bara api.

Bombon, lih bonbon.

Bomi, lih bumi.

Bona, bagian bawah pohon, pangkal, sumber, permulaan, awal; bona ni pinasa, tanah asal, kampung halaman; bona ni alogo, daerah sumber angin; bona ni garar, panjar; bona taon, awal tahun; bona gordang, seorang yang berdiri paling dekat pada gordang waktu menari; bonan dolok, (=bona ni dolok) kaki gunung; sian bonana, dari mulanya; kambona, (kata bantu bilangan untuk tanaman) batang; sangkambona, sebatang; marbona, berasal, berawal; mamonai, memulai sesuatu; patumona, bdk mona; jabu bona, bagian utama rumah batak, letaknya di sebelah ujung kanan rumah, kalau kita masuk rumah.

Bonang, benang, terutama benang untuk menenun; sibonang, sej anjing kurus putih; bonangbonang, tumbuhan yang harum baunya dan batangnya warna putih seperti benang.

Bonar, I. jujur, benar, adil, tulus hati; habonaron, kebenaran, ketulusan hati, sej begu yang dianggap pembawa kebaikan; urang habonaron, sejenis homang. II. gencatan senjata; tano bonar, daerah netral, tidak boleh berperang; pamonari, orang yang mengadakan gencatan senjata.

Bonbon, sej lebah kecil; puli bonbon, lih puli. II. mate habonbonan, meninggal sebelum lepas dilahirkan.

Bonda, benda, harta = arta; bagian kemaluan; marbonda, mempunyai harta; mangarindangrindanghon bonda, memakai ke-punyaan seseorang sebagai tanda bukti msl: pakaiannya yang hilang dan terdapat di jalan.

Bondar, selokan, tali air, parit, saluran air ke sawah; mamondari, menggali tali air ke sawah; bungabondar, sebuah nama wilayah di Sipirok.

Bondil, I. penyakit ternak, daging hewan yang mati; bondilon, berpenyakit ternak. II. bondilbondil, mata mendelik-delik, mata membeliak-beliak, memutar-mutar.

Bondol, sulit, muskil.

Bondul, I. bondul ni pintu, bendul pintu. II. penghalang, rintangan, apa yang menghambat; sihite bondul, apa yang menyingkirkan hambatan, titian, jalan atau alat penyambung berupa uang oleh seseorang yang mau menikahi seorang janda, yang jumlahnya setengah atau seperempat dari jumlah mahar biasa (kalau masih pamili dekat, tidak perlu membayar sama sekali).

Bondut, mamondut, menelan; mamondut gana, bersumpah palsu; sibondut gana, yang bersumpah palsu; sambondut, sesuap, sekali menelan.

Bong, marbobong, berdengung mengenai kumbang; pekak sewaktu mengetuk; marbobongbobong, gelitik, geli dalam telinga; lih bobong dan beng.

Bongbong, dirintangi, terpalang, diberi penghalang; mambongbong, menahan, memegang msl: dikatakan tentang pekan yang baru: pekan itu memegang orang, agar mereka tidak pergi ke pekan lama; si bongbong ari, dua papan pada muka rumah batak, yang menyokong dinding rumah; batu bongbong, batu besar di mulut keluar air Danau Toba.

Bonggal, I. = onggal, menjungkit, menjingkat. II. tarbonggal, = tarbarita, terkabar, termasyhur, terkenal. Bonggang, = banggang, besar, kuat.

Bonggar, I. bonggarbonggar, sej balkon pada bagian depan rumah batak atau sopo. II. mamonggar, memindahkan rumah dari satu tempat atau desa ke tempat atau desa lain dengan hidangan indahan pamonggar; pamonggar, uang yang diberikan kapada orang-orang desa bila sebuah rumah dijual; bonggaron, = hauma (And), (arti dasar: mamonggar, membongkar). III. gumpal tanah, bingkah tanah.

Bonggas, sepotong kayu panjang untuk dipakai sebagai gandar; mamonggas, mengungkit, meng-angkat dengan gandar seperti itu.

Bonggur, hangat, panas; bonggur dihilala, dia merasa panas.

Bongka, sesuatu yang tidak mau disebut, hal: bongka ondeng, hal atau masalah yang tadi; bongka uju i, hal yang dulu itu; bongka na jolo, hal yang dulu-dulu; bongka nantoari, hal yang kemarin itu; bongkabongka, yang itu, yang pantang disebut yaitu: kemaluan.

Bongkak, mamongkak, sebuah parit dibendung setengah agar sebagian air mengalir keluar.

Bongkik, sibongkihon, isak tangis; urat ni nai bongkihon, ikan (And).

Bongkoan, ujung rotan yang dipegang.

Bongkol, marbongkol, = martingki. Bongkong, terikat pada rumah mengenai orang tua.

Bongkot, = bongot.

Bongkung, sengkang perangkap atau jerat; juga: punggung kucing.

Bongor, rendah mengenai suara.

Bongot tu, masuk ke; mamongoti, memasuki; pabongothon, memasukkan; habongotan, tempat masuk; habobongot, masuknya; ringgit bongot, uang dollar pada mana terdapat tulisan dobol dan disimpan baik-baik sebagai homitan.

Boni, benih; bonian sasolup, sebidang tanah yang dapat ditanami dengan seselup padi (solup); parbonibonian, bakul berisi dua atau tiga tuhuhan.

Boniaga, barang jualan, dagangan; marboniaga, berjualan, berdagang, berniaga.

Bonjara, mamonjara, menutup erat-erat dengan mengikatnya.

Bonjol, imam bonjol, pendekar perang paderi tahun 1830.

Bonjor, tempat untuk beristirahat atau tidur di bawah langit terbuka; parbonjoran, idem.

Bono, = bonos.

Bonok, sedih, bersusah hati.

Bonom, terbenam.

Bonor, = bonar, benar, jujur, tulus, lurus, berhati lapang.

Bonos, sangat berdukacita; bonosan, bobonosan, berdukacita sekali karena tertimpa kesengsaraan, musibah, khawatir, gelisah.

Bonsa, berduka, murung, masygul; pabonsa, mendukakan hati, memberatkan hati, membuat seseorang jadi murung.

Bonsing, bonsingbonsing, cambuk, cemeti.

Bonsir, penyebab, sebab, sebab musabab; mangalului bonsir, mencari dalih berselisih; parbonsiran, alasan, penyebab.

Bonsot, gemuk, tambun, membengkak tubuh manusia.

Bontan, kembali ke rumah dari pekan dalam keadaan sakit, gelisah dan menangis mengenai bayi untuk pertama kalinya dibawa ke luar.

Bontang, = bostang.

Bontar, putih; marbontar, mamontar, memutih; ringgit bontar, ringgit Spanyol, lain dari ringgit burung (dua setengah gulden); bontar, darah; bontar ni horbo, darah kerbau potong; bontar ni babi, darah babi potong; juhut na binontaran, daging yang dibumbui campur darah; parbontaran, tempat masakan daging yang dimasak bersama darahnya; juhut bontar, beruk.

Bonte, mamonte, angkat senjata, membidik; bontean, jerat dimana senapan digantungkan, tempat penyimpanan senjata; bontean ni solu, tambatan sampan, tempat berlabuh, tempat menyimpam sampan (lebih tepat dari pada bontean, bdk botean).

Bontis, I. cekatan, tampan, tangkas, ligat. II. parit kecil di ladang.

Bontor, lurus, tulus, tidak palsu, ikhlas; bontor ni roha, ketulusan, keikhlasan.

Bopbopan, sej ulos.

Bor, bor, alat pembuat lobang dengan putaran.

Bora, bora turun = mora turun, hari ke-9 penanggalan.

Borak, borakborak, berteriak keras-keras mengenai anak-anak.

Borang, borangborang, berang-berang (= silosilo).

Boras, I. hari ke 5 dalam satu bulan. II. boraspati, cicak; boraspati ni tano, roh pelindung yang terdapat pada cicak.

Borat, berat mengenai muatan orang dan kapal; boratan, penuh muatan (= sorat); borat dagingna, berat badannya, hamil.

Borbar, lepas dari ikatan mengenai orang-orang muda yang tidak berkeluarga; borbar hatana, kata-katanya ruwet, kacau.

Borbor, nama marga dan wilayah di Batang Toru.

Borgat, maborgat, tercabut; mamorgat, mencabut tanaman bersama akar-akarnya.

Borgo, dingin, sejuk, segar; paborgo, mendinginkan, menyejukkan.

Borgok, simata borgok, sej mutiara besar.

Borgong, = borgot.

Borgot, terjerat mengenai burung, terperangkap; mamorgot, menangkap burung dengan jerat.

Borhat, berangkat; paborhathon, memberangkatkan; paborhathon boru, mengawinkan anak perempuan; haborhatan, tempat dari mana orang berangkat; haboborhat, keberangkatan.

Borhos, mamorhos, mengikat jadi satu berkas, melampini; samborhos, seberkas, sebalutan, sebungkus.

Borhu, kulit buah kelapa yang paling luar; sanggar borhu, sej gelagah yang batangnya berongga pendek.

Bori, I. mangamborihon, mencemaskan, mengkuatirkan, takut terhadap sesuatu. II. mambobori, belum berbuah mengenai pisang dan enau.

Borit, sakit.

Borjaborja, kekejangan, sangat kesakitan.

Borjong, diborjong sahit do ahu, penyakit membuat aku tinggal di rumah.

Borma, Brahma, lih mamis.

Borna, warna; (juga: worna); sampuborna, berwarna-warna me-ngenai pakaian; sampuborna da-hanon, beras campuran.

Bornga, ulat dalam luka. Borngin, malam; na borngin, tadi malam; na di borngin, dahulu (kala); uhum na di borngin, hukum dahulu kala; parbornginan, tempat bermalam, penginapan; marborngin, bermalam, menginap; musu borngin, musuh atau lawan yang keras sekali, karena juga bertempur waktu malam.

Borno, bornoborno, rawa-rawa yang basah terus-menerus.

Bornok, berair, lembab, basah, lengas, tergenang; pabornokhon, membasahi, mengairi.

Boro, ulat dalam pisang; boroon, berulat-ulat seperti itu.

Borok, siborok, anak kodok; P.B.: nda mutu siborok manjalahi guluan, nda mutu roha manjalahi hangoluan, takkan anak kodok mencari kubangan, takkan habis akal kita mencari nafkah.

Borong, I. mamorong, menahan; tarborong, tertahan; ndang haborongan, tak bisa ditahan. II. mamorong, memborong, mengkontrak; paboronghon, memborongkan, mengkontrakkan; gaji borong, gaji yang ditentukan sesuai dengan borongan. III. borongborong, kumbang hitam penggorok kayu.

Borot, terikat, tertambat; mamorothon, mengikatkan; borotan, tiang yang dipakai untuk mengikat kerbau yang mau disembelih; haborotan, = haboruan, bdk boru.

Borsang (= hopahopa), sepah, ampas; tarborsang, orang yang suka omong secara kasar; juga: mengeluarkan angin, hingga keluar kotoran sedikit.

Borsi, mengandung banyak alkohol mengenai minuman keras (anggur dan tuak).

Borta, tunas enau, aren, enau muda; dipabortaborta hata (atau singir), menyinggung-nyinggung perkara atau piutang.

Borti, bertih; juga: pecah mengenai padi panggangan.

Bortian (dari: borti?), rahim, kandungan ibu; di bortian, dalam kandungan.

Bortik, terbetik, terdengar msl kabar; tarbortik tu pinggol ni…., terbetik beritanya ke kuping….

Bortu, mabortu, merekah mengenai kulit karena api atau sinar matahari.

Bortung, katak besar, kodok besar.

Boru, anak puteri, anak perempuan, wanita, anak perempuan saudara lelaki dan semua sanak saudara dari pihak ayah; juga: borua, na boru; anak boru, gadis, perempuan yang belum kawin; boruboru, perempuan, betina; ompu boru, nenek perempuan; amang boru, suami dari namboru; namboru, saudari ayah; anak ni namboru, anak dari saudari ayah, nama timangan: anak kesayangan; anggi boru, isteri adik, adik ipar; haha boru, isteri abang, kakak ipar; parboru, pemilik mempelai gadis, yang mengawinkan dan menerima mas kawin; boru ni asu, boru ni aha, cacian yang kasar , perempuan yang tak dipandang; boru ni halak, gadis hina yang tak mau dikawini; boru sibabi jalang, lonte, pelacur, wanita tuna susila; kata boru ditempatkan di muka nama marga, agar diketahui marga asal perempuan itu, perempuan yang sudah kawin tetap memakai nama marganya; boru sadari, bdk ari; tuan boru, isteri, isteri orang yang terhormat; na mora boru, = parripe, penghulu menganggap familinya sebagai anak lelaki, tetapi bawahannya sebagai anak perempuan, artinya: bawahannya mengambil tempat kedua, karena anak lelaki yang dianggapnya lebih tinggi daripada anak perempuan yang tidak punya hak warisan; mamoru, mempertunangkan puterinya yang masih kecil agar cepat mendapatkan mahar; haboruon, adat yang berhubungan dengan parboru; pamoruon = hata boru; masiboruboruan, saling mengawinkan mengenai dua keluarga, perkawinan bersilang; mangan tuhor ni boru, memberikan makan, kalau pihak paranak membawa daging untuk mengatur mahar secara tuntas. Terjadilah marunjuk; si boru, kata ini ditempatkan mengganti kata Si untuk nama wanita, kalau disapa seorang perempuan, disebut nama marga dengan di muka kata boru; haboruon, ejaan U dalam tulisan Batak tradisional.

Borur, mamorur, menelan tanpa lebih dulu dikunyah.

Borus, marborusborus, lari se-cepat-cepatnya, pontang-pan-ting, minggat.

Bosan, keseganan, menjijikkan, merasa asing. Bosar, I. radang, barah, bosaron, menderita peradangan, berbisul-bisul. II. bosar, subur; napu bosar, amat subur.

Bosbos, gemuk, tanpa rupa.

Bosi, besi; bosi, teguh, keras seperti besi; juga: mengenai roha; tungkang bosi, tukang besi; bosi barani, habosion ni daging, kebal, kuat, mengenai badan; marhalihali bosi, memakai banyak akal; parimbulu bosi, yang berbulu basi, mitos batak tentang pendekar jaya si marimbulu bosi; honong bosi, burung bangau.

Bosik, I. tali yang dihitamkan dengan air jelaga untuk membuat garis lurus menepatkan balok-balok (= rambu); mamosik, menarik garis dengan cara tersebut di atas. II. bosik horbo, sej penyengat yang mengganggu kerbau. III. mamosik, memukul-mukul ladang yang telah siap dikerjakan dengan daun palem supaya bibit masuk ke tanah; bosikbosik lili, daun-daun palem yang dipakai untuk memukul-mukul itu; mamosihi, berkelahi dibelakang peti mayat untuk mengusir begu, hal itu juga dilakukan pada pesta horja.

Bosol, membengkak mata karena sakit atau karena menangis.

Bosta, kain berwarna-warni.

Bostang, I. perangkap untuk membunuh. II. bostang, terlentang; mamostang, mengambil jalan terpendek atau memotong jalan, msl sewaktu menyeberangi sungai.

Bosur, kenyang; pabosur, mengenyangkan; na bosur, yang kenyang; P.B.: otik hinamokmokhon, godang hinabosurhon, yang sedikit mengemukkan, yang banyak mengenyangkan. Dikatakan oleh tuan rumah kepada tamu: pemakaian tepat guna, juga banyak atau sedikit makanan terhidang, kiranya menyenangkan dan terberkati.

Bot (bdk bodari dari: bot ari), sudah gelap, menjelang malam; bot ma ari, hari mulai gelap, matahari mulai terbenam; nunga bot ari, sudah petang ari; guling bot, menjelang malam; bot ni ari, sore.

Bota, botabota, biji-biji pa-yang sewaktu menumbuk tidak pecah.

Botang, tegap, dewasa mengenai tubuh.

Botean, tambatan perahu msl di pinggir Danau Toba.

Boti, begitu, begini, demikian; boti ma, sekian, demikianlah pada akhir pidato; bo-ti, sia-sia belaka; mulak bo-boti, kembali dengan sia-sia, pulang tanpa hasil; lagu boti, pemberianmu tidak berguna bagiku, isapan jempol, kata-kata manis tanpa bukti; laguboti, kota kecamatan di wilayah Danau Toba.

Botik, I. pepaya. II. botik (juga sambotik), lembing yang dipasang sedemikian rupa sehingga ia cepat melecot kalau kena benang yang dipasang.

Boto, umboto, tahu, mengetahui; mamoto, idem (di); dipabotohon, diberitahu (tu); parbinotoan, pengetahuan; so pamotoanna, tak sepengetahuan; hupabotoboto i, mana aku tahu tentang itu; marpinabotoboto, berbuat seakan tahu, tidak peduli; ndang botobotoanku i, itu bukan ulahku; pamotoan, pengetahuan; P.B.: napuran tanotano na sinuan di onan, manumpak ma Debata, dipaganda parbinotoan, tumbuh sirih ditanam di pekan, semoga dengan pertolongan Allah, pengetahuan itu ditambahkan.

Botohon, lengan bagian atas, as roda; mulakulak songon na mangusa botohon, diulang-ulang seperti mengeringkan lengan atas.

Botol, botol.

Botul, betul, benar.

Boturan, pikulan.

Bua, bua nona, buah nona (anona muricata); bua pala, buah pala.

Bual, marbualbual, membubung mengenai asap; Bualbuali, nama gunung dekat Sipirok dengan air belerang.

Buang, mamuanghon, I. membuang, mengasingkan; tarbuang, dibuang, diasingkan, dikucilkan; habuangan, tempat pengasingan. II. mambuang, memberikan secara berlimpah; P.B.: binuangbinuang ganda hinolithinolit lonong, memberikan berlimpah limpah berganda, pe-lit-pelit malah tenggelam. III. sibuangbuangi, rotan yang dipasang di ladang untuk menggerakkan untuk mengusir burung; sambil buang, jerat.

Buangbaing, terombang-ambing, cemas sekali.

Buangga, keterlaluan, terlampau, tak seimbang, kelewat mengenai hiasan, perkataan; aha ma laba ni hata na buangga? apalah untungnya berbual? pabuangga, melebih-lebihkan.

Buarbuar, sej palem hutan.

Buas, I. royal, tidak hemat, dermawan, murah, suka memberi, tak pelit, suka menjamu orang; manghabuashon, membagi-bagi secara murah. II. buasbuas, mengeluh, berkeluh.

Buat, mambuat, mengambil; mambuati, mamuati, mengambil dari sesuatu, mengambili; roha na marpambuat, tuntutan untuk memperoleh untung, bersikap mengambil muka, egois; mambuat roha, mengambil hati; pambuatan, tempat pengambilan sesuatu; pambuatan goar, asal pengambilan nama; marpamuati ma roham, janganlah marah; dibuati murukna, berkurang marahnya; na binuatna, isterinya, bininya; parbuaton, harta, kekayaan; tuk parbuatonna, cukup berada; dibuat na mambuat, diambil orang.

Bube, perbubean, bakul beras, bdk ube.

Bubi, lih bumi.

Bubu, bubu; marbubu, menangkap ikan dengan bubu; P.B.: tu julu dapot bubu, tu jae dapot tunggal, ke hulu terpukat, ke hilir terperangkap, lepas dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya.

Bubuk, na so habubuhan, perawan, yang belum pernah bersetubuh.

Bubung, bubung; ulok si bola bubungon, ular hitam besar.

Bubur, I. bubur, bubur nasi. II. marbubur, suara yang berbunyi “bur” msl bunyi senapang, jatuh ke lobang.

Bubus, bobol, bocor; parau bubus (arti kiasan), pemboros; marbubus, mengalir, terluap air, bocor.

Bubut, mengembung mengenai tubuh; bubuton, dalam keadaan mengembung mengenai tubuh.

Budak, cercaan: budak; na budak, berat, lambat.

Budok, sibudok, gambaran anjing yang diukir dari kayu sebagai penangkal dan dipasang di sudut kampung.

Bue, banyak, cukup, berlebihan mengenai makanan dan padi; sibue, rumput kecil yang dicucukkan di antara padi dengan kepercayaan padi itu akan berbuah banyak; juga dimasukkan kayu untuk bonang; mabue, berketurunan banyak; matorop mabue, idem; parbue, buah; marparbue, berbuah; marparbuehon, menghasilkan; batu parbue, ba-tu pasir yang lembek, tetapi menjadi keras bila ada di udara.

Buea, buaya; si Buea, marga suku tertentu.

Bugang, luka; mabugang, terluka, luka-luka; mamugangi, melukai.

Bugis, orang Bugis; mandar bugis, sej mandar.Buha, mamuha, membuka (bdk bungka); buha, terbuka; mamuhai, membuka, memulai, mendahului; pabuha, membuka; buha baju, bdk baju; buhabuha ijuk, fajar pagi; buha siang hari, mulai pagi, subuh; buha hata, uang permohonan, agar raja membicarakan dan menimbang sipemberi uang; buha parhalaan, jatah, (jambar) yang merupakan hak kita pada saat perkawinan seorang gadis.

Buhal, marbuhaluhal, berbual-bual, muncrat dari dalam tanah, memancar-mancar ke atas; juga: kata-kata yang mengalir dari mulut.

Buhar, mamuhar, menggusur, mengusir musuh dari kampung; buhar, diusir dari kampung; P.B.: papanpapan butarbutar, martaban hita jala mamuhar, papan kayu butar, kita manjarah musuh lantas mengusir; pabuhar = buhar.

Buhit, jungjung buhit, jalinan rambut; silanjang buhit, benjol pada usus ayam; parbuhitan, pertanda buruk pada bagian dalam ayam atau kerbau yang ditemukan dukun; manilik parbuhitan, mencari tanda nujum pada bagian dalam itu.

Buhu, I. buku, ruas msl ruas bambu, pasal, tulisan; buhu, tiba pada suatu pasal atau akhir pidato; nunga buhu? sudah selesai pidatomu? marbuhubuhu, berpasal-pasal, berbagi-bagian; buhubuhu, benjolan-benjolan, ruas, mata buku daging. II. marsibuhu, meratap di waktu malam.

Buhul, mamuhul, menentukan, memastikan, menetapkan mengenai jangka waktu; ari na binuhul, waktu atau hari yang ditetapkan.

Bujang, kemaluan perempuan, puki.

Buje, mamuje, = bija, menikam, membunuh.

Bujing, sibujing atau bujingbujing, =gadis perawan (= na marbaju).

Bujogo, marbujogo, angin berdengung, gegar bunyi gendang, menjadi sangat marah.

Bujonggir, sibujonggir, cicak.

Bujuk, I. mamujuk, membujuk. II. sej ikan yang sangat rakus dan memakan anaknya, kiasan: seorang pemimpin yang menganiaya rakyatnya.

Bujur, baik mengenai arah angin pada pelayaran.

Bukbak, berdebar-debar mengenai jantung karena takut atau penyesalan; mabukbak, idem; mabukbak taroktok, berdebar-debar jantung karena takut, kalau ini dengan sendirinya, maka itu dianggap sebagai pertanda yang jelek; na bukbak, takut, ketakutan; mamukbahi roha ni sianu, menakutkan si anu; dipabukbak, idem.

Bukbuk, I. bulu tubuh. II. pabukbuk, menjadikan banyak, memperbanyak; manimbukbuk, menjadi sangat besar; begitu dikatakan mengenai kemenangan (manimbukbuk hamonangan).

Buku, buku, kitab.

Bula, perintah: pergi! Bulaling, mamulaling, melempar ke sesuatu; hata bulaling, ucapan mengeritik seseorang; ende bulaling, lagu yang mau menembak seseorang.

Bulan, I. bulan (bagian dari tahun), bulan (di langit); bulan mate, bulan mati; bulan sasabi, bulan sabit; poltak bulan, muncul bulan, bulan timbul; dioro bulan, datang bulan, haid; oro ni bulan, menstruasi; marsahit bulan, sakit haid; solpot bulanon, kambuhnya penyakit ayan pada bulan timbul; hu di bulanna, penuh bulannya, mau melahirkan; dan bulan, cendawan bulan; sinabulan, sej pohon besar; mangalabulan (malabulan), satu dari tiga dewata tertinggi. II. bulan, perjanjian; marbulan, berjanji dengan sumpah; sumintak bulan, memperkuat perjanjian dengan sumpah sambil memegang ganaganaan.

Bulang, mabulang, menutup mata dengan kain; bulangbulang, bulang, kain yang dipakai meliliti kepala; surik na binulang, bdk surik.

Bulangbaling, lari pontang-panting.

Bulbul, marbulbul, melingkar, naik membubung mengenai asap; mamulbul, menghembus; dibulbul alogo, angin menghembusnya; bulbulan ni dengke, pemusing-musingan, kumpulan dari banyak ikan atau orang.

Bule, I. mabule, = mahap. II. bulebule, bejana kecil berleher kuncup, mangkok kecil.

Bulele, I. belalai gajah, juga rama-rama. II. sibulele, burung yang mengungkit-ungkit ekornya.

Bulet, I. banyak, berlimpah; juhut na bulet, gumpalan daging, msl pada pantat. II. hau bulet, kayu bulat, yang tidak ditetak.

Bulgang, parut, bekas luka; bulgangbalging, tidak rata.

Bulhap = bolhup, pecah.

Bulibuli, buli-buli.

Buliga, I. kekuatan obat mesiu; hona buliga, kena mesiu. II. marbuligabuliga, dikuliti.

Buligan, deretan, barisan; sabuligan, sebaris mengenai benda-benda yang diikat berderet-deret msl ijuk, benang, sirap.

Bulingga, marbulinggabulingga, lih buliga II.

Bullak, (sebenarnya: burlak), marburlak, membual, memuncrat; juga: marbullakbullak.

Bullang, gembung mengenai pipi.

Bulle, sej hunik tetapi tidak dipakai sebagai bumbu.

Bulneng, (juga: bulnang), menggembung.

Bulot, membuat diri gampang ditangkap.

Bulu, buluh, bambu; jenis-jenisnya: bulu godang, sejbambu besar, yang dipakai untuk tempat mengambil air; bulu duri, buluh duri; bulu suraton, bambu, yang dahulu kala dibuat untuk menulis; bulu laga, bulu sorik, bulu tolang, jenis-jenis bambu liar di hutan; bulu hungkung, bulu parapat, bulu tangan, bulu songa; simarbulubulu, sej rumput yang daunnya menyerupai daun bambu; P.B.: bulu soban, musu dongan, kayu api dari bambu, kawan bisa jadi musuh; P.B.: sinuan bulu sibahen na las, sinuan uhum sibahen na horas, tanamlah bambu agar hangat, carilah keadilan biar selamat; urat ni bulu, akar bambu, jatah raja dari emas kawin; gorit bulu, jatah mahar yang diterima parboru; bdk gorit.

Buluhat (bulu uhat), bambu yang diatur oleh kaki perempuan penenun pada mana benang berjalan.

Bulung, daun pohon; juga buku; bulung ni tangan, tangan tanpa lengan bawah; bulung ni pat, telapak kaki; marsangkot bulung, berpakaian daun, begitu menderita sampai kehabisan darah; na maulibulung, yang berdaun elok, kaya, dihormati; sambor bulungna, malang sengsara; ndang ulahan (haulahan) bulung, seperti pohon kayu yang ranggas yang tidak berdaun, mundur tak bisa diperbaiki lagi; P.B.: nang dope marbulung, nunga mangalinggomi, belum berdaun sudah menaungi, belum apa-apa, belum berbuat sudah mau menguasai msl seorang pemuda yang berpura-pura raja; bulung, pinarbulung, berbentuk daun; pinarbulung gumba, berdaun yang berbentuk hati.

Bulus, sederhana, mudah, tulus; bulus roha, mudah, tak ada maksud lain, tak akal-akalan, polos; bulusan, lebih baik, lebih muda; bulusan nama ahu mate, unang mangolu, bagusan aku mati daripada hidup.

Bulusan, tikar yang dipakai untuk membungkus diri di waktu tidur, selimut.

Bulut, marbulutbulut, (mengenai benang, rambut), kusut.

Bum, tiruan bunyi “bum”; marbumbum andalu, alu berdegar.

Bumi, tanah, bumi, angkasa. Kata ini sering dipakai dalam bahasa datu; tuan bumi (juga: bubi) na bolon, juga: taham (= tahan) bumi na bolon = pane na bolon, dewa astrologis

Bun, (tentang padi di sawah) melimpah, berhasil lebih daripada biasa; habunon, kelimpahan, pertambahan.

Bunbun, tertumpuk, berkumpul; bunbunan, tumpukan padi yang bundar di ladang untuk ditebah (dengan mengijaknya); kumpulan, himpunan.

Bundala, = mundala.

Bundar, sikat; mamundar, menyikat.

Bundat, lamban, lambat msl ka-rena keberatan badan.

Bunga, bunga, sewa, rente; juga: bungabunga; marbunga, berbunga; bungabunga ni hagabeon, hak kesulungan; sampe bunga, dewasa; hoda sibungabunga, kuda merah; bungabungaon, terserang penyakit dengan akibatnya kulit menjadi merah; bunga pansur, bunga merah; bunga rus, bunga mawar.

Bungan, bungan tubu, anak kandung (dari: bunga).

Bungar, marbungaran, makmur, meningkat, msl daerah, perdagangan.

Bungbang, berlobang-lobang, tembus.

Bungbung, lobang, tembus; na bungbung, berlobang, terbuka lebar, tidak ada yang menghalang.

Bunggaling, rebah ke belakang, terpelanting (= tunggaling).

Bungging, mamunggingi, membelakangi, memantati sambil berkata: ndi ma di ho, ini untukmu; bungging mulak, pulang tanpa hasil, siasia (kasar).

Bungka = buha; mamungka, membuka; sibungka botol, pembuka botol.

Bungkar, mamungkar (= buhar), membongkar, menggusur, merebut desa dan kemudian dimusnahkan.

Bungkas, pindah tempat diam-diam, minggat; marbungkasan, berpindahan, pindah dalam jumlah besar, eksodus, pindah bertebaran; pabungkas, memaksa, mengusir (dengan atau tanpa kekerasan); habungkasan, tempat yang ditinggalkan setelah diusir; parbungkasan, tempat, yang dituju setelah diusir; habubungkas, perpindahan, hal pindah, emigrasi.

Bungki, bingkah tanah yang dibalikkan; juga: lempeng tanah yang dipakai untuk membangun tembok; balikbungki, membalikkan bingkah tanah, menunjukkan suatu kebiasaan, adat-istiadat, sewaktu membeli tanah ladang: bila seorang membeli tanah untuk jangka waktu tertentu, maka itu tidak boleh di bawah dua tahun, bingkah tanah yang dikerjakan itu harus dikembalikan lagi ketempat semula, hal mana terjadi sewaktu mengerjakannya pada tahun kedua.

Bungkuk, bungkuk, membungkuk ke muka.

Bungkulan, bubungan.

Bungkus, bungkusan; mamungkus, membungkus; bungkusan, bungkusan.

Buni, sembunyi, tersembunyi, terpencil, dirahasiakan; mamunihon, menyembunyikan; pabunibuni, idem; manabunihon (ditabunihon), menyembunyikan; martabuni, tersembunyi; marsibuni, merondokkan sesuatu secara sembunyi; sihabunian, rahasia; di sihabunian, diam-diam lepas dari pengetahuan orang; sibunian, barang rondokan; baro buni, disentri.

Bunsilak, bunsilat, tegang mengenai penglihatan, juga: mabunsilat.

Bunsohik, bunsohihon, sesuatu masuk kelobang hidung msl air.
Buntal, besar, kuat mengenai badan, bulat; dengke (ihan) buntal, ikan peluru, tetrodon, berbahaya karena sengatnya yang berbisa; imbulu buntal, sengat ikan ini, dipakai untuk pencampuran racun, buntalan, buku, tumbuh ganda, tumor.

Buntengbunteng, mengembung me-ngenai pipi; juga: hamil.

Bunti, sajian untuk roh yang terdiri dari sagusagu yang diletakkan di ladang; marbunti, meletakkan sajian seperti itu.

Buntiting, keras, gendut mengenai tubuh karena terlampau banyak makan.

Buntul, benjol, tinggi; juga: arti kiasan: (= timbul) menonjol ke atas; harajaon adui do na umbuntul, kerajaan disana paling menonjol; buntulbuntul, bukit-bukit, bukit kecil; pabuntulhon, menonjolkan, meninggikan; nae buntul malela, begu perempuan yang tinggal di gunung.

Bunu, bunuh; mamunu, membunuh, memukul; mamunui, membunuh, memukul dalam jumlah besar; pamunu, pembunuh; pamunuon, pembunuhan; bunubunu, pemukulan sampai mati; sibunu jolma, pembunuh; pabunubunu, memukul-mukul seseorang; dibunu na mamunu, dibunuh orang.

Bur, tiruan bunyi segala sesuatu yang jatuh; mardubum (mardobur), kena dobrak.

Bura, kutukan, kualat; burabura, idem; mamurai, mengutuk; marburaburahon, mengutuk sesuatu atau seseorang; hona bura, kena kutuk; pamuraion, pengutukan.

Buragas, marburagas, memaki-maki, mengumpat-umpat.

Burak, marburakburak, berbual- bual mengenai air; ndang marburak, tidak lagi membual, yakni tidak mengembung.

Burangir, = napuran, (Angk).

Burangso, tidak sopan, kurang ajar; bdk barangsi; na burangso manghuling, tidak sopan bertutur; na burangso marabit, tidak sopan berpakaian; na burangso mangan, tidak sopan makan; na burangso mamora, tidak sopan kaya, tidak mau meminjamkannya kepada teman-teman se-desa.

Buranso, seruan karena merasa tidak senang, seolah-olah mengatakan: orang yang terkutuk ini.

Burbar, = purpar, riuh, membuat ribut; mamburbari, membuat ribut.

Burbur, I. bubuk kayu; buburon, diserang bubuk. II. mamburburi tano, dengan air membawah tanah ketempat lain.

Burendeng, marburendengan, de-ngan cepat lari tanpa menoleh ke belakang.

Burgat, maburgat = maborgat, lih borgat.

Burhung, menderita sakit sampai tidak dapat berdiri lagi.

Buri, kena cuci; mamuri, mencuci, membasuh; marburi, cuci tangan; parburian, tempat cuci tangan, kalau mau makan; mengutuk: buriapus ma ho, mudah-mudahan engkau mati, mampuslah kau; burilengse, burisiapsiap, buripatopato, burilandas, idem. Buriran, tembolok pada burung.

Burju, tulus, baik hati, jujur, rajin, sungguh-sungguh; hata burju, (lawan: hata gait), bicara sungguhan; burjungku do i, maksudku baik, sungguhan aku lho; haburjuon, kejujuran, kebaikan hati; burju ma ho mangula, rajinlah engkau kerja; manghaburjuhon, mengerjakan dengan tekun dan teliti.

Burlak, bdk bullak.

Burnang, lebar, membengkak, menggembung; pamurnangan, bagian yang paling lebar, lilit terbesar; paburbanghon, membesarkan diri, menyombongkan, berlagak, mengembungkan diri.

Burnas, mamurnas, memberi makan berlimpah-limpah; pamurnas, suguhan makanan yang banyak dan enak.

Burnge, burngeburnge, penyakit bagian bawah tubuh.

Burning, = burnit.

Burnit, (juga: burning), kurus dengan perut kembung; pamurnitmurniton, dirundung penyakit ini.

Burnung, penyakit bagian bawah tubuh hewan.

Buro, mamuro, mengusir burung dari sawah atau ladang; buroan, musim buro; mamuroi, memperhatikan/melindungi; manggora pamuro, nampak kehamilan; na buro, orang asing (sebenarnya: yang diusir).

Bursik, diludahi; mamursikhon, meludahi, memecilkan seseorang; mamursihi, meludah-ludahi, mengjikkan, menghina; mamursik sude halak mida pangalahona, semua orang jijik akan kelakuannya; sibursik, siburuk laku, orang hina.

Bursok, sibursok, anak bayi laki-laki (= siunsok) bila orang tidak mau menyebut namanya atau yang belum punya nama.

Bursung, jatuh tersungkur msl karena sakit; mamursunghon, menjatuhkan, mencampakkan.

Burta, I. lumpur yang terbawa air sungai dan menyuburkan tanah. II. burtaburta, sej pohon kayu berdaun lebar dan berbentuk hati.

Burting, bengkak mengenai tubuh.

Burtung, mamurtung, menghantam orang.

Buru, I. marburu, berburu; mamuru, memburu; parburu, pemburu; biang parburu, anjing pemburu; paburuburu, mengejar-ngejar; paburuon, pengejaran. II. mangiburu, lih iburu.

Buruk, tua, buruk, jelek; roha buruk, hati buruk, malas, mentalitas buruk; taon na buruk, tahun yang baru lewat; burukburuk ni abit, kain usang, pakaian bekas; habuburuk, keburukan, lusuh.

Burung, ringgit burung, gulden Nederland; burung, burung.

Burut, buruton, busuk di dalam mengenai buah dan manusia.

Bus, = bius.Busan, busanbusanan, peralatan kecil yang dapat dipakai dan dibawa seperti seorang dukun yang selalu membawa peralatan kecil.

Busbas, berlobang-lobang, rusak msl dinding.

Busbus, bersegera, bergopoh-gopoh (bdk puspus).

Busisa, kegusaran, susah, gelisah.

Bustak, lumpur (yang dalam).
Bustang, I. (bostang II), bergelimpang, terentang lurus; pabustang, menggelimpang. II. sabustang, ikan busuk yang terapung di atas air.

Busuk, busuk; hata na busuk, kata-kata kotor, jelek; habusuhon, kebusukan, kejelekan hati; busukbusuhan, timbunan jerami di ladang.

Busung, busungon, perut yang gendut karena banyak makan.

Busur, mamusur, membersihkan katun (kapas).

But, luka (Angk).

Buta, I. buta; tunggul buta, sej kayu berdaun kecil .II. mamuta, menutup lobang; nunga buta, permainan tidak sah. III. buta, bagian lembek pada gigi, kuku, yang gampang berdarah.

Butar, sirap untuk atap; mamutar, mengatap dengan sirap;
P.B.: butarbutar mataktak, butarbutar maningkii, mate pe amana, adong anakna maningkii, pohon butar terkelupas, butar yang berganti, kalaupun ayah meninggal, sang anak jadi pengganti.

Butbut, mambutbut, mencabut msl ubi, rumput, rambut dsb.

Butir, butir-butir karena gigitan nyamuk atau kutu busuk; marbutir daging, berbutir mengenai kudisan; butir ni roha, keseganan, keengganan, tidak mau, risih; mamuturi, gigitan semut yang gatal di kulit.

Butong, kenyang; mabutong, idem; butong, layar yang penuh dengan angin; ndang habutongan, tak kenyang-kenyangnya, terus melahap makanan; pabutonghon, mengenyangkan, memuaskan; pamutongmutong, tali penggerek tabung tuak.

Butuha, perut, tubuh bagian bawah; butuha bolon, perut besar; butuha metmet, usus; uhum ni butuha, buang air besar; dongan sabutuha, teman seperut, teman semarga; pamutuhai, les panjang di bawah atap pada mana urur diikat.

Butuhe (= butuha), mamutuhei, mencuci isi perut binatang, yang disembelih.

 D

Da, = atehe?, bukankah, ya? ditaruh sesudah perintah; laho ma da, pergilah ya, ima da, ya memang begitulah.

Daba, kata pengerasan; ho da-ba, justru engkau, engkau yang kumaksud.

Dabo,ale.

Daboru, lih boru.

Dabu,madabu, jatuh; mandabu, menjatuhkan, membuang; mandabu sipaingot, memberi nasehat, menegur; mandabu uhum, mengadili, menjatuhkan vonis; mandabu aek, mengairi sawah; mandabu dalu, main dadu; mardabudabu, menimbang-nimbang, mengadakan perhitungan, berefleksi, merenungi, mengadakan perhitungan; dabudabuan, perhitungan, budget, anggaran belanja; malo marsidabu, hemat, irit, paspasan msl seorang ibu memasak paspasan; hadabuan, tempat kejatuhan; p.b.: patimbo hadabuan, pabagas halonongan: meninggikan kejatuhan, memperdalam kehancuran, artinya: kesombongan akan hancur; hadabudabuan ni pansur, tempat pancuran air jatuh; madabu uhum, hukum menimpa dia; madabu torutoru, kutukan jatuh padanya; dabu roha, iba, kasihan; sidabu dangka, sej pohon yang dahannya kecil.

Dada,sidada, yang turut ma-kan.

Dadage,mardadage, makan enak-enak, berpesta pora memboroskan uang.

Dadang, mandadang, menyinari sesuatu hingga menjadi panas mengenai matahari dan api; memanaskan; didadang las ni ari, disinari matahari.

Dadap, mandadap, meraba sesuatu, menggagau, menyeluk; dadapdadap, meraba-raba tergagau-gagau, mengenai orang buta; hadadapan, dapat diraba.

Dadas,madadas, berjatuhan me-ngenai bauh-buahan; mandadas, menjatuhkan buah banyak-banyak.

Dadu, = dalu, dadu.

Dae, jelek. buruk, kurang pantas, kurang layak, buruk, msl: seorang bapak yang telah berumahtangga berlaku sebagai pemuda; P.B.: molo marsuru raja, dae ma so oloan, kalau bersuruh raja, jangan tidak dipatuhi, kalau raja memerintah, risih rasanya kalu tidak dipatuhi.

Daek, mandaek, mengumpulkan, memungut.

Daga, dagadaga, gadai, petaruh.

Dagak, mandagakdagak, membantah, menyanggah, menantang, melawan, mengingkarkan, menengkar.

Dagal, = dugul, mata kayu; p.b. sada dagaldagal, sada duguldugul, sada na tangkang, sada na jugul, sebuah mata kayu, sebuah buku, yang satu nakal, satu lagi bandel (dua pihak bersengketa, sama-sama keras kepala)

Dagang, orang asing, pendatang, perantau; mardagang, merantau, mengembara di negeri asing, halak dagang, pendatang, orang asing; p.b. tanda do sanggar padang, potang ari marsipusipu, tanda ni anak dagang, potang ari pangapusi ilu, nyata amat ilalang pimping, petang hari jadi hangus, tandanya perantau asing, di petang hari ia menangis, karena rindu; napuran dagang, daun sirih paling pangkal, rasanya gurih.

Dagangan, barang dagangan, barang jualan, kain.

Dagar, mandagar, mengupayakan, membuat, dapat mengerjakan; ise mandagar i? siapa meramu itu? siapa yang mau bersusah-susah menyediakan? hadagaran, dapat diikhtiarkan, dapat diupayakan, dapat diperbuat.

Dagas, mardagas, berkelahi sedemikian rupa hingga kemenangan tidak tentu.

Dage, I. = doge, seruan tanda keheranan. II. mardagedage, makan (sedapan), makan berlebih-lebihan.

Daget, dipadagetdaget, membuat sesuatu dengan lambat, bdk nanget.

Daging, (mengenai orang dan binatang) badan; mardaging, berbadan; roha daging, bersifat duniawi, materialistis, kehendak badaniah, nafsu badani; pardagingon, kebendaan, kejasmanian, hal mengenai badan; anak ni daging, seorang anak yang tidak lagi diakui oleh orang tuanya sebagai anak mereka karena anak itu membuat banyak kejahatan; sada daging sada mudar, sebadan sedarah, seperasaan, sepenanggungan.

Dago, = doge, kata seru menyatakan keheranan.

Dagul,mardaguldagul, (mengenai buah-buahan), berangkai-rangkai, bergugus-gugus.

Dahahang, abang kandungku, ka-kak saya (dari: haha).

Dahal,mandahaldahali, menekuni, mengerjakan sesuatu dengan rajin.

Dahan,mardahan, memasak, menanak nasi; dahanon, yang harus ditanak (kata kerja bentuk gerundivum), beras; indahan, (sebenarnya nidahan = yang dimasak), nasi; mangindahani, memberi orang makan; parindahanan, pandahanan, sumpit nasi, bakul yang dianyam untuk tempat penyimpanan nasi; ucapan selamat: P.B.: tubu boru na tardahanhon hudon na bolon di si paha ualu, kiranya lahirlah puteri penanak di periuk besar pada musim menyawah (waktu itu penyawah makan banyak nasi); indahan ni bonang, bubur nasi yang dilumurkan ke ke benang dan yang dibuat dari beras.

Dahap, dahapdahap, cacian se-orang yang didengarkan.

Dahar, tardahar, bangkrut dalam dagang.

Dahe, mardahedahe, kaku karena kotor.

Dahi, daki, kotoran yang melekat pada tubuh dan pakaian.

Daho, mandaho, mendakwa, menipu, menggelapkan, mengatakan masih berpiutang padahal tidak; juga mengatakan tak berhutang lagi padahal masih berhutang lagi.

Dahop, serangkulan (= sandahop); mandahop memeluk, mendekap, merangkul; mandahop parik, menyerbu benteng musuh seolah-olah merangkul musuh, didekap.

Dai, citarasa, rasa makanan; mardai, mempunyai citarasa, enak; daina, rasanya; dumai, lebih enak; mandai, mencicip, mencoba rasa, merasai; pandaidai, caranya mencicipi, orang yang suka makan yang enak-enak; hadaian, keenakan, kenikmatan; pandaian, pengecap, indera perasa; hona pandaian, dicoba mengenai kecap.

Daik = daek; mandaik, mengumpulkan, memungut msl padi waktu mengerik.

Dainang, (dari: ina), ibuku kandung.

Dairi, batak Dairi, kabupaten Dairi.

Dais, disentuh, dijamah, disinggung, ada sangkutan; ndang dais tu ahu, tak ada sangkutan denganku; mandais, melumas, mengoles, menyapu, menyepuhkan sesuatu pada; mandaishon, mengoleskan, menutup dengan obat, menyapukan; mandais hata, menggunjing orang; pandais, kuas, pensil.

Daiung, dayung.

Daji,dajian (= jotjotan), acapkali, lebih sering.

Dak, mandakdak, mengurangkan, menolak, menokok-nokok, meng-hantam habis; mandakdak batu, memecahkan batu; mandakdak simbora, menuang timah; mandakdak ugasan, menghabiskan harta milik. mandakdak parbue, memukul buah-buahan agar jatuh; madakdak (bdk madekdek), berjatuhan banyak-banyak mengenai buah-buahan.

Dakdanak,(dari: danakdanak), anak kecil, anak-anak tanpa membedakan kelamin; hadakdanahon, masa kanak-kanak, kekanak-kanakan.

Dalahi, lih lahi.

Dalam, mandalamhon, memasukkan, membasmi, membinasakan (tabas).

Dalan, jalan, cara, kesempatan; dia dalanna ? bagaimana itu terjadi; so sian dalanna atau na so adong dalanna, tanpa sebab; mardalan, berjalan, bepergian; pardalanan, perjalanan, perederan; pardalan, pejalan kaki; pardalanan ni hata, jalannya pembicaraan, jalan cerita, pembawa pembicaraan; raja pardalan, pengantara, = pangulu; pardalanan ni bada, sebab-musabab sengketa; pardalanan ni garar, cara-cara pembayaran hutang, orang yang membawa uang untuk membayar hutang; mardalandalan, berjalan-jalan tanpa tujuan tertentu, melancong; mardalani, menjalani; sadia dao dalanan? berapa jauhnya? hadalanan, dapat dijalani; mandalanhon hepeng, mengedarkan uang untuk berdagang; padalan, melakukan, melaksanakan; padalan hata, mengirim kabar; padalan jea, melakukan sesuatu yang berakibat buruk; padalan uli, melakukan sesuatu yang berakibat baik; padalan aek, memasukkan air ke tali air untuk mengairi sawah; padalan parkaro, memperkarakan sengketa; padalan tahi, mencari cara memperoleh kawan untuk suatu rencana atau perkumpulan; padalan juhut, membagikan daging pada pesta menurut adat; padalan sigalegale, membuat wayang sigalegale, patung orang, menari yang dikendalikan dengan tali/kawat; hata na dumalan, gagasan paling baik; mardalan pat, berjalan kaki; mardalan darat, berjalan melalui darat; sadalan hita, seperjalanan kita, setujuan kita, sependapat kita.

Daldal, I. sej lebah penyengat kecil; situak ni daldal, madu lebah. II. daldal bohina, suram wajahnya, muka masam. III. tali sidaldal, tali derek, disongket dengan kayu pengungkit, agar balok yang diangkat keatas bangunan bisa pas letaknya.

Dalhop, mandalhop, melekatkan pada, mengikatkan sesuatu dengan erat; dalhop tu, melekat pada, erat.

Dali, I. mandali, macet mengenai senapan; mandalihon utang, selalu menunda pembayaran hutang. II. sidalian, dalih, alasan; P.B: molo soada roha,godang do sidalian, kapan tak suka banyak dalih; hata sidalian, dalih alasan yang dibuat-buat; marsidalian, berdalih, mencari alasan; marsidalianhon ulaon, mendalihkan pekerjaan; horbona diparsidalianhon, kerbaunya dibuat menjadi dalih. III. dali, susu. IV. dalidali, sej kacang-kacangan; sataon dali, tiga bulan; simardalidali, sej rambatan yang menyerupai dali-dali.

Dalihan, tiga tungku dari batu di atas mana ditarok periuk; dalihan nantunggu tiga, tiga tungku yang teguh, diucapkan sebagai doa yang puitis; siholting dalihan, orang kikir, belit, bdk holting; P.B.: tolu do dalihan paopat sihalsihal, torop pe anakniba, sada do sihasian: tungku hanya tiga, empat dengan ganjalan, kalaupun banyak anak, satu saja kesayangan.

Dalimo, delima.

Daling, akar kayu yang kelihatan di atas tanah.

Dalmet, lunak, lembek, lembut.

Dalnat, penyek, (= lisat).

Dalo, mandalo, menyapukan, me-ngoleskan, melabur msl kapur kedinding; pandalo ni onggang, sesuatu yang dipakai bu-rung enggang untuk menyapukansarangnya .

Dalom, dalam, di dalom laut, dalam kandungan; daloman, (tentang ternak) melahirkan anak, yang telah mati di kandungan.

Dalpak, mandalpakhon, menempelkan, menaruh di atas, msl: plester di atas luka.

Dalu, I. dadu. manggulang dalu, menggulir, menggelindungkan dadu; dalu ni honas, batang nenas. II. dalu, babi jantan; manginjam dalu, meminjam pejantan membuahi babi betina; upa dalu, sewa pejantan yaitu anak babi yang kelima, kalau kurang dari lima anaknya: seekor ayam; sapelean daludalu, persekutuan persembahan senenek moyang yang mencakup enam keturunan; daludalu na mokmok, babi jantan tambun, gemuk yang menjadi kurban; mangondanghon dalu, peresmian anak hamba menjadi anak sendiri, sedang sihamba hanya melahirkan, dan seterusnya menjadi inang pengasuh. Anak ini memperoleh marga majikannya.

Damang, bdk ama, ayahku, bapakku sendiri.

Damar, damar, suluh damar, sudip dari pohon cemara; damardamar, tumbuhan rambatan; mandamari, merekatkan dengan damar, menempelkan dengan damar.

Dambirbir, jamur yang tumbuh pada pohon kayu; dambirbiron, berjamur.

Damdam, parhudamdam, sekte yang bersifat agama dan politik.

Dame, damai, dalam keadaan damai; dame do luat i, negeri itu dalam keadaan damai; dame rohana, dia berhati damai; mardame, berdamai, mengadakan perdamaian; pardameon, perdamaian; padamehon, mendamaikan, melerai; mardamedame, hidup secara rukun dan tenteram.

Damo, halus, merdu, lembut mengenai suara.

Damor,mardamor, merasa sakit di seluruh badan.

Damos, dekat, berdampingan, terkatup rapat-rapat; mandamosi, mengatupkan rapat-rapat, mendampingi.

Dampang, sadampang, bdk ampang.

Dampok, mandampok, rebah mengenai binatang buruan yang dibunuh.

Dampol, obat yang digosokkan pada kulit; ubat dampol, ubatpandompul, idem; mandampolhon,menyapukan obat urut; mandampoli, menyapu obat, memijati, mengurut-urut; dampol siburuk, sej rumput yang digosokkan pada anggota badan yang keseleo.

Dampor, terasa membaik sesudah makan obat, enak mengenai citarasa.

Damu, damuan, kain-kainan yang buruk.

Damul, malu, kena fitnah.

Dan, I. cendawan, jamur; danon, bercendawan, penuh dengan jamur, berjamur; dan pohul, sej cendawan. II. dan, penunjuk waktu, sering dihubungkan dengan kata bertanya; piga; piga dan, berapa lama; ndang piga dan, tak berapa lama.

Danak, muda, belia, kekanak-kanakan, naif; danak dope dagingna, badannya masih kanak-kanak, belum dewasa, belum langkas tumbuh.

Dandan, mandandan, memilin, menjalin; mandandan hata, mengacaukan pembicaraan atau pertengkaran dengan menambah-nambah atau memperbesar-besarnya. Dandi,mardandi, tidak mau menurut karena keras kepala, merajuk, mengambek, melawan.

Dando, denda, denda uang; tardando, didenda, terdenda; honadando, kena denda.

Dane, air lelehan mayat yang mengalir dari mayat.

Dangadanga, tuma, kutu.

Dangar, (tentang tanah) kering, tidak berair; na dangaron, kering, gersang; dangardangar, seseorang yang harus didengar, yang harus dituruti.

Dangdang, denda yang dibayar kalau kejadian itu tidak dapat lagi diperbaiki; mardangdang, membayar uang sebagai pengganti barang yang hilang atau yang dicuri; butuha naso hadangdangan, perut lebih banyak menerima makanan daripada yang diperlukan untuk tenaga kerja msl: pelayan yang malas; sisampe dangdang, penanggung denda, walau bukan salah sendiri.

Danggol, merasakan, menahan, menderita (=taon); tardanggol, dapat tertahan; danggoldanggol sisilon, suam-suam kuku, demikian panasnya hingga kuku jari-jari dapat menahannya.

Danggur, lemparan, terlempar, dibuang; mandanggurhon, mandangguri, melempari; masidangguran, salimg melempar dengan batu; P.B.: sada nidanggur, dua na hona, satu yang lempari dua kena. Dua tugas (rencana) dapat diselesaikan sekaligus dalam satu waktu; danggurdanggur, sesuatu yang dapat dipakai untuk melempari; danggur barat, melemparan dengan kayu; hona danggur, kena lempar; danggurdanggur toho, lemparan nasib-nasiban, melempari asal-asal; danggurdanggur borngin, aral, juga mengenai jawaban yang berdasarkan nasib-nasiban.

Dangiang, lagak, gengsi-geng-sian, angkuh; mardangiang, berlagak, membuat dirinya seolah-olah penting.

Dangir, dangirdangir, merembes, menetes mengenai air.

Dangis, mandangis, pada saat ini tanpa uang, mengenai pemain-pemain kalau mereka kalah; mengenai pedagang kalau barang mereka tidak laku.

Dangka, ranting, cabang, dahan, anak sungai; namora di dangka, kera; mandangkai, memotong dahan pohon; mardangka, bercabang, berdahan; mardangka abarana, ia mendapat anak; mardangka ubanmu, dalam hari tuamu biarlah ubanmu bercabang-cabang; mardangka ubanna, limut-limuton tanggurungmu, bercabang-cabanglah ubanmu, punggungmu ditumbuhi lumut, banyaklah keturunanmu, semoga menjadi tua sekali; mandangkai hata, membuat pembicaraan berpanjang atau bercabang-cabang, agar tidak berakhir dengan baik.

Dangol, sengsara, miskin, pi-lu, melarat; dangolna i, alangkah sedihnya; mardangol, menderita, dalam keadaan melarat; hadangolon,sidangolon, kesedihan, penderitaan, dukacita, sengsara, kemelaratan.

Dangsa, dansa. Dangsina, Selatan.

Dano, I, kolam besar, tasik; (lebih besar dari ambar). II. gambaran bintang: Penembak.

Dao, jauh, berjarak, kejauhan; sadia dao, berapa jauh; dao ma i, betapa jauh; sapaal daona, sekilometer jauhnya; dao rohana, tidak ada perhatian, hatinya jauh, pikiran melayang; hadadao, hinadao, kejauhan, jarak yang jauh; mandaodao, menjauh, menjauhkan diri dari orang lain; padaohon, menjauhkan; halak simadao, penyendiri, yang tidak bersikap akrab, walaupun sebenarnya harus dekat; sidao nahinan, julukan bagi mendiang ibu yang meninggalkan anak-anak yang masih kecil-kecil; padaodao, berjauhan, tidak serumah lagi, berpisahnya suami isteri namun tidak bercerai; daodao, sidaodao, burung kecil, manyar mirip dengan amporik yang membuat sarang cantik; P.B.: habang sidaodao, habang marimpotimpot, hita padaodao, padan paingotingot: terbanglah burung manyar, jauh nan ke langit, kita yang jauh berpisah janji kan diingat.

Daol, daoldaol, terayun, go-yang, goncang = (duilduil); mandoali, mengombangambingkan, mengayun, menggoyang-goyangkan kesana-kesini.

Daolat, bdk daulat.

Daompung, buyutku, embahku, moyangku, nenek-kakekku.

Daon, I. obat; daon bari, harfiah: obat terhadap rasa bau dalam mulut yaitu; sirih, tembakau; daon ni sohol, obat terhadap rindu, yaitu hadiah; mandaoni, mengobati; pandaoni, dokter kesehatan, tabib. II. mandaon perasaan mati bagian tubuh; mandao roha, tidak peduli lagi, tidak punya rasa harga diri.

Dapar, mardapar, gemertak; mandapar, menggeletak; dapardapar, kaleng atau bambu pecah yang diguncang menggertak burung, kelontang untuk mengusir burung.

Dapdap, pohon dedap; bunga dapdap, lembayung.

Dape, lih dope.

Dapok, = dapot.

Dapot, dapat, ketemu, ditemukan; dapot na gogo dibahen na bisuk, si kuat kalah pada si cerdik; nunga dapot ahu, sudah kudapat; P.B.: di jae dapot bubu, di julu dapot tanggal, di hulu, di hilir terperangkap pukat; dapot tarida, bisa nampak, dapot taon, jumpa tahun; dapotan, mujur, menjumpai, mendapat; dapotan laba, mendapat laba, beroleh untung; p.b. disima hita borhat, disi ma hita dapotan, asal berangkat, pasti kita mendapat; tardapot, tertangkap basah, terdapat, kedapatan; mandapothon, kepada (alamat surat), mendapatkan, mengunjungi; mandapothon si anu, kepada si anu; mandapothon huta i, dekat kampung itu, menuju kampung itu; mandapot di, tergantung dari, bergantung pada; mandapot di hodo langkangku, terserah kau mau kemana aku, saya tergantung padamu; mandapot di Debata do parsorion ni jolma, tergantung dari Allah nasib manusia (saguru di); pandapotan, orang pada siapa seseorang bergantung, pendapatan; marpandapotan tu, bergantung pada; mardapotdapot, berturut-turut, terus-menerus; pardapotan, alat penangkap yang sesuatu msl: jerat atau bubu; pardapotan dagingna, daging sial, gampang sakit, (mengenai anak kecil).

Dapur, dapur; anak dapur, (= tungkang dapur), juru masak.

Daram, I. mandaram, berjalan berkeliling, mencari nafkah; pandaramdaram, pencari nafkah. II. mandaramhon, mengandalkan, menganggarkan sesuatu, (= mangasahon); mandaramhon raja ibana, mentang-mentang raja dia.

Darang, kudis; darangon, ter-kena kudis, kudisan; pabali darang, menggeser kesalahan pada orang lain, memindahkan kesusahannya kepada orang lain.

Darapati, merpati.

Daras, mardarasdaras, derak, bunyi daun yang diinjak, bunyi roda kereta atau bunyi padi yang diinjak ( = marderesderes).

Darat, tegalan, darat (lawan: laut); mardalan darat, bepergian lewat jalan darat, berjalan darat; juga: mandarat; mandarati, membebaskan budak dengan uang tebusan; tardarat, terluput ke darat, terdampar kedarat, keluar dari keadaan miskin menjadi kaya.

Dardar, madardar, = malala.Dare, = rade; padarehon = paradehon.

Darede, dumarede, mengalir te-rus-menerus, bercucuran mengenai air mata.

Daret, halak Daret, orang Mandailing; tumbutumbu daret, tempat tembakau dari Mandailing.

Dari, ulok dari, sej ular, jenis-jenisnya: dari alogo, dari sihim, dari tano, dari songka.

Daring = darang, kudis pada ternak; daringon = darangon, berpenyakit ini.

Darnga, darngaon, kering mengenai kerongkongan.

Daro, darah (lazimnya darah haid); daro mata, darah beku;siboan hujur namardaro, ndang siampinan: pembawa lembing berdarah, jangan diayomi; siapa duluan bersalah jangan dipihaki atau dilindungi.

Das, = sahat, sampai, tiba, telah disampaikan; padashon, menyampaikan (perkataan, pesan); sipadas hata, juru bahasa,

Dasar, tempurung kelapa, mangkok, sendok dari batok kelapa.

Dasdas, mandasdas, mendorong terus-menerus, mengajak, menggerakkan, menyemangati; pandasdas, motivator, penggerak; ubat pandasdas, upaya menggerakkan, mendorong msl haid.

Dasing, timbangan; dumasing, menimbang; ndang tardasing, tak bisa ditimbang. Dasip, terkatup rapat-rapat; padasiphon, mengatupkan rapat-rapat.

Dasor, I. dasar, alas onggokan padi, lapis padi di ladang yang paling bawah. II. mandasor, membuat alas onggokan padi, menumpukkan padi yang paling bawah.

Datang,mandatang, datang, menimpa, terjadi; mandatang tu ahu, kutuk menimpaku; so dung dumatang, yang tak pernah terjadi; padatanghon, mendatangkan.

Datdat, = jotjot, sering, kerap kali; datdat do i masa, berungkali itu terjadi, sering terjadi; mandatdati, mengulangi, tak henti-hentinya melakukan, berbuat terus-menerus, tekun; pardatdatan, sikap ngotot mengulangi, apa yang sering dilakukan.

Date, letih, capek, tidak berdaya, lemah, lunglai; mandate, lesu sekali, sangat lelah, jatuh pingsan.

Datek =atik, barangkali, mung-kin, boleh jadi.

Datik = datek.

Dating = datek.

Datu, dukun, datu, tukang tenung, ahli sihir, peramal, dokter, ahli pustaha; hadatuon, kedukunan, keahlian dalam sihir, kepandaian mengobati secara tradisional; ulaula hadatuon, alat dan ulah kedukunan, perdukunan, santet; mandatui, meneluh, menyantet; padatuhon, mendukunkan, minta jasa dukun, membawa berobat ke dukun; padatudatuhon, berlagak dukun, nyatanya ia tidak dukun; datu parosulosul, dukun tangguh, dukun ulung.

Datulang,(= tulangku), bdk tulang.

Dau, naek daudauna, kemasyhurannya, kekuasaannya, kekaya-annya bertambah.

Daua, sej rumput.

Dauk, lembek, lunak, lentur, lembut (lawan: jogal); dauk dagingna, lemah-gemulai badannya; padaukhon, melembekkan, melunakkan, melembutkan; dauk rohana, lembek hatinya, tidak melawan.

Daul, luar biasa, banyak; banyak pada; komperatif: lebih.

Daulat, atau daolat, (= martua), saleh, setia pada Allah, jujur, benar, tulus, sopan; na daulat na martua, tulus iklas, berbahagia; na daulat tu Debata, tawakal, setia pada Allah, saleh; hadaulaton, kedaulatan. padaulat, mendaulat, menghormat dengan takjim (lawan: gait).

Daung, ikan yang busuk.

Daup, = dauk.

Daupa, dupa, kemenyan untuk persembahan; manutung daupa, membakar kemenyan, berdupa; pardaupaan, altar pembakaran dupa atau kemenyan.

De, = doi, seruan untuk memikat anjing.

Dea, I. mandea, memperoleh sesuatu dengan akal licik. II. deadea, budak belian, budak yang diperdagangkan.

Deak, banyak; deak ni roha, ketidak benaran, kemalasan dalam hal mana orang mendalihkan sesuatu yang lain, banyak tingkah; deak hatana, omong banyak, banyak bicara; sideak hata, tukang koyok, tukang ngobrol; boru Sideak/boru Sideang parujar, putri Batara Guru, ialah menurut legenda pencipta bumi, juga dinamai Sideak Ujarujaran, Sideak Halasan, tungku masak, perapian; hinadeak, hadedeak, jumlah, bilangan yang banyak.

Deang, dayang, anak perempuan yang muda, gadis; deangdeang, gadis muda; boru Sideak Parujar atau boru Sideang Parujar, Sideang Haijuran, Sideang Panaehan, (bahasa klassik), putri Penggagas, yang banyak dituruni, banyak dinaiki = tangga.

Dear, I. na dear, yang tidak merasa tenang kemanapun pergi; kucar-kacir, semrawut, morat-marit; na dear marpangalaho, gelisah. II. padear, = pasombu.

Deba, sebahagian, separoh, orang lain; na deba, sebahagian, yang lain; ditangko de-ba, dicuri orang (lain); deba… deba, separoh…separoh, sebagian….sebagian; deba na-ri, sebahagian lagi; ugasan ni deba, barang orang (lain); dia deba, mana lagi? unang deba roham, jangan bimbang, jangan ragu, jangan marah.

Debal,mendebal, menghantam, memukul (= mambasbas.)Debata, Tuhan, dewa, dewata, orang Batak membedakan: debata di atas, dewa-dewa sebenarnya, debata di tonga, kemanusiaan; debata di toru, roh-roh yang jahat; dewa-dewa di atas ialah: Ompu Mula Jadi Na Bolon,Batara Guru, Soripada, Mangalabulan, Debata asiasi; marhata Debata, berpegang pada sabda Allah, menurut agama kristen; mardebatahon, dipardebatahon, memuja berhala, mendewakan sesuatu; pinardebata, didewakan, sesuatu dipuja sebagai allah, harta atau hutang dinomorsatukan; debata sileban, illah-illah lain, dewata, berhala; surusuruan ni Debata, malaikat; hadebataon, ketuhanan, keillahian; mardebatahon ganaganaan, memuja patung.

Dede, air liur yang menetes dari mulut; madede, berliur, mengeluarkan air liur; dumarede, (mengenai air mata) berlinang-linang, bercucuran.

Dedeng, marsidedeng, bersenandung dendang, bernyanyi dan bersyair secara Batak.

Deder, dederdeder, pekerjaan tanpa berkesudahan.

Dege,mandege, injak, menginjak, pijak, memijak, mengunjungi; mandege huta, menginjakkan kaki di kampung, ber-kunjung, mudik; mandegei, me- nginjaki, merapah, melunyah; mandegedege hauma, menginjaki rumput di ladang; mandegedege sipahataon, menyelidiki, memeriksa perkara perselisihan; mandege singkoram, melihat-lihat lahan yang digadai menutup hutang; mardege, mengirik, merontok padi dengan kaki, menginjak padi; pardegean, tempat mengirik padi; pandegean, bekas injakan; na nidege ni pat, bekas kaki; sidegedegean, injakan, sesuatu yang diinjak msl sanggurdi; pardege, penggirik padi.

Dehang, mandehangi, tetap memeras susu lembu walaupun anaknya mati.

Dek, tiruan bunyi.

Dekdek, madekdek, (mengenai barang kecil) terjatuh, luruh; (mengenai buah) gugur; P.P.: madekdek tu bonana do parbue ni hau, buah jatuh ke pangkal; mardekdehan, berjatuhan, berluluran (mengenai barang kecil atau buah); madekdek mata ni ari, matahari terbenam, magrib; padekdekhon, menjatuhkan banyak; hadekdehan ni sanggul, keguguran, abortus.

Delam, mandelam, membujuk atau mengambil hati seseorang dengan kata-kata licik, merayu; biang simardelam, anjing berlidah hitam.

Dele, mandele, rasa putus asa, putus pengharapan; dele ni roha, putus asa, tawar hati, tak bersemangat; pandelean, keputusasaan, hilangnya harapan; mandeledele, berjuang te-rus-menerus walaupun menghancurkan dirinya.

Deledele, kelenjar pada pangkal paha dan dagu; pardeledelean, lipat paha.

Deles, = dele; na deles, putusasa; dipadeles rohana, menjadiputus asa; mardelesdeles, pu-tus harapan, putus asa.

Delmek, terletak dengan tepat. Demak, damai, sentosa, nyaman; mardemak, hidup dalam damai, berhenti permusuhan; pademakhon, membuat damai, mendamaikan.

Dembal, mandembal, memukul, menginjak, menumbuk; dembalan ni sasap, kutukan: kiamat kau!

Demban, = napuran, sirih; mardemban, makan sirih.

Dempar, cerai-berai, tersesat, terdampar; tardempar, = mampar, terdampar, tersesat.

Demut, mademut, lapuk, lusuh mengenai kain.

Dengdeng, dendeng, daging pipih yang diasap; mambir dengdeng, tua sekali, tua bangka (bdk ambir) matuatua dengdeng, idem.

Denger, denger soara, parau mengenai suara; madengerdenger, berdengung, gemertak.

Denggal, melentuk mengenai jari-jari tangan yang dapat dilengkungkan ke belakang; mardenggal, membengkok ke belakang, melengkung.

Denggan, baik, oke, bagus; molo songon i, denggan, kalau begitu, baiklah (oke); dengganna i, betapa baik itu; ari na denggan, hari baik; marnadenggan, berbeda baiknya, denggan roha, manis budi, baik hati, budiman; denggan do roham disi? setujukah engkau? cocok itu untukmu?, denggan basa, murah hati; denggan basam, engkau murah hati (dalam doa), baik budimu; mardenggan, berbaikan, berdamai, rukun, rujuk sekali; pardengganan, perujukan, kerukunan, perdamaian; padengganhon, memperbaiki, menengahi (duabelah pihak yang berselisih); hinadenggan, kebaikan; sun denggan, maha baik, sempurna.

Dengkar, mandengari, mengelak, menangkis msl waktu berpencak (= marmonsak); kepandaian berpencak dapat dipelajari pada paralemo.

Dengke, ikan; mardengke, menangkap ikan; pardengke, penangkap ikan, nelayan, peternak ikan.

Depdep, mandepdep, mencincang daging.

Deper, mardeperdeper, = marderesderes,

Dera, deradera ni roha, kesalahan, salah; ndang deradera ni rohangku, itu bukan kesalahan saya; disandang dera, kuda hitam hanya punya bintik hitam di pahanya.

Derder, (= malala), derder, uang yang diterima tidak sekaligus, tetapi berdikit-dikit; panderder, orang yang menerima sesuatu secara berdikit-dikit.

Derek, marderekderek, gemertak; udan derek, hujan halus.

Derem, diam, lemah, nyenyak, pulas tidur, tenang, tidak bergerak, tidak panas mengenai makanan; paderem, membuat te-nang, meredakan; panderem, obat penenang, yang membuat tenang.

Dereng, marderengdereng, berdering; siderengon, = ringgit.Derep, marderep, gemertak msl papan bdk dorop.

Deres, marderesderes, menggersak, gemersik.

Deret, tinggal di belakang se-waktu berjalan; deret rohana, ia tidak suka ikut serta; hupaderet pe, saya akan ikut dari belakang; marderetan, beberapa orang tinggal di belakang; marderetderet, berturut-turut.

Derhet, memekakkan msl bunyi senapang sebagai tanda celaka sewaktu merampas anak kecil untuk dijadikan pangulubalang.

Derma, derma, persembahan; pesta derma, perta derma.

Derngas, kurang ajar, nakal.

Derse, manderse, loyo, putus asa, sangat berputus asa (lebih kuat daripada mandele).

Desa, penjuru, mata angin; desa na ualu, delapan penjuru angin.

Deser, mardeser, desir, berdesir.

Detak, =atik, barangkali, entah, mungkin; detak beha = atik beha.

Detar, kain kepala, ikat kepala, surjan, destar.

Deter,tunai, dibayar kontan; mandeteri, membayar tunai; mardeter, berbunyi gemerencing mengenai uang logam.

Detok, mardetok, tidak berkenan, tidak suka pada; arap ni jae, detok di julu, kau tak suka padaku, aku juga begitu, balas-berbalas

Detuk, lemah, lembut, sedikit melekuk, bengkok mengenai pisau, sumbing.

Di, I. kata depan: di, pada, kepada, untuk; di ho, untukmu; dibagasan, didalam; di ruar, di luar; di tongatonga, di tengah; di holangholang, di antara; dison, di sini; disi, di situ; disan, di sana, disadui, disana itu; na di ahu, untukku. II. awalan di untuk kalimat pasif: dilehon ibana: diberi oleh dia, diberikannya.

Dia, apa, yang mana, macam apa; horbo dia, kerbau mana? dia do pangalahona? apa masalahnya? bagaimana letak soalnya? dia ma nidokmi, mana yang kau katakan itu? dia sahitna, sakit apa dia? di dia? di mana? sian dia, dari mana? songon dia, bagaimana? tu dia, ke mana? sadia, berapa? manang dia, entah apa, entah mana; manang didia pe, dimanapun juga: ndang mardia imbar, tak berbeda, sama saja = ndang dia imbarna; naso mardiadia, tak punya apa-apa; ndang mardiadia, kalau tidak ada jatah daging sewaktu memotong ternak, walaupun dituntun adat; didiaon, tidak berkeputusan, kecarian, tak paham, tak tau soal, bingung (bdk bohabohaon)

Diam,diam, tutup mulut, berhenti, tenang; dipadiam ahu, saya disuruh tutup mulut.

Diar, padiarhon ( = pasombuhon), dibiarkan (mand).

Dibahen, bdk bahen.Dideng,mandideng, membuai-buai anak, meninabobokkan; pa-didengdideng, membuai anak de-ngan berdendang sayang.

Didi, bdk idi; mandidi (hon), memandikan, mencucikan, mempermandikan; pandidion, hal memandikan, permandian, upacara pembabtisan; pandidi, pembabtis, pemandi, yang mempermandikan; padidihon, memandikan, membabtiskan; tardidi, dicuci, terbabtis, dipermandikan; mandidi huting, memandikan kucing (percaya) agar hujan turun; maridi, bdk idi.

Didor, panjang dan kurus, krempeng.

Digil, mardigildigil betisna, berlari-lari.

Diha, dihana, kata pertanyaan;bagian tubuh mana, apanya, kekerabatan yang bagaimana? bagian; pardihaon, kerabat macam mana? panggil apa? pardiham, apamu dia, panggil apa kau padanya, kerabat bagaimana? na so mardihadiha, yang tidak bersanak pamili; tu dihangku, buat apaku; ndang tu dihana, tak usah ya, untuk apanyalah itu;ndang tu dihangku, saya tidak bisa memakai itu.

Dila, lidah; dila ni pat, buah betis; dila ni tano, delta; dila ni rihit, goseng; dila ni api, nyala api; na dila, orang yang tidak bisa menyimpan rahasia orang lain, ceriwis, pembual, suka bergunjing; dila paung, perhiasan kayu berukir lidah panjang di rumah batak; diladila, pola segi tiga untuk corak utama “ulos” (kain tenun); mandilati, menjilati; pandilati, penjilat (= simanggoanggo); mandiladila, berceloteh, panjang lidah, omong besar; dila mangalit, orang yang lidahnya bengkok seperti lidah kerbau yang makan rumput, membelit kata, ucapan berkait, keseleo lidah.

Dilat, (bdk dila), mandilati, jilat, menjilati; P.B.: jolo nidilat bibir asa nidok hata, jilat bibir dulu baru bicara, pikir dulu baru bicara, sesal kemudian tidak berguna; mandilat hepeng, mandilat sira, menjilat uang atau garam mengenai sumpah, bdk gana.

Dilmut, di atas saja, tidak dalam, bdk dulmut.

Dilo, mandilo, menjenguk, meninjau, memandang, melihat ke; pandiloan, jendela kecil di belakang rumah batak, bdk dulo.

Dimpal, mandimpal, menyuburkan ladang dengan pupuk kandang.

Dimpan, = simpan.

Dimpos, I. rapi, paten, tak rusak, tertutup rapat, tidak renggang. II. simardimpos, jenis pohon kecil.

Dimpu, I. mandimpu, menumpukkan (msl nasi di piring), menimbun; dimpuan, tumpukan kecil. II. dimpu = rimpu, kira, sangka, menduga, mengira.

Dimun, mandimuni, melindungi seseorang, terhadap bahaya; padimundimunhon, mengenai orang dan barang, menjaga sesuatu tetap utuh, memperlakukan dengan hati-hati. Dingding, dinding; ndang tarporsan sada halak sada pandingdingan, begitu besar dan berat padingdingan, alas dinding, tak mungkin terangkat satu orang; mandingdingi, mendinding; marhorihori dingding, meniti dinding, meraba dinding mengenai anak belajar berjalan. II. mandingding, jadi hamba, membayar hutang dengan tenaga kerja sambil menumpang tinggal, tanpa jadi budak; sidingding ari = sibombong ari, bdk bongbong.

Dingin, dingin, sejuk, tenteram, bahagia, makmur; madingin, sehat walafiat dipakai dengan horas; horas tondi madingin, selamat sejahtera, sentosa; pandingini, apa yang membuat sehat walafiat, sitawar sidingin, penyejuk, obat penawar; dingindingin, sej tumbuhan yang mirip dengan hapalhapal.

Dingkal, mandingkal, tegak berdiri, jungkal, menjungkal, cuat mencuat, seperti ekor lembu kalau mau berak; dingkal, tegang, tegak, mencongak.

Dingkan, = (tungkan) kata depan: terhadap, ke, ke arah; dingkan pudi, ke belakang; dingkan dia, arah sebelah mana; manang dingkan dia pe, arah manapun jadi, entah sebelah manapun; mardingkan, memihak, berat sebelah menganakemaskan, pilih kasih; dingkan i rohana, berpihak kesitu dia; mandingkani, melebihi orang, memihak pada; pardingkanon, pemihakan, sikap berat sebelah.

Dingkar, = dengkar.Dingkat, marsidingkat, berdiri di atas jari kaki, bersijengket.

Dion, = dison, disini.

Dior, mandiori (= riori), mencari sesuatu; mandior hepeng, mencari uang; diordior matana, matanya kecarian kemana-mana.

Dirgak, tegak diangkat kepala; padirgak, menegakkan kepala;padirgak roha, membangkitkan semangat, menguatkan hati.

Dirgok, = dirgak, bersemangat, gembira, riang.

Dirgos, sudah pulih mengenai orang sakit.

Diri, = iba, pribadi, diri, diri sendiri, awak ini; diringku, diri saya, pribadiku; dirim, dirimu, diri anda, pribadimu; diri niba, diri sendiri, pribadi sendiri, diri saya; diriniba ma nisarihon, diri sendirilah pikirkan (di-riniba, diri umum, bukan dirisaya); sandiri (dari sada diri), handiri, sendiri, secara pribadi; ahu sandiri, saya pribadi, saya sendiri; pandirihon, dirikan, berdirikan.

Diring,mardiringdiring, bunyi berdering, mengenai uang.

Disadui, disana, menunjukkan jarak jauh, lih adui.

Disan, (dari di an) di sana; disadui, (dari di adui), disana itu; disi (di i), disitu; bentuk panjang: disi ni, di situ itu.

Disi, I. segera. II. disitu. Disini, disitu.

Disir, mardisir, I. berdesir. II. mardisir, berdiri, merinding (bulu roma, bulu kuduk).

Dison (dari di on), di sini.

D.L.N.A. (=dohot lan na asing) etcetera, dll, dan lain-lain.

Ditir, marditir, tiba-tiba la-ri terbang mengenai burung, bdk tir.

Do, memberi penegasan: -lah, -kah, -nya; ahu do na laho, sayalah yang pergi; na laho do ahu, yang perginya saya; sian dia do ho? dari manakah kau? i do, itulah; on do alana umbahen na ro hami, inilah sebabnya mengapa kami datang; ndada torop na marpungu, otik do, tak banyak yang berkumpul, sedikitnya.

Doa, = tabas.

Doal, gong kecil yang dengan tiga lainnya membuat orkes batak; mandoali, main doal, khusus pada pesta orang meninggal; pardoaldoalan, rak gantungan gendang di balkon rumah batak.

Dobar, deras mengenai hujan; mandobardobar, menumpahkan, turun dengan deras.

Dobo, I. mandobo, menyiksa, memakai kekerasan, menyamun, memperkosa; pandobo, penyamun, pemerkosa, penjarah, perampok; pandoboon, perampokan, perkosaan, kekerasan; tardobo, kena rampok; hona dobo, idem; dobodobo. II. bicara secara cepat dan tersangkut-sangkut. Dobom, lih bom.

Dobur, mardobur, debur, berdebur, mendebur (mengenai kayu yang jatuh atau tembakan).

Doda, bunyi yang dibuat memanggil anjing; P.B.: agoan asu do halak na hurang doda, yang kurang rajin memanggil anjingnya, akan kehilangan anjing, barang siapa tidak menjaga hartanya akan kehilangan hartanya.

Dodak, dedak; simardodakdodak, sej pohon kayu berbuah merah dan yang dipakai sebagai obat cacing.

Dodal, disapukan, melekat pada dinding mengenai kapur, tanah; mandodal, melekatkan pada, mengediami; mandodalhon, melekatkan sesuatu; mandodalhon utang, menumpuk hutang kepada orang kaya dengan mengajukan diri sebagai pekerjanya; mandodal songon hare jagung, melekat seperti bubur jagung, bergelimang hutang; mandodal ingkau, menotak lauk-pauk dalam panci dengan sendok supaya diratakan lauk pauk dengan sendok di piring itu.

Dodo, mandodo, membuang batu duga, menduga dalamnya sesuatu; mandodo roha, membaca isi hati, menduga maksud; ndang tardodo, ndang hadodoan, tak bisa diduga, tak terduga, tak tertebak sesuatu maksud.

Dodong, I. sej pedang. II. na dodong, bodoh.

Dodor, mardodor, datang berduyun-duyun, berbondong-bondong.

Dodot, padodot, beruntun, ber-kesinambungan, berturut-turut, non stop; padotdot tolu ari, beruntun tiga hari; ari rondo lima ari padodot, hujan lima hari berturut-turut, nonstop.

Doge, menyatakan keheranan: wahai, aduh.

Dogil, mandogil, pijit, memijit, meremas dengan jari; mandogildogil, memijit-mijit, me-remas-remas, mengurut.

Dogo, mandogodogo, membujuk penurunan harga kepada penjual.

Dogol, mandogol, menggiling halus, melunakkan (= gogol)

Dogor, kurang ajar; madogor soarana, suaranya sangat ke-ras, luar biasa keras suaranya.

Dogos, mandogos, menggosok diri, menggosok, melumatkan.

Dohar, mujur, bernasib baik, peruntungan; mardohar, mendapat banyak rezeki, beruntung; hadoharon, kelimpahan rezeki; ari na mardohar, hari mujur yang ditetapkan oleh datu; pandoharan, sumber nafkah, sumber rezeki, yang membawa kemujuran, keuntungan.

Doho, marhadohoan, mempunyai milik tertentu, diasingkan untuk tujuan tertentu, khusus.

Dohodoho, buah sej pohon kayu barangan yang bisa dimakan.

Dohon, lih dok I.

Dohor, = donok.

Dohot, dan, ikut, dengan, serta, ikut serta (menghubungi subjek dan kata sifat); marsidohot, berpartisipasi, ikut serta, turut ambil bagian; parsidohot, peserta, orang yang mengikuti, yang ikut berperan; padohot, termasuk, inklusip; so padohot, ekslusip, tidak termasuk, tanpa; pandohot, bingkai yang empat pada tepi tampi.

Dohu, mardohudohu, berjalan berkeliling dengan bermaksud jahat, berencana jahat.

Dohuk, mardohuk, berderu mengenai angin.

Dohung, I. mandohung, bungkuk karena tua, uzur. II. dohungdohung, sej rumput berdaun lebar.

Dohur, = dobur

Doi, bunyi yang dibuat untuk memanggil anjing; mandoi bi-ang, memanggil anjing.

Doing, mandoing, mengganggu pembicaraan orang sungguh-sungguh dengan perkataan yang kosong; mandeang mandoing, idem.

Doit, menyengat mengenai serangga; pandoit, penyengat, (nyamuk, kutu, serangga); hata na marpandoit, ucapan menggigit, yang melukai walau kedengaran halus.

Dijor, mardojor, berkelebihan air liur.

Dok, I. mandok, mengatakan, berbicara; mandokhon, memerintahkan, menyuruh, menyebut, mengajak, mengatakan; pandok, ucapan, sebutan, perintah; pandok ni si A, perintah si A; pandohan, ucapan, perkataan, kalimat, anak kalimat; sandok, pendeknya, pendek kata, tegasnya, seluruh; sisandok, = hata sisandok, sepatah kata, sebuah kalimat; mandok, kata depan: sampai di, tentang, kepada; didok ma mandok halak i, katanyalah kepada mereka; didok rohangku, saya kira, menurut perasaanku; ndang tardok, tak terkatakan; dohonon, yang mau dikatakan. II. (= dokdok), sedih, berat; dok rohangku, bersedih hati; dok ni roha, kesedihan, kemurungan.

Dokdak, bunyi pukulan martil-martil; mandokdak, = memikat udang dengan membuat bunyi dengan lidah; simardokdak ni nambur = babi (And).

Dokdok, berat mengenai timbangan, penting, sungguh mengenai perkataan; dokdok patna, hamil mengenai perempuan; pandokdokhi, sesuatu yang memberatkan, pemberat, tolak bara, marnadokdok, berbeda mengenai berat; dokdokna i, alangkah beratnya; mardokdok, makin berat, memberatkan, amat berat, sangat keras.

Doldol, urat persendian.

Dolgi, tidak rata, kasar, keras mengenai tempat tidur, rasa menusuk, mengganjal, tidak datar; dolgi mata, mata menjadi sakit karena sesuatu benda, rasa kesat di mata; dolgidolgi hatana, pedas-pedas perkataanya, menusuk perasaan; P.B.: dolgidolgi ranggas diingani bodat, ngali aek diingani dengke, ranggas mengeras dihuni kera, air yang dingin namun ikan berdiam disitu, artinya: kampung sendiri lebih baik, masing-masing merasa dirinya senang di tempat yang biasa.

Doli, lelaki, kuat; ompu doli, nenek laki-laki; simatua doli: mertua laki-laki; simatua bo-ru, mertua perempuan; dolidoli, anak muda, pemuda, perjaka; marsiajar dolidoli, menjelang pemuda berumur 14-16 tahun.

Dolnal, kontroversial, isi bi-cara yang bertentangan; dolnal ni on manghatai, ngawur kau ini bicara, asyik bertentangan isi omonganmu.

Dolnat, mandolnat, duduk dengan kaki bersilang.

Dolngos, terletak di atas dengan kuat.

Dolodolo, sej pohon kayu kecil yang berdaun lunak.

Dolok, gunung, pegunungan; dolokdolok, bukit, perbukitan; pardolok, penduduk gunung, juga: terletak di gunung; pardolohan, pegunungan.

Dolon, mardolondolon, harmonis, serasi mengenai bunyi alat-alat gendang.

Dolos, mandolos, menggilas, menggiling, menggesek; lindas, melindas, giling, menggiling; mandoloshon, memakai sesuatu untuk menggesek msl menggesek biola; mandoloshon lasiak, menggiling cabe; sidoloson = lasiak, cabe yang mau digiling, sesuatu yang mau digilas rata; pandolos, penggesek biola. Doltuk, pukul, memukul.

Dom, bdk pidom, padam, sirna, mati.

Doma, = noma, (lih: nama) (Angk).

Dombur, masidomburan, saling menyerang dengan kata-kata.

Domdam, = tahi; mardomdami, merencanakan sesuatu.

Domdom, I. marsidomdom, bunyi pekak yang dibuat gemuruh atau gendang yang besar; sidomdom, deru dibawah tanah, atau bunyi guruh di kejauhan di waktu malam. II. domdom, berkelakuan tanpa cela.

Domia, dunia ini; pangiasan domia, biar dunia mampus, haram mampus (sumpah serapah untuk membenarkan diri)

Domom = marhobot langit, mendung, berkabut.

Dompak, berhadapan dengan, ke arah, menghadapkan muka kepada sesuatu, kata depan: berhadapan dengan, ke arah; mandompakhon, menoleh diri ke suatu, menghadapkan, mengarahkan ke, memalingkan muka; mardompak, terhadap, berhadapan, menentang seseorang; padompakdompak, bertatap muka, saling berhadapan, berhadap-hadapan; pardompahan, jidad, kening, dahi; P.B: tubu anak na dompak pujion, na tundal hataon: kiranya lahir putra, yang dimuka disanjung, di belakang digunjing; orang berwibawa, berbobot; hata dompak, bahasa terus terang (lawannya hata tundal); padompakhon, memperhadapkan, frontasi, mempertemukan; jaga dompak, sepotong timah hitam yang dibawa pada ikat pinggang sebagai jimat dalam perang; barang siapa membawanya tidak dapat melarikan diri, timah jimat, jimat kekebalan.

Dompol, dompol; mandompol, mendompol.

Dompu, = rimpu, kira, sangka, duga.

Domu, berkumpul, cocok, kompak, rujuk, temu, rapat, serasi, sesuai, bergabung bdk tomu; ndang domu hata nasida, tidak cocok pembicaraan mereka; dia domuna, apa titik pertemuannya; domuna, titik temu; mardomu, berkumpul, bersatu, rujuk kembali, cocok; padomuhon, mengumpulkan, mencokcokkan, mendamaikan, mempertemukan; upa domudomu, upah perantara (jual-beli, perjodohan dsb); domudomu, orang penengah dalam usaha mengawinkan, perantara jodoh; ndang na so tuk dohonon ni domudomu, mana ada yang suntuk bagi mak comblang, (suka melebih-lebihkan ceri-ta); pardomuan, perdamaian, musyawarah, permufatan, pertemuan, perserikatan.

Donaon, masa habis panen.

Donda, I. lembut, tak banyak berbicara, sikap merendah tapi berwibawa; siaji donda hatahuton, tunggal panaluan, tongkat gaib datu besar (bdk talu). II. tali donda, pemberat, batu timbangan, perum.

Dondam, mardondam, takut, malu.

Dondang, tameng, perisai, yang dikapuri warna putih. Dondon, I. mandondon, membeli ladang padi dengan syarat bahwa sipenjual baru boleh membelinya kembali setelah dua tahun; padondonhon, menjual ladang dengan cara ini, menjualgadaikan. II. dondon, mandondoni, menimpa, menekan sesuatu ke bawah, menindih, menghimpit dari atas; mandondoni anak, menindih anak waktu tidur; mandondon parsingiran, menambah piutang, yang nanti dibayar dengan bekerja pada kreditor; sari dondon, dekil, daki badan; dondon tua, pemberian sawah pada cucu paling sulung dari putra, seorang laki-laki yang menuangkan air suci pada pesta dihadapan perempuan-perempuan agar dapat banyak keturunan.

Dongak, dongakdongak, lih donguk.

Dongan, kawan, teman, sahabat; dongan saripe, suami, isteri; mardongan saripe, berkeluarga, berumahtangga; pardongansaripeon, perkawinan, kekeluargaan; dongan sabutuha, kawan seperut, semarga; dongan sahuta, sejiran, kawan sekampung; dongan sajabu, kawan serumah; dongan sabangso, kawan sebangsa; dongan saulaon, rekan sekerja, teman sejawat; dongan sasingkola, teman sekolah; dongan tubu, kawan sebuyut, semarga; dongan torbang, seusia, teman sebaya; dongan jolma, sesama manusia; dongan sa-ama, bersaudara; mardongan, berkawan, berteman; indahan mardongan ingkau, nasi dengan sayur; mardonganhon, bersama-sama dengan, berteman dengan; pardonganon, persahabatan, persatuan; mardongandongan, berteman; mandongani, menemani, mendampingi, mengawani, menyertai; beha pandonganina di ho, bagaimana ia menemani engkau; hula dongan, kerabat mertua.

Dongar, na so hadongaran, yang tidak tertahankan, tak tergoyahkan, tak tergugat, tak bisa dilawan.

Dongdong, I. marsidongdong, berkelip-kelip mengenai bintang; bintang sidongdong, bintang terang, dekat pada bulan di langit; na so hadongdongan, tak bisa diduga. II. dondong, sej pohon yang buahnya hanya setengah dimakan.

Dongek, mardongek, gemertak.

Dongkok, mandongkokdongkok, menguik.

Dongon, mendongkol, murung, menahan perasaan; sedih mengenai suara.

Dongsi, kotak tembakau dari mas atau perak.

Donguk, sai dogukdoguk do ho, = dongakdongak, kata cerca yang diucapkan orang terkemuka kepada bawahannya juga: kalau ia mengatakan yang benar.

Donok,(bdk jonok), dekat; jonok tu, dekat pada; parroha na donok, pendek pandangan, pikiran sempit; alus na donok, jawaban sederhana atau ringkas; mardonokhon, dekat pada; mandonohi,padonok, mendekati; padonokhon, mendekatkan; hadodonok, hinadonok, hal yang dekat; masipadonohan, saling mendekati.

Dop, mandophon, menutupi, tidak berani menghukum oleh sebab diri sendiri melakukan serupa itu (dalam keadaan terkutuk yang sama).

Dopa, depa, ukuran serentang kedua lengan; dopa simanuhi, (dari: suhi), depa dari ujung jari tangan yang satu ke siku; dopa golom, mulai dikira dari jari-jari yang dikepal; dopa simarhilap, depa ruas jari-jari yang paling luar tidak turut dikira; dopa simanusu, depa dari ujung jari tangan yang satu sampai tetek sebelah (susu); dopa sibaganding, dikira dari ujung jari tangan yang satu sampai tempat antara siku dan pangkal tangan lain; mandopai mendepa, mengukur dengan depa; mandopadopa, mengikat orang pada kayu dengan tangannya terentang msl orang yang berhutang.

Dopang, mandopang, melawan musuh, memerangi.

Dopdop, mandopdop, mengetukngetuk tampi supaya dedak terkumpul; pandopdopan, ayak, sekam, ampas dedak sesudah ditampi; dopdopan, ayakan, saringan.

Dope, lagi, masih; ndang dope, belum; dua dope, baru dua, sampulu sia taon dope umurna, dia baru berumur 19 tahun.

Dopena, = dope,

Dopir, dopirdopir = hitinghiting, alat untuk menenun hotanghotang.

Dor, (tentang ludah), terus-terusan, meleleh terus-menerus. Dorak, mangindorak, menaruh respek; mangindorak roha di hasangapon, menaruh respek kepada kemuliaan.

Doran, sej jala panjang yang diseret; dorandoran ni lombu, lipatan kulit kerongkongaan lembu, gelambir.

Dorang, terlalu berani, kurang ajar, nakal.

Doras, deras, cepat; padoras, percepat; dipadoras langkana, dipercepat langkahnya.

Dorbia, ternak (kerbau, lembu, babi, kuda, dsb).

Dore, lumpur, rawa-rawa.

Dorgak, bdk dirgak, kepala mencongak; dorgak ulu ni ulok, mencongak kepala ular; mandorgak, mengangkat kepala.

Dorgis, makin sehat, membaik, setelah sakit.

Dorgit, anjing muda.

Dorguk, teguk; sandorguk, seteguk; mandorguk, meneguk, menelan air; pandorguhon, merasa kecewa mengenai orang kepada siapa disodorkan makanan, tetapi ditarik kembali dan dia dengan tidak sengaja meneguk.

Dorhot, sulit diputar karena tidak licin, kasar.

Dori, sej pohon kayu, yang menghasilkan kayunya yang baik.

Dorik, (bdk derek), mardorik, menggertak gigi.

Doring, pentung, benda yang dilontarkan; mandoring, melempar dengan pentung.

Dorma, obat pengasih, pekasih, jimat pemanis, jimat agar lawan jenis jatuh cinta, atau siapa saja dihadapi, bisa lembek sikapnya dan tunduk; mandormai, memberikan seseorang obat pengasih; lawannya: sipanutupi = jimat penangkis atau penangkal dorma.

Dorom,mandorom, menderum mengenai tembakan atau gemuruh.

Dorong, I. mandorong, menerkam, menyerang mengenai binatang. II. mardorongdorong, ge-mertak, berderik.

Dorop, mardorop, gemertak, berderap, bunyi sesuatu yang keras dikerkah, seperti kerupuk dikerkah anak-anak, atau tulang diremuk anjing.

Doros, mardoros, membelahak, mendahak.

Dorpi, dinding papan; mandorpihon, memasang dinding rumah.

Dorsa, parah, berat mengenai penyakit.

Dorun, susah, merana, menderita; dorun sori ni arina, nasibnya amat buruk, sangat merana.

Dos, sama, serupa jenisnya, merata (pembagian); doshon, serupa dengan, seperti; tudos tu, sama seperti, serupa dengan; tudosan, contoh, ibarat, bahan perbandingan; na so ada tudosan, tanpa tara, tak ada bandingnya; na so hatudosan, tidak terbandingkan; dosdos, sama besar dalam hal pembagian, rata; dos ni roha, kesepakatan, kerukunan; padoshon, meratakan, membuat datar; mandosdos, merata, datar, tak bervariasi, monoton, membosankan; mandosdosi, menyamakan, meratai; patudoshon tu, membandingkan dengan; hadosan, persamaan, apa yang sama.

Dosa, dosa; mardosa, berdosa; pardosa, pendosa; dosanghu do i, salahku itu; pardosaon, ke-dosaan, keadaan berdosa; pardosaan, (komparatif) lebih berdosa.

Dosardosar, berdenyut-denyut mengenai darah bdk bukbak.

Dosdos, lih dos.

Dosir, mardosir, berdesir, bunyi rambut yang terbakar.

Dosor, mardosordosor ijurna, ludahnya mengalir dari mulutnya.

Dotak, mardotak, berdetak, juga: mardotuk.

Dotdot, angka dotdot, gemetar.

Dotir = dosir.

Doton, jala penangkap ikan, alat penjaring ikan; P.B.: tali ihot ni doton, hata do siingoton: tali simpul jala, kata harus diingat, ingat akan janji.

Dotuk = dotak.

Dua, dua; duansa, keduanya; paduahon, yang kedua, kedua dalam urutan angka; paidua, yang kedua, (anak kedua, bapak adik ayah, wakil tuan rumah); semua posisi nomor dua; raja paidua, raja kedua, wakil raja; pardua, bagi dua; paduahalihon, ulangi sampai dua kali; padua-arihon, pada hari kedua; bagi dua, mambagi dua, membagi dua; parduaan, setengah dari harta warisan; manduai, mempunyai dua, kawin lagi; jolma panduai, isteri kedua, gundik; panduai, bagian kedua; marsiduadua, berduaduaan, beristeri dua; duadua, masing-masing dua; sipaha dua, bulan kedua (parhalaan); haduan, (dari: haduaan), lusa; marsiduanan roha, berselisih paham; tonga dua, setengah dua; mardua roha, dua macam pikiran; paduadua, berduaan; manduahali, menumbuk padi untuk kedua kalinya; manginduan, idem; mangindua, (tentang wanita) bekerja sambil menggendong anaknya dipunggung.

Duakdail, koyak, robek, corak-carik, bertiras-tiras yang bergerak kesini kesana.

Duatdait, bermulut besar, berlagak besar, mengacau; pardila siduatdait, orang yang bermulut besar, yang menimbulkan permusuhan.

Dubur = dobur.

Duda manduda, menumbuk biasanya dikatakan mengenai padi; pandudaan, lesung; pandudaan aek, kincir air; P.B.: na dung nilompa, sitongka i dudaon, na dung nidok sitongka i ubaon, yang sudah masak jangan tumbuk lagi, yang sudah dibilang jangan robah lagi.

Dudu, mandudu, memukul gendang.

Duduk, manduduk, mengumpulkan msl alat-alat yang tersebar; manduduk buku, menutup buku; manduduk pat, menarik kaki sewaktu duduk, melipat kaki, duduk bersila; manduduk paung, melipat payung; manduduk tigatiga, menutup jualan, menghimpun barang jualan; manduduk bodil, menghentikan perang; manduduk parbadaan, mengakhiri perselisihan; siduduk na ganjang, sibahen na bolak, yang panjang dipendekkan, yang sempit diperlebar, juru damai mengenai seorang raja; singkora duduk, hari ke 27 dalam bulan.

Duduldul, paduduldul, rapat-rapat dalam tandan mengenai buah, bdk duldul.

Dudur, mandudurhon, memboroskan, membuang; panduduran, tempat untuk membuang sesuatu; panduduran siaginon, kuburan.

Dudus, mandudus, berjatuhan, jatuh dalam jumlah besar; mandudus, menggugurkan anak.

Duga, menduga, mencoba, menguji (Angk).

Dugu, mardugu, saling menanduk mengenai kerbau, saling berkelahi mengenai orang; mandugu, melumat, menggiling; mandugu bangunbangun, menggiling (tidak dimasak) nilan sayur untuk orang yang baru bersalin; padugu, menggalakkan perselisihan; parduguan, ajang pertarungan, tempat dimana sesuatu bertumbukan msl peluru dari dua pihak.

Dugul, buku-buku atau benjol-benjol besar pada kayu atau daging; bdk dagal; dugul ni bulu, buku-buku pada bambu; dugul ni pat, tempurung lutut; dugul ni tangan, siku, sikut.

Dugus, mandugus, menggesekkan badan seperti kerbau ke pohon, msl babi ke tiang.

Dugus, mandugus, menggosokkan diri pada sesuatu msl seekor babi pada tiang rumah.

Dugut, mardugutdugut, menggoyang-goyang, gemetar.

Duhut, rumput; duhutduhut, re-rumputan; duhuton, ditumbuhi rumput; manduhuti, merumput, mencabut rumput; P.B.: Ia muba tano muba duhutna, ia muba huta muba uhumna: lain tanah lain rumputnya, lain kampung lain hukumnya.

Duilduil, bergoyang, bertatih-tatih.

Duit, duit, uang logam paling kecil, 4 untuk 1 hepeng, ( = satu sen).

Dukdak, mandukdak, menumbuk susu untuk memperoleh mentega;juga: mengompa.

Dulang, pohon yang buahnya jarak (ricinus).

Duldul, berbukit-bukit menjulur, benjol, seperti tumor; paduldul, bdk duduldul.

Duli,mardulihon (diparduli), memperdulikan, diperdulikan; parduli di, peduli akan; ndang parduli ahu disi, tak peduli aku itu.

Dulo, mandulo, membesuk, melihat msl orang sakit, menjenguk, meninjau, menilik; mandulodulo, memeriksai, melihat-lihat, meninjau; panduloan, (juga pandiloan), tempat mengamati, jendela kecil.

Dum,mardum, makan sesuatu secara terdikit-dikit, mengerumit.

Duma, kaya, makmur, berkecukupan, manduma, kaya; na duma mangan, yang berkecukupan ma-kan; hadumaon, kemakmuran, ke-cukupan; marsidumaduma, bertutur kata, bersambutan kata sehabis perjamuan.

Dumon, I. mardumondumon, makan beras kering; mandumon, makan tanpa dimasak, makan tanpa lauk pauk. II. sidumondumon, sej pohon kayu.

Dumpa, tiba-tiba mengalir dengan melimpah-limpah mengenai air.

Dumpas, terlalu banyak sekaligus, tetapi tidak teratur; dumpasdumpas do pangalehonna, cara memberikan tak teratur.

Dung, I. pernah; na so dung, yang tak pernah terjadi; ndang dung, tidak pernah; padunghon na so dung, membuat sesuatu yang belum pernah terjadi. II. dung, sesudah, setelah; dung i, sesudah itu; dung songon i, setelah demikian; dung pe asa, setelah itu, baru; hadungon, ujungnya, akhirnya; sai tu peutna do hadungan ni jolma pangoseose, yang ingkar janji pasti akan melarat. III. mardung, = dongan, teman; kepala (And).

Dungdang, kata-kata yang tidak berisi, obrolan, omong kosong; pardungdang, yang pandai berbicara; na so mahap ditortor, na so loja di dungdang, menari tak puas-puas, berdendang tembang tak kunjung capek.

Dungdung, I. ikan belut. II. madungdung, lunglai mengenai dahan-dahan yang penuh buah-buahan; mandungdung, meraih keatas, menjulurkan tangan untuk mencapai, menjangkau, menggapai. III. mardungdung, berbicara mengenai medium (begu siar).

Dungkap, mandungkap, menampal; mandunghapi, menampal sesuatu; pandungkap, tampal, kain penampal.

Dungkar, (bdk rungkar), keluar.

Dungkir,mandungkir, menggali, mengorek.

Dungkol, mandungkol, menghambat, mencegah jatuh, menopang, menyokong; tardungkol, tercegah jatuh, tertopang, dirintangi, terhambat.

Dungkon, (dari dung), kata depan, selain itu, setelah; dungkon ni i, selain dari pada itu, sesudah itu, maka, lagi pula.

Dungkot, dipardungkotdungkoti, diturutinya.

Dungo, bangun, bangun tidur; dungodungo, berjaga-jaga, waspada, melek-melek mata; hadudungo, hal bangun, keterjagaan, keadaan melek; mardungodungo, sebentar-sebentar bangun; pandungoi, makanan berjaga bagi pelayat orang mati.

Dupang, topang; (juga dupangdupang); P.B.: ndang dangkadangka dupangdupang, ndang hatahata manggarari utang, bukan cabang jadi topang, bukan kata-kata membayar utang; mandupang, menyerang orang dengan topang; mandupang bonang, menopang benang.

Dupdup,mandupduphon, mencurahkan sekaligus.

Durak, pembongkaran; durhan, menumbuk hingga terbuka.

Durame, jerami, batang padi.

Durdar, padudarhon, menggali kembali.

Durduran, tangkai sulangat.

Duri, duri, onak; bulu duri, bambu yang berduri yang melindungi keliling kampung; tarduri, luka ditempat yang tidak berbahaya; durian, durian; parduridurian, tempat banyak duri; P.B.: ndang na niajaran unte marduri, jeruk tidak perlu diajar berduri, itu sudah sifatnya.

Duro, jerami.

Durpa,marsidurpadurpai, terbang saling mendahului (kelompok burung), terbang tidak teratur.

Dursat, tardursat, mengalir keluar.

Duru, sisi, tepi; di duru, di luar; tarduru, tersisi, tersingkir, tak terpakai dalam kebersamaan; manduruduru, mengasingkan diri, bersikap menyendiri; paduru, disisikan; laho tu duru, pergi keluar, pergi buang air, (juga haduru).

Duruk, jatuh terungkap, tersungkur, jatuh dengan posisi kepala duluan; manduruk, menuntut, meminta; duruhon, permintaan; duruhon sialabane, jatah daging untuk penduduk kampung bila seorang gadis menikah.

Durung,mandurung, tangguk, menangguk, menangkap ikan dengan tangguk; durungdurung, uang kollekte; hepeng durungdurung, idem; P.B.: molo litok aek, dapotan ma pandurung, kalau air keruh, penangguk dapat ikan: mengambil kesempatan da-lam kesempitan; sian dia didurung ho, dari mana kau tangguk (ikannya)

Durus, tumpah, meleleh, tertuang, tercurah mengenai air, darah; mandurushon, menuangkan, mencurahkan, menumpahkan; dipandurushon, dicurahkan berlimpah.

Dusdus,mandusdus, mengembus, menghidupkan, menggalakkan, memarakkan api dengan meniup; pandusdusan, embusan dari bambu.

 E

E, seruan: hai! hallo! kamu yang disana!

Ea, I. = olo, songon i do hape, ya, memang, benar, begitulah, bagus begitu. II. marpangea, mengingatkan kebaikan (jasa, pemberian) kepada seseorang dalam pembicaraan; mangeahon, membuat orang merasakan mengenai ketidaksenangannya.

Eak, mareak, menuju, menjelang (waktu); mareak bot ari, menjelang malam hari, mareak suda bohalna, hingga menjelang ajalnya; mareakhon, berkunjung, menjelang; pareakhon, mengunjungi, mendekati seorang perempuan untuk dikawininya; mangeahi, mengejar, menyusuli, menemui, menjumpai; mangeakeak, me-lontarkan kesalahan kepada seseorang; dipareahi = diringkoti.

Eal, mangeal, tunduk kesana-kesini, gemulai, melenggang, bdk eol; mangeal daging, memutar tubuh kesana-kesini; mangeal sambing ho, melenggang saja kau, kau berjalan tanpa membawa apa-apa.

Eam, mangeami, menyerampang ikan, setelah itu membiarkan lemas ikan itu; arti kiasan: membiarkan orang kecapean.

Eang, sej penyakit yang membuat kaki menjadi berat; panumbeangon, = eangon, menderita penyakit itu; siadu hoda na eangon, kakimu sakit berat dan mau berburuburu kuda yakni: engkau adalah penyombong.

Eap, meapeap, berenang di atas air, terapung-apung, merayap-rayap; pareapeapan, peti tergantung untuk peletakan sesajen.

Eas, measeas, berenang kian kemari.

Eat, I. elastis msl bambu, karet (lawan: pora); marpangeati, melembut, sesudah tadinya tegang dengan kemarahan, mengendor. II. meat, hinggap, bertengger mengenai burung; songon pidong na meat di handang, penjahat yang bebas dibunuh oleh siapapun; eatan, tenggeran, tempat dimana burung hinggap msl tangga; Meat, nama daerah pada bagian Selatan Danau Toba; paeat, dudukkan.

Eba, I. (bdk teba), ebaeba, sisa-sisa makanan, kelebihan, restan. II. eba i, = e baoa i, (kata mencaci) alah dia itu, monyong benar dia itu.

Ebang, mangebang, menunjukkan diri pada kesempatan-kesempatan tertentu di pekan pada pertunangan atau perceraian; msl seorang perempuan yang cerai dibawa ke pekan supaya semua orang mengetahui bahwa orang lain boleh mengambilnya sebagai isteri; pada kesempatan ini dibagi-bagikan daging dan tuak kepada famili; pamer, mempertontonkan keliling; mangebanghon, memamerkan di pekan msl bayi yang baru lahir (sah menurut adat), wanita janda untuk sah boleh dipinang, seseorang yang dipasung, agar ditebus pihak keluarganya (= mangebanghon hulanghulang); mangebanghon solu, mengelilingkan perahu di danau secara resmi. Ebas, = abas.

Ebat, mebat, bepergian (tu), berkunjung; mangebati, mendatangi, mengunjungi seseorang atau sesuatu; hamemebat, kunjungan; paebat anak tu ompu, membawa berkunjung anak pertama ke rumah neneknya dalam kesempatan ini orang tua harus membawa makanan; parebatebatan, tempat yang sering dikunjungi; pemberian, yang dibawa bila berkunjung.

Ebeng, ebengebeng, mainan a-nak-anak (= biungbiung).

Eda, begitu disebut isteri saudaranya laki-laki dan demikian juga saudara perempuan suaminya, saudara sepupu perempuan, sapaan kekerabatan antara sesama perempuan yang beripar.

Edang, medangedang (bdk madangadang); bertualang, berkeliling-keliling, mengembara; paredangedang, pelancong, wisatawan, pengembara; edangedang, permainan, alat main-main.

Edar, edar, keliling, sekitar; mangedar, mencari disekeliling dan mengambil; pangedaran, tempat atau kesempatan dimana orang dapat merampok dan menipu; P.B.: pangedaran juji, pangemuran onan, pada permainan ada kesempatan untuk menipu, di pekan untuk mencuri.

Edek, medehedek, selalu datang kembali, sambil bermain-main berjalan-jalan kesana kesini.

Edep, medep, mengenai mata tertutup; medepedep, mata tertutup karena kecapean. Edung, mangedung, memuji, menghargai sesuatu.

Egal, megalegal, melenggak-lenggok ekor ikan, lontang-lanting mengenai orang.

Egar, egaron, sifat yang tak normal, yang luar biasa mengenai air mani laki-laki.

Egol, megolegol, = megalegal; mangegolhon ihur, menggoyangkan ekor; paegol, menggeser ke samping.

Ehel, sej burung yang bersarang di sawah.

Ehem, mangehem, memberi tanda dengan berbatuk.

Ehet, mehet, jadi buah bibir, ramai dibicarakan orang, diceritakan berupa desas-desus; mangehet, menjelek-jelekkan, membeo, meniru; paehet-ehet, membeo, berulang-ulang mengatakan.

Ejang, pukat besar.

Ejek,(bdk ajak) marejekejek, cepat berobah pendapat, plinplan, plintat-plintut.

Ejeng, mangejengejeng, sindiran membuat sesuatu.

Ela, mangela, menggoda untuk melakukan sesuatu yang negatip; paelaela, mebujuk-bujuk agar terpancing melakukan sesuatu yang negatip.

Elak, I. elo, hasta, 1/2 meter. II. elak sambing, itu perhiasan saja msl kain yang bagus tetapi tidak praktis, artifisial msl perhiasan emas palsu, kain tak asli. III. mangelak, menista, mencela; parmata na elak, orang yang suka mencerca, bermata sinis. IV. mangelakhon, memainkan sesuatu sewaktu menari msl bedil, lembing, pisau.

Elam, sisaelam (lih melam I) luar biasa bagus.

Elang, ada kurangnya.

Elat, mangelati, menjauhkan dirinya dari seseorang dengan menyakiti hatinya; elat ni roha, dengki.

Eldep, meldepeldep, (bdk ellep), tidak jelas, redup (cahaya), sayup (suara), seperti mau padam.

Elek, mangelekelek, membujuk-bujuk, memohon dengan sangat, merendah untuk membawa sesuatu, membujuk agar sudi; hata na elek, perkataan yang memohon dengan sangat.

Elel, liat, rekat, lekat; melel, menarik benang menjadi panjang msl lem, tanah liat (= endat).

Eleng, teleng, miring, menunduk miring, mendekatkan kuping untuk mendengarkan; paeleng, membungkukkan ke samping; paeleng pinggol, menelengkan telinga untuk mendengar; paelengeleng, merayu, membujuk ke telinga; sipaeleng pinggol, ceritera menarik didengarkan telinga.

Eles, ejekan, lecehan, sindiran, cerca; mangelesi, meremehkan, mengejek.

Ellak, mellak, pincang, timpang.

Ellem, mangellem, membujuk, merayu untuk memperoleh maksud.

Ellep, mangellep hata, berbicara tanpa ungkapan jelas; hata na ellep, tak jelas maksud perkataannya.

Elluk, mellukelluk, timpang, pincang.

Ema, mangemahon, melindungi, mengganti orang dalam perang.

Embal, mangembal, berjalan tanpa membawa sesuatu; pangembal, paling belakang.

Embas, marembas (juga martaembas) tarian mengembas tangan ke pinggul sambil menghentakkan kaki secara serempak.

Eme, padi; taon eme, tahun padi, seumur padi lokal (enam bulan); matoras emena, hamil tua dia; mareme na bibi, padi yang tidak masak, keguguran, abortus; simaremeeme, rumput yang waktu kecil mirip dengan padi; eme soarana, suaranya jelas tetapi tidak nyaring; jenis-jenis padi: eme sianse (narara dohot na bontar), siansimun, sidengke, sijame, sijarum, sipendek, sisiam, sigaolgaol, siompin, simpin tali, sipahantan, sipijoni, sipulut, sirutas, sitamba, sitabmun, sirusa.

Emer, ember.

Emet, maremetemet, kecil mengenai tulisan.

Emon, I. paremon, = pardihuta, yang kerjanya menetap di kampung. II. maremonemon, pitam, pusing kepala, pening.

Emong, maremongemong, begitu jauh sehingga hilang dari pandangan msl seseorang yang berjalan.

Empar, mempar, = mampar.

Empe, mahiempe, pergi ke rumah laki-laki untuk tinggal disana, dikatakan terhadap seseorang gadis. Hal ini sering terjadi kalau laki-laki itu tidak mampu membayar uang mahar yang ditetapkan. Dalam hal ini parboru menerima saja apa yang dapat dibayar oleh laki-laki tersebut itu.

Emper, emperan, serambi, beranda.

Empor, mangempor, mencuri.

Emun, emun bohina, berwajah jelek.

Emur, mangemur, mencuri di pekan.

Endat, mangendat, menarik ke atas; mendat, liat, elastis, msl tanah liat; pollung simendatendat, tidak menentu, obrolan yang tak berpangkal ujung; endat, memanjang, panjang mengenai bunyi vokal.

Ende, nyanyian, lagu; endeende, idem; marende, bernyanyi; mangendehon, menyanyikan; mangendei, menyanyii seseorang; marguru ende, belajar nyanyi; surat ni ende, not lagu; poti marende, harmonium, organ.

Endel, mangendel, meneruskan dengan gigih, diupayakan lama; pola sampulu taon sai diendel asa dapot, sempat sepuluh tahun diupayakan baru tercapai.

Endeng, lambat mendaki, lama-lama makin tinggi, pelan-pelan bertambah; sarendeng, idem (dari tar endeng?).

Endep(bdk ondop), endependep, berjalan lambat tetapi gagah.

Eneng, menengeneng, seakan-akan mau pecah mengenai perut yang penuh makanan, sangat kaya.

Enet, mangenet, menarik keluar secara perlahan supaya jangan putus msl rambut dari nasi; poti sieneteneton, laci.

Eng, eng banua, nama nenek moyang orang Batak.

Engan, naengan on, barusan, baru-baru ini.

Engen, mangengenengeni, mengganggu orang bertanya terus-menerus.

Enges, manenges, berdesing dekat mengenai peluruh hingga terdengar.

Enggal, menggalenggal, bermalas-malas, luntang-lantung, berkeliling tanpa bekerja.

Enggang, mangenggang, mengancam dengan tanduk mengenai kerbau; masienggangan, saling menantang, saling mengancam.

Engge, mangengge, merendam di dalam air msl padi sebelum menaburkanya; mengge, terendam; juga: menjadi lunak (me-ngenai hati). Enggol, menggol, berobah arah, beralih tujuan; jolma simenggolenggol, orang plinplan, tak konsisten, opportunis, tak tetap pendirian, gampang berobah pendapat.

Enggung, menggungenggung, ku-rus, tinggal kulit dibalut tulang.

Engkar, ingkar, mengingkari.

Engkat, I. pisau yang bergagang tanduk yang runcing. II. mengkatengkat, terpincang-pincang, berjalan pincang.

Engkel, mengkel, tertawa; mengkelengkel, idem; diparengkeli, ditertawai.

Engkol, mangengkol, ditolak lagi setelah lebih dulu disetujui.

Engkos, mangengkos, memperoleh secara licik, lihai.

Engos, = enges.

Enjak, marenjak, mendua; mangenjak hoda, membuat kuda mendua.

Ensel, engsel, sendi, gantungan pintu atau jendela.

Enseng, mangensengensengi, me-nantang, menjengkelken, memedaskan.

Ensep, = onsop.

Enser, mangenserenser, menyeret dengan kaki.

Enset, enset gaol, sej burung kecil yang bagus (atau ensep gaol?) Ensur, mensur, berangsur-angsur berkurang, kendor mengecil mengenai modal; mangensuri, mengangsuri, selalu diambil sedikit.

Ensut, kumbang yang berdengung bunyinya; marngensut, lih ngengsut.

Ente, mangentei, melebihi, me-ngatasi, melampaui, mengungguli.

Eo, kencing, urine; tareoeo, terkencing-kencing.

Eol, (bdk peol) meoleol, bergerak kian kemari terhembus angin, msl daun-daun; paeolhon, menggerakkan kian kemari.

Eper, mangeper, merayu betina oleh jantan, ayam jago dengan cara mengepak-ngepak sayap.

Epes,(juga apas), mangepes, meremehkan, memandang remeh, mencerca.

Eput, maeput, lih heput.

Era, mangeraera, (bdk mangelaela), bujuk rayu hantu, penyesatan setan; dieraera begu i ma ho, persetan kau, tersesat oleh hantulah kau.

Erbas, merbas, mengunjungi.

Erdeng, I. (= ordong), erdengerdeng ni sorha, engkol putar jentera pemintal. II. mangerdeng, merayu orang dengan nyanyian atau kata-kata manis.

Erdep, merdep = medep.

Ere, simangan mangere, orang yang penuh dengan akal muslihat. Ereng, ketam alur; mangereng, mengetam alur pada sisi papan, supaya pemasangan papan bisa rapat betul.

Erer, pelan-pelan jatuh.

Eret, meret (= orot), bergeser, pindah, beralih tempat; mereteret, bergeser-geser, berpindah-pindah tempat; paeret, menggeser, membawa sesuatu ketempat lain.

Erget, erget rohana, ia menganggap semua menertawakan.

Erhem, mangerhem, mendekat-dekati seseorang sambil bermanis mulut demi mengharapkan sesuatu dari padanya.

Erjek, merjekerjek, melompat-lompat karena gembira.

Ernga, kumbang hijau yang sangat nyaring menjerit pada waktu magrib.

Erom, erom ni roha, permusuhan, kebencian.

Eruk, = oruk.

Erun, I. serat labu yang kasar yang ada pada kulit cabangnya. II. merun, menjadi kurus.

Erus, merus, terus menerus bertambah kurus.

Esa, mesa, kena: ketukan; maesa ma ho annon, semoga engkau kena nanti.

Esa, maesa, merasa sakit, menderita (dari ae).

Esek, esekesek, kegembiraan; indahan esekesek, (= indahan olopolop), hidangan buat kenduri kelahiran anak; esekesek ni tondi, memberikan perjamuan karena luput dari bahaya atau baru lepas; mangesekesekhon, merasa gembira kerena sesuatu hal.

Eseng, air kencing, urine, air kemih; meseng, buang air kecil, kencing.

Eser, mangeser, menggeser, beralih tempat, memindahkan sedikit msl batas.

Eso, mesoeso, (mengenai mata) memandang kepada sesuatu dengan hati yang sedikit susah, msl seorang anak yatim melihat anak yang lain menerima sesuatu dari ibunya, atau mengenai burung yang kena tangkap.

Esuang, = isuang.

Etak = betak, detak, mungkin, barangkali, boleh jadi.

Etek, kecil; sietehetehon, di masa kecil, di masa kanak-kanak; etehetek, sej burung yang kecil.

Etem, mangetem, bekerja lama, melakukan pekerjaan yang menyita waktu.

Eteng, = etek.

Etep, metep, (mengenai kain atau tali) mudah robek, sudah lama dipakai.

Etet, sietet, = sibetet, gadis kecil, perempuan balita, belum punya nama.

Etong, maretong, hitung, berhitung, mengadakan perhitungan; etongan, hitungan; paretongan, perhitungan; mangetongi, menghitungi; etongan ni roha, hitungan dalam hati, taksiran; buku etongan, buku hitung; etong, hitung; metongetong, melihat dengan iri, menjuling (mengenai mata).

Eur, mangeur, (mengenai sungai) mengalihkan jalanannya.

Eut, meut, lembut, lunak, memberi hati.

 G

Ga, = da; ga ba, = da ba.

Gabagaba, = maremare, hiasan dan karang bunga dari daun-daun pohon kayu.

Gabe, I. jadi, menjadi sesuatu; na gabe do i? jadikah itu? hasea do i gabe ulaula, cocok itu jadi perkakas, sering dipakai sebagai akhir kalimat atau kalimat yang berlawanan msl hudokkon ibana ro, gabe ndang olo, saya bilang dia datang, padahal tak mau. II. beranak pinak, berbuah lebat, terutama mempunyai banyak keturunan; gabe ma ho, beranak pinaklah engkau (berkat kepada putra maupun putri menuju pembentukan keluarga); gabe ma na niula, semoga pekerjaan menghasilkan banyak; na gabe, kaya, mulia, terberkati dengan banyak keturunan; na so gabe, = na so hasea; hagabeon, kekayaan, kesejahteraan karena berketurunan; gabegabean, hamil, mengandung; marsigabegabe, = marsigabean, bersilaturrahim, berkat memberkati, saling mengucapkan selamat dalam selamatan; mate so gabe, punah, tak berketurunan hingga mati.

Gabeak, berguna, bermanfaat; hata na so gabeak, kata-kata tak berguna, ucapan yang tidak pada tempatnya; mate so gabeak, mati nifas, mati karena kusta.

Gabuk, I. gabukgabuhon, gemuk, gepuk, tetapi tidak bertenaga. II. manggabuk hata, mengumbar kata, bercerita melebihi kenyataan, bernambah-nambah msl desas-desus.

Gabung, manggabung, gabung, menggabung, mencampurkan.

Gabur, mudah, gampang dikerjakan; gabur ulaon, mudah dikerjakan; gabuk muruk, mudah marah, cepat marah.

Gaburgabur, I. nama sej makanan ringan, kue dari tepung. II. tulang muda, rawan.

Gabus, I. dusta, bohong; margabus, berdusta; manggabusi, mendustai, membohongi; pargabus, pendusta; hata gabus, kata bohong. II. gabus, = gambus, lembek msl tubis.

Gadam, bisa yang menimbulkan penyakit kulit bila itu dilumaskan pada tubuh, mengakibatkan kegatalan hebat; hona gadam, gadamon, terkena gadam.

Gadap, = peak, jatuh tergeletak, rebah, jatuh tersungkur, terjerembab; gana sigadap, sej sumpah pada mana diletakkan patung yang menakutkan dan pada mana orang bersumpah.

Gade, gadai; manggade, menggadaikan, meminjam uang dengan jaminan gadai; manggadehon, menggadaikan; panggadeon, penggadaian, orang kepada siapa diberikan gadai.

Gadi, gadis, perawan muda, remaja puteri.

Gading, gading khusus gelang gading pada lengan atas; manggadinggading, ditarik ke atas pada lengan, membawa sesuatu di lengan; gadinggading, kosen, jenang pintu.

Gadis, manggadis, menjual; juga: margadis; tu gadis, dijual, terjual; hona gadis, idem; gadis jau, sistem penjualan budak (begitu dijual msl boru sadari); manggadisjauhon, menjual seseorang sebagai budak; gadisgadisan, barang jualan.

Gado, gada, tongkat pemukul, belantan; manggado, menggada, memukul dengan tongkat, memukul keras.

Gadoar, rusuh, membuat huruhara, bikin ribut.

Gadol, mati dengan tiba-tiba.

Gadombus, margadombus, memboros; pargadombus, pemboros; pargadombuson, pemborosan; margadombushon, memboroskan, membuang-buang.

Gadong, ubi, umbi-umbian; manggadong, makan ubi, makan; masigadong, = tu gadong, mengambil ubi ke ladang; pargadong hau, ubi kayu.

Gador, ampas daging yang tak layak dimakan.

Gadoro, = gadoar.

Gadu, gadugadu, tanggul sawah, pematang sawah; gadugadu na limbit, pematang yang tidak kuat karena pembuatannya jelek-jelek: juga dikatakan mengenai raja yang tak adil; gadu ni hata, = paradianan ni hata; gadu ni utang, berakhirnya hutang dari mana tidak diperhitungkan lagi bunga; margadu utang, membatasi hutang, tidak berbunga lagi; manggadui, membenteng, membuat tembok; gadu, manggadu, bernaung di tanggul, melindungi dirinya di belakang tembok.

Gadubang, sej pisau.

Gaduk, sombong, congkak; panggadukgaduhon, berlaku sombong, menganggap diri orang hebat (kaya) tetapi tidak punya apa-apa.

Gaga, manggaga, sombong, tinggi hati, melawan, berkeras kepala; manggagai, menantang, melawan, menyangkal; martunggaga tu, berontak, menyanggah terhadap.

Gagak, I. pagagak pangalaho, menyombongkan diri atas keberhasilan. II. margagak, tertawa terbahak-bahak.

Gagan, saat yang tertentu, tepat waktu, tertip, disiplin; margagan, beraturan tetap.

Gagang, mengambil (And).

Gagat, manggagat, makan rumput, merumput mengenai binatang-binatang yang makan rumput; gagaton, makanan rumput, rerumputan; na ginagat, tahi, kotoran hewan; manggagat tu holiholi, (atau tu roha), merasa sakit sampai dalam sekali; pagagathon roha, memperlakukan seseorang dengan sewenang-wenangnya; pagagathon ha-datuon, habisuhon tu si anu, memperlihatkan kedatuan dan kecerdikan pada orang; hata gagatgagat, perkara atau persoalan masuknya hewan ke tanaman orang; gagaton imbo, sej pohon besar di hutan.

Gago, gagap berbicara, tidak lancar, tidak jelas; gago roha, ragu-ragu, mendua hati, sangsi. Gaguk, dengke gaguk, sej ikan laut.

Gair, I. gairgair, garu, penggaruk dari kayu, sisir. II. gair, = gait, lucu, seloroh, senda gurau (Angk).

Gais, nakal, tidak tahu malu; na gais marroha, orang pemarah.

Gait, gurau, canda, main-main; seloroh; hata gait, ucapan seloroh, tidak sungguhan; pargaiton, gurauan; margait, bergurau, bercanda, berseloroh; pargait, suka bercanda, pelucu, tukang gurau; sipagait, canda, main-main, pura-pura.

Gaja, gajah; rimbur gaja, rimbur yang besar; pahu gaja, sej tanaman paku; gajagaja, kereta dorong; gaja lumpat, menara kayu di sudut kampung untuk mengintai gelagat musuh (= jagalumpat); gaja borong, pusaran angin, putar beliung.

Gajagaja, patung-patungan ayam yang digantungkan di ladang; gajagaja ursa, sej pohon kecil yang daunnya bisa jadi sayur.

Gajambang, sej tumbuhan air.

Gaje, gajean, memperoleh banyak laba dari sesuatu, mujur, berlimpah harta, bermuatan ba-nyak sekali.

Gaji, upah; anak gaji, orang upahan; mangan gaji, makan gaji; gaji borong, gaji borongan; manggajihon, menyuruh kerjakan dengan mengupah; pagajihon, mempekerjakan orang dengan membayar gaji.

Gajut, = hajut.Gak, tiruan bunyi mengenai burung gak; sigak, burung gak.

Gakgak, berdiri tegak lurus mengenai batang padi yang kosong; P.B.: gakgak eme na lambang, unduk eme na porngis, padi hampa mencongak, padi bernas merunduk; gakgak, (arti kiasan) kepala mencongak; hata gakgak, ucapan kosong yang menyombong; pagakgak, bikin tegak; P.B.: unang magakgakhu, so tung tartuktuk pat, unang maundukhu, so tung paspas bohi, jangan terlalu mencongak, nanti kesandung kaki, jangan terlampau merunduk, nanti kening terantuk.

Gala, I. galah, batang padi; bonang sagala, benang sebanyak dapat digantungkan pada galah untuk dijemur; gala jauran, lembing panjang dari bulu laga; manggalahon bonang, menjemur benang di atas galah; panggalaan, batang penjemuran benang; manggalahon parau, mendorong perahu dengan menjolokkan galah ke dasar air; sagala, jarak sejauh dua depa, dipakai menentukan waktu yaitu tingginya matahari; sagala mata ni ari, matahari telah melewati horison segalah, maka: jam 7 pagi dan petang jam 5; dua gala, jam 8 dan jam 4; tolu gala, jam 3; galagala ni manuk, tenggorokan yang membendul pada perut ayam; margala, mengadakan permainan dengan menarik garis-garis seperti gala. II. galagala, sej pohon; mate di galagala, = mate di holangholang, mati di perang sebagai penonton (kerana itu kematiannya tak bole dibalas dendam).

Galagat, manggalagat, membuat alur, juring atau lekuk pada pohon yang tidak mau dibelah supaya gampang direkah dengan baji, memasuki mengenai peluru, pisau melukai; digalagat bodil ni usu i ma ho, kutukan, semoga senapang musuh melukai engkau.

Galak, marak menyala, galak mengenai api atau cahaya, pertempuran atau amarah; pagalakhon, menggalakkan, menyalakan; pagalakgalakhon, pengipas-ngipas agar perselisihan menjadi lebih hebat; manggalahi, menyalakan; panggalahi ni soban, kayu api yang kering dan yang dicampur dengan kayu basah agar terbakar bersama-sama; parpagalakhon, tandu tempat mesiu; panggalak, mesiu.

Galang, I. manggalang, menghidangkan perjamuan, menjamu makan; panggalang, penjamu yang suka memberi makan; panggalangon, jamuan makan. II. galang, = alang.

Galanggang, sasaran tembak, keping yang ditembak.

Galapang, roda kayu penutup tiang rumah sopo yang menjadi alas balok pendukung atap, ia menghindarkan supaya tikus masuk ke dalam, roda pedati.

Galar, gelar, alias.

Galas, I. gelas. II. margalas, membeli bahan-bahan makanan; manggalas hata, menyiarkan be-rita dengan melebih-lebihkan; manggalasgalas ruhut, mengkaji tata aturan, adat-istiadat, kebiasaan-kebiasaan orang.

Galasa, margalasa, memukul-mukul dengan kaki ke sekeliling tubuh. Gale, lemah, lemas, lesu (mengenai jiwa dan raga); pargale, orang yang lemah, orang yang bersifat lemah dalam sesuatu; hagaleon, kelemahan.

Galeam, gumaleam, beristirahat, mengaso, tidur-tiduran; gumaleamgaleam, mundar-mandir tanpa kerja.

Galebut, penjahat.

Galegale, sigalegale, wayang kayu berupa patung orang, yang bisa dikendalikan untuk menari pada pesta kematian.

Galege, manggalege, membongkar msl dinding; manggalege uhum, melanggar hukum, memperkosa keadilan; manggalegei, memecah belah orang, membuat orang berbantah, bercekcok.

Galentang, margalentangi, meronta-ronta berguling-guling (mengenai anak yang nakal); berguling – guling kesakitan (mengenai orang sakit).

Galetgot, muslihat, akal licik, putar-belit, tipu daya (dari legot?); godang galetgot dibagasan rohana, ia licik, ia berhati culas, ia penuh dengan akal muslihat.

Galeto, bangkang, degil, gempar.

Galetong, liar mengenai kerbau.

Galgal, manggalgal, melawan, menentang; sabi galgal, sej sayuran agak pahit rasanya.

Galia, baheula, dahulukala; di galia, di masa dahulukala; tingki na galia, zamen baheula, zaman purba kala.

Galinggang, sej semak yang bunganya bagus berwarna kuning dan dipakai sebagai obat cacing; hau galinggang, idem; anduhur galinggang, sej punai kecil.

Galit, cukup (permainan kar-tu); cukup baik untuk memenangkan.

Galjuk, gumaljuk, menderai mengenai air; aek so gumaljuk, ri so humaras, sunyi senyap.

Gallat, kemaluan laki-laki, aurat.

Gallo, margallogallo, membelit, berguling-guling, geliang-geliut, (mengenai cacing, anak-anak yang nakal).

Galmit, manggalmit, mencubit; P.B.: godang ginalmit mantat lambokna, otik mantat hansitna, banyak dicubit dengan kata-kata lemah lembut tidaklah begitu sakit, daripada sedikit, tetapi dengan kata-kata kasar; pinasa sigalmiton, sej pinasa yang bisa dicubit tanpa memakai pisau.

Galogat, tanah bata untuk membuat tembok tanah; manggalogati, membangun dengan tanah bata seperti itu.

Galombung, gelembung, jaringan sel.

Galpa, (= golpa), kemampuan untuk menghasilkan, vital, berdaya hidup, bertenaga, kesanggupan membuahi indung telur wanita; na so margolpa (= na so marhosa), tak bertenaga, impoten, lemah syahwat.

Galpang, mengenai ternak sebelihan, jatuh rebah; margalpangan, berjatuhrebahan dalam perang; mangalpanghon, menjatuhrebahkan binatang untuk di-potong.

Galumang, I. manggalumang, me-megang, meraba; dipargalumang, meraba-raba, mencoba. II. sej pohon yang besar dalam hutan.

Galumbang, ombak, gelombang; margalumbang, berombak, bergelombang; margalumbang laut, bergelombang, tidak teratur msl pemberian dari pihak famili.

Galung, I. ladang yang dibuka dari hutan; Huta Galung, nama daerah dan marga; II. setengah ringgit batak. III. manggalung, meletakkan secara bersama yang bundar msl kawat, rotan, seperti harpe; sagalungan, satu lingkaran, begitu dihitung msl rotan.

Galunsang, gumalunsang, mengamuk, goncang mengenai laut, bdk gunsang.

Galusak, margalusak, mengentak-entakkan kaki dalam air, gelepar ikan di air.

Galutu, percekcokan, perselisihan, pertengkaran; margalutu, bertengkar, bercekcok.

Gamal, dipegang; manggamal, memegang.

Gamang, I. gumagang, mengerumuni; gamanggamang, tangan menggapai-gapai mencari pegangan karena ketakutan. II. gamang, tidak memegang; arti kiasan: sangsi, ragu-ragu.

Gamat, sej tanaman yang dipakai untuk mencat; selanjutnya, bohong; manggamat, mencat, memperindah ulos dari luar untuk dijual.

Gamba, sigamba, sej tanaman menjalar yang mirip dengan sirih (napuran) dan yang disebut orang napuran ni begu.

Gambal, gambalgambal, kain-kain buruk, orang gembel, rakyat jelata, rakyat miskin yangtidak dapat mengatakan apa-apa.

Gambang, pargambangan, sej kembal yang digantung di dinding tempat menyimpan barang-barang kecil; P.B.: margambanghon na so gambang, marimbanghon na so rimbang, melakukan sesuatu yang baru, yang belum pernah didengar.

Gambas, ikan yang dijemur, yang dibawah dari pantai laut ke pedalaman.

Gambir, gambir; gambir di toru, hadiah seorang pemuda pada gadisnya, yang tak boleh diminta kembali kalau ada perselisihan; hadiah untuk melalukan mesum atau zinah; persundalan.

Gambiri, kemiri, pohon kemiri.

Gambo, lumpur, rawa-rawa, gambo lisop, lumpur yang dalam; targambo, masuk ke dalam lumpur, kena lumpur, (juga gambu).

Gambu = gambo.

Gambung (Pahae), busuk mengenai ikan, lih gombung.

Gambura, percikan air yang halus seperti awan pada air terjun.

Gambus, lembut mengenai kayu (lawan: pora, rapuh, keras); juga mengenai buah-buahan yang terlalu masak, daging.

Gamir, gamirgamir, menggeletar, gemetar msl agar-agar (gelatine)

Gampang, anak gampang, anak gampang, anak jadah, anak yang lahir di luar perkawinan, yang ayahnya tidak diketahui orang; gampangan, punya anak gampang.

Gampit, manggampit, jepit, gapit, menjepit, menggapit; gampit susu, sej serangga (penjepit, kalau dipukul sengatnya menggigit)

Gampual, sej ikan, yang dipelihara dalam kolam.

Gamu, manggamu, = mambuat; na soada gamuon, = na soada parbuaton, tak ada mau diramu, tak ada mau diambil, miskin, yang tidak mempunyai apa-apa.

Gamuk, lembek, masak mengenai bisul, gemuk mengenai ulat-ulat.

Gana, patung, rupa, gambar, pada mana seseorang bersumpah untuk membersihkan diri: dikatakan saya bengkok dan kaku seperti gambaran jika; sumpah: sai songon gana on ma ahu molo ahu na mambuat i, biarlah aku seperti patung ini kalau aku yang mengambilnya; manggana, membuat patung mirip manusia; margana, bersumpah; ganagana, ganaganaan, patung, patung pahatan, patung berhala, arca; pargana, bentuk, rupa wajah; siat gana, menjadikan sumpah, termakan sumpah, kena sumpah; siallang gana,orang yang membuat sumpah palsu; sibondut gana, idem; P.B.: ujunujung ni raut solot di peapea, sahali mangallang gana matua tano so porsea, siapa yang sudah sekali bersumpah palsu dia tidak akan dipercayai lagi selama bumi ini ada; jenis-jenis sumpah: gana na marbohi, sumpah dengan sembilahan, bila tak benar, si pesumpah akan ditebus jantungnya seperti jantung hewan yang ditembus; gana simanulus dalan, sumpah ringan hanya dengan ucapan: bila tak benar ia akan punah bersama keturunan; gana juhut, juga gana indahan, sumpah makan bersama antara si pendakwa dan tertuduh, yang bila tak benar si pesumpah akan terkutuk oleh sumangot (roh moyangnya); pungga leokleok, sumpah batu asah atau gosok, bila tak benar si pesumpah diasah hingga mati sampai keturunannya; gana sipusipu na mintop, sumpah arang api padam, bila tak benar, si pesumpah padam seperti arang itu; gana si gadap, gadap = peak, sumpah mati tersungkur, kalau tak benar (ditujukan buat pencuri ternak); gana siporhas, sumpah dihadapan patung tanah liat atau kuningan yang bila tak benar, sipesumpah mati disambar petir; gana tu palangka, sumpah menghadap palung makanan babi yang ditutup kain kafan, yang bila tak benar, si pesumpah akan mati demikian; mandilati hepeng, sumpah bagi pedagang yang bila tak benar, ia sejak itu tak akan menjilat uang dan tidak akan mencicipi garam lagi; lapik diapus, sumpah bagu para penjudi, yang kalau tak benar, mereka disapu bersih seperti penyapu tikar tempat duduk berjudi; gana tu asiasi tinimpus, penjudi yang bersumpah sambil menggenggam mata dadu yang dibungkus, yang kalau tak benar, kelak serupa itu; indahan pinohul, pesumpah dari sesama keluarga menggenggam nasi, yang kalau tak benar, dia akan seperti nasi genggam itu; gana tu sumban na tangging, bersumpah yang kalau tak benar, nasibnya akan seperti penutup tiang yang tegang-regang itu; gana tu pangumbari na toltol, idem; gana tu manukmanuk hatopan = atau tu ragaraga, sumpah dengan menggantung ayam atau bisa juga tampah pengayak di depan rumah sambil berseru ke roh nenek moyang agar dibalas kejahilan pesumpah palsu; gana tu lubang hinali, sumpah menyangkut perselisihan tanah, dengan menggali lobang, si pesumpah akan tertelan lobang itu (beserta keturunannya) bila tak benar; gana batangi niapus, sumpah tentang selisih berbatasan sawah, pesumpah akan seperti tanggul diratakan itu kalau ia tak benar; tungkotungko na sae, = tungkotungko tinitip, dipotong seperti tunggul kayu kalau sipesumpah tak benar; batu na mangungu, hal ladang, si pesumpah dungu kayak batu kalau ia tak benar; gana sihodong, sumpah di depan patung kadal (ilik = raja odong), si pesumpah akan merayap macam kadal bila ia tak benar; gana sitaeram, hal kejahatan besar, dengan memotong kerbau, sambil menikam jantung kerbau, pesumpah akan seperti itu bila tak benar; bojak si ranggang, akan seperti kodok sekarat kalau pesumpah tak benar, sumpah ini dipandang sebagai yang terberat.

Ganas, = laga; binatang ganas, binatang buas.

Ganda,ganda, bertambah banyak; manggandai, paganda, memperbanyak, melipat-duakan; P.B.: ndang piga halak sipaganda sidabuan, sipaganda hata do torop, tak banyak yang menggandakan perbekalan, menggandakan omongan banyak, yang menimbulkan pertikaian; manggandai sidabuan, menggandakan, memperbanyak perbekalan, nafkah; hagaganda, hal perbuatan menambah, kebergandaan; manggandahon, menggandakan, melipat duakan, menambahkan.

Gandal, pakaian seorang mis-kin, compang camping, kain buruk (bdk sigundal).

Gandar, pipa besi; P.B.: tulpang na balga, gandar na metmet, pajumpang na balga tarhapit na metmet, gajah berlagah, pelanduk terlindas.

Gandeal (gandeol, gandeor), margandelan (margandeolan, margandeoran), gelang geliut karena sakit.

Ganding, siganding, belang, mengenai kuda, anjing, domba.

Gandol, sigandol, ulat rimbur gaja; gadolgadolon, kurus.

Gang, I. = ganggang. II. berdiri mengenai bulu roma.

Ganggang, renggang, terbuka lebar-lebar mslpapan yang se-harusnya rapat; paganggang, merenggangkan; gumanggang rohana, ia merasa lebih lapang, merasa lega.

Ganggu, sangsi, ragu-ragu, khawatir, tidak percaya; ganggu ni roha, syak wasangka, kesangsian; parroha ganggu, orang yang bimbang, yang ragu-ragu, yang menaruh syak.

Gani, pemilih, mengenai seorang gadis yang terus-menerus menolak tawaran pemuda; parganigani, orang yang selalu bersungut-sungut; paganigani, pu-ra-pura berlaku seperti orang yang ramah.

Ganis = gadis.

Ganjang, panjang; sadia ganjangna? berapa panjangnya? paganjang dila, berdusta, berbohong, memanjang lidah, mengumbar kata, bicara mengada-ada; ganjangna i, betapa panjangnya; hinaganjang, kepanjangan, panjangnya; mangalotakhon hinabolonna, mangalibashon hinaganjangna tu dongan, mencemetikan kebesarannya, melibaskan panjangnya pada sesama, anggar jago.

Ganji, kanji; mangganji, mengkanji kain.

Ganjil, ganjil, tidak genap mengenai bilangan (lawan: gonop).

Ganjing, bersih, suci, haram, mengenai makanan; lawan: ramun.

Gansar, = hansar.

Gansi, urutan, aplusan, berganti giliran; margansi, membuat sesutu menurut urutan yang teratur msl berganti giliran, bergilir, bertukar jaga, aplusan; pargansi, yang mendapat giliran, penggilir, pengganti giliran; ise pargansi? siapa pengganti giliran, giliran siapa?

Gansip, tang jepit, kakaktua; manggansip, mencabut dengan tang; ringgit sigansip, ringgit palsu, diperlukan sebagai homitan = jimat.

Gantal, makanan yang dijual di penjudian; para pemain diberi makanan sebagai pengganti hutang judi, karena pemenang takut memasukkan orang yang kalah ke dalam pasung (= manggantali). Dihitung satu tanggo juhut = satu ringgit, maka untuk setiap ringgit yang ditunggu oleh si penuntut hutang mendapat satu tanggo.

Gantang, gantang, dua cupak (Angk); takaran sebesar dua solup, kemudian: nasib, takdir yang ditetapkan Tuhan untuk manusia; tiung gantung, sej tiung.

Ganti, mangganti, memintal benang kapas; P.B.: mangganti na so luli, mangudor na so tali, memintal yang bukan benang, memilin yang bukan tali; memikirkan sesuatu yang tidak benar terhadap seseorang; sihalung ganti, kerbau yang salah satu tanduknya melengkung ke bawah.

Gantung, tergantung, melayang-layang; gantunggantung, tergantung-gantung msl perkara perselisihan; manggantunghon, menggantungkan; targantung, tergantung; margantungan, bergantungan; marsigantung tu, menggantungkan diri pada; parsigantungan,pergantungan, tempat bergantung; manggantunghon, menggantungkan; utang manggantung, hutang yang masih tergantung; tu gantungan, digantung; panggantungan, penggantungan.

Ganup (= gonop), tiap-tiap, masing-masing, setiap orang; ganup nasida, setiap orang dari mereka; mangganupi, memberikan sesuatu kepada setiap orang; ganup ro ahu, setiap kali aku datang.

Gao, manggao, berenang dengan mengayuhkan tangan; horbo gao, = horbo une, kerbau yang terlatih baik, pembajak yang baik; na umboto margao, orang yang bisa bekerja; ndang targaohonsa, tak terlakukan olehnya, itu tidak dapat dikerjakannya.

Gaok, gaok ni roha, tiada mau, keseganan.

Gaol, pisang; anak ni gaol, tunas pisang; tambirik ni ga-ol, anak hamba; sionsop gaol, burung kecil dengan cotok yang panjang penghisap bunga pisang; si gaol, nama daerah di tepi danau Toba.

Gaor, kacau balau mengenai benda-benda dan manusia; juga: rusuh, ribut, recok; na gaor, idem; manggaori, meributi, membuat kerusuhan, mengacau; gaorgaor, alat pengacau, alat pengarih; gaorna i, betapa kacau.

Gape, tak kukuh, tak kuat msl tembok, simpul. Gapgap, dusta, bohong; margapgap, berbohong, berdusta; pargapgap, pendusta; manggapgapi, mendustai; hata gapgap, dusta, kata dusta; panurirang pargapgap, nabi palsu.

Gara, bara, arang yang hangat menyala-nyala, berpijar-pijar mengenai logam; gara roha, panas hati; gara hamusuon, permusuhan membara; manggarahon, menghangatkan sesuatu; bosi na ginarahon, besi yang berpijar-pijar; garagara, potongan-potongan kayu api yang besar pada mana wanita yang baru bersalin memanaskan dirinya; garagara pusu, kebencian membara; pagarahon, menggalakkan; sigara ni api, sej pinasa; juga: pemarah; P.B.: unang parmeammeam gara, janganlah bermain dengan gara yang hangat.

Garaga, batu garaga, batu gunung berapi yang terdapat di kawasan air belerang; Lumban Garaga, nama daerah di lembah Batang Toru.

Garagaji, gergaji; manggaragaji, menggergaji.

Garam, mate garam, mati karena sakit, kecelakaan, jadi bukan karena sengaja dipotong.

Garampit, gumarampit, berlengketan, bergelantungan mengenai lintah.

Garang, I. gampang terbakar msl mesiu; na garang, panas, berani, suka berkelahi, tidak tahu takut; na garang marbada, cepat siap untuk berkelahi; manggarang rabuk, mengeringkan mesiu; juga: meloloskan diri dari pertempuran. II. garanggarang, sej rumput yang dimakan sebagai sayur. III. matugarang, merangkak mengenai anak-anak; manugarangi, merayapi, mengintai.

Garantung, xylofon dari kayu, alat musik dari lima bilah-bilah kayu yang bunyinya sudah disetel dan meniru tataganing.

Garap, garapgarap, lonceng ka-yu untuk kerbau.

Garapak, margarapak, gumarapak, mengentak-entakkan kaki oleh banyak binatang atau manusia.

Garapas, margarapas, melepaskan diri dari jerat.

Garapus, margarapusgarapus, membelit, geliang-geliut, melingkar, ceroboh.

Garar, bayaran, sesuatu yang dibayarkan; garar ni utang, bayar hutang; manggarar, membayar; manggararhon, membayarkan; margarar, lunas, berbayar.

Garbak(bdk garmak), janggal berpakaian.

Garda, I. kemaluan laki-laki, alat kelamin laki-laki. II. = arga.

Garduk, = haduk, sulit, sukar.

Garege, = galege; garege, sej rumput yang hanya tumbuh di tanah subur.

Garembong, tidak teratur, simpang siur, campur aduk msl rimbur beterbangan secara kacau balau; hamusuhon garembong, perang saudara, revolusi; masigarembongan, saling mencuri dan saling menipu.

Garembor, = garembong.

Garenggeng, manggarenggeng, membuat belot atau murtad orang dengan cara manipu.

Garentung, = garantung.

Gargar, jatuh pecah, terbelah; magargar, runtuh msl tembok, pecah dalam ribuan potongan mengenai periuk; manggargari, menghancur luluh, memecahi.

Gari, sedangkan, bahkan, malahan; gari raja i tartangkap do, sedangkan raja pun tertangkap; juga diulangi: gari arian gari ro do panangko, siang-siang pun datang pencuri; anakna garina dibunu ibana do, sedangkan anaknya pun dibunuhnya.

Gariada,dari: gari ada (= adong), ada, bahkan, sebaliknya, terlebih lagi, padahal; ndang adong ninmu, gariada opat, kau bilang tak ada, padahal empat.

Gariang, I. manggariang, mencakar, kuas-kais, mencerkau; masigariangan, saling bercakar-cakaran msl perempuan-perempuan sedang bertengkar; panggariangan ni babiat, bekas cakaran harimau. II. gariang, tanah yang tidak subur.

Garigit, tabung bambu untuk air (= hionghiong).

Garimur, gumarimur, tidak tertip, tidak sopan, ribut, membuat ribut, huru hara.

Garina, lih gari.Garing, nama sej ikan sungai yang kecil.

Garis, disapukan, sepintas lalu; kemudian: tidak menaruh perhatian; manghagarishon, ti-dak menghiraukan, tak mengindahkan, menyepelekan; garis ni roha, ketidak pedulian.

Garmak, lepas, lembek, sulit dirapatkan.

Garobak, gerobak.

Garoda, jimat penakluk musuh; panggaroda, idem.

Garodi, gurdi, bor, pencabut sumbat botol; jelek, jahat mengenai orang.

Garodo, kasar mengenai orang yang tak tahu adat, biadap, kurang ajar.

Garop, garop babana, ia terus berkata-kata yang membencikan.

Garpa, kata cacian: = sisoada, ampas, sesuatu yang tak berguna sama sekali; garpa ni deba on, = hatoban.

Garpas, manggarpas, berkial-kial mengenai ayam yang mau mati.

Garpu,garpu.

Garsang, jatuh, rebah.

Gartip, gelatak, comel, ringan mulut, suka bicara, rewel.

Garu, aduk; manggaru, mengaduk; garugaru, pengaduk.

Garudar, tak teratur, tak tertip, tak tentu. Garudo, garuda, sej burung elang dalam ceritera.

Garugu, sej rotan.

Garumus, manggarumus, menggaruk dengan jari-jari tangan.

Garung, garunggarung, kendi bambu untuk menyimpan benda-benda cair.

Garunggang, I. sej pohon kayu. II. sej rumput yang harum baunya.

Garungkau, = gadong hau.

Garuntar, gumaruntar, gelisah tidak tenang mengenai kerbau di kandang.

Garut, garut, batu asah; manggarut, mengasah; juga: menggaruk; panggarutan, bekas menggaruk; juga umumnya: bekas, tanda, bukti.

Gas, magas, belah dua, patah mengenai kayu; manggashon, membelah, mematahkan, memotong.

Gasa, sangka, kecurigaan,membuat tidak ada kepercayaan lagi, kesalahan; gasagasaon, mengamuk, marah sekali, geram.

Gasang, = garang I.

Gasar, gasargasar, pelbagai perabot rumah.

Gasgas, peladangan yang tidak digarap; manggasgas, mengerjakan peladangan, menggarap tanah; rimba gasgas, ladang yang selama ini tidak diolah, mulai kembali diolah; ende gasgas, nyanyian seloroh, yang kurang senonoh. Gasing, = peak, terletak, terbaring; manggasinghon indahan, memasak nasi di atas arang bukan di atas api; gasingan, rak untuk periuk di sebelah perapian; mate gasing, meninggal tanpa ada yang mengurus jenazahnya, mati konyol.

Gasip, perangkap untuk binatang kecil; dalam arti kiasan: apa yang menjadi perangkap untuk orang yang menyakitkan hati, apa yang mengecilkan hati orang; manggasip, manggasipi, membuat seseorang terperangkap atau terjebak; targasip, terjebak atau terperangkap.

Gastang = gantang.

Gatal, I. gatal; arti kiasan: suka seks, gasang, dukana. II. yang tidak bisa ditahan atau dikendalikan mengenai kerbau yang selalu mencoba melepaskan diri.

Gatgat, manggatgati, memukul dalam potongan-potongan kecil msl tanah, mencincang, meng-hancurkan musuh, memotong halus; magatgat, berlobang-lo-bang, tercabikcabik mengenai pakaian; hudali gatgat, penggaruk kecil.

Gatipgatip, sej ulos, sej ular.

Gauk, manggauk hata, mengganggu pembicaraan, mengacaukan perkara atau masalah.

Gaung, gaunggaung, tergantung-gantung, melayang-layang.

Gaut, manggaut, memanggil.

Gea, cacing hujan; aek sigeaon, anak sungai Batang Toru; margeai, geliang-geliut, berjungkir balik, membelit-belit seperti cacing; ndang targeahon, = ndang marguna.

Geak, geahon, serdawa, suara angin dari tenggorokan; targeak, idem.

Geanggeang, bakul atau keranjang yang digantung di rumah, tidak bisa digapai oleh kucing.

Gear, mengenai banyak orang, menyemut dan bergerak kemana-mana.

Geas, dipanggeashon na marsahit i dagingna, orang yang sakit itu mengguling-geling kesana kesini.

Gedat, membungkuk ke belakang mengenai punggung.

Gedek, = manggedek, menggelitik; gedekgedek = gidikdigik.

Geder, damar lendir yang keluar dari pohon enau; seterusnya: lendir = godir.

Gedol, margedolgedol, bengkok mengenai jalan dan garis.

Geduk, berbelit, bengkok, tidak jujur, tak lurus, curang, tak adil; uhum na geduk, hukum yang tak adil; panguhum na geduk, hakim curang; pargeduk, orang yang tak jujur, penjahat; hageduhon, ketidak tulusan, ketidak adilan; pagedukhon uhum,membelit hukum, memutarbalik hukum.

Gege, magege, (mengenai tembok) roboh, runtuh, kemudian: letih, capek; ginege ni, yang dilelahkan oleh; digege dihilala, saya merasa lelah.

Gegek, margegekgegek, mengguik mengenai kodok.

Gele, lamban, bimbang, tidak lincah, lambat, gundah; pargele, orang yang lambat kerja, hampir tidak membuat apa-apa; galena i, kok lamban kali.

Geleng, manggeleng, menggeleng, memutar-mutar kata.

Gelle, kurang ajar, nakal.

Gelleng, kecil, anak kecil; tagelleng, idem; margelleng, mempunyai anak kecil.

Gellok, I. tenaga; ndang adong gellokna, tak bertenaga; margellok, kuat. II. margellokgellok, berliuk-liuk, mengeliat-geliat; = margallo.

Gelsok, = gellok I.

Gembar, manggembar, mendekati (bdk hombar); masigembaran, saling menukar lahan demi kecocokan karena berdekatan.

Gendat, magendat, runduk, tergenjot, keberatan beban (mengenai berbuah lebat atau titi).

Gendeng, manggendeng, mengindahkan, memperdulikan, memahami; ndang digendeng ho hata, kau tidak mengindahkan apa yang orang katakan kepada anda.

Gendi, kendi.

Gendong, manggendong, gendong, menggendong. Gendos, margendos, bersetubuh.

Genduk, pipa tembakau yang panjang dari perunggu.

Genggeng, = gingging, kencang, terik.

Gensong, campur aduk, tak teratur, tak menentu, mengenai benda-benda sehingga tidak di-ketemukan; kacau balau.

Geok, geokgeok, geli, gatal, gelitik, lucu; manggeokgeohi, menggeli; geok, enak didengar; geokgeok ni pinggol, enak didengar kuping; pageokgeok pinggol, mengatakan sesuatu yang enak untuk telinga.

Geong, cacing dalam tubuh.

Gerap, gerapon, = targeak, sedawa.

Gerdek, manggerdekgerdehi, bertingkah untuk menarik hati seorang gadis, bermacam-macam cara untuk merayu hati seorang gadis.

Gerdeng, manggerdeng, mendorong untuk melakukan sesuatu, mengasut.

Gere, = gait, sendau gurau, lelucon, ucapan-ucapan seloroh; gerenghu do i, itu adalah gurau saya, ucapanku berseloroh.

Gerek, margerekgerek, berbual-bual mengenai air yang mendidih; ndang digerekhon,tak dirasa, tak ambil pusing, tak diperdulikannya, tak diindahkannya.

Gerep, gerip. Gerjep, = gertep.

Gertep, gertep ni ende, kata-kata hiasan, yang tak mengandung arti, yang dibuat-buat, yang bagus kedengaran tetapi tak berisi.

Gete, I. magete, meremah, cabik, tercabik-cabik; manggetegetei, meremukkan, memecah be-lah msl gumpalan tanah; manggetehon, mencabikkan, menjual barang-barang tersendiri, per biji dijual. II. manggetegetei, menghasut, memecah-belah persatuan; panggetegete, peng-hasut, pemecahbelah, orang yang mencari perselisihan.

Getem, mudah loyak msl daging busuk; magetem, lapuk, lusuh mengenai kain.

Getep, I. uang getep, ketip, sepuluh sen. II. mangetep, putus mengenai jerat (atau tali).

Getes, gampang koyak, retas, rapuh tidak elastis.

Getget, manggetgeti, mencencang msl daging.

Geto, margetogeto roha, berbelit pikiran, tak mulus atau tak lurus pikiran, berliku-liku, penuh tipu.

Giak, mual, jijik, memuakkan; sigiak, seseorang untuk siapa orang merasa muak; giakgiak, merasa muak sampai mau muntah; giakgiak ateate, mau muntah karena perasaan muak.

Gial, lamban, lesu; gialgial mangan, tak ada rasanya; gial mulamulaon, malas bekerja; gialon, tidak ada selera makan karena perut terganggu, mau mual.

Giang, dikacau, gelisah, merasa tegang; manggiang, mengocok, mengacau sesuatu.

Gidikgidik, ketiak, juga: u-jung ijuk.

Gigi, I. = ngingi, ujung tenggala dan hudali; panggigian ni singke, lobang dikorek kumbang dalam tanah; panggigian ni gadam, bekas keracunan pada tangan; panggigian ni simu, binatang-binatang kecil dalam luka, kudis. II. magigi, benci kepada, tak menyukai, ngeri akan; hagigian, kejijikan, kengerian akan, benci; manghagigihon, menjauhi, membencii, merasa jijik, benci terhadap sesuatu.

Gil, tergantung-gantung pada sesuatu; juga: membuat diri tertahan; gil di hail i, kail tersangkut pada sesuatu.

Gila, gila, sinting, panas hati karena gembira.

Gilang, gundah, berpaling kesana kesini dalam keadaan gundah; sigilanggilangi, pangkal hati.

Gilgil, menghina, melukai, me-nyakitkan hati; gilgil hata begeon ni pinggol, menusuk kedengaran kata itu.

Giling, manggiling, guling, mengguling, menggilingkan hutang kepada orang lain, menangkap ikan dengan pilinan jerami; margiling, berguling-guling karena sakit atau nakal; gilinggiling, roda gilingan; gumilinggiling, berguling-guling, memutar – mutar; gilinggilingan, karung besar untuk penyimpanan beras, berisi 6-10 tuhuhan.

Gillas = hiras, berani, tidak takut.

Gilli, bergerutu, kasar, tidak rata.

Gilo, lari; gilogilo baso, me-langgar adat, menyelewengkan adat kebiasaan; manggilohon, menyelewengkan uang orang, yang seharusnya disampaikankannya.

Gilok, = gulok.

Gim, sanggim, berisi sepenuh tangan, segenggam.

Gimir, encer, lunak seperti gelatine (bdk gamir).

Gimur, = gaor.

Ginagat, bdk gagat.

Gine, ginegine, memuakkan, benci kepada; pagine ateate, menimbulkan rasa mual, kebencian.

Gingging, terik, juga: berbunyi nyaring; manggingginghon, menjijikkan; pagingginghon, merentangkan dengan kuat.

Ginis, jenis pekerti; ginisna, itu adalah cara dan sifat perbuatannya; ginisanna, ibaratnya, buktinya.

Ginjang, tinggi, atas; di ginjang, di atas; banua ginjang, benua atas, surga, langit; di ginjang ni, ke atas; parginjang, yang paling atas; paginjanghon, meninggikan, ditinggikan; roha ginjang, ginjang ni roha, kesombongan; manghaginjanghon, bermegah diri, menyombongkan; ginjang ni umur, umur panjang; patuginjang, meninggikan, mempertinggi.

Ginju, petualang, pengemis; mangginju, berkeliaran, kemana-mana mengemis.

Ginsar, marginsar, melontar-lontar lempengan batu atau kayu ke tujuan tertentu.

Ginsi, = gansi; mangginsi, mengganti rugi, menuruti.

Ginsip, buruk, semberono, asal-asalan, tidak paten msl diikat sedemikian rupa hingga tetapi gampang lepas.

Ginsir, gunting; mangginsir, menggunting; mangginsir dila, menghukum orang yang kelewat banyak bicara; siginsir dila, kata-kata pedas teradap orang yang kalah dalam berkelahi.

Gintal, manggintali, meransang berahi, membangkitkan kemauan; pagintalhon, menggalakkan yang jelek tertidur pada manusia.

Gioang, mutiara.

Giot, I. Angk. = ringkot, gi-at, rajin; giot marulaon, rajin kerja, suka kerja. II. giot, = sior, hampir, kira-kira; giot hona, hampir kena.

Gipul, I. = gompul. II. sej ulos.

Gira, cepat, segera; hurang gira, kurang cepat, terlambat; gira tudia? mau buru apa? buru-buru amat, mau kemana begitu cepat? pagirahon, mempercepat.

Giragira, sigiragira, daun pohon perdu warna coklat, digunakan menjadi pewarna ulos; manggirahon, mencelup benang ulos dengan sigiragira.

Girdak, manggirdak, menggerakkan, mengajak, memajukan, mendatangkan.

Girdok, = dirgak, berdiri karena sangat gembira; girdok ni roha, kegembiraan.

Girga, hati-hati sekali, terlalu banyak pertimbangan, tak mudah diputuskan, canggung.

Girgar, tidak terwujud, terbengkalai, terlantar; panggirgari, orang yang merintangi, menghalangi, yang merusakkan permainan.

Girgir, suka, cepat bersedia, ketagihan, rajin mengerjakannya; lawan: bangkol, enggan.

Girik, manggirik, membor; sigirik, orang yang membor; manggirik pinggol, membor sesuatu ke dalam telinga dengan mengucapkan kata-kata yang menjengkelkan.

Giring, giringgiring, lonceng; mamalu giringgiring, memukul lonceng.

Giringan, juga guringan, lembing yang pendek dari bambu dan tanpa bermata besi.

Girtap, ingin tahu.

Girtik, manggirtik, memicu perkelahian, memanas-manaskan hati berkelahi. Gisal, manggisal, menjadi ku-at, menguatkan.

Gisgis, mangisgis, menyiangi rumputan.

Gisik,juga: gising, anggota badan yang mulia; targasik bugangna, terluka dia pada anggota badan yang mulia; pargisihan, anggota-anggota badan yang mulia.

Gising, = gisik.

Gistang, direntangkan, bergelimpang menutur panjangnya msl orang yang berbaring, tali; pagistanghon, membentangkan; sanggistang, mutiara seutas.

Gistung, sej kumbang.

Gitik, manggitik, menggusarkan hati, menjengkelkan (mengenai orang dan binatang); manggitihi, menghasut-hasut supaya berhantam, menggalakkan; mura targitik, peka; pargitik, gampang merasa geli, mudah peka.

Giting, sigitinggitingi, amarah, kemarahan (bdk gitik).

Gitong, gitonggitong, jelaga yang disapukan pada ujung hidung dan kening perempuan sewaktu melahirkan untuk menolak begu.

Giu, giu ulaon, pekerjaan mendesak.

Giun, tali giun, tali pada mana penenun wanita menarik benang rantai ke atas; disintak ma ahu songon giun, disentak aku bagai benang tenunan, semoga aku tiba-tiba mati.

Goar, nama; ise goarmu? siapa namamu? margoar, bernama; manggoari, menyebut nama; manggoarhon, bernamakan; sagoar, senama; dongan sagoar, kawan senama; manggoargoari, menyebut nama ayah yang seharusnya tak boleh (pada perselisihan); na margoar di juhut, nama-nama potongan daging menurut pembagian adat disebut jambar, jatah menurut jenjang kedudukan; panggoaran, alias, panggilan terhadap seorang bapa atau ibu yang diambil dari nama anak sulungnya: msl nai poltak = mak, ibu Poltak; amani poltak, Pak Poltak, karena anak sulungnya bernama Poltak; ise panggoaranmu? siapa gelarmu? siapa anak sulungmu sebagai pengambilan namamu? panggoaranku si Dangol, anak sulung panggilan namaku si Dangol. Dengan itu dia bernama: nan Dangol (ibu), aman Dangol (bapa); na margoar ni babi, potongan daging babi untuk jambar (jatah); panggoari, penyebut pada pecahan, dalam ilmu hitung; goar ndang jadi mago, dalam kedaan perang, sipengunjung tak boleh diganggu demi nama orang yang dikunjungi; nama orang lain itu melindungi dia.

Goda, sej kain kasar.

Godang, banyak, besar; magodang, dewasa; na godang, orang tua; godang ni roha, keramahan, kekasih; godangan, kebanyakan; marnagodang, berbeda banyaknya; pagodanggodang, membesarkan, memelihara, mendidik; pagodanghon, mengawini janda kakak laki-laki; godanggodang ansimun, bertumbuh seperti timun, cepat besar; panggodangi, penambah, sekedar penambah daging yang sudah ada; tano hagodangan, tempat dibesarkan, kampung halaman.

Godirgodir, (= geder), lendir.

Godok, godokgodok, sej lampet dari gadong hau.

Godol, (= dogol), manggodol, meremah halus, memarut; ingkau na ginodol, sayur yang diremah halus-halus.

Godor, takut; godoron, takut sekali hingga gemetar.

Godung, I. lobang; tergodung, terjerumus lobang, jatuh kedalam lobang. II. gedung, komplek gedung; saro godung, rumah gedung.

Goga, = gogo; ndang targogahonsa, tidak dapat melawannya dengan kekerasan; na so margoga, = na so margogo.

Gogala, pertikaian, perbantahan, perkelahian; margogala, bertikai, berbantah, berkelahi.

Gogo, kuat, berkuasa, daya, tenaga, kuasa; margogo, ber-kuasa, bertenaga; bahen nasagogom, pakai segala kekuatanmu; gogogogo, kuat, tampan; hagogoon, kekuatan; hinagogo, idem; marhagogoon, berkekuatan, berkuasa; manggogo, berusaha kuat; digogo mangalo, ia berusaha melawan; manggogoi, menyokong, memperkuat, memperkosa (wanita); margogoihon (dipargogoi), memperkuat; marnagumogo, tak sama kuat, berbeda tenaga; pargogo, yang berkekuatan; pargogo na so hatudosan, yang empunya kekuatan tanpa tara, maha perkasa, yang mahakuat; pargogoan, bagian-bagian tubuh yang halus, bagian yang terberat pada beban; dipagogo ma soarana, dinyaringkan suaranya.

Gogob, manggogob, menggoncang-goncang diri msl kuda, harimau.

Gogop, I. benar, tepat mengenai bilangan. II. takut, malu, gugup, bingung.

Gogot, sempit; hagogotan, kesusahan, kesempitan; targogot, tersesat, tersesak, malu; manggogothon, menyesatkan, membawa orang dalam kesempitan.

Gois, manggois, mengorek- ngorek periuk, bdk hois.

Goit, manggoit, mengguit, menyentuh seseorang dengan ujung jari sambil berbisik minta perhatian; digoit do dugul ni totna, disebarkan desas-desus, penasaran.

Goje, pohon karet, getah pohon karet.

Gojok, = gojong.

Gojong, kembung mengenai perut karena terlalu banyak makan; na gojong, kaya.

Gok, I. penuh, berisi, sempurna; manggohi, mengisi, memenuhi; hagogok, kepenuhan, kegenapan; gok di ibana, bergantung dari dia; gok ni hatangku, kata-kataku yang terakhir; gok bulan, bulan purnama; gohan (= pata simangot), nama pesta, yang dirayakan setelah merumput, sebab tahun batak penuh (taon gok); manggohi, merayakan pesta tersebut di atas; boras pati ni gok, hari ke 26 menurut penanggalan. II. manggokhon, harus ditulis; manggonghon, lih gong.

Golam, golamgolamon, menjadi bingung karena takut dan kekalutan.

Golang, gelang; golanggolang, gelang kuningan; sibangura ni golanggolang, retak pada kuningan; pargolangan, pergelangan; marggolang, mengerat kulit pohon sekeliling batang hingga mati.

Golap, gelap, amat gelap; hagolapon, kegelapan; golap, tiba-tiba datang; golap huida, saya menjadi tanpa daya, tidak berkuasa.

Golat, batas tanah pusaka, sebidang sawah warisan dari kakek atau ayah; pargolatan, idem; juga: perkara mengenai tanah seperti itu; manggolat, diambil sepotong, mengiris.

Gole, manggole, mengerjakan tanah pertama kalinya dengan membalikkan tanah secara berbaris; manggolegolehon, membuat barisan-barisan tanah seperti itu; goleon, waktu untuk mengadakan pekerjaan manggole.

Golgol, manggolgolhon hata, berkeras mengemukakan pendapat dengan keyakinan; manggogohon raut, memarang sesuatu dengan pisau yang tumpul.

Goli, I = buhu, tanda pembahagian, kepastian atau bersifat sementara mengenai akhirnya perkara; manggoli, menetapkan, menentukan, mengakhiri; margoli, ditetapkan, ditentukan, diakhiri sesuatu betapapun juga; P.B.: marbuhu songon sanggar, margadu songon hauma, margoli songon utang, punya ruas macam pimping, bertanggul seperti sawah, selesai serupa hutang = segala sesuatu sudah jelas dan tuntas. II. goligoli, kayu tipis tempat duduk pengayuh dalam perahu Batak.

Golle = gellok I, kekuatan; margolle, kuat.

Golmok, bertubuh besar, montok, tambun, gemuk (sosok tubuh).

Golom, manggolom, memegang, menggenggam; sanggolom, segenggam; golomgolom masak, sej pohon kayu dengan buahnya merah.

Golpa, I. galpa, berkemampuan untuk pembuahan, untuk membiakkan; baoa na so margolpa, laki-laki yang impoten. II. golpa, terpuruk, terperosok, terpater, melekat.

Goluk, golok, parang (= rabi).

Gomak, memegang, memungut, de-ngan telapak tangan memungut, mengambil; digomahi ateateng- hu, hatiku terasa diretas, dicengkeram ulu atiku; P.B.: sanggomak gogo, santulluk tua = sadampang gogo, sanjomput tua, buat apa tenaga kalau tidak ada rejeki? tenaga bisa siasia kalau tidak disertai berkat, banyak ribut karena sesuatu yang tidak berarti.

Gomal, alat perekat, jepitan dari besi, dipakukan untuk merapatkan papan pada sampan; manggomal, merapatkan papan dengan gomal.Gomba, pemalsuan piutang, manipulasi piutang; manggombaon singgir, memalsukan piutang.

Gombala, tetek, kepala dan dada yang diukir dari kayu.

Gombang, margombang, berzinah; targombang, terjebak berzinah.

Gombar, manggambar, melukis, menggambar; gombaran, gambaran; gombaran ni tano, peta bumi; tungkang panggombar, pelukis ahli gambar, juru potret.

Gombit, bahaya yang harus ditakuti; gombiton, ketakutan; gombit ni hata, ancaman, peringatan; manggombiti, menakut-nakuti dengan ancaman.

Gombo, = gumbu.

Gombung, makanan dengan kurang teratur, gembung, kembung, buncit; margombung, menggelembung; gombung ni papangamu umbahen na marsahit ho, makanmu buncit makanya kau sakit; dengke na gombung, ikan mulai busuk menggembung.

Gombur, keruh, berlumpur; di gombur ni aek pandapotan pandurung, di air keruh penangguk mendapat ikan; manggombur aek, mengeruhkan air; turun gombur, perhelatan sehari buat orang mati.

Gombut, gombut ni hata, ucapan untuk menakutkan orang; manggombut hata, melancarkan intimidasi, menakut-nakuti lewat penyebaran ancaman.

Gomgom, manggomgom, manggomgomi, memerintah, menguasai, mengayomi; panggomgom, pemerintahan, penguasa; gomgoman, pemerintahan, penguasaan; na gonomgoman, rakyat yang diperintah; masigomgoman tondi, saling menjaga keselamatan jiwa; ulos gomgoman, ulos pengayom; horbo gomgoman, kerbau yang suci; manuk gomgoman, ayam yang disucikan, tak boleh dipotong sebagai pengayoman jiwa, atau paling sedikit harus diganti dengan yang lain; semua benda-benda yang disucikan ini mempunyai fungsi menjagai tondi manusia; panggomgomion, penguasaan, pemerintahan.

Gomir, = gamir.

Gomit, kutu halus.

Gomos, erat, tegas, kuat-kuat; (bdk momos); pagomoshon, mempererat, memperketat; hagomoson, keteguhan, keeratan; manggomosi, mempererat; dipagomos hatana, ia mengatakan dengan sungguh-sungguh.

Gompang, manggompang, berjongkok, siap untuk meloncat dan menerkam msl harimau; gompang di tano, rondok di tanah; na gompang di jabu, tinggal di rumah saja; gompang di ulaon, lengket pada pekerjaan, rajin; manggompang dihilala, dia merasa penyakit itu pada satu tempat; gompangan, bilahan kayu penetak benang tenun.

Gompar, = gumpar.

Gompis, cepat, ligat, cakap; hagogompis, ketampanan, elastisitet.

Gompol, pas, persis, mengenai bilangan. Gompul, beruang; manggompuli, mengakhiri tari dan gendang; si gompul, nama wilayah di lembah Batang Toru.

Gomu, tidak simpatik mengenai rupa, kelakuan berpakaian dan bicara, juga mengenai pekerjaan yang tidak disenangi, sikap yang merisihkan, cuek, tidak enak.

Gonda, manggonda, menaruh perhatian, mempedulikan, mengambil makna; ndang digonda ho hata, kau tak perduli akan nasehat; parhata na so targanda, pembicara tak bermakna, seseorang yang tidak dipercayai orang.

Gondang, gendang; margondang, bergendang, berpesta gendang; margondanggondang manuk, bila ada ayam luka maka anak-anak memasukkannya ke dalam keranjang dan memukul-mukulnya; manggondangi, merayakan perhelatan dengan gendang; pargondangan, tempat bergendang; gondang dalan, prosessi gendang; manggondanghon horbo, perayaan menyembelih kerbau dengan bergendang; manggondanghon sitarahuak= mangallang upa suhut, tari dan gendang yang khusus bagi pelaksana perhelatan; manggondanghon da-ung, menggantungkan seekor ikan sebagai persembahan kepada roh nenek sambil bergendang; manggondanghon dalu, lih dalu.

Gondit, I. batas waktu, termin; manggondit, menjadwalkan, menetapkan (bdk buhul, titi, titik). II. ikat pinggang, sabuk (dari goda). Gondok, margondokpong, margundokpong, bersedih hati, murung, bersusah hati.

Gondol, manggondol, menangkap seseorang karena hutang.

Gondong, gondongon, mempunyai tubuh yang gelembung; bdk gojong dan gorjong.

Gong, lekat, tetap ada di tempat, tidak bergerak; manggonghon, mengundang, diminta kepada orang agar jangan pergi pada hari tertentu tetapi tinggal di kampung karena akan diadakan pesta; P.B.: gonghon paimahon, joujou alusan, undangan harus ditunggu, panggilan harus dijawab; gonggong, tanpa gerakan, tidak berdaya.

Gongon, manggongonhon salaon, merendam daun nila (warna biru tua untuk benang); panggogonan, periuk besar pencelupan nila dan benang.

Goni, goni.

Gonjak, = gait, (Angk).

Gonjegonje, perabot rumah.

Gonop, I. = ganup, setiap, masing-masing; sigonop ari, setiap hari. II. betul, persis, genap mengenai bilangan.

Gonsi, musik tradisional yang berinduk pada tataganing; margonsi, bermusik orkestra tradisionil batak; pargonsi, orkes pemusik; pargual pargonsi, para pemusik.

Gontam, manggontam, mengejutkan; panggontamon, kelihatan sedemikian hebatnya sehingga membuat orang menjadi takut, perbuatan mengejutkan; gumontam, menggegar mengenai langkah; sigontam ni banua, = hoda (And).

Gonti, ganti, pengganti; manggonti, mengganti, menggantikan orang; margontigonti, berganti-ganti, silih berganti.

Gonting, tidak lebar, sempit, genting karena itu: pinggang, jurang; tano gonting, tanah genting; laut genting, selat; panggontingan, tempat sempit. II. kuat, pertahanan kuat mengenai tembok, desa.

Gopas, erat terikat pada pinggul; siap untuk berangkat, persiapan baik; gopas marmusu, siap berperang; gopas mardalan, keras berjalan.

Gopgop, manggopgop, mengintip, memata-matai; gopgopan, pemantauan, penghadangan; juga nama sebuah teluk di Danau Toba.

Gopo, mangopo, sia-sia, percuma, betapa ruginya; magopona i, sayang mengenai usaha yang sia-sia.

Gopu, magopu, meremah, remuk, hancur, merapih hati; gopugopu ni timbaho, ampas tembakau yang sudah hancur.

Gopuk, tabung besar dari kulit kayu tempat penjual tembakau.

Gor, nyala, marak, termakan api, terbakar; magor, terbakar mengenai kayu; gorgor, menyala terus, menyala-nyala; masigorgor, menyala-nyala (karena kemarahan); hagoran, habis terbakar; manggorgori, memanasi dengan api. Gora, teriakan, pertikaian yang berakhir dengan perang; P.B.: pate gora tano, gora imbang ndang pate, sengketa tanah sudah usai, sengketa soal madu (isteri muda) tak akan usai; manggora, meneriakkan, menggera untuk mengusir burung dari ladang; manggorahon, menyerukan, mengumumkan; manggora pamuro, ungkapan tersembuyi: hamil hingga mulai nampak; panggora, nama gedung yang terkecil; manggoragora, bayi yang mulai bergumam, mulai berbicara.

Goraha, sigoraha, = rupani (Angk).

Gorak, denyut, debaran jantung, gerak; gorakgorak, denyut nadi; gorakgorahon, tanda khusus pada ayam, yang diperiksa dukun; pargorahon, gerenjet nadi yang tiba-tiba dan dianggap pertanda yang buruk; bila seorang berangkat untuk suatu usaha dan tiba-tiba ia bergerenjet, maka ia harus kembali; perasaan hati, batin.

Gorat, sej pohon kayu yang berbuah.

Gorba, manggorba, sayur hijau yang dimasak dengan monis.

Gorbang, manggorbang, mencukur.

Gorbus, sej gorat di hutan.

Gorda, manggorda, melarang, tidak mengijinkan; panggorda, penujuman waktu yang menentukan boleh tidaknya dilakukan sesuatu.

Gordang, gendang dari kayu bertutup kulit sapi; manggordangi, menabuh gordang dalam pesta; gordang na polpol, ceritera yang dimulai tetapi tidak dapat diakhiri; sipungka gordang na polpol, seseorang yang memulai sesuatu tetapi tidak dapat menyelesaikannya; gantung gordang, P.B: yang dimaksudkan jalan tengah sebagai kaidah, sebenarnya gendang tidak tergantung, juga: tidak berdiri, tetapi setengah-setengah berdiri dan bergantung msl orang yang tidak lapar tetapi juga tidak kenyang; buha gordang, pada pesta gendang suhut memberikan tanda untuk memulai memainkan gendang.

Gordanggordang, sej rumput.

Gore, manggore mas, mencari emas di pasir sungai, mendulang emas.

Goreng, manggoreng, menggoreng; hansang goreng, kacang goreng.

Gorga, ragam ukiran, pewarnaan dinding rumah dengan tiga warna dasar: merah, hitam, putih; manggorga, mengukir; manggorgai, mencorat-coret; panggorga, pengukir; manggorga hata, memilih kata-kata indah waktu mau membuat jahat.

Gorgor, lih gor.

Gorgot, terpaut msl gergaji di dalam balok kayu.

Goringgoring, sej pohon buah-buahan.

Gorit, = gurit; gorit bulu, nama jambar (jatah) kalau dikawinkan puterinya. Gorjong, gembung, menggembung mengenai perut, tubuh.

Gorok, margorok (juga: patugorok), gerontak dalm perut; juga: membelahak mengenai yang mau mati; gorokgorok langit, perlahan-lahan gemuruh; margorok mas, emas campur, yang tidak asli.

Gorom, bulu pada kemaluan, bulu tundun.

Gorpung, manggorpung, meremuk-remukkan, melumatkan, menggiling.

Gorsing, kuning mengkilat; sigumorsing, = mas (And).

Gortap, kabar tentang sesuatu peristiwa yang akan terjadi; manggortap, memberitakan lebih dahulu; ndang marpanggortap, tak memberitahukan apapun sebelumnya.

Gortop, angka yang dapat dibagi; 21 gortop tu 7, 21 dapat dibagi 7.

Gosa, manggosa, menyakiti, me-nyiksa; manggosagosa, menyiksa, mendesah, membantai, membacok, menghajar; ginosagosa, dihajar habis, direbahkan; ginosagosa ni sitaonon, dirundung kemalangan.

Gosi, gusi.

Goso, tergesa-gesa, terburu-buru, tergopoh-gopoh, cepat.

Gosok, manggosok, menggosok, meyapu-nyapu (menggaruk) kuda, menyeterika.

Gostagosta, genta, lonceng. Gostang, pagostang, merentangkan lengan, mengepalkan tangan; uhum sigostang botohon, hukum kekuatan lengan, main hakim sendiri; ndang tarbahen guru di gostang ni botohon dohot tombol ni bitis, tak bisa anggar otot tangan dan betis, orang tidak hanya dapat mengharapkan kekerasan.

Gostong, = sintong, benar, adil, tulus, iklas; parroha na gostong, orang yang berhati tulus, adil, lurus.

Gota, getah pohon, air buah; targota, kehilangan getah karena terluka mengenai pohon kayu; P.B.: molo dung tartallik, targota, sudah ditetak parang, keluar getah; molo dung tinoktok, pinorsan, sudah diangkat harus didukung terus, harus konsekwenlah, siapa mengatakan A, ia harus juga mengatakan B.

Gotap, manggotap, memenggal, memutuskan, memotong; gotap, sobek, potong, putus, terpotong; gotap rohana, tidak dapat didamaikan; gotapgotap, terpotong-potong; manghagotap, berputusan, patah dalam banyak potongan; magotap, terputus.

Goti, sej pohon kayu; Lobu Goti, nama satu negeri.

Gotil, manggotil, mencubit dengan kuku, menuai, memetik; gotil rohana, dia merasa sakit yang menusuk-nusuk; manggotili dihilala, idem; gotilon, musim menuai, masa panen; panggotil, penuai.

Gotip, = gotap, berakhir; ju-ga: singkat dan lucu. Gotok = gorok; margotokgotok = margorokgorok.

Gotol, manggotol, menggigit, menyengat mengenai insek.

Gotom, pisau kecil; manggotom, membersihkan kulit binatang dengan pisau kecil; gotom, juga: cemar, berlumur, kotor.

Gotos(bdk tos), tidak sabar mengenai orang yang cepat memutuskan janjinya, putus, cepat-cepat tanpa pikir lama.

Gotuk, manggotuk, mengakhiri suatu persoalan atau perkara.

Gu, bungkuk di kuduk atau di punggung pada manusia dan pada lembu; margu, mempunyai bungkuk; ucapan selamat: gu ni lombu tabo hinarambiran, gabe boru asa adong panailian, tengkuk lembu enak disantap, sejahteralah puteri, agar ada jadi tumpangan.

Gua, lih manggua.

Guak, guahan, muak, jenuh, bosan dengan sesuatu.

Gual, manggual, memalu gendang bunyi-bunyian; gualgual, alat pamalu bunyi-bunyian; sanggual, satu set gendang, sepukulan msl serangan perang; pola piga gual, berapa kali banting, lawan supaya tumbang; targulasa, sesuatu menjadi terkabar, karena itu harus menjadi perang; pargual pargonsi, penabuh bunyi-bunyian, para pemain gendang; manggual, = mamalu, memalu, memberitahukan; manggual sampak aek, tembakan di perbatasan musuh yang memaklumkan perang. Guam, seriawan dalam mulut, busa mengembang di atas sewaktu masuk nasi; guamon, memperoleh ruam dalam mulut; na saguam, sebanyak ruam, artinya banyak sekali.

Gubo, = gumo, buih, busa.

Gudal, manggudal, memberikan berlimpah-limpah.

Gudamdam, lih damdam.

Gudang, gudang.

Gudar, manggudar, menggodam, memukul, melukai.

Guder, guderan, kata kasar untuk gemuk mengenai manusia dan binatang.

Guga, campur baur, kacau, tak teratur, berantakan; mangguga, mengaduk, mencampur, mengacau; gugaguga, sendok untuk mengarau, mengaduk untuk mencampur sesuatu.

Gugu, margugu, menyumbang, mengumpulkan; manggugu, pajak sesuatu dikumpulkan; guguan pajak, iuran; guguan eme, iuran berupa padi.

Gugun, bertumpuk-tumpuk, berlonggok-longgok; gugun, = gugung, tumpukan yang besarnya tidak tertentu.

Gugung, I. tumpukan, timbunan kecil; gugungan, tumpukan daging yang mau dibagikan. II. (And) manggunggung, mengambil, menghancurkan mengenai kematian; suda digunggung pinomparna, kematian menyingkirkan semua keturunannya.

Gugut, gigi seri; siduagugut, tikus yang punya dua gigi se-ri; manggugut, mencicip, menggigit sedikit msl pada garam.

Guiang, mangguiang, memotong sedikit dari jeruk orakel.

Guit, mangguit, mengangkat da-ri bawah, mengangkat dengan jari-jari atau batang-batang kecil; mangguit batu, mengangkat batu, mencongkel sedikit; mangguit bada, menimbulkan perselisihan; mangguitguit, berdetak-detak mengenai sakit; guitna, picu penggerak; saotik do guitna i, sedikit saja pemicu, alasan sedikit saja sudah akan terjadi.

Gujompit, margujompit, lih: jompit.

Gukguk, I. naik, membendul ke atas, menggunung mengenai gunung; juga: penuh berlimpah (bdk gakgak); manggukguhi, pa-gukguk, menumpukkan, menimbunkan; sigukguhi, gambar ukiran yang dipsasang di atas bangunan rumah. II. gukguk, suara burung lali; patugukguk, berteriak mengenai suara burung lali.

Gulandak, sigulandak, landak.

Gulang, manggulang, giling, jatuh dengan berguling, terjatuh ke jurang; margulanggulang, berguling-guling kesana-kesini; manggulangi, menggulingkan sesuatu; gulangan rondang, puncak; gulanggulang, potongan kayu yang diletakkan untuk lantai, balok untuk loteng.

Gulansang, tidak tenang, tidak senang. Gulasa = galasa; margulasa, margalasa.

Gule, gulai, gula; gule pasir, gula pasir; gule tuak, gula aren; gule tobu, gula tebu; manggulai, menaruh gula kedalam kue msl pada lampet; guleguleon, menderita penyakit yang membuat mulut lembek karena terlalu banyak makan gula.

Guliman, = angguliman.

Guling, guling, mengguling kesamping; guling ari, matahari condong ke barat antara jam 13. – 15; guling dao, 15. – 17; sangguling, sekali mengguling.

Gulma, banyak sekali, melimpah, mewah tidak irit; gulma be do, setiap orang kebagian banyak; pagulma, membuat melimpah.

Gulmit, manggulmit, bergerak, berkutik; nasa na manggulmit, segala sesuatu yang bergerak, semua yang bernyawa; ndang targulmit ho i, tak bisa kau sentuh itu; matua so manggulmit ho, tak sedikit pun kau bergerak (malas betul); manggulmithon, menggerakkan anggota bergerak, menyentuh supaya bergerak; na so margulmit, yang tak berdaya, yang tidak bergerak atau hidup.

Gulo, gula (= gule).

Gulokgulok, segala jenis cacing, ulat.

Gulomit, cacing kecil, serangga, kutu-kutu kecil.

Gulot, = gulmit.Gulpong, manggulpong (Angk) = marbosar.

Gulsak, guna, faedah, untung; ndang adong guksak ni i, tak ada gunanya, sia-sia.

Gulu, margulu, (mengenai kerbau) berkubang; margulu mudar, berlumur darah seperti orang yang berkubang di darah; mangguluhon tu gambo, melumurkan lumpur, berkubang ke dalam lumpur; guluan, kubangan, lumpur dalam mana ternak berkubang.

Gulut, perlawanan, perselisihan, bertengkar; margulut, berebut, bertengkar; manggulut, merebut; margulut, juga: berkelahi; masigulutan, saling berebut; pagulut, idem; mangguluti, merebuti; pargulutan, perebutan, kerebutan.

Gumang, I. sigumang, lemak pada perut babi. II. kumbang air.

Gumba, I. sej tumbuhan semak, yang daunnya berbentuk hati. II. gumba dagingna, berobah tubuhnya msl karena sakit. III. rajin kerja, telatan bdk juma.

Gumbak, gubuk, pondok dari jerami yang didirikan di atas lungkang.

Gumbal, keranjang untuk menyimpan hapas; sanggumbal, sekali membawa, beban.

Gumbang, I. sej tabutabu. II. margumbang, membengkak, menjadi gemuk. III. pargumbangan, tiang kayu yang membingkai pintu, gerbang. Gumbit, takut, khawatir; gumbiton, ketakutan, khawatir; manggumbiti, menakut-nakuti.

Gumbok, raja gombok na bolon, dalam istilah hobatan nama tumbuhan ingolingol, yang kalau dikerat-kerat, diparang dan ditokok halus dipakai sebagai dorma huta.

Gumbot, pohon yang daunnya hijau sebelah dan putih di baliknya (motung); P.B.: bulung gumbot na tarbalik di sipahatolu, seperti tergoncangnya daun gumbot di masa panen (mu-sim angin), dimaksud untuk pendirian yang gampang berobah.

Gumbu, lamban, gemuk, berat, lambat.

Gume, sigume, sej eme.

Gumir, manggumir, menggoyang; gumirgumir, bergoyang, menggeletar mengenai gelatine, lumpur yang lembek, daging lemah, menggeletar mengenai bumi.

Gumis, = pangalaho; i nama gumismu, begitu saja kelakuanmu, sifatmu; pargumis, rupa, gambar, bentuk, bagan.

Gumo, = gubo; gumogumo, idem; margumogumo, berbuih, banyak buihnya.

Gumol, manggumol, melawan, me-ngentak-ngentakkan kaki, bergelut, bergumul; ndang manggumol, tak sanggup melawan, tak berkutik; ndang bolas manggumol, tidak melawan; tudia panggumolanku, mana ada kemampuanku untuk bertarung, melawan, aku tidak dapat membelah diri. Gumpa, = dumpa.

Gumpar, gempar, alat (msl kaleng) yang digoncang-goncang mengusir burung dari sawah; gumpar aek, gumpar gantung, berbagai-bagai jenis alat yang disebut di atas; manggumpari, membuat gempar, mengeluarkan bunyi keras dengan memukul kayu; gumpargumpar, idem.

Gumpok, bungkuk, rondok; manggumpok, membungkuk, merondok; sigumpok, kumbang bongkok, yang menggulung dirinya bila disentuh; gumpokgumpok, idem.

Gumul, I. karung panjang tempat penyimpanan garam. II. bulat, bergumpal; manggumul, bergumpal, membuat sesuatu jadi bulat; gumulgumul, sedap-sedapan.

Guna, guna, faedah, untung, kepentingan; dia gunana? apa gunanya? untuk apa itu dipakai? marguna, berguna; ndang marguna, tak berguna, tidak berharga; margunahon, mempergunakan, memanfaatkan; dipargunahon, dipergunakan; gunaguna, kesibukan, usaha yang membuat orang menyelimpang; pagunaguna, mengusahakan, mengerjakan; gunagunaan, buatan.

Gundaba, orang banci; pargundabaon, = parbundagaan, perut ayam.

Gundal, sigundal, kain buruk, kain tambal; sigundal bolon, kain topo yang sudah sering ditambal; ngenge sigundal, cacar besar.

Gunde, manggunde, melelahkan, membuat gundah. Gundi, sialagundi, sej pohon kayu.

Gundok, = gondok.

Gundokpong, sedih, mendongkol, jengkel; mangundokpong, bersedih, jengkel, bdk gondok.

Gundong, hapor gundong, sej belalang.

Gunduk, bungkuk mengenai orang, bengkok mengenai kayu; pagundukhon, menundukkan; pagunduk baor, melengkukkan yaitu mempermudah orang dengan menolongnya membawa, menyongsong.

Gundung, dua buah logam yang dipakai untuk berjudi pengganti dadu; bergantung pada gambarnya ke atas atau kebawah sewaktu melambungkannya.

Gundur, kundur, sej labu; sigundur, sej kerbau yang bertampang besar.

Gunggung, I. manggunggung, membawa. II. cincin dari kerang yang dapat dipakai untuk mencari racun dalam makanan, racun itu bergerak kalau disentuh cincin itu.

Gunja, sigunja, sej penyakit wanita yang kebanyakan mengakibatkan keguguran; sigunjaon, menderita penyakit ini.

Gunjal, manggunjal, berguling-guling, bergerak, mengguncang, meronta, menggeletar msl ikan yang dipegang atau anak dalam kandungan; targunjal, memantul seperti bola; targunjal sitomu, terserang penyakit menceret. Gunjo = andurian, landak.

Gunom, jatuh dengan kepala kebawah; manggunomhon, menenggelamkan kepala, menekan orang dengan kepalanya ke bawah.

Gunsang, guncang, kena aduk, berbongkar; manggunsang, mengguncang, mengaduk, membongkar.

Gunsi, guci, kendi dari tanah.

Gunsir, manggunsir, mencukur (= ginsir).

Guntar, membuat ribut (mengenai orang-orang yang berkelahi).

Gunting, gunting; juga: gusting.

Guntur, gadoh, huruhara, ribut, onar, kegelisahan, perbantahan, kerusuhan; manggunturi, meributi; panggunturi, tukang ribut, perusuh.

Gupak, parang (Angk).

Gupgap, menggeletuk; hata gupgap, ucapan komat-kamit, kacau.

Gupgup, (= huphup), manghuphup, menutupi, menudungi; ditagupguphon, ditutupkan.

Gura, mangguragura, mendidih mengenai air.

Gurak, berbual-bual; gurakgurak, hal berual-bual mengenai mata air.

Gurampang, kepiting; margurampang, berjalan seperti kepiting, yaitu berjalan dengan empat kaki di jalan yang sulit; P.B.: ahu do mangungkit batu, tung ho dapotan sigurampang, aku yang ungkit batu, kau yang dapat kepiting.

Guransang, sej gunaguna.

Gurap, kurap, sakit kulit.

Gurapu, sej ikan laut.

Gurasa, bunga-bunga api, cetusan api yang terbang; mangurasa bohi, berwajah marah.

Gurat, (bdk gurit), garis, co-retan, goret, koret, gores; parguraton, bekas, jejak; guratgurat ni roha, rekarekaan hati, angan-angan, keinginan, tipudaya; paguratgurat, memikirkan akal muslihat.

Gurbak, membengkak, kembung; magurbak, membengkak; sigurbahon, badan membengkak, busung peut; sigurbak ulu, pemalas; gurbak ni ulu, kemalasan.

Gurbas, I. gemuk tetapi tidak sehat. II. sej penyakit kulit.

Gurbus, lepas, tidak diikat, longgar.

Gurdak, manggurdak, memasukkan sesuatu msl ke dalam sarung; gurdakgurdak, potongan kayu yang dipakai untuk memasukkan hal itu.

Gurduk, manggurduk, menghalau, mengusir dengan menokoh-nokoh.

Gurdung, bungkuk msl punggung; gumurdunggurdung, membungkuk karena membawa beban.

Gurea, sej kepiting.

Gurguak, sej burung yang hidup di rawa-rawa. Gurgur, I. mendidih (air pa-nas), mengembang, bertambah, melimpah (hagabean); pagugurhon aek, mendidih air, tekateki: gugur so ginorgoran, marsik so niariran, kembang mendidih tak dijeram, mengering tak diperas: pekan; mangguguri onan, mengumumkan hari pekan; simangguguri udan, = udan, hujan, gerimis yang berkepanjangan waktu malam. II. gurgur, penuh sekali; na gugur sian solup, na lompo sian hatian, yang limpah takaran cupak, yang meluap dari timbangan, melebihi ukuran, yang diizinkan.

Guriguri, gentong, tempat obat dari tanah; guriguri sijonggi, sej tempat obat ini tetapi lebih besar.

Guringan, = giringan.

Guris, penggaruk, koretan, besi pengikis; panggurisan, idem; mangguris, membersihkan kulit kayu dengan mengikis jamur dsb; menyadap karet.

Guristing, marguristing, melihat cetusan.

Gurit, gores, garis, titik; manggurit, menggores; manggurit bulu, menulis pada bambu dengan menggores hurufnya dengan pisau, menggores bambu; manggurithon raut, menggores dengan memakai pisau.

Gurning, nama marga.

Gurnung, sedikit bungkuk, tidak lurus sekali.

Gurpak, gurpakgurpak, benda-benda yang tua, tidak berguna.
Gurtap, = gortap.

Gurtuk, manggurtuhi, menokok, memukul.

Guru, guru, guru sekolah, pengajar dalam hadatuon; ho do guru, kaulah yang guru; ho do guru, bergantung padamu, terserah padamulah; marguru, belajar; mangguruhon, mempelajari; parguru, pelajar, orang yang belajar; parguruan, perguruan; parguruon, masa belajar; huparguru tu si anu, kupelajari dari si anu; dipaguruhon anakna tu si anu, anaknya disuruh belajar pada si anu; guruguruan, apa yang telah dipelajari; marguru tu, bergantung pada, menurut; pangguruan, sesuatu orang terhadap siapa orang merasa dirinya terikat, teladan, yang me-nentukan, pusat orientasi.

Guruguak, siguruguak, puyuh sawah, sej merpati kecil.

Guruk, guruk batang = gurak batang, lih gurak.

Gusar, I. marah, gusar (Angk); manggusari, menjengkelkan, me-nyakiti. II. gusar, gusar hauumana, berhasil banyak sawahnya; sigusari, daging bagian pinggang, pada binatang sembe

lihan. III. manggusar, berkumpul sesudah kalah perang,
untuk merundingkannya (lawan: mangharoan).

Gusgus, manggusgus, menggosok; targusgus, tergesek kulit pada sesuatu msl tali.

Gusting, gunting, gunting; manggusting, menggunting dengan gunting; pargustingan, kain bekas guntingan; gustingan, klipan tulisan, sifat tulisan tangan dari mana orang mengetahui watak penulisannya.

Guntung, I. sej pohon kayu. II. kumbang yang kecil dan mirip dengan borongborong.

Gutam, kotor.

Guting, kotor, tidak bersih.

Gutom, manggutomi, mengumpul sisa-sisa yang tak dipakai orang lain.

Gutu, pertikaian, recok; margutu, bertengkar, berbantah; pagutu, = pagulut.

 H

Haba, benar dan canggung tetapi enteng.

Habahaba, angin ribut, angin pusaran, angin badai.

Habalakhabalik (bdk bilik), berkamar banyak, penuh akal mulihat.

Haban, kawan, kawanan mengenai ternak.

Habang, terbang; habanghabang, berkibaran, berkibar me-ngenai bendera; habanghabang, penyakit yang terbang di udara; baro habang, sakit di dada, permulaan sakit TBC; unte habang, sitrun yang kekeringan; manghabanghon, menerbangkan, lari terbang dengan sesuatu; pahabanghon, 1. melepaskan, 2. membiarkan ayam tidak mengeram, tetapi mengambil telurnya; habangan, kosong, tiada isinya mengenai telur; juga dikatakan mengenai seekor ayam yang tidak bertelur lagi, juga dari sarang yang kosong; sihumabang, = pidong, burung (And).

Habangsa, tempat ketinggian, singgasana; marhabangsa, bertahta, bersinggasana.

Habar = abar.

Habaro, sej ikan.

Habia, pengganti, ganti; manghabia, mangabia, mengganti; kemudian mengawini seseorang janda tanpa membayar untuk dia, demikianlah msl seorang laki-laki mewarisi isteri saudaranya lelaki, yang sesudah ia dibeli hanya menjadi milik keluarga sipembeli; famili yang mengawininya menggantikan yang meninggal itu.

Habian, = hian, yang asli; bonang habian, benang halus.

Habir, tergantung ke bawah secara tidak teratur, terseret-seret msl ulos; hubarhabir, tergantung secara tidak teratur dan berjerabai; selanjutnya terlibih: tidak teratur, cabul.

Habit, manghabit, mempertenggang; dihabit roha, dipertenggang.

Habobolhas, sej rerumputan.

Habodaga, sej kerang laut.

Habolaga, = habodaga.

Habolusan, lih bolus.

Habong, (bdk habang), sayap; marhabong, bersayap; habong, manghabongi, memegang ujung jala kemana rusa diusir; pang-habongi, orang-orang yang memegang jala ini.

Haboruan, tanda kait dibawah konsonan “U” huruf Batak.

Habot, bersusah hati, berdukacita, putus asa; habot ni roha, berdukacita, kesedihan karena ditinggal mati; manghaboti, menjadikan orang berdukacita msl sanak saudara yang berkabung terlalu sering dikunjungi dan selalu membicarakan dukacitanya.

Habu, hapor habu, sej belalang yang besar.

Habuhabu, sej pohon yang menghasilkan sej kapas yang kurang mutunya; nama sebuah gunung.

Habur, cepat, lekas.

Habut, kabut, samar-samar, ti-dak dapat dilihat terus mengenai lampu, kaca jendela atau pemandangan.

Hadahada, sej tanaman berdaun panjang.

Hadal, gelisah, tidak diam mengenai tangan dan kaki.

Hadam, kotak kecil dari kaleng menyimpan kapur.

Hadang, manghadang, membawa sesuatu dengan menggantungkan pada bahu; hadanghadangan, tas atau kantongan yang digantungkan pada bahu dengan tali; songon hadangan bubu tolu, bagaikan tiga bubu yang digantungkan pada bahu. Artinya: mengusahakan sesuatu yang tidak mungkin msl mendamaikan dua musuh yang sangat saling dendam.

Hadap, manghadap, melawat; humadap, berkerumun.

Hadarat, = tardarat, luput ke darat kata “ha” analog dengan “ka” (bdk haduru).

Hading, manghadinghading, menarik ke atas.

Hadio, sej kacang kecil berwarna merah yang dapat dimakan setelah dimasak.

Hadongon, lih adong.

Haduan, lusa, di kemudian ha-ri. Hadudu, sej rumput panjang yang dipakai untuk atap.

Haduk, tidak layak, janggal, tidak pantas untuk diucapkan mengenai kata-kata berhubungan dengan kelamin, yang orang tidak suka menyebutnya; juga: sulit dibawa msl: haduk boanon, sulit dibawa.

Hadungan, (dari dung), akhir; sai na mago do hadunganmu, semoga akhirmu buruk, asyik hilang saja peluangmu.

Hadungdung, sej pohon kayu.

Haduru, tu duru, tarhaduru, pergi keluar membuang air.

Hae, I. haehae, paha; seperempat dari ternak sembelihan; hae bona, pangkal paha; sanghae, seperempat bagian dari ternak sembelihan; sanghae horbo, kesatuan persembahan yang harus memberikan seperempat kerbau; sanghae borngin, seperempat bagian dari malam; hae tangan, lengan atas; sanghae manuk, setengah ayam (karena se-ekor ayam hanya punya dua hae); tolonan hae, kerongkongan. II. hae, pahae, lih jae.

Haebo, marhaebo bersorak karena gembira, kegirangan.

Haehe, manghaehe, mempertimbangkan, mengindahkan, menjumpai; marpanghaehe, bersifat hormat, bersifat memberi hati; marsihaehaean, saling memberi hati, saling menghormati; unang tujang panghaehe, danggur panomunomu, janganlah menendang sipenolong, melempar sipenyambut, jangan kurang terima kasih; hatana manghaehe, rohana manghilhili, perkataannya manis, tetapi dalam hatinya ia menggigit.

Haele, marhahaele, membuat gerakan ke kanan ke kiri sewaktu persembahan.

Haen, kain lenan, selimut, katun; haen panas, selimut dari wol.

Haha, abang, kakak, abang demikian juga disebut seorang laki-laki isteri saudara abangnya dan isteri saudara kakaknya, saudara tua dalam marga; sihahaan abang, kakak yang tertua, juga: yang termuka cocok; hatana do sihahaan, perkataannya yang paling utama; hahanggi, saudara-saudara laki-laki pada umumnya tanpa memperhatikan usia; na marhahamaranggi, bersaudara laki-laki, bersaudara perempuan; dahahang, abangku, saudaraku laki-laki yang lebih tua; hahang, panggilan: abang.

Hahak, marhahak, tertawa terbahak-bahak, tertawa gelak-gelak; humahak, idem; simarhahak, sej burung malam.

Hahang, lih haha.

Hahap, manghahap, mengintip, menyelidik; panghahap, penyelidik, mata-mata, pengintai.

Haho, gelisah mengenai tangan yang mau menulis; roha haho, hati yang gelisah untuk mengambil keputusan, perasaan kikuk; hata haho, pembicaraan yang gagap, ucapan gugup.

Hahombu, I. (= hohombu), sej pohon kayu. II. marhahombu, bakal buah menjadi kelihatan di bawah bunga, mulai berputik karena musim buah.

Hahu, tanggungjawab; marhahu, memakai kata yang menenangkan; manghahuhon, menetapkan hati orang; parhahuan, memberikan ketenangan hati.

Hahua, manghahua, mengapakan, memperduli (hanya dipakai dalam kalimat ingkar atau bertanya); na so hahua, orang yang tidak diindahkan, demikian msl disebut seseorang laki-laki yang beristeri banyak, terhadap seorang isteri yang tidak disukainya; hahuhaon? apa boleh buat? mau diapakan? (kata untuk menghibur dirinya pada setiap kejadian yang sedih); molo mate ibana hahuaon, kalau dia mati, apa boleh buat? hahuaon on? apa bisa saya perbuat? hahuaon mu ahu? apa rencanamu mengenai saya? ndang tarhahua, apa boleh buat? orang tidak memperdulikannya, tak bisa diapa-apakan; bdk juga: hua II.

Haiahap, sej pohon, lih ahop II.

Hail, kail, pancing; manghail, memancing, menangkap ikan dengan kail; bengkuk mata ni hail, pancing itu bengkok, yaitu untuk mudahnya mendapat sesuatu sering dengan jalan bengkok; linsinglinsing na marhail, cambuk pakai ruit.

Hailhail, I. tonsil amandel. II. sej tanaman berjalar yang durinya berbentuk kail.

Hais, mangkais, mencari sesuatu dengan mencakarkan kaki, mengais mengenai ayam; mang-haishon, mengaut msl uang; si-hais, yang tidak dapat dipakai, ternak yang hanya merugikan pemiliknya.

Hait, kait, terkait, tersangkut, bengkok seperti kait; manghait, mengait, menarik ke dirinya; hait-hait, kaitan, galah untuk mengambil buah-buahan; bulu hait, sej bambu; masihaitan, saling mengait; donok do haithait tu serasera, kalau orang mau mengambil sesuatu untuk dirinya, ia akan mudah memperoleh kait untuk mendapatnya; hata na marpanghait, kata-kata yang tajam berduri; masihait tu jolona, menarik untuk dirinya mengenai banyak orang.

Hajang, pondok, gubuk-gubuk untuk menginap di ladang; manghajang, membuat pondok seperti itu di ladang; hajanghajang, bentangan langit, angkasa.

Hajaran, kuda (And).

Haji, haji.

Hajimat, = parsimboraan, jimat.

Hajo, gunsi, buli-buli, kendi dari tanah, guci.

Hajoran, sej unte, jeruk.

Hajut, kantongan, tas pundi-pundi dari jerami atau kulit; manghajuti, memasukkan sesuatu ke dalam tas, pundi-pundi.

Hal, I. marhal, menjaga, juga berkawal waktu perang; parhal, penjaga; parhalan, rumah jaga. II. halhal, terlampau besar, sulit untuk dibawa walaupun tidak berat. Hala, kala, gambaran binatang; parmangan ni hala, waktu terbit gambar binatang kala, tidak boleh membuat sesuatu; parhalaan, kalender Batak, daftar pertanggalan yang membagi tahun 12 x 30 hari dengan garis-garis dan atas dasar mana dipilih hari yang baik; pemberian orang yang kawin kepada yang memiliki pengantin perempuan (di luar uang mahar). Parboru menerima kembali biaya untuk datu. Dukun itu melihat sewaktu kelahiran anak-anak parhalaan untuk mengumumkan nasib, takdirnya, mempelai laki-laki harus mengganti kerugian itu kepada ayah mempelai perempuan; di pamaspas ni hala, hari yang buruk kalau pada hari itu ekor kala terdapat dalam parhalaan; demikian juga: di baba ni hala, kalau hari itu tepat pada kepala hala.

Halado, marhalado, melayani, mengabdi; parhalado, pelayan, pengabdi.

Halahala, manghalahalahon, membuat tinggi msl kubu.

Halak, orang, manusia, seseorang, banyak dipakai dimuka nama sendiri; halak si Tigar, Tigor; didok halak, hata ni halak, kata orang; halak Batak, orang Batak, Batak; halak Jau, orang non-Batak; orang asing yang bukan Batak; halak sibontar mata, orang yang bermata putih, orang Eropa; halak sibirong mata, orang yang bermata hitam, yaitu Batak; sahalakku, seorang diri; parhalak, sosok tubuh; halakhalak, kelontang di ladang, orang-orangan; manghalakhalahi, menempatkan kelontang di ladang; manghalakhalahi boru, mempertunangkan anak gadis agar tidak dipinang lagi oleh pihak lain; manghalahi pasigadong, menjaga mereka yang mengambil ubi waktu perang; manghalahi pamarik, menjaga orang yang membuat kubu; manghalakhon, menyerukan orang yang dianggap berada di jalanan terlarang; tarhalak, diserukan kalau orang berada di jalan yang jelek; unang halakhalahi lombang, hotorhotori niulang, jangan membuat sesuatu yang tak berguna, bagaikan orang yang menempatkan kelontang di dalam jurang yang tidak ditanami, atau di ladang yang kosong untuk mengusir burung.

Halang, manghalang, disokong, kena sokong; halanghalang, kalang; halang ulu, bantal kepala; tempat terbaik di rumah Batak di sebelah dinding; parhalangulu, suami karena ia duduk di halang ulu; manghalang holiholi, menempatkan mayat di atas panggung di kampung, jadi tidak dikubur; manghalang gordang, menyediakan gendang yaitu mempersiapkan pesta; halang roha mandok, orang malu mengatakannya (bdk: alang).

Halanghang, ruang antara kedua kaki, kelangkang kaki; di halanghang, antara kaki.

Halansas, = hansas.

Halaput, tergesa-gesa, buru-buru; humalaput, bergopoh-gopoh, bersegera; nae humalaput tata indahanna, mamak si humalaput mentah nasinya; manghalaputi, membuat sesuatu dengan terburu-buru msl pekerjaan. Halas, sej tanaman yang akarnya dapat dimakan, lengkuas.

Halasan, pisohalasan, pedang datu.

Halashas = hashas I.

Halembang, sej pohon kecil yang menghasilkan jenis kapuk.

Halengseng, humalengseng, berlaku gelisah msl seekor ayam yang mau bertelur.

Haleon, bala kelaparan (lih le), paceklik.

Haleteng, humaleteng, berjalan mondar-mandir untuk mencari sesuatu.

Halhal, terlalu besar, susah dibawa walaupun tidak berat.

Hali, I. manghali, menggali; manghali bondar, menggali parit, saluran air; manghali gadong, menggali ubi; P.B.: unang hinali na mate ni deba, asa adong andungan, janganlah gali kuburan orang untuk ditangisi, janganlah timbulkan perselisihan yang tidak ada sangkut pautnya dengan kamu; halian aek, parit, selokan; halihali, tongkat untuk menggali sesuatu. II. hali, kali; dua hali tolu; dua kali tiga; sahali on, sekali ini; piga hali, berapa kali; ndang piga hali, tidak sering; sahalisahali, sekali-sekali, kadang-kadang; marsasahali, idem; sahali, sekali; na bolon sahali, besar sekali; manghali, memperbanyak; paduahalihon, kedua kalinya; papigahalihon, untuk keberapa kalinya; halihali, kali-kali; papigahalionku? sampai berapa kali saya lakukan itu?; panduahali, seseorang yang belaku sebagai orang kedua; panoluhali, yang berbuat seperti orang ketiga.

Haliadang, tulang selangka.

Haliang, keliling; tali haliang, rencana yang diperbuat untuk mengepung seseorang; juji haliang, semacam permainan judi dalam mana seorang menurut perjanjian akan ditipu; humaliang, sebenarnya kata kerja: mengelilingi, kemudian preposisi: di sekeliling; humaliang huta i, di sekeliling kampung itu; tuk humaliang, semua keliling, sekeliling; manghaliangi, mengelilingi, dalam arti kiasan: mengingini sesuatu, mengelilingi dengan pikiran dan keinginan.

Halibutongan, pelangi.

Halili, = lali I.

Halilit, lih rambu.

Halilihonan, sihalihonan, = sihadihonan.

Halilinga, sej semut, yang telurnya dapat dimakan dan terdapat dalam jumlah besar; hira halilinga, bertimbun-timbun.

Halimata, conjunctivitis, infeksi mata, radang mata; halimataon, menderita penyakit itu;

Halimbagas, sumsum tulang.

Halimbolbol, = salimbolbol.

Halimbubu = salimbubu = ambubu, (sambubu, ubun-ubun. Halimbukbuk, sej pohon kecil; halimbukbuk solot di peapea, sahali margapgap, ndang be diparsea, pohon halimbukbuk di tengah rawa-rawa, sekali dapat berdusta, seumur-umur tak dipercaya.

Halimismison, mempunyai mata, yang bengkak dan hitam.

Halimongmong, manghalimongonghon, dengan cepat dibawa jauh-jauh.

Halimontang, marhalimontang, asap dan awan tegak lurus (tidak mau mengeluarkan air hujan).

Halimunan, sej hantu (begu) yang membuat orang tersesat, guna-guna yang membuat diri tidak kelihatan, mantel yang membuat orang tidak kelihatan.

Halindo, tidak jelas nampak, kelihatan; marhalindo, menjadi tidak kelihatan, menghilang.

Haling, terpiuh, dibalikkan mengenai daun; haling roha, bagaikan daun yang terbalik, daun yang putar, sehingga hanya nampak satu bagian, tersembunyi mengenai perangai, kurang sabar, suka berkelahi, orang yang aneh bersikap menyendiri; haling be, saling memaling.

Halingking, kerut, perlipatan di wajah dan pakaian.

Halinghothotan, kelaparan sekali, bukan main laparnya.

Halinu, bayang-bayang, gambar cermin; ndang ditilik ho halinu di pandegean ni horbo, anda melihat gambar cermin anda di air yang dikeruhi kerbau, artinya anda tidak mengenal diri anda, walaupun keburukan anda seharusnya anda lihat di air yang paling kotor; sitangkap haliluna, barang siapa menangkap sesuatu yang tidak berarti selalu beranggapan bahwa ia akan mendapatkannya, namun dia tidak akan memperolehnya.

Halio, = hadio.

Halioan, tidak mendapat karena terlampaui, terlupakan hingga tak mendapat.

Haliodong, manghaliodonghon, mendekap dan menarik ke bawah mengenai gelombang dan angin pasaran.

Halipispison, mempunyai kulup yang bengkak.

Halipodomon, terbeliat urat leher karena salah tidur.

Halipompomon, malu, takut, ti-dak berani mengatakan sesuatu.

Halipurpuron, kaku mengenai tengkuk karena angin atau cuaca dingin (hali ini berarti: keliling, lih haliang).

Halisung, I. lingkaran di air dibuat batu yang dilemparkan; marhalisung, menarik lingkaran. II. ruas tulang rambut pada rambut dahi manusia.

Halisungsung, angin pusaran, angin puting beliung.

Hallang, gagap, berbicara tidak jelas.

Hallot, gagap, bicara yang tersendat-sendat. Hallung, manghallung, memikul, membawa, dikatakan mengenai seorang atau dua orang pembawa, pemikul; juga: mangallung; pangallung, penggandar; hallungan, gandar, batang pikulan.

Halmo, tidak terang, tersembunyi, samar.

Halnut, tidak sopan duduk, karena itu agak sulit untuk berdiri.

Haloat, tidak jelas, tidak bagus ucapannya; haloat dohonon, sulit untuk diucapkan.

Halode, keledai.

Halogas, merasa tidak senang.

Haloho, cahaya di sekeliling matahari atau sinar; pagar bulan; langit na marhaloho, bentangan langit yang bulat; humaloho, keliling, sekitar.

Halombis, daging, otot kaki kerbau.

Halomong, tarhalomong, tercengang, terkejut, heran.

Halosi, nama sej tanaman.

Halot, limpa kecil yang bengkak; haloton, sakit perut sesudah minum air.

Halpus, terlambat datang, datang belakangan sehingga tidak diperoleh sesuatu apapun.

Halput, sihalput, sej rumput yang kecil sekali; P.B.: habang martongatonga langit, sihalput do hadabuanna, terbang ke angkasa, jatuh ke rumput jua. Halsuk, manghalsuk, membuat air kedengaran cebar-cebur jika orang berjalan di dalamnya; aek so humalsuk, ri so humaras, sunyi senyap.

Halto, buah pohon enau, kolang-kaling; mata halto, mata besar seperti halto, mata yang melotot; humalto, gatal pada kulit seperti halto yang menimbulkan gatal.

Halu, I haluhalu, sepotong kayu yang dipakai beberapa orang secara bersama-sama membawa beban; manghaluhalu, manghaluhalui, bersama beberapa orang membawa beban. II. halu, sej ikan laut.

Haluain, tanda “i” dalam aksara Batak; juga: hauluan.

Haluang, kalong, keluang.

Halubat, manghalubat, makan secara tidak sopan, ingin mengambil dengan rakus.

Haludang, sej kacang.

Halung, membungkuk ke bawah; sihalung, kerbau yang tanduknya bengkok kebawah; halungon, mempunyai alis mata yang tumbuh ke bawah; halunghalung ni babi, sej kuk kayu yang dipasang pada leher babi, agar ia tidak dapat menyusup pagar.

Halus, I. = salpu, salah, gagal, tidak tepat; lewat, terlambat; manghalushon utang, mengatakan bahwa utang sudah dilunasi. II. halus mengenai kata-kata dan ungkapan, kain, pekerjaan, pasir, emas dsb.

Halute, tarhalute, sebentar tidak sabar, tanpa daya. Hamansan, sihamansan, sej padi.

Hamat, pahamat, menganggap, menyangkakan dalam hati seolah-olah sesuatu adalah lain, membuat seolah-olah; pinahamat, seolah-olah ada, seandainya.

Hambalian, = hambiling.

Hambar, ambar, tawar, hilang mengenai citarasa dan berbumbu msl garam, obat; manghambari, membuat supaya ambar, menghilangkan rasa tajam, memberikan obat penangkal.

Hambiling, pengganti yang bernilai rendah untuk sesuatu yang lebih baik; simbora hambiling ni perak, timah sebagai pengganti yang kurang bernilai untuk perak; hambiling ni indahan gadong, ubi sebagai pengganti nasi; hambiling ni tali andor, tanaman menjalar sebagai pengganti tali, berarti: orang harus bersedia menolong dirinya dengan sesuatu yang kurang bernilai, tak ada rotan, akar pun berguna.

Hambing, kambing; hambinghambing, sej rumput; tas dari kulit kambing; marhambinghambing, berombak-ombak putih permukaan danau; raja umpaspas hambinghambingna, raja bersumpah bahwa hukumnya akan adil.

Hambirang, kiri; tu hambirang, ke kiri; tangan sihambirang, tangan kiri; parhambirang, yang terletak di sebelah kiri; pahambirang, mengambil bagian kiri; pahambiranghon, menempatkan sesuatu ke kiri; mang-hambiranghon, memegang sesuatu dalam tangan kiri; juga: membuat pekerjaan sampingan; hinambiranghon, dikerjakan sebagai kerja sampingan; P.B.: dia ma imbar ni anak ni tangan siamun sian anak ni tangan hambirang, harus memperlakukan sama sebagaimana dengan kedua tangan yang sama itu.

Hami, kami, saya (pluralis majestalis); hanami, idem; hami on, kami ini; hami na saripe, kami sekeluarga; hami dohot raja i, saya (kami) dan raja itu; manghamihon, dalam orang pertama jamak berbicara dengan mengkamikan.

Haminjon, kemenyan (pohon dan getahnya).

Hamisaran, lih misara.

Hamo, takut; hamo tangan, tangan gemetar, tangan gamang mengerjakan sesuatu yang tidak biasa.

Hampa, tangkai daun suhat (caladium); hira hampa, lembek, lemah.

Hampar, = mampar.

Hampi, manghampi, menggantikan, sebagai pengganti mengawini seorang janda (bdk habia).

Hampil, tas peluru, kampil.

Hampir, (bdk ampir), manghampir, mengenai, mempengaruhi mengenai perbuatan atau kutuk; humampir tu, idem; manghampir tu pinomparna, berpengaruh kepada keturunannya; sihampir, sej rumput yang dipakai membuat obat bedil; tarhampir, kena kutukan; sihampir gabe gambir, tandiang gabe toras, tudia pe ahu so tampil, tudia pe so bolas, dikatakan dari seorang yang karena kejahatannya dikucilkan dari masyarakat.

Hampo, putus harapan, putus asa.

Hampung, I(bdk ampung), mang-hampung, mengejar pencuri untuk menangkapnya; manghampungi, mencari pencuri, mengikuti jejak ursa untuk menangkapnya; upa manghampungi na manangko, upah yang dijanjikan untuk menangkap pencuri. II. hampung, kepala desa (kepala kampung).

Hamu, kalian, kamu, kata pengganti orang kedua jamak, dalam kata hormat juga untuk engkau, para wanita dan orang-orang terkemuka disapakan dengan hamu; hamuna, idem.

Hamun(bdk amun), siamun, kanan; tangan siamun, tangan kanan; pangamun, sebelah kanan; pahamun, ke kanan.

Hamuna, = hamu.

Hanapa, berkas ijuk sebanyak yang ada pada tangkai daun; sanghanapa, seberkas.

Hanapan, dataran di puncak gunung.

Handang, kandang, pagar; juga: disebut mengenai tubis yang dimakan sebab orang tidak suka menyebut itu; manghandang, memagari; dihandang roharoha, upaya menjauhkan penderitaan atau penyakit.

Handehande, tas anyaman. Handi, = dali; handian, maaf, dalih.

Handil, berisi mengenai pundi-pundi.

Handiri, lih diri.

Handis, sej pohon buah-buahan.

Handit, manghandit, mengangkat; dihandit goargoar susuban, sendok periuk mengangkat periuk karena sendok itu tinggal tergantung pada periuk itu; sihandit dolok, angin (juga: hindat); handit gana, uang untuk menebus diri dari sumpah.

Handorusan, lapar sekali.

Handu, sihandu = dongan; handuan ni roha, teman, sahabat.

Handuri, manghandurihon na ma-te, menguburkan orang mati dengan mengadakan pesta.

Hanggan, kain hitam.

Hangkam, manghangkam, mencakup, meliputi.

Hangkang, I manghangkangi, memegang sesuatu dalam kaki; bdk halangkang. II. = mangalahangi.

Hangkung, manghangkung, menjamin, bertindak sebagai jaminan; panghangkung, penjamin; panghangkungan, jaminan; tanda bahwa seseorang menjamini orang lain; parhangkungan, uang yang diterima oleh dukun kalau ia rela menjamin bahwa orang sakit yang diobatinya, akan disembuhkan.

Hangsa, gangsa, tanah tambang, logam campuran, kuningan.

Hangso, angsa.

Hania, nujum; Dara, Perawan.

Hanjal, = anjal.

Hanopan, lih nop.

Hansa,(bdk ansa), jawaban atas pertanyaan seseorang yang berteka-teki yang bertanya mengatakan: hutinsa, jawabnya hansa; hansahansaan, tekateki.

Hansang, kacang; hansanghansang, penabur senapang.

Hansar, cakar, menceret, diare; hansar butuhana, dia menceret; ubat panghansar, memudahkan berak, pencahar.

Hansas, tempat yang tidak cocok diduduki; parhansasan, parhalansasan, tempat yang tidak cocok untuk duduk msl pada atau dekat pintu.

Hansil, landuk hansil, rusa kecil tanpa tanduk, kancil.

Hansing, kancing, semua benda-benda kecil untuk mengikat se-suatu, alat pengunci; hansing baju, kancing baju atau semacamnya; manghansinghon, ditutup dengan kancing, mengancingkan, menutup.

Hansit, sakit, nyeri, pedih; hansitan, sakit, kesakitan; hansitna i, o betapa sakitnya; sibahen na hansit, apa yang menyebabkan sakit; marhansit, kesakitan, dalam kesusahan; parhansitan, penderitaan, kesakitan, kesukaran; juga: bagian tubuh yang sakit; marnahansit, tidak sama sakitnya. Hantarhantar, sej rumput.

Hanting, manghanting, mengangkat sesuatu yang ringan; sang-hanting, = 3 lempeng.

Hantor, berat (kata hantor dipakai ganti kata dokdok untuk anak yang berat, karena kata dokdok bisa menyebabkan kematian anak itu).

Hantur, humarantur, gemerencing, berdering.

Hantus, berakhir, berketetapan, mendapat keputusan terakhir, jelas dan terang.

Hanuhon, dalam mimpi, kisah menurut mimpi; marhanuhon, seperti mimpi (dikatakan mengenai kata); marhanuhon ma hata tu ho, perkataan itu untukmu seperti mimpi, engkau tidak mengingat itu.

Hao, manghao, menggaruk dengan tangan karena gatal.

Haol, manghaol, memeluk, merangkul, mendekap; sanghinaol, penunjuk ukuran: demikian gemuknya sehingga dapat dicengkang (dengan kedua lengan).

Haop, segera, lekas.

Haor (bdk aor), tidak mau diam mengenai anggota gerak tubuh; humaor, idem; manghaori, bermain-main dengan sesuatu, membuat gelisah; humaorhaor, gugup, gelisah, bergerak-gerak.

Haot, manghaot, mengambil; masihaot tu jolona, menarik ke dirinya.

Hapa, tarhapahapa = tarhirim.Hapadan, sej tanaman menjalar; P.B.: sarindan ni pinasa tanotano ni hapadan, na manginjam di hosa, tano do nampuna badan, benalu nangka, kerak cempedak, kita hanya pinjam nyawa, karena yang punya adalah tanah.

Hapakhapak, = sihapakhapahi, kelentang dari bambu untuk mengusir burung.

Hapal, tebal mengenai benda; marhapal tangan, tangan yang punyai belulang; marhapal daging, merasa dirinya keras, berbelulang; nunga hapal parikna, dikatakan dari laki-laki yang sudah memperoleh anaknya dan oleh karena itu menempati tempat lain terhadap mertuanya laki-laki.

Hapalang, hanya dipakai kata ini berhubungan dengan kata lain, msl ndang hapalang ulina, luar biasa bagusnya.

Hapang, abuk yang jatuh dari lobang yang dibuat burbur, kumbang kayu.

Hapar, I. = rata; ingkau hapar, = ingkau rata. II. manghaparhon, mengapungkan.

Hapas, tumbuhan kapas; P.B.: humatop jumpang sian na manutung hapas, lebih cepat memperoleh daripada membakar kapas; sihapas pili, kuda yang putih samasekali; hapashapas, sej pohon kayu di hutan.

Hape, tetapi, walaupun demikian, rupanya, padahal, sementara (memberitahukan sesuatu yang tidak disangka); hurimpu dongan ho, alai musu, saya sangka engkau teman, tetapi ternyata engkau lawan; i do hape, o demikianlah, begitulah rupanya; adong do hape, ternyata ada, ada rupanya; na uli hape, bagus betul itu; molo i do hape pangalahona, kalau demikian kelakuannya.

Hapengani, = hape.

Hapetan, sej sejenis mandolin bersenar dua, kecapi.

Hapi, hapihapi, insang ikan.

Hapian, manghapian, menyukai sesuatu, ingin akan, kepingin; dihapian roha, orang ingin; mangapian di, mengingini sesuatu yang dimiliki orang lain; na hinapian ni roha, apa yang diingini.

Hapil, = hambiling, pengganti yang lebih rendah mutunya.

Hapinis, sej pohon cemara.

Hapit, I. manghapit, menjepit, mengapit, menghimpit; tarhapit, terjepit, terhimpit; panghapit, jepitan, gapit, kilangan. II. hapit, alas jepitan benang tenunan.

Hapiung, cepat, segera; humapiung, bersegera, berlekas.

Hapodea, sihapodea, pendusta, tukang obrol, penyombong.

Hapogan, cepat-cepat, buru-buru; manghapogani, membuat sesuatu dengan tergesa-gesa, memburu-buru, cepat-cepat.

Hapor, I. sihapor, belalang; hapor sonduk, belalang sendok. II. hapor di aruaru, gatal rasanya dalam kerongkongan. Haporas, sej ikan kecil.

Hapot, tidak jelas mengenai suara; panghulingna hapot, cara bicara yang tidak jelas.

Hapu, bintang sihapuhapu, sihapuhapu, Venus.

Hapua, tarhapua, = tarbege.

Hapundung, buah pohon rotan.

Hapur, kapur; hapur baros, kapur barus; hapursia, kapur barus (karena dulu harganya 9 duit); hapur batu, kapur dari batu kapur; hapur langkitang, hapur dari kulit kerang; tarhapur, kepanasan mulut karena terlampau banyak kapur dalam sirih, kedapatan berdusta; sihapur, seorang yang ditandai dengan kapur karena ia kalah; manghapur, mengapuri, melabur dengan kapur; batu hapur, batu karang.

Har, dipahar soarana, diperkuat suaranya.

Hara,(bdk ara), marhara, mengajak, mengundang, meminta tolong untuk bekerja atau berperang; parhara, = parbaringin; harahara, undangan, pengarahan massa ke pesta; simangara dongan, seseorang yang mengundang kawan-kawan.

Harabu, lih rabu I.

Haradam, humaradam, berkeliaran dalam jumlah besar.

Harahar, lih rahar.

Harahata, gambaran bintang udang gala yaitu: satu dari ke 12 parmesa. Hahahiri, pertanda baik dalam ramalan ayam yaitu kalau seterip darah berada paralel dengan tulang dada dan serentak mencapai silanjang buhit tepat disekitar perut.

Harajo, pekerjaan.

Haram, = subang; mate haram, ternak yang mati (bukan karena disembelih, tetapi karenamati lemas atau mati karena tua).

Harambar, sangharambar, kata pembantu bilangan: sehelai msl ulos, kertas, daun.

Harambir, pohon kelapa.

Haramboja, sej labu.

Haramonting, karamunting.

Harang, I. batu karang, karang; harangan, daerah berbatu, tanah tandus yang ditumbuhi semak-semak; tarharang, kena karang, juga: sangat miskin; batu harangon, berpenyakit karang. II. karung yang dianyam dari rotan tempat mengambil makanan kuda.

Haranjang, keranjang yang dianyam dari kercut untuk menyimpan tembakau.

Harangan, hutan.

Haras, humaras, menggerik, ge-merisik mengenai ilalang, bambu, daun; haras timbaho, tembakau menggerisik karena kekeringan; mangharas, memasukkan ranting kedalam tanah agar terdengar orang datang.

Harasinga, hidung berdarah, mimisan. Harat, I. mangharat, menggigit, juga dihaharati; P.B.: hinarat jari-jari mangampir ma botohon, tergigit jari-jari yang sakit kesemutan lengan, artinya: siapa yang menyakiti orang, menyakiti juga keluarganya (karena seperasaan); tarharat ngarngar, sangat mis-kin, sebenarnya: tergigit pecahan periuk, kandas perbelanjaan; pangkarat, penggigit, tajam; harat taji, sej pohon besar. II. harat, siharati, dalam istilah perburu dan ulubalang: lauk pauk sewaktu berburu kata-kata biasa dalam kehidupan sehari-hari tidak boleh dipakai, sebagai pengganti hehe disebut mate, sebagai pengganti palua: padapot; sebagai pengganti harhari, pamomos, dsb.

Haratan, bernasib untung.

Harbangan, pintu gerbang, jalan masuk ke dalam kampung.

Harbe, terlampau panjang menggantung, tergantung; marbearbe, bergantungan dari benda-benda yang panjang; paharbehon, memperpanjang.

Hare, bubur, nasi yang dimasak lembek; hare ni hau, bengkok, lekuk pada tiang; harehare, jamur yang lengket pada kayu; simarharehare, parasit pada bagot; harehareon, penuh dengan parasit; batang hare, bisul memanjang di punggung.

Harehut, kerut pada muka; marrehut, berkerut.

Harejo, kerja, pekerjaan (Angk); markarejo, bekerja (bdk horja). Hareok, tidak baik, salah; ha-reok langkalangkam, salah langkah kau ini, terlanjur kau ini.

Harepor, tidak terang mengenai suara.

Hareput, marhareput, takut, lih heput (Angk).

Harhar, I. dilepaskan, lepas dari ikatan; mangharhari, melepaskan msl simpul; manilik pangharhari, memeriksa telor yang dibelah untuk melihat ataukah orang beruntung; siharsihar, malu, gelisah sebagai halnya pada perempuan yang mau melahirkan. II. nae harhar hurape, hantu perempuan yang tinggal di lembah-lembah.

Hariar, tangkai sendok.

Hariara, sej pohon kayu; goje hariara, karet yang terbaik; hariara goje, pohon karet.

Harihir, cincin rotan yang dimasukkan ke hidung kerbau; mangharihiri, mengikatkan cincin rotan seperti itu; harihir, juga: pembayaran angsuran hutang, cicilan hutang.

Harijo, sej burung.

Harimpang, lih rimpang; sang-harimpang, sebagian, sekelompok msl buah-buahan.

Harimbor, tidak terang, samar-samar kelihatan.

Harinuan, sej lebah.

Harnat,(lih sarnat), jatuh seperti pohon kayu; mangharnathon, menjatuhkan. Haro, Batak Karo di Utara Danau Toba; haroharo, idem.

Haroan, lih ro.

Haroharo, sej lagu gondang.

Harojor, tidak hati-hati, tergesa-gesa; P.B.: nae humarojor angka bola hudonna, nae humalaput tata indahanna, ibu yang tidak hati-hati memecahkan periuknya, ibu yang tergesa-gesa memasak nasi tidak masak nasinya, yang ceroboh kepecahan periuknya, yang tergopoh-gopoh mentah nasinya.

Harom, karam, tenggelam, terbalik mengenai kapal; mangharomhon, membinasakan, menghancurkan, menenggelamkan.

Harondo, sej bawang.

Haronduk, sej tas.

Harop, tidak dapat mengucapkan “r”, orang Batak antara Baros dan Silindung mengucapkan “r” ini di belakang kerongkongan, canggung menyebut “r”.

Haropit, sumpit nasi, bakul tempat nasi untuk dibawa.

Harorongga, sej nyamuk.

Harotas, kertas; marharotas, main kartu.

Harpe, ring, lingkaran rotan anyam sebagai alas periuk; pinggol harpe, orang yang tak peka akan kritikan, kuping tebal; mangarpe, mengguling diri seperti harpe, mengenai ular; silangkai harpe na ambat, orang yang melangkahi harpe yang menghambat orang berjalan yang seharusnya diambilnya dan menaroknya di tem-pat, yaitu tidak teratur; mangharpehon, meletakkan seperti harpe; mangharpei, menarok harpe atas lobang lesung agar tidak ada yang hilang; P.B.: ujungna do panuluhan songon pandean harpe, kerajinan harpe berakhir dengan sisipan ujung rotan: hasil sesuatu kerja akan ditentukan babak berakhir.

Harsap, = sarhap.

Harse, kering mengenai tanah; harsean, seram kulit, dingin dan panas serentak.

Hartuk, menyentuh, menyenggol, terantuk; tarhartuk, idem.

Haru, I. dorongan: cepat! ayo! maju! haru laho ma, pergi cepat! ayo, pergilah! II. haru so haru, acuh tak acuh, setengah begini setengah begitu, tanggung-tanggung; so haru las, so haru ngali, tidak persis panas tidak persis dingin, suam; burju so haru burju, setia dan tidak setia, tidak pasti (berita); III. gari, bahkan, malahan, sedangkan.

Haruar, lih ruar.

Haruhur, kekurangan darah.

Haruhut, = harehut.

Harumpang, kata yang kurang sopan untuk haehae.

Harung, karung dari kercut atau kain karung.

Harungkuk, kerut, lipatan kecil-kecil.

Haruntut, kerut, perlipatan kulit.

Haruok, mangharuok, mengeluarkan dengan tangan.
Haruping, I. marharuping, berbisul-bisul kecil; II. haruping, lapisan, lapis; marharuping, berlapislapis.

Haruting, sej ikan sungai.

Harutus, kelaparan sehingga perut manjadi sakit.

Has, lekas, gampang, mudah; has mabola, mudah dibelah mengenai kayu.

Hasak, I. marhasak, menderu mengenai air; hasakhasak, parhasak, bunyi menderu. II. panghasak ni bodil, pengasak.

Hasambe, sej tumbuhan menjalar yang daunnya dapat dimakan dan asam rasanya.

Hasang, kering mengenai tanah atau bibir; hasang bohi, = ndang marsaudara, gersang wajahnya, tidak bersinar.

Hasapi, kecapi; marhasapi, memainkan kecapi.

Hasar, I. kasar mengenai perkataan dan kain (lawan: ha-lus). II. hasarhasar = hesekhesek, gong yang retak dimainkan dalam orkes.

Hase, hase ni manuk, tikar jerami yang dipakai sebagai lapik keranjang ayam; hasehase, Debata hasehase, = Debata Asiasi; mangase, mempersembahkan kurban di ladang; pangasean, tempat suci di ladang dimana orang mempersembahkan kurban.

Hasea, berguna, berfaedah, berhasil, bermanfaat; ndang hasea, tidak berguna, tidak dapat dipakai; tudia hasea? untuk apa itu dipakai? dia haseana? untuk apa itu dipakai? haseaan, lebuh berguna, lebih bermanfaat; manghaseahon, memakai, mempergunakan; hasea, demikian juga disebut ramalan yang dipergunakan oleh dukun sebagai pulungpulungan.

Haseang, = hasea, dalam hubungan dengan kata lain; marhaseanghon, mamakai, mempergunakan, memanfaatkan, menyayang; diparhaseanghon ariarina, dipergunakan waktunya dengan ba-ik; parhaseangon do i, itu harus orang pergunakan, itu harus dimanfaatkan.

Hashas, = hansas.

Hasialan,lih siala II.

Hasi, debata hasihasi, nama dewi.

Hasian,(dari niasian), kekasih, kesayangan; anak hasian, anak kesayangan; juga: hamba kesayangan; hasian ni daging, keterangan mengenai penyakit karena sebutan sahit tidak suka dipakai (menurut kepercayaan kuno); bdk aleale ni daging, ahaumaha; manghasiani, menyayangi; mengasihi, lebih menyukai; marhasianhon (diparhasian), memilih, lebih suka, mengutamakan, pilih kasih terhadap.

Hasinga, = hohos suranti, kain ikat pinggang parbaringin pada pesta persembahan.

Hasior, sej tanaman yang keras baunya dan akar-akarnya dipakai sebagai obat.

Haso, manghasoi, menjengkelkan, merusuhi.

Hasobe, sej tumbuhan yang buahnya kecil dan bulat menyerupai singkoru.

Hasoli, I. pokok berbunga kuning. II. turak, = tungkai pemintal benang; manghasoli, memintal benang.

Hasona, = sona, sej pohon.

Hasumba, kesumba, kain berwarna merah yang diimpor.

Hasundang, sej rumput yang dipakai sebagai obat.

Hasungseng, humasungseng, dengan gelisah begerak kesana kesini, tidak berhenti, lih hunseng.

Hasur, I. kasur. II. sihasur, sej tumbuh-tumbuhan yang rasanya asam dan disukai orang untuk bumbu ikan.

Hata, kata, perkataan, pembicaraan, percakapan, bahasa, perkara, protes; hata Batak, bahasa Batak; hata jau, bahasa asing; hatahata, cibiran, omongan, pergunjingan; hata binoan na tubu, bahasa ibu, bahasa asal; marhata, bermufakat; membicarakan perkara oleh raja; marhata Batak, berbicara bahasa Batak; manghatai, bercakap-cakap, berbincang, berbicara; marhatahata, memberitahukan sesuatu (mengenai hasandaran, = medium); marhatahata, berpanjang-panjang berbicara, mengeluarkan isi hati dengan memaki-maki; manghatahatai, berbincang-bincang; panghataion, pembicaraan; parhataon, perkara yang bakal dibicarakan; manghatahon, membicarakan sesuatu, bermusyawarah mengenai sesuatu; dipahatahata, diperguncingkan, di-cibirkan; sahata = saroha, se-kata, semufakat; marsahata, bermufakat; sahata-saoloan, seia-sekata, rumusan yang dipakai dalam doa persembahan; parhata sada, yang berkeras hati, orang yang berkemauan keras; hata na uli, kata-kata selamat yang elok, kata-kata berkat; marhata na uli, berkata-kata sambutan; na malo marhata, pembicara mahir; marhata na roa, bicara kotor, mengumpat, mengucapkan kata-kata yang kotor; marhata tundal, memfitnah, mengumpat, membicarakan orang di belakang punggungnya.

Hatadingan, lih tading.

Hatapang, ketapang.

Hati, I. kati, 1/100 pikul, maka 1 1/4 pon; manghatihati, menimbang menurut pon, menghemat; na malo manghatihati, hemat; hatian, timbangan. II. hatiha, nujum yang dipakai untuk mencari pencuri; mangatiha, memakai hatiha untuk mencari sesuatu yang hilang atau dicuri; pahatihahonsa tu panangko, menyatakan kepada pencuri apakah yang dicuri itu akan dapat kembali; artinya: meminta bantuan kepada musuh, yang tidak akan diperoleh.

Hatinangke, ayam sabungan berwarna putih dan berkaki kuning.

Hatindi, sej rumput; hatinditindi, sej tanaman menjalar yang dipakai untuk mencat

Hationg, humationg, juga hatitiongon, berputar-putar tanpa keluar dari tempatnya, berpusing; manghationgi, mencari di sekeliling.

Hatioranon, sangat lapar, lemas kelaparan.

Hatir, bulu sayap burung, sayap bagian dalam pada kumbang.

Hatirangga, sej tubuhan yang daunnya dipakai untuk mencet kuku tangan menjadi merah; sej ikan.

Hatis, lih tis II.

Hatitiongan(bdk hationg), me-mutar, pening kepala.

Hatitioran, ulat yang mengeluarkan cahaya dan berkaki kecil dan banyak.

Hatoban, hamba, budak; marhatobanhon, mempunyai seseorang sebagai budak, memperbudak; parhatobanon, perbudakan, perhambaan.

Hatobung, marhatobung, menerjun mengenai air.

Hatop, cepat, bersegera, kencang; humatop, lebih cepat; pahatop, percepatlah, lekaskanlah!

Hatopan,lih top; tangiang hatopan, doa umat.

Hatubang, sanghatubang, dua genggaman tangan, dua tangan penuh. Hatuit, sej burung kecil.

Hatumbar, ketumbar.

Hatunggal, sej semak yang daunnya berwarna merah.

Hatupet, ketupat.

Hau, kayu, pohon kayu; sang-hau, selembar mengenai kertas; P.B.: songon parbue ni hau sai madekdek tu bonana, songon i do jolma maniru pangalaho ni amana, rebung tidak ada jauh dari rumpun, anak harimau tak jadi anak kambing, buah jatuh ke pangkal, begitu manusia selalu mirip tabiat ayahnya; marhau, menebang kayu untuk membangun rumah; parhau, bahan kayu untuk bangunan; pandehau, tukang kayu; hau tanggurung, tulang punggung; hau api, korek api; hau bulet, kayu bulat; marhau hata, pembicaraan yang bertangan dan berkaki, artinya hasil yang nyata.

Haulian, lih uli.

Haum, lih houm.

Hauma = uma, ladang, terutama tanah penanaman padi; hauma saba, sawah; hauma tur, ladang yang tidak diairi hujan, sawah tadah; parhauma, pemilik sawah, petani, pemilik tanah atau ladang.

Haundolok, sej pohon kayu dalam hutan.

He = atehe, (Angk).

Hea, I. pernah, suatu waktu; ndang hea, tidak pernah; pahea na so dung, lakukan apa yang belum terjadi. II. marheahea, membelahak. Heal, letih, capek, lemah karena memakan makanan yang asam; mate heal, mati karena pembisuan.

Heangheang, pantat, dubur.

Heap, sihumeap = sihumabang, burung (And).

Heas, sej cacing di dalam usus; heason, cacingan mengenai ternak; siheas, rumput kuda yang kurang baik untuk makanan kuda.

Heat, I. sej kumbang. II. mate heaton, meninggal dengan tiada diperdulikan orang.

Heba, pahebaheba, = pariparipar, pada duabelah sisi.

Hebo, heboh, gempar, kekacauan sewaktu lari, kocar kacir, huruhara.

Hebur, tidak teratur, tidak pantas, tidak sopan mengenai pakaian; hebur parabitonna, ia berpakaian acak-acakan, tidak rapi, tidak teratur, tidak sopan.

Hede, membuat dirinya sebagai orang penting karena dipikir itu menyenangkan orang, walaupun sebenarnya tidak.

Hedek, dikatakan mengenai yang melagakkan urusannya tetapi tidak mau memberikan apa-apa kepada orang lain.

Heder, lendir; marhederheder, berlendir; marhederheder hatana, perkataannya adalah berpanjangan, tak berhenti bicara.

Hedok, manghedokhedok, membuai anak kecil di tangan; pahedokhedokhon, idem.

Hehe, bangun, bangkit berdiri; dalam arti kiasan: cepat bangkit; humehe, membangkitkan diri; manghehe, menghalau binatang buruan mengenai anjing; manghehei, membangkitkan, membangunkan, mengejutkan mengenai buruan; P.B.: songon hehean lombu, seperti lembu diangkat; sudah ditolong malah ditanduk, tidak tahu berterima kasih; pahehehon, membangkitkan; haheheon, kebangkitan, kebangunan; pahehe roha, penyemangat jiwa, menegakkan orang; pahehe bada, menimbulkan, menggalakkan perkelahian; pahehe tahi, menjalankan renca na; pahehe hamusuon, menggalakkan permusuhan.

Heheamon, menguap.

Hehek, marhehek, tertawa, tertawa terkekeh-kekeh.

Heje, damar.

Hela, I. menantu laki-laki; P.B.: sada talim dua hodam, sada borum naeng dua helam, engkau mau bermenantu dua laki-laki untuk puterimu yang satu; demikian dikatakan kepada seseorang yang mau lagi mendapat uang untuk puterinya itu walaupun ia telah bertunangan; marsonduk hela, mempunyai menantu laki-laki di rumahnya; baik ia telah kawin maupun masih bertunangan dalam hal seperti itu pemuda harus bekerja untuk mertuanya laki-laki; manghela, membuat orang menjadi menantu laki-laki; pahelahon, membuat anaknya menjadi menantu seseorang. II. manghelai, manghehelai, memakai kata-kata menghina terhadap seseorang, mengumpat.

Hele, = atehe.

Helel, manghelel, membujuk, merayu untuk memperoleh sesuatu; manghelelhelel, mengumbah, membilas.

Hella, = atehe.

Helleng, datar, rata mengenai dataran-dataran kecil di lereng gunung.

Helpat, berlutu mengenai kuda dan mengenai orang yang letih.

Helpus, = halpus, lampau, terlambat sehingga tidak mendapat apapun sesuatu lagi.

Helung, manghelung, mencari; panghelung, pencari.

Hemat, menghemat, meredakan kemarahan orang-orang yang berkelahi; hahematon, perhentian perang, gencatan senjata.

Hembang, terbentang, terkembang mengenai tikar, ulos; pa-hembanghon, mengembangkan tikar, pakaian: (bdk herbang, humbang).

Hemut, tersembunyi, tersimpan; manghemuthon, menyembunyikan; penghemut, tukang copet, pencopet.

Hendur, I. = lenduk. II. kendur mengenai tali, jerat.

Hene, I. lamban, berlambat-lambat. II. sihenehene = halehetanna, begitulah baik, sedikit tetapi baik.

Heneng, bulat seperti peluru. Henes, lalap humeneshenes, berjalan lambat.

Henghem, manghenghem, mengambil sesuatu untuk dirinya sendiri.

Hepar, kayu yang bengkok karena sinar matahari.

Hepeng, I. uang, khusus uang logam; sahepeng, 4 duit; hepeng linsim, uang logam; na so marhepenghepeng, miskin sekali; sihepengan, yang harus dibeli dengan uang, tidak bisa ditukar dengan barang. II. marhepenghepeng, panau bulat pada kulit msl sakit kusta.

Hepor, = hapor, gatal di kerongkongan; hepor hatana, kata-katanya menyakiti hati, ucapan-ucapannya menunjukkan siapa dia sebenarnya; marheporhepor, terhuyung-huyung berjalan dan mau jatuh mengenai orang yang kena tikam, peluru.

Heput, takut, ketakutan; maeput, malu.

Herbang,(bdk: hembang), paherbang, mengebangkan ke kiri dan ke kanan mengenai lengan, sayap.

Here, manghereherei, meminang seorang gadis, mengejar, mengancam.

Herek, sej monyet kecil.

Herem, mangherem, membujuk, merayu.

Herer, mangherer, makan dengan perlahan-perlahan.

Heres, humeresmeres, kemerisikHerok, (bdk gorok), kesalahan, kekurangan.

Hernep, = hornop.

Herong, sej ikan laut.

Hersut, = hesut.

Hertuk, humertuk, bergerak, bergersik; hata hertuk, kacau, tidak tentu bicara, terputus-putus, bicara tak berarti.

Herut, siherut, sej begu yang menyebabkan penyakit.

Hesek, hesekhesek, perkussi, sej gong yang retak dan oleh karenanya berbunyi resik, alat semacam ini memberikan detak-detak irama permainan orkes.

Heserheser, = hesekhesek.

Hesut, marhesut, susut, bertambah kecil msl buah yang dimasak; humesuthesut, kembang-kempis seperti jantung.

Hetek, menjual lagak mengenai orang yang menyebutkan semuanya yang dimilikinya.

Heu, maheu, menjadi lemah mengenai daun; selanjutnya: letih, lemah, lesu, lelah.

Heuk, berlobang, berlekuk, berliang.

Hia, I. hiahia, sej ikan laut. II. = tarhiahia, rindu akan, mengingini, tergila-gila akan sesuatu.

Hialhial, gentar karena sakit.

Hian(bdk: hinan), tadinya, sebelumnya, dahulu, asal, asli, sebetulnya, sebenarnya; hau hian, kayu asli (tidak dikerjakan); bangko hian, sifat sebenarnya; musu hian, musuh sejak dulu; tanonami hian, dari dulu, sejak dulu tanah kami; hudok hian tu ho, aku telah mengatakannya kepada anda semenjak mulanya; buatonku hian, dulu aku mau mengambilnya; paboa hian tu ahu sijaloonku, beritahukanlah kepadaku apa yang bakal kuterima.

Hiandu, mahiandu, lih andu.

Hiang, kering; mahiang, dalam keadaan kering; pahianghon, mengeringkan; hiang lampak, hanya kering pada permukaannya mengenai kayu.

Hiap, manghiap, mengipas, mengembus; manghiapi, mengembusi; manghiaphon, sesuatu yang dipakai sebagai pengipas api.

Hiaphiap, kipas, kipas angin; hiaphiap, berkibar; humiap, idem; tarhiap, lari mengenai ayam seolah-olah dihembuskan.

Hias, manghias, melicinkan msl baion; mengeluarkan msl nanah; dihiashias dihilala, ia merasa diperas, artinya: lapar sekali; hiashias, alat untuk melicinkan baion.

Hibul, bulat, seluruh, tidak terbagi, utuh, seluruhnya; hau hibul, kayu bulat, kayu berbentuk silinder; hibul diboan, dibawa seluruhnya, tanpa dibagi-bagi, utuh dibawahnya; pahibulhon, mengumpulkan, membulatkan, mengutuhkan; mangibul, dikumpulkan, membulat; pangibulan, ichtisar, ringkasan, rangkuman, sari pati. Hibung, kata bantu bilangan, buah, potong, biji; sanghibung, sepotong, sebuah; diwaktu mengira: satu hibung; tolu hibung (kibung), tiga buah, tiga potong.

Hida, manghidahida, membujuk untuk pergi.

Hidop, manghidop, kejap, mengejapkan mata, memberi tanda (dengan mata); masihidopan, berkejapan mata mengenai muda-mudi yang berkasih-kasihan, berkomunikasi dengan main ma-ta; sanghidop mata, sekejap mata.

Hiempe, mahiempe, lih empe.

Hihik, manghihik, ketawa ter-kekeh-kekeh; simarhihik, burung malam yang bunyinya memanggil ‘hihik’ (dulu kala dipikir orang akan mati mereka kalau didengar suaranya).

Hihir, kikir; manghihir, mengkikir gigi; marhihir, mempunyai gigi yang berkikir; ajihihiron, berjatuhan mengenai gigi pada suatu penyakit.

Hijang, I. liar, sulit dikendalikan mengenai orang. II. manghijang, = marsali.

Hije, sej domba, kijang.

Hijup, cepat, lekas; pahijup, bersegera, cepatkan.

Hilala, manghilala, merasa; merasakan; mangilala, merasa dalam arti kiasan: melihat, memperhatikan, menunjukkan dampak; panghilalaan, perasaan, indera perasa; beha pang-hilalaanmuna, bagaimana perasaanmu; manghilalahon (dipang-hilalahon), memerasakan orang.

Hilang, penipuan, ketidak jujuran; marhilang, menipu, bertindak menipu; tarhilang, diperlakukan secara tulus, kena tipu; parhilangon, penipuan, hal menipu; parhilangan, penyebab untuk menipu.

Hilap, kilat, terang kilat; manghilap, memberi tanda dengan tangan, melambai; mangkirap, idem; sihilap, sej alang-alang yang akarnya karena harumnya dicampurkan ke tembakau.

Hilas(juga hiras), gembira, riang, sukacita; tarhilas ro-ha, bergembira, bersuka hati; api sihumilas, api yang terang dengan itu dipersamakan dengan kemarahan.

Hilhil, manghilhil, mengunyah; manghilhili, mengunyah sesuatu.

Hilim, manghilim, mengelim kain; panghilim, kelim.

Hillo, cermin, kaca, logam putih; humilohilo, berkilau-kilauan, berkilat-kilat, kemilau.

Hillong, marhillong, licin digosok msl besi, berkilau, bercahaya.

Hima, kima, karang berwarna putih dari mana orang perbuat gelang lengan.

Himpal, kempal, tidak terbagi, bergumpal, padat, beku mengenai benda-benda yan seharusnya cair; suda arang ndang hipal bosi, sudah habis arang, tetapi besi itu belum kempal, artinya: usaha yang percuma; manghimpal bosi, mengimpal besi; pahimpal, membeli seekor ternak seluruhnya. Selama ini hanya mempunyai sebahagian saja; panghimpalan, seekor ternak yang bulat dimiliki; marhimpalhimpal, bergumpal-gumpal.

Himpang = himpal.

Himpu, = humpu.

Hinal, peluru senapan (seperti diperbuat dahulu dari kayu bagot); hira hinal do ho manghuling, engkau berbicara kayak senapan meledak.

Hinaloan, parhinaloan, sebutan yang mencakup semua bunyi-bunyian musik.

Hinambor, monumen, kuburan (dari tambor?).

Hinan, na hinan, dahulu kala, dahulu di waktu sebelum pembicara lahir; sianu na hinan, mendiang; adat na hinan, adat yang dahulu.

Hinaon, jerat, perangkap; parhinaon, pemasang jerat.

Hinauli, lih uli.

Hindat, (bdk handit), manghindat, mengangkat dengan tangan.

Hindir, uang bernilai dua duit.

Hingkiangi, hianhiani, lih hian.

Hingking, mangingking, mengerut mengenai jaringan tubuh, pergelangan, hati dsb; mangingking roha, cepat merasa sakit hati.

Hingkit, I. kikir, pelit. II. sihingkit, sej tumbuhan yang daunnya lebar dan berduri.

Hinos, tarhinos, lih hos II.

Hinsa, cepat, cekatan, ligat, lincah, bersemangat, gembira.

Hinsat, manghinsat, = manghindat; tarhinsat, terangkat ke atas; hinsat, bangkit, berdiri.

Hinsis, manghinsis, mengikis.

Hinsu (= hunsi), manghinsu, mengunci; anak hinsu, kunci; hinsuhinsu, pintu; hinsu, tertutup, terkunci.

Hio, sej lotek; hiohio, damar lotek yang mengikatkan pisau ke gagangnya.

Hiom, manghiom, makan lambat-lambat tanpa mengecap dan mendemap.

Hiong, beo, tiung.

Hionghiong, tabung bambu tempat menyimpan cairan.

Hipas, sehat, segar; hipas be ma hita, semoga kita masing-masing sehat, ucapan salam yang diucapkan sewaktu datang dan pergi; marhipashipas, berselamat jalan; hahipason, kesehatan; pahipas, menyehatkan.

Hipu, segera, cepat, percepat; manghipu, mempercepat, menyegerakan, melakukan secara mendesak; hinipu, dipercepat.

Hir, kuat mengenai peluh; hir hodokna, hir panasna, dia berpeluh hebat.

Hira, I. sakirakira, kira-ki-ra, agak, sesuatu untuk mengurangi perbandingan atau ungkapan yang keras; hira tombak, seperti hutan, kira-kira seperti hutan; hira babiat, seperti harimau. II. manghirahon, menakar dengan baik msl beras dalam periuk sehingga cukup untuk semua orang tetapi tidak ada yang hilang, berhemat; hirahira, ditimbang degan baik, diukur dengan baik; hirahira papanganmu, cara makananmu harus ditimbang dengan baik, jangan terlampau banyak dan jangan terlampau sedikit; hirahira panghulingna, perkataannya telah ditimbang dengan baik; lului di ahu sada hau hirahira, sadopa ganjangna haposon balgana, carilah untukku sepotong kayu kirakira sedepa panjangnya dan sedemikian besar, sehingga dapat dililit. Demikian diungkapkan orang yang mencari seorang isteri yaitu yang dapat menimbang dengan baik, artinya: yang mengurus rumahtangga dengan baik; hirahira parangea, perbuatannya adalah ditimbang dengan baik. III. hirahira, sej tumbuhan jalar.

Hirang, keranjang yang dianyam dari rotan.

Hirap, = hilap, manghirap, melambai, memberi tanda dengan tangan; manghirap tondi, memberi tanda kepada tondi orang yang sakit dengan kain putih agar ia kembali supaya orang yang sakit menjadi sembuh; manghiraphon, memberi tanda dengan sesuatu.

Hiras(bdk horas), tegar, berani, dengan penuh kepercayaan, yakin; hiras ni roha, keberanian, keyakinan.

Hirdop, terang di kejauhan; humirdop, berkedip-kedip, terang sekejap.

Hire, = hira.

Hirehire, sikat rongga badan; seterusnya: kelambu dibuat dari tikar-tikar; manghirei, menggantungkan tikar disekeliling sesuatu; pahirehon, mengembangkan, menghamparkan, mengelampai tirai; marhirehire hatana, kata-katanya tidak berkehabisan; marhirean, bergantungan pada tali dalam jumlah besar.

Hirhir, dihirhir ho ma panghulingmu tu ahu, engkau bicara sejelek mungkin mengenai aku.

Hiri, I. sej kudis di kepala. II. tidak cukup, tanggung.

Hirik, sej jangkrik, kumbang.

Hirim, manghirim, mengharap, menduga; tarhirim, kecewa; panghirimon, pengharapan; so panghirimon (ni roha), tak terduga, tak disangka-sangka.

Hiringan, hanya dalam hubungan; di hirungan manuk, di ribaan ibu.

Hirjop, = hirdop.

Hirpas, manghirpas, memikul pinggul sambil melompat-lompat, yang msl dilakukan para perempuan di waktu perang bila mereka melihat pertempuran itu dari tembok desa.

Hirput, sihirput, I. sej tumbuh-tumbuhan yang daunnya terus menutupkan diri kalau kena sentuh, putri malu. II. sej kumbang yang terus menggulungkan dirinya seperti peluru kalau disentuh; sihirput do ho, engkau adalah seperti sihirput, mudah berkecil hati, pengecut, tidak berani melawan; mangirput, mengalah.

Hirta, kotoran berwarna merah yang terapung-apung di atas air.

Hirtang, bergelimpangan mengenai orang yang mati; pahirtang, memasang msl jerat; sanghirtang, seutas penuh msl manik-manik.

Hirtap, = hatop.

Hisap, keinginan tubuh, serakah, nafsu; hisaphisap, keinginan-keinginan yang buruk; hisapon, mengingini; hahisapon, keserakahan, kerakusan; marhisap ni roha, bernafsu; hisap ni daging, ia kurus kering.

Hisar, sehat; hahisaron, kesehatan; pahisar, menyehatkan.

Hishis, manghishis, mengikis dengan pisau; nunga hishis, = nunga suda, semuanya telah dikikis, ludes, habis.

Hisik, manghisik, menggoncang-goncang mengenai uang dalam pundi-pundi atau harambir; sihumisik, uang (And).

Hisikhisik, sej rumput, sej lupine.

Hit, serat ijuk pohon enau yang dipakai sebagai tali kail. Hita, kita; kata halus untuk orang yang disapa; tudia hita? kemana anda pergi.

Hite, titi, jembatan kecil terdiri dari satu atau dua potong bambu, titian; seterusnya: alat, supaya yang membuat sesuatu terjadi; parhitean, perantaraan; hitehite, perantara; marhitehon, memakai sesuatu sebagai alat atau titi; marhitehite, marhite sian, oleh, sebab, karena, melalui; mangite sian, sesuatu yang dipakai sebagai perantara, perantaraan.

Hiting, hitinghiting, alat kecil untuk menenun pinggir kain (= dopirdopir).

Hitir, angka hitir, getar, gemetar; humitir, idem; mang-hitir, membuat gemetar, menggoncang.

Hitong, humitonghitong, berkeliaran tanpa tujuan dan mencari sesuatu.

Hitsu, manghitsu, menipu.

Hitup, tertutup mengenai mulut; pahitup, menutup mulut.

Ho, engkau, kau, orang ke dua tunggal.

Hobahoba, kain yang dipakai dukun sebagai selempang, sabuk kain; manghobahobai, memasang selempang, sabuk kain.

Hobar, manghobari, = manghatai, (Angk).

Hobas, siap sedia; marhobas, menyiapkan diri; manghobas, membereskan, menyiapkan; mang-hobasi, melayani, mempersiapkan; parhobas, pelayan; ari parhobason, hari persiapan.

Hobo, humobohobo, sulit melahirkan (bdk hodo II, harop, huru II).

Hobol, kebal, tidak bisa dilukai; marhobol, kebal; parhobol balutan, orang yang lahir bersama selaput, dari selaput dibuat sediaan yang membuat dia selama hidupnya kebal; parhobolon, pengetahuan untuk membuat dirinya kebal; manghoboli, membuat kebal; manghobol ulok, mementerai ular agar ia tidak menggigit; mangobol, kena tetapi tanpa melukai.

Hobon, peti bulat dari kulit kayu yang sangat besar untuk penyimpanan padi.

Hobot, marhobot, mendung, berkepul-kepul mengenai awan.

Hobuk, lengkung, lekuk; pahobuk tangan, melengkungkan tangan.

Hoda, kuda; hodahoda, gambar kuda, wayang kuda; marhoda, berkuda, mempunyai kuda; P.B.: unang lehon ulu ni hoda tu dakdanak, jangan berikan kepala kuda kepada anak-anak; berikanlah yang pantas; na hoda, nakhoda, juragan, mualim; panulpang gabe na hoda, penumpang menjadi nakhoda, mualim, warga menjadi penghulu.

Hodang, tarhodang, bersalah kepada tata krama, adat.

Hodap, hodaphodapon, mempunyai mata yang kotor.

Hodar, I. jorok, kotor, cemar, najis; hahodaron, kekotoran, kecemaran; parhodar, pengotor, orang kotor. II. takut; talu hodarhodar, monang hodarhodar, ataukah ia menang ataupun kalah, selalu ia takut (dikatakan mengenai seorang kecil terhadap yang besar).

Hodir, humodir, takut.

Hodo, diletakkan di atas tungku mengenai periuk; manghodohon, meletakkan di atas tungku; marsihodo, panas, dipanaskan; juga: dimasak; dua hali hodo, dua kali dimasak, mengenai perkara dua kali diterangkan.

Hodok, keringat, peluh, panas; hodohan, berkeringat, berpeluh, keringatan; hodok dagingna, dalam keadaan hamil.

Hodong, pelepah, tulang daun mengenai kelapa, enau atau semua jenis palem; hodonghodong ni bagas, dua potong kayu yang dipasang berbentuk silang untuk menyokong atap.

Hohak, dahak, lendir tenggorokan; hohahon, berdahak.

Hohal, manghohal, mengganggu tidak mau berhenti sebelum memenuhi atau memberi hati msl kalau bertanya-tanya dan tagihan utang.

Hohar, mencakar dalam jumlah besar, bubar ramai-ramai.

Hohas, parhohas, peralatan, perkakas mengenai perang dan gendang.

Hoho, manghoho, membulatkan, membundarkan.

Hohom, diam, tidak bersuara; parhohom, pendiam.

Hohombu, = hahombu I.

Hohondo, (bdk: tondo), marhohondo, meringkuk, terkekang oleh penderitaan.

Hohop, marhohop, memakai ulos seperti dilakukan para perempuan dengan mengikatnya di dada sebagaimana diperbuat oleh orang-orang yang memberi persembahan; manghohopi, membawa sesuatu di punggung dengan ulos yang diikatkan di dada.

Hohos, ikat pinggang; manghohosi, I. menyisipkan sesuatu ke dalam ikat pinggang. II. mengenakan ikat pinggang.

Hohot,(bdk hot), marsihohot di, berpegang pada, stabil, tidak goyah, berketetapan hati.

Hoi, keluh; hoihoi, idem; marhoi, mengeluh.

Hoin, = holan, hanya, saja, cuma; hoin hami na dua, hanya kami berdua.

Hois,(bdk: hais), manghois, mengkikis.

Hojal, marhojal, bergumpal, jejal msl tanah liat; juga: kuat, teguh mengenai daging (orang yang kuat).

Hojok, tergesa-gesa, bergegas, bersegera; manghojok, bertindak segera, tergesa-gesa; panghojok, orang yang bertindak terlalu buru-buru.

Hojor, cepat dalam hal bicara. Hol, tidak subur mengenai perempuan, mandul.

Hola, langit-langit.

Holahola, liang mulut, rongga mulut mengenai binatang; cacian pada orang; husuakhon holaholami, kupatahkan nanti rahangmu.

Holak, depa, sejauh orang dapat mengukur dengan kedua lengannya; sangholak, sedepa.

Holan, hanya saja.

Holang, berjarak, jauh, antara; sadia holang, berapa jauh? dua dopa holangna, dua dopa jauhnya; holangholang, jarak antara; di holangholang ni, di antara; holang sadari, selang satu hari; paholanghon, menjauhkan; parholangan, kejauhan, juga: apa yang membuat dua orang menjauhkan diri; tarholang, tepat antara dua, ditengah-tengah; nunga tarholang partaonon, persis di pertengahan tahun yaitu antara dua panen sewaktu mana orang tidak mempunyai sesuatu makanan; dalam hal ini orang memberikan beberapa potong sanggar sebagai pengganti beras bila kelak orang mau memberikan karung berisi beras.

Holat, tidak enak mengenai citarasa, sulit ditelan; holat inumon, getir untuk diminum.

Holbab, demikian lembeknya sehingga gampang meninggalkan jejak.

Holbung, melekuk, cekung, jurang, berlembah; Toba Holbung, lembah Toba, Toba cekung (dikelilingi Bukit Barisan). Hole, I. pendayung. II. sayap serangga yang terdapat di bagian dalam sekali. III. hau hole, sej kayu yang keras.

Holiholi, tulang, tulang belulang; mangongkal holi, menggali tulang belulang nenek moyang; simarholiholi, nama sej rumput.

Holing, I. batu holing, berkilat-kilat di waktu malam. II. andor holing, sej pohon kayu.

Holip, terlindung, tersembunyi; mangholipi, menyembunyikan; marolipolip, tersembunyi.

Holis, tuktuk holis, sej burung pelatuk.

Holit, pelit, kikir; holit ni roha, kikiran; marholit, kikir; parholit, orang kikir; holit di mula ni sipeopon, kikir mula dari harta benda, kikir pangkal tabungan; mangholit, berlaku kikir; ndang holit gogona, ia tidak kikir dengan tenaganya; P.B.: binuang ganda, hinolit lonong, buang-buang ganda, pelit-pelit tenggelam; bermewah makin jaya, berpelit makin hancur; marnahumolit, sedikit banyaknya kikir.

Hollus, humollus, kempis, menjadi kurus.

Holom, kelam, gelap; na holom, kegelapan; haholomon, idem; mangholom, menjadi gelap, gelap gulita; mangholom mata ni ari, ada gerhana matahari; holom marimpotimpot, gelap gulita; suma ni holom, nama hari ke- 16; anggara ni holom, nama hari ke- 17; muda ni holom, nama hari ke- 18; boraspati ni holom, nama hari ke- 19.

Holong, kasih, cinta, menaruh hati; holong ni roha, kasih, cinta kasih; marholong ni roha, mencintai, kasih akan, punya kasih sayang; manghaholongi, mencintai; holong rohana di ahu, atau mida ahu, dia sayang padaku, dia cinta padaku; masihaholongan, saling mencintai; haholongan ni roha, kekasih; holong mangalap holong, kasih berbalas kasih.

Holos, = holso; mangholsohon, memberitahukan kesusahannya kepada orang lain.

Holot, siholot, sej pisang.

Holpu, empuk mengenai kentang.

Holso, holso ni roha, cemas, kekuatiran, kerisauan, kesusahan hati; holsoan, mencemaskan, gusar; humolso, idem; haholsoan, kecemasan, kerisauan; mangholsohon, merisaukan, mencemaskan, mengeluhkan; na hinolso ni roha, hal yang dikuatirkan, disusahkan; mang-holsoi, membuat orang susah karena banyaknya teguran.

Holting, mangholting, mengirit, mengikat, memalut; siholting dalihan, sipembelit tungku, orang kikir, yang mengikat tungku dengan rami pada tungku agar tak seorangpun dapat memasak.

Holuk, mangholuk, (bdk: ho-ruk), menarik sesuatu dengan jari-jari dari rongga; bdk horuk.

Holung, lengkung, kembang mengenai layar kapal. Homa, manghoma, menyuruh orang berdiam diri.

Homang, siamang, hantu mengenai siapa orang percaya bahwa ia memikat ke hutan dan menahannya berhari-hari lamanya; diluahon homang, dilarikan hantu siamang; homangon, mempunyai penyakit dan orang sakit itu takut pada orang dan menyembunyikan dirinya dan orang menganggap bahwa homang yang mengejarnya.

Homat, I. manghomat, waspada, ingat diri, menjaga sikap; homat papanganmu, hati-hatilah dan beradap sewaktu makan; homat ateatem, ingat dirimu, harus berjaga-jaga. II. mang-homat, mangomat, = menutupi, membuat reaksi mengadakan perlawanan; simbora pangomat, ajimat pertahanan, jimat yang menutup pemiliknya terhadap tembakan musuh.

Homba, marhombahomba, saling memeluk, saling merangkul.

Hombal, saja, hanya, cuma.

Homban, mata air di ladang yang dipelihara dengan baik sebagai tempat persembahan, disekitarnya ditanami bunga-bungaan; patiur homban, membersihkan mata air di ladang dengan mengadakan persembahan di ladang.

Hombang, rata dan lebar, dikembangkan; manghombang, mengembangkan; memukul-mukul hingga rata (bdk hembang); hombang ni podang, bagian mata pedang yang rata; sihombang, orang yang kepalanya pada sisi telinganya adalah rata; napuran na hombang, kata halus untuk napuran pada ucapan-ucapan pidato; marhombangsila, jongkok dengan mengikatkan ulos sehingga lutut melekat pada tubuh.

Hombar, dekat, berdampingan, sesuai, berkaitan, paralel; hombar hundul, yang duduk dekat seseorang; hombar bagas, tetangga; hombar tu, menurut, sesuai dengan; hombar tusi, sesuai dengan itu; hombar, boleh diterima, baik (mengenai perkataan); manghombar tu, mendekati, menghampiri orang; manghombar na mora, mendekati orang kaya; pahombar, mendekatkan, merapatkan.

Hombil, = tombil, tombal.

Hombingan, batu yang ditarok antara api dan embusan agar embusan ini jangan dimakan api.

Hombung, peti kayu yang besar untuk menyimpan bermacam barang.

Homi, tersembunyi, bersifat rahasia, misterius; pahomihomihon, menyembunyikan, merahasiakan sesuatu; hahomion, rahasia.

Homit, manghomit, menguasai, memerintah orang-orang yang berasal dari daerah lain; na hinomit, yang diperintah, yang dikuasai, yang diayomi; parhinomitan, mengenai perhubungan antara rakyat satu sama lain; anak hinomit, rakyat; homitan, sej jimat, wasiat, benda yang dikeramatkan dan disimpan dengan baik.

Homol, manghomolhomol, manghomolhon, menyimpan sesuatu untuk diri sendiri, tidak diberitahukan sedikitpun kepada orang lain.

Homondur, = pamondur, panglima.

Hompa, sihompa, sej palem mirip dengan pining.

Hompaba, = hompa.

Hompawa = hompa.

Hompu, pahompu, lih ompu.

Homuk, manghomukhon, menyembunyikan.

Homur, I. keruh mengenai air, pudar, kabur mengenai mata; tu na homur do jolma dapotan dengke, orang harus menangkap ikan dalam air keruh. II. manghomurhomur, mencari tempat yang paling tenang dalam air msl anak kerbau yang berjalan di belakang induknya. III. manghomur, membuat gambar, patung dari orang mati dan menyerahkannya secara mewah.

Hona, kena, terkena, juga dalam arti kiasan; hona tangan, dipukul dengan tangan; hona toru, kena kutuk, terkutuk; hona hata, ditegur, dimarahi, kena marah, kena pergunjingan; hona todos, terbunuh, mati konyol; hona udan, kena hujan, ditimpa hujan, kehujanan; hona sahit, kena sakit dengan tiba-tiba, terserang penyakit; hona rasun, keracunan; hona titi, dijatuhi putusan; hona liga, tersisih, dikucilkan; hona uhum, terhukum, kena hukum, jatuh vonis; hona danggur, kena lempar; hona tangke, dilukai kapak; mangonai, mengenai; manginona tu, terkena pada, terpengaruh pada; mangonai hata, memaki-maki; manghonahon tu, mengenakan orang; pahonahon, membuat kena; hahonaan, hal mengenai, hal menterapkan; marhahonaan tu, diterapkan pada, diwujudkan pada, menujukan pada; honahona hatana, kata-katanya disusun dengan baik; pangonai, hal perbuatan mengenai, akibat.

Honas, nenas; honashonason, jatuh sakit karena makan nenas.

Honda, garis-garis putih pada pola ulos.

Hondal, na hondal, banyak sekali.

Hondang, kantongan kulit kayu.

Hondi, = gendi, kendi.

Hondo, marhondohondo, marhinamago, merasa kehilangan, diam karena putus asa; hondo rohana, ia bersedih hati, murung.

Hondur, kendor, tidak kencang mengenai tali, jerat; humondurmondur, kendor-kendor.

Hongkom, manghongkom, menutup mulut dengan tangan; hongkom baba, larangan untuk mengucapkan kata tertentu, agar jangan diucapkan orang: msl: hatoban (= huntam baba); parhongkom, papan lebar di muka rumah Batak dimana terdapat susu ni ruma.

Honohonoon = loahon.

Honok, I. = leleng, (Angk), II. = bue.

Honong, marhonong, menyelam dalam air; manghonongi, mengambil sesuatu dengan jalan menyelam; honong bosi, sej burung air.

Honsa, segera, setelah, dipakai dengan menghubungkan kata mamintor; jumpang honsa, mamintor dipastap, setelah ia bertemu dengan dia terus memukul; mate honsa, manigor dibuat ugasanna, segera setelah ia mati, terus diambil barangnya.

Hontas, marhontas, mengadakan makanan persiapan; mempersiapkan diri msl soldadu yang akan berangkat ke lapangan perang, saudagar yang berangkat ke daerah yang jauh, biasa dipersiapkan makanan keselamatan.

Hontor, humontor, gemetar, gentar, turut berbunyi mengenai kayu sewaktu memainkan bunyi-bunyian, pengaruh, berpengaruh; hinontor ni, pengaruh dari.

Hontot, kental mengenai susu atau sup (lawan: lio); hontot roha, suka akan, berkenan di hati.

Honuk, mudah dilubangi seperti piring kayu (sapa); melengkung mengenai dada.

Hopahopa, endapan, ampas, sisa-sisa pemakaian, apa yang dibuang pada buah-buahan yang diperas, sepah sirih yang diludahkan, lih sopa-sopa.

Hopal, kapal, kapal besar (sebagai lawan parau atau solu); hopal api, kapal api.

Hophop, manghophop, berkorban, berlelah, mengorbankan diri untuk sesuatu atau seseorang dan oleh karenanya menderita; humophop, idem; sebagai kata depan: untuk, karena, sebab; na hinophop, kekasih yang untuknya bersedia menderita, yang diperjuangkan.

Hopi, kopi.

Hoping, lih haruping.

Hopit,
sempit, tak lebar.

Hopo, tumbuh-tumbuhan menjalar berdaun lebar seperti daun pokok anggur, yang dipakai orang sebagai penggera burung.

Hopok, keputusan ilahi, hukum percobaan yang ditentukan datu bagi mereka yang tersangka melakukan pencurian, mereka harus mengunyah beras dan mereka yang tidak dapat menelannya adalah bukti yang nyata mengenai kesalahannya atau mereka harus memegang timah yang hangat; marhopok, menjalani hukuman ilahi; manghopok, menyuruh melakukan keputusan ilahi, cara melakukan: hopok dahanon, yang tersangka harus mengunyah beras kering dan barang siapa tidak dapat menelan beras itu adalah yang salah; hopok simbora, mereka harus mencelupkan jari-jari ke dalam timah yang dilebur; hopok bosi, mereka harus menginjak besi yang hangat.

Hopol, manghopoli, membungkus nasi; sanghopo sebungkus; marhopolhopol, berkumpul, berhimpun; raja ni panghopoli, raja, kepala pesta horja.

Hopong, sej pohon kayu dengan buahnya masam dan dapat dimakan. Hopos, sempit; manghopos, melilit dengan lengan msl pohon kayu; hoposon balgana, sebesar yang lengan dapat melilitnya.
Hopuk = hobon, tempat padi yang besar dan bundar.

Hor, sulit mengeluarkan nafas; parhor hosa, memperpanjang hidup.

Hora, = misang, musang.

Horang, kering, tidak ada harapan datang hujan melihat langit.

Horas, I. keras mengenai perkataan, ucapan; hata na horas, kata yang keras. II. sehat, senang, makmur; marhorashoras, merasa senang; menyerukan selamat-selamat; horas ma ho, semoga engkau senang, bahagia; parhorason, kemakmuran, kesenangan, kesehatan; manghorasi, menyehatkan orang, merestui, meridoi.

Horbangan, = harbangan.

Horbo, kerbau; horbo pangalotlot, = horbo pangambat, seekorkerbau yang dipersembahkan pada penyakit menular atas perintah Sisingamangaraja; horbo jalang, kerbau liar, kerbau bebas tak dijaga; marhorbohorbo, ombak-ombak besar mengenai laut; horbohorbo = hodahoda, laba-laba kecil yang berjalan di atas air; P.B.: ndang loja horbo mangusung tandukna: tidak capeh kerbau membawa tanduknya, artinya: membujuk orang untuk membawa barang yang ringan.

Hordit, humordit, gentar, gemetar; panghorditon, tiba-tiba gemetar karena terkejut, gemetaran secara tiba-tiba.

Horhon, manghorhon, menyebabkan, menimbulkan, mengakibatkan; hinorhon ni, akibat dari, karena, disebabkan, terpengaruh oleh; horhonon ni, idem (untuk masa mendatang); pang-horhon, dampak, pengaruh, akibat; marpanghorhon tu, berpengaruh kepada, yang mengakibatkan, berkhasiat.

Horhor, panjang mengenai leher; pahorhor, memanjangkan leher; sihorhor, sej tumbuh-tumbuhan; sihorhor = siborok.

Hori, I. sej rami yang serbutnya ditenun; kain tenunan yang kasar, kain kasar. II. horihori, tepi, pinggir; marhorihori dingding, meraba-raba pada dinding mengenai anak kecil yang belajar berjalan; mangoriori dolok, berjalan di pinggir gunung.

Horis, I. hampir kena sewaktu melalui sesuatu; manghorisi, menyusuri tepi sungai daripada di lautan terbuka; horisan, tepi, pantai, pesisir; marhorishoris, melalui sesuatu; = horis, kerabat dekat-dekat. II. horis, keris; jambang ni horis, gagang lintang horis pada sarang.

Horja, pesta persembahan yang besar, pesta dengan upacara keagamaan; sahorja lombu, pesta kurban lembu (8 generasi satu nenek moyang); sahorja horbo, pesta kurban kerbau (10 generasi satu nenek moyang); marhorja, merayakan pesta kurban yang besar.

Horloji, arloji. Hormat, bersifat hormat, sopan terhadap wanita dan sewaktu makan; hahormatan, tahu adat, sopan, kehormatan; manghormat, berlaku sopan terhadap seseorang, juga: mengawasi pemuda dan pemudi agar mereka tidak menyalahi adat sopan santun yang baik.

Horna, lih sumba II.

Hornop,juga hernep, rata, datar; di dolok pinggol tubu, tu na hornop dipareahi, telinga berada di pegunungan dan mendengar juga: kedataran, artinya: orang sering mengambil jalan yang bengkok untuk mencapai sesuatu yang baik; pahornophon, meratakan, mendatarkan; pangornopan, keadilan dalam peradilan hukum.

Horo, = poro III, lagi; ndang horo, belum lagi.

Horom, pagar pangorom, penangkal terhadap hantu, roh yang jahat.

Horon, timbunan, longgokan, tumpukan; na marhoron-horon, bertumpuk-tumpuk mengenai orang.

Horong, golongan, kekerabatan, pertalian keluarga, semua yang masuk satu ompu (Angk).

Horot, I. manghorot, memotong, mengerat, menakik, menoreh; manghoroti, dipotong dalam potongan-potongan kecil, menorehi; sanghorot, sepotong, sekerat; II. takik, seperti dibuat pada pohon kayu, iris; marhorothorot, bertakik, juga dikatakan mengenai lipatan kulit orang gemuk. Horpak, usaha, tenaga; masibahen horpakna, memakai segala tenaga mengenai pihak-pihak yang berperang.

Horpuk, sej sayur.

Horsang, gersang, kersang, ke-ring, panas mengenai udara, kersang mengenai tanah.

Horsi, kutil, bintil, jerawat.

Horsik, kersik, pasir; manghorsik, menabur dengan pasir; parhorsihan, gurun pasir, padang gurun.

Hortang, = hirtang; manihortang, duduk dengan kaki terunjur.

Horuk, manghoruk, mengambil sesuatu dari lobang, mengerut.

Horunghorung, kalung dari emas atau mutiara, rantai hias.

Horus, manghorus, menghapus, menguliti, membinasakan; manghorus uhum, tidak memperhatikan adat/sopan santun dengan baik, mengabaikan hukum; horus ahu, kutukan: saya mau dibinasakan, dihapuskan; horushorus sambulu, perbuatan zinah terhadap perempuan yang telah bersuami.

Hos, tinggi matahari, kulminasi matahari, titik tertinggi matahari; hos ni ari, terik panasnya hari; hos ari, tengah hari, siang hari; di na hos ari, pada tengah hari, pada saat matahari sudah siang; marhira hos, agak siang, kira-kira jam 11.00.

Hosa, nafas, nyawa, kehidupan, udara; tos hosa, putus nyawa yaitu meninggal dunia; marhosa, bernafas, hidup; nasa na marhosa, segala sesuatu yang hidup; marutang hosa, dihukum mati; na so marhosa, impoten mengenai laki-laki humosa, marhumosa, bernafas, mengambil nafas; pahosahon, berhenti, melepaskan lelah; manghosai, meniup, menghembusi; hosa ni ruma, jendela kecil pada dingding belakang rumah Batak traditional tempat memasukkan udara tetapi tidak cukup.

Hoshos, penting, mendesak, segera.

Hosik, manghosik, memukul, mencemeti, memecut (bdk osik).

Hosing, pahosing, memutar, menggeser, membalikkan; humosing, berpaling; manghosing, memindahkan sesuatu dari bahu yang satu ke bahu yang lain: membeli untuk kemudian dijual lagi; P.B.: marnadonok do manghosing na binombom, berlainan dekatnya orang memusing panggangan, artinya: yang paling berkepentingan harus pertama melakukan.

Hosom, bermusuh, rasa dendam, penuh dendam, kebencian; hosom ni roha, dendam hati; marhosom ni roha, menaruh dendam, mendendam; manghosomi, menaruh dendam terhadap seseorang, membencii.

Hosong, penyakit sesak nafas, asma; hosongon, berpenyakit sesak nafas, menderita sesak nafas; hosong tano, asma yang terus menerus.

Hosuk, = misang, musang.

Hot, kukuh, teguh, erat, stabil, mantap, tak goyah; pahothon, mempererat, menguatkan; marhahotan, bertempat tinggal tetap, menetap tinggal; marsihohot di, berpegang pada, bersandar pada.

Hotang, rotan; manghotang, menjuruskan persis dengan rotan yang dikencangkan.

Hotanghotang, manghotanghotang, menjalin pinggir ulos; panghotanghotangi, tepi kelim pada ulos.

Hotar, risau, takut, ketar, (bdk: hitir).

Hotekhotek, berkotek-kotek mengenai ayam.

Hoting, I. sej pohon, yang menghasilkan kayu bangunan yang baik; hoting balanga, sej pohon hoting; hoting parbue, sej pohon hoting. II. manghoting, memutar (bdk: hosing.)

Hotok, humotok, membikin ribut, membuat hiruk-pikuk.

Hotor, tali dari rotan yang dipasang di ladang di atas padi yang yang telah masak untuk mengusir burung; P.B.: sinintak hotorhotor, humutur halakhalak, asing ditimbang dongan, asing ditimbang halak, disentak tali pajangan, tergerak orang-orangan, lain pertimbangan kawan, lain pula perkataan orang; manghotori, memasang tali seperti itu.

Hotuk, ketuk-ketuk untuk mengusir binatang.

Houk, manghouk, menarik dengan kaitan. Houm, kaum, kelompok, kekerabatan, hubungan darah kerabat, perkumpulan.

Hu, I. kata possessif dari ahu, bagashu, rumah saya, bahenonhu, yang saya harus buat. II. memandang rendah, mengejek, menghina, meremehkan, melecehkan; hu do rohana mida ahu, ia menghina saya; hu ni roha, ejek, hina; marhu ni roha, berkelakuan rendah. III. terwujud, penuh mengenai waktu; hu ma dibulanna, gok ma di taonna, telah tiba waktunya, mengenai perempuan yang akan melahirkan. IV. akhiran yang menandakan sesuatu yang bersifat terlalu; maulihu, terlampau bagus.

Hua, I. sup, kaldu, kuah; juga: huahua; seterusnya: bunga uang; pahuahon, membungakan; manghuai, idem. II. marhua, bagaimana? apa yang terjadi untuk apa? terkena apa, kenapa; marhua ho dison? mengapa engkau disini? ndang pola marhua, tidak apa-apa, tidak jadi soal; mahua, bertanya ada apa? sakit apa? ndang mahua, tidak apa-apa, tidak persoalan, bdk: huahua.

Huang, huanghuang, kotoran da-lam hidung; manghuangi, gerenyot, menarik muka terhadap seseorang dengan seolah-olah memberikan kotoran hidungnya kepadanya.

Huar, manghuari, menggali tanah, mengorek sesuatu.

Huasi, marhuhuasi, (dari: asi), minta maaf kalau ada sesuatu yang kurang pada makanan; masihuhuasian, saling minta maaf dengan perkataan bagus; marsomba ujung (yaitu: ni jarijari) marsomba huhuasi, dengan rendah hati mohon sesuatu dengan tangan yang dilipat.

Huaso, kuasa, surat kuasa; marhuaso, berkuasa.

Huat, I. kuat, cepat, msl kuasa. II. huathuat, bilah pijar yang dipakai sebagai suluh di waktu malam; hira huathuat do hatopna, cepatnya adalah seperti suluh yang dilambai-lambaikan.

Hubak, = hurak; manghubak, membuat lobang, mengeluarkan.

Hubal, manghubal, menarik banyak untuk dirinya.

Hubang, abu jerami yang dipakai sebagai pupuk dan oleh karenanya disimpan dengan baik; parhubangan, pondok kecil untuk menyimpan abu itu.

Hubar, lih habir.

Hube, unok, daun hati, tunas yang masih putih dan yang paling dalam; manghube, mengambil tunas muda itu.

Hubil, manghubil, melepaskan kulit luar, menguliti.

Huhu, kubu pertahanan; marhubu, mengepung; manghubu, membuat kubu.
Hubung, I. manghubung = mangudut. II. hubung, = ansisibang.

Hubur, lubang kuburan.

Hudador, urat daging; uri, tembuni.

Hudali, pacul, cangkul, bergigi tiga dari besi; juga: uang mahar, hanya dikatakan pada hela sonduhan pada siapa uang maharnya adalah kurang.

Hudamdam, parhudamdam, lih damdam.

Hudap, = husap; manghudap, mulut (And).

Hudi, tempayak, ulat kumbang yang berdiam di bagot dan dianggap sebagai makanan sedap.

Hudon, periuk; tano hudon, tanah liat; tumutung hudonna, membuat periuknya sendiri yaitu berdikari mengenai mengurus rumahtangga (= manjae); hudon bohina, mukanya seram, tidak bercahaya, pertanda kurang sehat msl karena penderitaan atau utang.

Hudu, huduhudu ampang, bungkusan yang dianyam untuk tempat nasi keperluan kira-kira dua orang.

Huduk, sesuatu dibelakangkan; huduk api, duduk membelakangkan api, yaitu seorang perempuan yang baru melahirkan; manghudukhon, membelakangkan orang; pahompu huduk, kemenakan dari anak perempuan; huduk ruma, ruangan di belakang rumah Batak.

Hudus, segera, desak; manghudus, membuat sesuatu dengan tergesa-gesa, memburu waktu.

Huhang, kukang; balbalon huhang, bagaikan orang memukul huhang artinya: tidak ada gunanya, makin lama makin buruk.

Huhu, I. balik huhu, balik kuku, menjungkir periuk sebagai pengganti tungku batu. II. patuhu, gemetar mengenai orang yang sakit demam.

Huhuasi, lih huasi.
Huhul, kadangkadang (Angk).

Huhut, sekaligus, sambil, serentak, serta, seraya; huhutna, idem.

Hujur, lembing; manghujurhujur, mengejar dengan lembing; masijuran, saling melemparkan dengan lembing; marhujurhujur eme, padi telah bertunas tetapi belum menjadi daun; teka-teki: hujur ni ompunta na so habilangan, yaitu hujan.

Hula, I. batu hula, batu merah yang dipakai untuk mencet warna merah. II. hulahula, kelompok marga pemberi mempelai wanita; huladongan, sapaan yang hormat terhadap semua ragam famili.

Hulabu, kelabu, abu-abu; sihulabu, kuda kelabu, kuda abu-abu; hulabu jati, nama ayam, dari telurnya keluar manusia pertama.

Hulalan, lih hulan dan lan.

Hulambu, I. kelambu. II. sej pohon kayu.

Hulamot, tali untuk mengikat baliung.

Hulan, humulanhulan, datang berbondong-bondong.

Hulang, hulanghulang, tali untuk mengikat tangan orang, mengikat rotan untuk membawa muatan, beban.

Hulaning, = ulaning.Hulasi, = sulasi,.

Hulbab, bilah kayu yang terlampau besar dibelah; sewaktu memelah pada tempat dahan terlalu banyak dipotong lebih daripada dikehendaki; manghulbapon, mengambil lebih banyak daripada yang mau diberikan si pemberi.

Hulhul, manghulhul, memutar, menggulung benang pada satu kumparan; manghulhul dabudabu, membayar hutang dengan menjamini uang itu pada orang lain; hulhulan, gulungan, alat bertangan empat pada mana benang digulung.

Huli, kuli, pekerja harian; parhuli, mengerjakan sesuatu dengan gaji harian; dalan hudi, jalan umum.

Hulihap, sej monyet.

Hulimat, kain dari mana detar dibuat.

Hulimpas, manghulimpas, sekaligus semua diambil msl semua tanam-tanaman dari kebun.

Hulinda, (= tulinda), maaf, ungkapan maaf.

Huling, I. manghuling, berbicara, bercakap, berbunyi juga mengenai benda-benda yang tidak bernyawa dan binatang; manghuling, dipanghulingi, me-nyapa, menegur; manghulingihon, menyapa; panghuling, su-ara, cara bercakap; na uli do halak na roa pinadenggan ni panghulingna, orang-orang yang tidak penting menjadi kebilangan bila mereka tahu berbicara; hulinghulingan, teka-teki; hulinghulingansa, demikian dikatakan orang yang memberikan teka-teki, atas nama orang lain menjawab: hutinsa (atau ansa). II. hulinghuling, kulit, jangat.

Hulishulis, bunyi lali; hulishulis pangkoli pangko, sai mago ni mago ma ho, na so manuboli hulinghulinganhi, itulah cacian terhadap seseorang yang tidak tahu memberi jawab teka-teki itu.

Hulit, kusta; huliton, berpenyakit kusta, lepra.

Hullang, = hurlang.

Hulup, kulup; marhulup, berkulup.

Hum, I. tega, berani, perkasa; na hum do ho manahopi ahu? beranikah engkau menangkap saya? na gok na hum, kaya dan berkuasa. II. hum, hanya, saja (Angk).

Humal, bengkak, hanya mengenai muka; humal hurumna, pipinya bengkak.

Humala, kumala, batu yang memberi untung (menurut orang batu itu ditemui dalam kepala ular).

Humbang, = hembang, nama dataran tinggi antara Silindung dan Toba.

Humbar, kendi dari kayu, tempat penyimpanan ingkau; mang-hubar, melekungi; juga memperbaiki solu (perahu) dengan menampal kayu; pangumbari, rak kayu dimana bermacam benda diletakkan msl persembahan.

Humbil, sej rumput. Hume, marhumehume, bermenung-menung, memikir-mikir msl bila susah.

Humondur, = panondur, komandan.

Humpal, sanghumpal, sekumpal benang, 1/10 bungkus.

Humpol, manghumpol, semuanya diambil untuk diri sendiri; pahumpol, mengambil untuk diri sendiri.

Humpu, (bdk: himpu), pahumpu, mengumpulkan.

Humur, manghumur, menguburkan dengan upacara.

Humus, serat halus yang dicabut dari bangkar pohon enau dan dipergunakan sebagai tali kecapi.

Hundali, tali yang mengikatkan patil bajak pada kuknya.

Hundang, I. manghundang, membujuk, menarik, meyakinkan, memikat. II. hundang, = sandang; hudangan podang, begitu besarnya ia sudah dapat membawa pedang (menggantungkan).

Hundari, kudis pada anjing.

Hundul, duduk, pergi duduk; marsihundul, duduk; marsihundul di hoda, menunggang kuda; martahi hundul, dikatakan mengenai perempuan yang mau melahirkan, waktu untuk melahirkan sudah tiba; nunga hundul, dikatakan bila anak sudah lahir dan ibu siap duduk untuk dimandikan; hundulhundul, duduk-duduk; manghunduli, menduduki; hundulan, tempat duduk, pantat; pahundul, menyuruh duduk; pahundul datu, memanggil dukun untuk memperoleh nasehatnya; P.B.: tangga ni balatuk dalandalan tu jabu, molo goar tahi, tole ma pahundul datu, anak tangga adalah jalan masuk rumah, bila timbul perselisihan dipanggil datu; manghundulhon boniaga, menduduki barang dagangan yaitu berdagang dengan itu; manghundulhon gora,memimpin perselisihan sebagai suhut; harugian sahali hundul, biaya yang timbul dalam perkara itu yaitu menjamu makan raja-raja yang mengadili.

Hungkam, bagian tengah, sumsum batang pisang; P.B.: bontar hungkam, ngalingali do i, birong parsisiraan, tao do sian bagasan, hungkam adalah putih namun dingin, tempat garam dari luar hitam namun isinya enak, yaitu tidak boleh menentukan sesuatu hanya dari bentuk luar saja.

Hungkung, I. manghungkung, mengepung sewaktu perang, memblokade; sihungkung, sej burung air. II. bulu hungkung, sej bambu.

Hunik, kunyit, kurkuma, kuning; sibalik hunik, senjakala; dipajagarjagar hatana songon na marlompan hunik, mengindahkan kata-katanya seperti orang yang menaruh hunik pada lauk-pauknya; indahan na hinunihan, nasi yang dikunyiti; jumujung hunik, hamil (ka-rena waktu ini para perempuan yang hamil itu membawa dahanon na hinunihan dam gambiri, di atas kepala mereka sebagai penangkal begu (hantu).

Hunsang, kantong dalam pakaian.

Hunseng, tidak tenang, gugup, gelisah.

Hunsi, hinsu, kunci; anak hunsi, = anak hinsu, anak kunci; hunsihunsi, pintu.

Huntal, humuntal, bergoyang, bergetar, gentar, gemetar, goncang mengenai tanah di waktu ada gempa bumi.

Huntam, manghuntam, memberangus, menutup, menyekap; huntam ni horbo, berongsong untuk kerbau yang mau menggigit.

Hunti, manghunti, humunti, menjungjung; humunti pagar, menjungjung penangkal yaitu: hamil, bunting; P.B: sitahan sampuran na so ra mabuk, sihunti dolok na so ra tarhapit, dikatakan terhadap orang yang melawan banyak orang, yang melawan arus; sihunti garar, mereka yang memikul pembayaran yaitu seorang gadis, puteri dari seorang yang berutang; mas kawin akan dibayarkan menutup utangnya bila yang berutang tidak segera dapat membayarnya.

Hunu, sahunu, seketi, 100.000.

Hunur, sej tumbuhan yang buahnya dapat dimakan.

Hupang, kupang bernilai uang, 6 uang, 1/2 gulden.

Hupas, upas, satpam.

Huphup, manghuphupi, menutupi; hinuphupan, ditutup.

Hupi, sihupi, tanaman merambat yang berduri; sihupi tastas, sej yang serupa dengan tanaman tersebut; parsihupian, tempat dimana sihupi tumbuh.

Hur, kur, bunyi yang dipakai untuk mendatangkan angin; hur ro! idem.

Hura, I. kura, cacing tambang dalam perut; II. hurahura, kura-kura; hurahura do ho, kura-kura kau, dikatakan mengenai orang yang suka mempunyai sesuatu, tetapi karena ia memperolehnya, ia berlaku seolah-olah ia tidak memperdulikannya seperti kura-kura yang mau keluar dari air tetapi tidak bisa.

Huraba, manguraba, lari dari kampung dengan ternak di waktu bahaya yang mengancam; pangurabaan, pondok dimana orang berpenyakit lepra ditempatkan.

Hurabot, tali dari kulit untuk mengikat besi baliung pada tangkainya (= hulamot).

Hurador, kulit tipis di daging.

Huraja, marhurajai, pembicara sopan yang sering menyebut mitra bicaranya “rajanami”.

Hurak, manghurak, menggali, mengorek, mengeruk.

Hurambit, keris yang bersarung.

Huranda, datu huranda bosi, kaki ayam bagian kiri pada manuk di ampang.

Hurang, kurang, terlalu sedikit, tidak cukup; hurang balga, tidak cukup besarnya; hurangan, dalam keadaan kekurangan (dengan atau tanpa di); manghurangi, dikatakan mengenai seseorang bahwa kelakuannya adalah tidak baik, jadi menegur dia; manghurangi ibana mida donganna, ia menegur teman-temannya karena ada hal yang tidak disenanginya; marparhurangi, idem; marhurangnai rohana, tidak menyenangi hatinya, dia merasa tidak senang; hurangnai, tidak cukup; huranghurangan abarangku, diucapkan oleh seorang ibu yang letih karena menggendong anaknya, kata loja dijauhkannya, kalau tidak ia akan takut tidak akan memperoleh anak lagi atau anaknya akan mati; marnahurang, tidak mencukupi, tetap saja kurang; hurang pe so jadi, lobi pe so jadi, tidak terlampau banyak, tidak terlampau sedikit.

Hurangkam, sekam yang jatuh sewaktu mengerik.

Hurape, nae harhar hurape, = boru na mora, lih boru.

Huratari, urat yang menutup jaringan tubuh.

Hurbe, menjadi nampak, terbuka; sibuat na humurbe, seorang yang mau memiliki segala-galanya yang dilihatnya.

Hurbit, manghurbit, mengambil sedikit.

Hurdo, bunyi untuk menenteramkan anak; panghurdohurdoan, keranjang yang digantung untuk menenangkan bayi, ayunan; manghurdohurdo, meninabobokan.

Hure, hurehure, diulurkan mengenai lidah; pahurehurehon, mengeluarkan lidah. Hureta, kereta; hureta api, kereta api; marhureta, berkereta, pergi dengan kereta, naik kereta kuda.

Hurhe, hurha hurho, bunyi memanggil ayam.

Hurhur, I. manghurhur, memarut (hurhuran, parutan). II. kerak nasi.

Huria, I. huria rohana, caranya berpikir adalah kekanakanakan. II. perkumpulan politik atau jemaat Gereja; kepala huria, kepala raja yang menguasai negeri; jamita huria, sejarah Gereja.

Huridap, tempayak dari heat.

Huring, sihuring, nama yang diberikan kepada binatang-binatang yang berloreng msl harimau atau kucing.

Hurja, bunyi memanggil babi supaya datang makan ke palungnya.

Hurla = ulla.

Hurlang, nama daerah antara pantai Barat dan Silindung; juga: hullang.

Hurmuk, denderung mengenai sayap ayam sedang mengeram; manghurmuk, menutupi anak ayam atau telur dengan sayap.

Hurpas, manghurpas, menokok sesuatu msl tembok.

Hurtik, manghurtik, menyentuh sedikit, menyenggol sesuatu msl ikan yang menyentuh umpan, itu menyebabkan pancing bergerak; humurtik, bergerak, digoyang, digetar. Hurtut, humurtut, berkerut msl kulit, daun yang layu; mangurtut, takut, menyeramkan, menciut ketakutan.
Huru, huruhuruan, sangkar burung.

Huruk, gemuk; huruhan, gemuk mengenai ayam; marhuruk manuk, ayam itu mau mengeram; simarhuruk, ayam (And).

Hurum, rahang, pipi, pelipis; hurumhurumon, sakit tulang rahang, sakit pada pipi; mangan di balian di hurumna, membeli sesuatu dengan uang pinjaman.

Hurung, I. nama bulan ke-12; hari ke-29 pada penanggalan. II. kurungan, penjara, rumah tahanan; manghurunghon, memenjarakan, menangkap; tarhurung, tertangkap, terkurung, tertahan, terpenjara; hurungan, penjara.

Husa, I. marhusa = humosa, siuman. II. marhusa, humusa, mempersiapkan diri, mengadakan persiapan.

Husap, manghusap, mengecap de-ngan mulut; simanghusap, = simanghudap, mulut.

Husari, marhusari, dari: sari, berpikir, menimbang dalam ha-ti, berenung, berefleksi, berjuang dalam hati.

Hushus, wangi, harum; panghushusi, sesuatu yang membuat harum.

Husip, marhusip, membuat sesuatu dengan diam-diam; manghusiphon, membisikkan sesuatu dengan diam-diam; hau na husipon, kayu yang berulat.
Husom, kehitam-hitaman, kotor; cemar; mukanya sedih, muram.
Husor, humusor, berputar-putar, berpaling; panghusor, hal berpaling, berbalik; pahusor, memutar, membalikkan; dipahusor dibagasan rohana, ditimbang, dipikir dalam hatinya; marhusor, bergeser, berputar, berkisar, berpusing-pusing me-ngenai air.

Husuk, manghusuk, menggoncang-goncang msl buah kelapa ataukah ia baik atau tidak.

Huta, desa, kota; marhuta, berkediaman di kampung; marhuta sada, berjalan-jalan, tidak tinggal di kampung, keluar kota, bepergian; huta sabungan, ibu kota, kampung induk; parhutaan, pemukiman, perkampungan; pardihuta, bini, isteri, yang bertugas di desa, (lawan parbalian); tarhuta, diketahui orang didesa bahwa orang berutang banyak; marhutahuta, mainan anak-anak bangun kampung-kampungan; raja hutam sesepuh kampung; Huta Raja, Huta Talun, Huta Pea, nama desa, nama kampung.

Huthut, = hurhut, melisutkan.

Hutik, humutik, bergerak); na saramba na humutik, sebanyak semak-semak yang bergerak (karena angin); artinya: tidak terhitung banyaknya; ndang tarhutik, tidak bisa digerakkan, tidak bisa dibawa.

Huting, kucing.

Hutinsa, jawaban orang kepada siapa diberikan teka-teki, lih huling I.

Hutol, manghutol, mengguncang msl pohon kayu, menggoyang pohon kayu.

Hutu, kutu; manghutui, mencari kutu orang; hutu ni asu, kutu anjing.

Hutuk, = husuk.

Hutur, manghutur, menggoyang, bergetar, menggoncang sesuatu; humutur, goyang, bergerak, tergoncang; na sahutur, sebanyak yang digoyang angin, artinya: dalam jumlah besar; tarida hinutur, nampak bergerak semak persembunyian binatang buruan; tertangkap basah dari tanda-tanda tertentu.

I

I, kata penunjuk: itu, situ, sana; ditempatkan di belakang kata benda, kata sifat atau kata kerja; jabu i, rumah itu; halak na mate, orang yang mati itu; huboto do i, saya tahu itu; i do, begitulah, ya itulah; i do? apakah demikian? begitukah? ibana do i, dialah itu; i do ujungna, itulah akhirnya, penghabisannya; di na laho i hami, di saat kami pergi itu.

Ia, I. kalau, jika, bilamana; ia olo ho, jika engkau mau; ia molo, = molo. II. mengenai (= anggo, ianggo); ia bada i nunga montok, mengenai perselisihan itu, itu sudah berhenti. III. ibana, ia, dia (Angk). IV. mariaia, bersorak-sorak karena gembira, bersukacita.

Iale, seruan tanda berdukacita, wah, aduh, wahai, alah ya; mariale, mengaduh, menyerukan “oh”.

Ian, mian, bermukim, berdiam, tinggal, berkedudukan; ianian, hal mengenai tinggal, kediaman; lambas ni roha ni raja do ianian ni jolma di huta, kemurahan hati raja membuat supaya orang tinggal di desanya (karena merasa kerasan, senang); paian, membuat agar tinggal; parmianan, tempat orang menginap atau berkediaman, menumpang, pemukiman.

Ianakkon, anak tanpa membedakan kelamin; marianakhon, beranak, mempunyai anak.

Iang, = sangap.

Ianggo, kalau, mengenai, tentang (= anggo).

Iangiang, pujian, penghormatan, kemasyhuran, kemegahan, kemuliaan; mariangiang, menggema, menjadi termasyhur, terberita, terpandang.

Iap, cantik, elok, tetapi tidak tahan lama msl bahan pakaian.

Ias, bersih, jernih; ias ni roha, kebersihan hati, rela, ikhlas; haiason, kebersihan, kejernihan, kesucian; paiashon, membersihkan; mengembiri binatang; ndang tarpaias, tidak bisa dibersihkan; manariashon (dari tariashon), membenarkan, membuktikan perkara; ditariashon hatana,ia membenarkan dirinya; sipaias, bintang timur; juga: ketam yang halus.

Iasa, = na tung, kalau kau sudi, pada permulaan doa persembahan.

Iba, kata pengganti orang, orang, sendiri dalam arti aku, saya, awak; rohaniba, pikiranku, pikiran diri pribadi; didok rohaniba, saya rasa, sangka, pikir, pikiranku; hansit rohaniba, sakit hati ini, sakit hati awak, itu menyakitkan hatiku; ibangku, = diringku, diriku, pribadiku.

Ibana, ia, dia (sebenarnya: dirinya).

Ibebere, keponakan, tapi hanya anak-anak saudari, anak saudara perempuan; (lih: bere).

Ibo, = asi I (Angk). Ibor, = lih sibor.

Iboto, saudara laki-laki seorang perempuan, saudara perempaun seorang laki-laki; anak perempuan saudara laki-laki ayah; saudara perempuan dari lae (ipar); ito vokatif dari iboto; pinoribot, = iboto.

Iburu, cemburu; pangiburuon, iri hati, kecemburuan, sifat cemburu; mangiburu, cemburu, merasa iri, menaruh dengki; masiburuan, saling mencemburui, masing-masing cemburu.

Ida, mida, marnida, (dari marniida), melihat, menengok; mida, sebagai kata depan: tentang, terhadap; las rohangku mida nasida, saya bergembira terhadap mereka; muruk do raja i mida naposona, raja itu marah terhadap hambanya; asi ma roha ni Debata mida ahu on, semoga Tuhan mengasihani aku; mida disi ma, = niida disi ma, melihat disitulah; idaon ma, itu harus dilihat dulu; idaidaan ni datu, = alatan;paidaida, melihat, menonton; parnidaan,penglihatan, penglihat; tarida, kelihatan, dapat terlihat; ndang tarida, tidak nampak, tidak kelihatan; pataridahon, memperlihatkan, me-nampakkan, memberitahukan; hataridaan, nampaknya, tampaknya; masipaidaan, saling melihat, saling melihat kembali; mangidai, ingin melihat sesuatu, meminta; mangidai sipanganon, mengingini makanan; na so dung songon i mangidai rohangku, semacam itu belum pernah aku melihatnya; hataridaan, mulai nampak; luhut nasida hataridaan jambar, mereka semua mempunyai harapan untuk mendapat bagian. Idagoe, lih dago dan doge, seruan tanda heran.

Idi (bdk didi), maridi, mandi; paridion, tempat mandi, permandian; aek paridian, air mandi; paridi (diparidi): mandi di sesuatu.

Ido, mangido, meminta, memohon, menagih (dipangido) mengingini; paido, idem; mangidoido, meminta-minta; simangido, tangan (And); mangido tangan, mau dipukul, ingin dipukul; pangidoan, permintaan, permohonan, doa, keinginan; siat pangidoanku,permintaanku berkabul; pangidoan, juga = parsorion, nasib, takdir (apa yang diminta tondi); mangidohon, meminta sesuatu.

Idop, midopidop, berkedip-kedip, mengedipkan mata, ingin melihat sesuatu yang diingini; mengenai orang miskin mengingini barang orang kaya.

Idzin, izin.

Iduk, miduk, terkumpul, terhimpun, terkumpul dalam jumlah cukup banyak; pariduhan, celengan; tempat sampah untuk makanan babi; paidukhon, menghimpun sedikit demi sedikit, mengumpulkan benda-benda kecil.

Idup, I. paidup, = papungu. II. debataidup, arca kayu dari pasangan suami isteri leluhur, dua gambaran yang diukir dari kayu, kepada gambaran ini orang menghadap bila menghendaki anak laki-laki menaruh gambaran wanita itu di punggungnya. Perempuan mengambil gambaran laki-laki dan dengan demikian mereka mengadakan arak-arakan keliling rumah. III. idup, = isap; pangidupan, = parisapan.

Idut, mangidut, demikian dikatakan sewaktu main judi dengan uang logam yang bila dibuang kedua logam tersebut gambar ayam jantan berada di atas.

Iesuang, mariesuang, lih isuang.

Igar, asam, sesuatu yang asam rasanya karena tunas bambu direndam; mangigari, mengasami rebung; niigaran, diasami; tuak igar, tuak yang asam.

Igil, mangigil, meminta tambahan msl pada pembelian; dipaigiligil saduit, dia tawar seduit; igiligil, tambahan cuma-cuma pada barang yang dibeli.

Igim, sipanganon na niigimigim, makanan yang diuntukkan.

Igit, benih laki-laki, sperma, air mani (lebih halus ialah boni).

Igung, hidung; mangigungigung, mencium mengenai anjing mencari bekas.

Ihal, pangihalihalan, menyepak-nyepak kebelakang mengenai kuda yang dilepaskan.

Ihan, ikan besar; ihan paus, ikan paus; ihan mera, ikan laut yang besar; ihan habaro, ikan laut.

Ihe, mariheihe, meringkik mengenai kuda.

Ihit, kata penutup dari ratapan (= andung). Ihot, ikat, pengikat, tali, rantai, simpai, gari; mangihot, marnihot, mengikat; tarihot, terikat, kena ikat; raja do ihot ni uhum, raja adalah pengikat hukum; P.B.: hori do ihot ni doton, hata siingoton, rami adalah pengikat jalan, orang harus mengikat janji, perkataan jadi pegangan; ihotihot, tali yang mengikat, ikat
pinggang; na so marihot, yang tidak bersiasat; gambalgambal na so marihot, orang-orang kecil, masa yang tidak bersiasat, orang kecil tanpa pegangan.

Ihur, ekor; mangihuri hori, memintal rami menjadi tali; simorihurihur ni asu, tumbuh-tumbuhan yang daunnya ditarok pada luka; manginjam ihur ni hoda, berpamer dengan barang orang lain; ihur ni hata, ekor kata, kata tambahan yang licik pada pangkal cerita; ihur porang, = tunggal ni janji, pemegang kas pada perjudian.

Ihut, ikut, turut; mangihut tu, mengikuti, seturut; mangihuthon, mengikutkan, menuruti; paihuthon, mengikut sertakan, memberikan terhadap seorang yang mati aneka barang untuk dibawa ke kuburan; mangihut pinahan, menggembalakan ternak; ihutan, pemimpin, yang diikuti; raja ihutan, anutan, raja, kepala; mangihuti, (dipangihuti), mengikuti; pangihut, kata halus untuk anjing; paihutihut rura, mengikuti lembah; ndang loja aek paihutihut rura, air tidak lelah mengikuti lembah-lembah, artinya: kata hiburan untuk orang yang mau meninggalkan pekerjaannya; pangihuti, satu dari empat (ogung); ihut tusi, sesudah itu, menyusuli, berikutnya.

Ijeng, marijengijeng, melompat-lompat, melonjak-lonjak.

Ijo, hijau.

Ijor, ijorijor, sej ulos; ijorijor lobulobu, ulos seperti keluar dari pertenunan, belum dipotong menjadi ulos ni tondi.

Ijuk, ijuk.

Ijur, I. lih tijur, liur, air ludah; manghailhon ijur ni deba, merasa dirinya malu bahwa orang bisa jadi hina di muka orang banyak. II.mijur, turun, direndahkan, diturunkan, dihinakan; paijurhon, menurunkan, merendahkan, menghina; hamimijur, hal menurunkan; haijuran, 1, tangga 2. hukuman (uang) yang harus diberikan oleh paranak bila gadis yang telah bertunangan dan tinggal di rumahnya, tetapi akhirnya tidak mengawini anaknya laki-laki.

Ila, rasa malu, kemaluan; maila, malu; maila ibana mida amana, malu dia terhadap bapanya; ndang diboto maila, dia tidak tahu malu, tak tahu malu; tarila, menjadi malu, memalukan, mendapat malu; hailaon, yang memalukan; hailaan, kemaluan; kata yang kurang sopan; juga: mereka terhadap siapa orang merasa malu; manghailahon, malu akan; pailahon, memalukan orang, membuat malu; marhahaila, berperasaan malu; na so marhahaila, tak merasa malu.

Ilaila, daun bunga dimana bunga berada; juga daun dalam mana orang menampang tuak sebelum ia menetes ke dalam tabung yang tergantung di bawahnya.

Ilang, mangilang, memeras air dari tebu.

Ilas, mangilas, dengan perubahan tingkah laku menandakan bahwa orang akan segera mati; menyerbukan diri ke dalam sengsara; pangilason, perubahan tingkah laku yang mengherankan, tanda telah dekatnya maut; pangilasan, celaka yang dibuat sendiri; sintak sangilas, mati sekoyong-koyong msl karena kilat atau tembakan.

Ilat, ilat ni on, cacing yang keji (mungkin pendekan dari pilat).

Ili, pemilih, tidak senang dengan apapun msl seorang gadis yang tidak berkenan dengan seorang pemuda; miliili, suka memilih, tidak senang dengan suatu apapun.

Iligi, mangiligi = ligi, mangaligi, melihat, mengunjungi.

Ilik, cicak, kadal.

Iling, cenderung ke samping (bdk eleng); miling, menyenderung ke samping; juga: disimpangkan mengenai aliran air; pailing, mengalirkan air ke tali air lain.

Illa, marillailla, bersorak-sorai karena orang lain mendapat celaka; na boru illa, sanggapati na bolon, nama dewa yang memberi kemenangan. Illong, millongillong, berkilau-kilau, mengeluarkan cahaya dalam kegelapan msl mata kucing.

Ilop, milopilop, bersusah payah kerena pergi dengan tangan hampa.

Ilsop, milsopilsop, tumbuhan yang tidak dipelihara, mau mati.

Ilting, sangilting, sedikit sekali.

Ilu, air mata; marilu-ilu matana, dia tangis; tariluilu matana, ro ibana, idem.

Ilung = aek beu, getah bening.

Ima, maimaima, tunggu, menunggu, menanti; maimaimahon, menantikan seseorang atau sesuatu; paima, tunggu, sebagai kata depan: sampai mengenai waktu; paima masa gotilon, sampai panen.

Iman, mangiman, mengintai, mengamat-amati, memperhatikan secara diam-diam.

Imana, = ibana.

Imbabo, susu pendahulu sebelum susu biasa keluar, kolostrom.

Imbahoan, parimahoan, = partimbahoan, (bdk timbaho).

Imbalo, embalau, getah meang, yang dipakai untuk mengikatkan gagang pisau pada besinya.

Imbang, isteri kedua, madu, hanya isteri pertama memakai istilah ini; marimbang, bermadu; imbang ni goar, nama kedua, nama julukan; na marimbang goar, mempunyai nama ke dua, nama julukan.

Imbar, perbedaan, perubahan; ndang dia imbarna, tidak ada perbedaannya, serupa, sama; mimbar, berubah, menjadi lain; mimbarimbar, sering berubah; paimbarhon, mengubahkan; paimbarimbar rupa, paubauba tompa, menyamarkan dirinya, bersalin pakaian; sipaimbar, gambaran manusia yang diperbuat dari tanah dan dipasang pada suatu tempat agar begu berpikir bahwa gambaran itu adalah orang sakit itu; palaho sipaimbar, menempatkan gambar manusia (seperti disebut di atas).

Imbaru, baru; paimbaruhon, memperbaiki.

Imbo, sej monyet; marimboimbo jalang, luntang-lantung; P.B.: dapot imbo dibahen soarana, dapot ursa dibahen bogasna, imbo dapat karena suaranya, rusa dapat karena bekasnya.

Imbul, tarimbul, lih imbulu.

Imbulu, bulu pada tubuh, pada burung; marimbulu, berbulu; parimbulu bosi, pahlawan dalam dongeng Batak, yang berbulu besi; manindang imbulu, merinding bulu roma, ketakutan; na imbulu gaburon, bulu-bulu kulit bangkit, tidak letak, suatu tanda bahwa ada penyakit; tarimbul, tercabut bulu, mendapat malu.

Imbung, = mangibung, lih timbung.

Imbur, = simbur I.

Imburu, cemburu, lih iburu.Imong, marimongimong, berjalan cepat (bdk emong).

Imos, marimosimos, melarikan diri.

Impas, = timpas, lengkap; mangimpas, dalam keadaan lengkap.

Impi, lengkap terkumpul; paimpihon, mengumpulkan.

Impit, mangimpit, memelas-melas minta sampai dapat.

Impol, kepingin, kangen, tergiur; impol matana, ia kepingin (mida), tergiur, kangen sekali; impol ni mata, keinginan, dambaan; manghaimpolhon, mengingini sesuatu, mendambakan.

Impola, daging (lawan sop); juga: daging buah-buahan; huahuana di ahu, impolana di ibana, kuahnya buat aku, dagingnya buat engkau; hata na so marimpola, ucapan tak berisi, omong kosong

Impot, marimpotimpot, berada di kejauhan, tidak nampak lagi, jauh tak terjangkau; holom na marimpotimpot, gelap gulita, kegelapan yang luar biasa.

Imbung = imbung; mangimpung, melompat ke bawah, bdk timbung.

Impu, =impi; paimpuimpu, menghimpun, mengumpulkan.

Imput, bulu pada burung, bulu dan wol pada kulit binatang; marimput,mempunyai bulu, berbulu; P.B.: digulut ho do imput ni leangleang, ditumpul ho alogo, digomak ho do gubogubo, engkau rebut ekor burung walet, kau pancung angin, kau cengkram buih, artinya: kau kerjakan kesia-siaan.

Ina, ibu, saudara-saudara perempuan ibu juga disebut demikian, isteri pakcik dari pihak ibu, anak perempuan pakcik dari pihak ibu; inaina, perempuan-perempuan yang telah kawin; ina ni surat, ke-19 tanda tulisan Batak (Aksara Batak); ina ni tangan, ibu jari, jempol; ina ni hata, pokok pembicaraan; ina ni ulaon, yang terpenting pada pekerjaan; ina ni jambar, bagian daging yang terbesar; ina ni hau api, kotak korek api; marina, mempunyai ibu, beribu, berinduk; marinahon, beribukan, berindukkan; parinaan, sepasang binatang, ternak betina; masiparinaan, mencari isteri (kurang halus); painahon, ternak betina dipakai untuk dipelihara msl ayam, kerbau; siparinaon, setiap perempuan yang menurut adat harus dianggap sebagai ibu msl isteri pakcik (adik ayah); inang, = inong, o ibu; dan merupakan seruan tanda susah hati, keheran-heranan; inanginang, isteri-isterian; isteri (kurang halus); diparinanginang, diperlakukan seperti isterinya; inang tua, mak tua, isteri abang ayah; juga kakak ibu dan semua ibu dari marga yang dipanggil abang oleh ayah; si inaina, suami dibawah perintah isteri, pengecut.

Inang, lih ina.

Inda, atau lebih baik: nda: bukan? Dalam kalimat yang mengharapkan jawaban yang mengiakan, yang membenarkan, bukan?

Indada, tidak = ndada.

Indadong, ndang adong, tidak ada.

Indahan, nasi lih dahan; parindahanan, sumpit nasi, bakul tempat nasi.

Indang, I ndang, tidak; indang adong = indadong. II. indang, mangindangi, mau kembali lagi, kambuh penyakit; mangindangi isara, terpaksa menyesuaikan diri melalui kesusahan msl cuaca lain, menderita suasana baru.

Indap, = intap.

Indat, = intap, dalam, selama.

Indeon, ndeon, = (dari: indi on), ini dia, itu dia.

Indi, = ndi, lih ndi.

Indil tidak cukup, tidak berarti, msl sebidang tanah karena kurang luas, mengenai makanan; tingki na indil, waktu yang singkat sekali, seketika, sebentar.

Inding, minding, tukar tempat; mengalir mengenai air; dituangkan; mindinginding, bertukar-tukar tempat; painding, menuangkan, memindahkan benda cair dari satu bejana ke bejana lain.

Indit, mangindit, berdenyut mengenai pergelangan; dengan menambahkan air memeras minyak dari buah atau bunga msl pada buah kelapa. Indo, mindo, mengendap ke dalam air msl kopi; paindohon, mengendapkan.

Indora = andora, dada.

Indot, pohon kayu kecil yang daunnya berminyak, para perempuan melicinkan rambut mereka dengan minyak itu; dari kulitnya dibuat sej rami.

Induk, kepala, penghulu, majikan, pemimpin, atasan; induk somang, tuan, tuan rumah; induk ni parangan, panglima, komandan; marinduk, mempunyai kepala, penghulu, pemimpin; marinduk somang, mempunyai tuan, bertuan, hamba raja.

Indung, mangindung, menyembunyikan diri, bersembunyi.

Ingan, I. maringan, bermukim, berdiam, tinggal; mangingani, mendiami, menjaga msl seorang anak; mangingani jomur: mangingani boru ni tulang, bekerja pada dan menunggunya ‘boru ni tulang’ puteri saudara ibu; mangingani beangon, menemani seorang yang dipasung msl perempuan yang melarikan dirinya dari suaminya dan dipasung. Suaminya datang dan tinggal dekatnya; inganan, rumah, tempat, bak, tempat mengumpulkan sesuatu; maringanan, bertempat tinggal; hainganan, yang dapat didiami; juga: dapat dihuni; ulos pangingani, pemberian, yang diberikan parboru kepada menantu laki-laki kalau ia menjaga isterinya yang lari dan dipasung. Hal ini membuktikan bahwa wanita itu masih milik suaminya; kalau laki-laki itu tidak mau menerima ulos itu artinya: wanita itu harus kembali kepada parboru dan mas kawin harus dikembalikan; pangingan, pengunjung tetap msl seekor harimau yang tinggal di daerah tertentu. II ningan, tadi, waktu yang lewat; naingan on, baru-baru ini; na sai ingan, di jaman purbakala, dahulu, di masa silam.

Ingar, maringaringar, muncul dengan tenaga penuh; maringaringar ari, keadaan udara panas serta menusuk.

Inggal, I. maringgal, berjalan cepat sekali; manginggal, membujuk agar lari cepat msl seekor kuda. II. inggal, manja; hinggalanna, usia anak kecil mulai nakal: 4-6 tahun.

Inggir, inggiringgir, nama tumbuhan yang buahnya dipakai untuk membekukan susu.

Inggo, manginggo, bercerita sambil menyanyi yang dilakukan oleh orang menceritakan turiturian, berhikayat dengan menyanyi; manginggohon, menceritakan sesuatu dengan menyanyi.

Inggol, hau inggolan, sej pohon kayu yang kayunya keras dan kulitnya bertukar; Nainggolan, daerah di sebelah selatan Samosir dan nama marga; P.B.: tanja bulu, tanja nainggolan; na rahanan punu unang dohot mardongan, lebih baik tanpa anak daripada tanpa sahabat.

Inggu, ubat inggu, inggu, penangkal, roh-roh jahat.

Inggunginggung, pipa bambu yang menghubungi pengembus angin dengan api. Inggir, inggiringgir, sej tumbuhan.

Ingkal, mingkal, melompat-lompat berkeliling karena kegirangan.

Ingkat, maringkat, berjalan, lari, berlari, melompat.

Ingkau, laukpauk (sayur dan daging); ingkau rata, sayur hijau, sayur mayur yang segar; sialap ingkau, lidah.

Ingking, mangingking, menciut, mengerut karena kedinginan atau sudah tua.

Ingkon, harus, mesti, perlu; ndingkon, tidak diharuskan, tidak perlu; marhata ingkon, mengharuskan, memerintahkan, memaksa.

Ingol, maingol, na ingol, pekak, tuli; ingolingol badak, pekak seperti badak.

Ingor, mingor, pekak karena hiruk pikuk; sering dengan memakai kata pinggol, telinga; mingor pinggolhu, ributnya bikin pekak kupingku.

Ingot, marningot (diingot), mengingat sesuatu; ingot, ingat; paingot, pasingot, mengingatkan, menasehati; paingothon, pasingothon, mengingatkan, menasehatkan; hata sipaingot, ingatan, teguran; parningotan, ingatan, tanda mata tarsingot roha, tiba-tiba teringat akan sesuatu dengan rasa sayu; taringot tu, tentang, mengenai; manaringoti, memperingatkan sesuatu, menyinggung; tinaringotan, disinggung, diingatkan, disebut; taringotna, disebut sambil lalu; martaringot,disinggung, disebut; marnaingot, lebih sulit atau lebih gampang diingat sesuatu; kata sembunyi: membuang air besar.

Ingul, sej pohon.

Injak, manginjak, menginjak; tano hinainjahan, hinaonjolan, dalam doa resmi: tanah yang diinjak.

Injam, meminjam mengenai benda-benda yang harus dikembalikan lagi (marsali, meminjam benda-benda tetapi dalam bentuk lain dikembalikan msl berupa uang; manginjam, idem; amang na niinjam, dikatakan oleh seseorang janda terhadap suaminya bila ia cepat menjanda; manginjam tongam sian babiat, mulia seperti harimau; painjamhon, meminjamkan (tu).

Ino, marinohon, melihat, diberitahukan; diparinohon Debata ma tu ho pambahenanmi, Tuhan akan memperlihatkan kepadamu, artinya semoga engkau merasai dendamnya.

Inong = inang, lih ina; manginongi, lih juga disana.

Insa, begitu dikatakan orang yang menerima teka-teki sebagai jawaban huling-hulingansa juga ansa.

Insak, manginsahi, mengolok-olok, mencela, menghina, melecehkan, mencerca, mencibiri; insakinsak, cibiran, pelecehan, ejekan, olok-olok; panginsahion, pencibiran, pelecehan.

Insan, parinsan ni bulan, bulan purnama. Insir, manginsir, melata, merayap, menjalar, merambat; mangisiri, secara diam-diam menyelinap.

Insop, manginsop, menjelajahi rumah kerabat untuk mendapatkan makanan.

Insor, sej ikan sungai kecil.

Insua, manginsua, tinggal di rumah orang lain, karena tidak berdikari; sebagai orang luar tinggal bersama famili, menumpang di rumah orang lain; panginsua, orang dagang, orang asing, orang luar, penumpang; panginsuaon, penumpangan.

Intan, mata intan, permata, manikam; marmataintan manghaliangi ugasan ni dongan, mengingini.

Intap, = sintap, hingga, sebatas, paling banyak, sampai mengenai ruang, tempat dan waktu; intap ni on, sampai disini, sebatas ini.

Intar, susu yang dimuntahkan kembali oleh bayi; mintar, memuntahkan susu.

Intas, mangintas, mengusahakan sesuatu dengan gembira, bergairah.

Inte, I painte, = paima, tunggu, harap. II. mangintehon, melihat sesuatu; intehon ma tu pudi, perhatikanlah ke belakang; intean panuluhan songon nidok ni sibaso, akhirnyalah akan membenarkan mereka seperti dikatakan sibaso; intean, juga: alatan.

Intop, mintop, padam mengenai api dan cahaya; mangintopi, memadamkan sesuatu; intop, dihabiskan, habis; paintop, menghabiskan msl uang.

Inu, I, painuinuhon, memelihara, menyayangi, disimpan baik-baik msl peralatan, ternak. II. inuan, sesuatu yang serupa, persamaan, perbandingan; diparinuanhon, memperbandingkan, persamakan; diparinuanhon ho na so hombar, engkau persamakan apa yang tidak sama.

Inum, minum, manginum, minum; minum aek, minum air; mangan minum, makan dan minum; inumon, minuman; siinumon, dapat diminum; aek inumon, air minum; painum (dipainum), meminumkan, menyuruh minum; painumhon, memberikan minum kepada seseorang; panginuman, piala, cangkir, tempat minum; parminum, peminum, pemabuk; parminumon, hal minum; aek na niinum, urine, air kencing, air kemih.

Ioga, maioga, mengucapkan mantera dalam hal mana datu memakai lembing dan pedang untuk mengusir begu; mangiogai, mengancam begu dengan mantera, lih juga oga.

Ioho, wahai! seruan mengaduh dan juga bersorak; marioho, berseru dengan kata ‘ioho’, berwahai.

Iok, boru pangiohiok, = boru na mora, lih boru.

Ipa, mangipa, menunggu sambil mengharapkan sesuatu, melihat dengan tajam msl seekor anjing menunggu makanannya, atau mengenai ikan yang melihat-lihat buah-buahan tergantung di atas permukaan air; paipahon, menyerahkan sesuatu untuk dijaga.

Ipahon, pakan (tenun).

Ipar, seberang, tepi; di ipar ni, di seberang dari; di ipar, di seberang; Sianipar, nama marga; taripar, menyeberang, pergi keseberang; mangipari, menyeberangi; manariparhon, menyeberangkan; hatariparan, dapat diseberangi, tempat untuk menyeberangi; paripar, nyanyian bergilir dalam mana dua orang balas membalas dengan nyanyian senda gurau, yang pertama memulai: pege sangharimpang, halas sahadanghadangan, tole marende ta-ripar, nanget masiajarajaran,jahe serumpun, lengkuas setengtengan, mari bernyanyi keluar, pelan saling belajar; pariparipar, berhadapan; iparipar, = jambar ni bagas, tempat antara perapian dan dinding rumah Batak tradisional; baoa sipatariparon, seorang laki-laki yang harus ditolong menyeberangi sungai, artinya: perangai, sifat yang tidak dapat menolong diri sendiri, orang yang tidak mandiri.

Ipe, = i pe, I. baru ini, baru saja; i pe ibana laho, baru saja ia pergi. II. maka itu.

Ipi, mimpi; mangipi, marnipi, bermimpi; nipi, mimpi, impian; nipi simarnipinipi, mimpi yang tidak mempunyai arti; so huipi i, saya tidak dapat memimpikan itu, itu saya tidak harapkan; na so ipion ni na modom, yang tak akan diimpikan orang tidur; kemiskinan; marnipinipi, memimpikan sesuatu yang dikerjakan di hari siang; juga: berkata-kata sewaktu bermimpi; mangipiipihon (niipiipihon), dengan sesuatu mimpi menentukan sesuatu; manipi, bermimpi tentang sesuatu; parnipian, tempat tidur, tempat dimana orang bermimpi; parnipinipian, cincin yang diletakkan seorang gadis di bawah bantalnya dan cincin mana diperolehnya dari seorang pemuda, untuk dimimpikan atau hubungan mereka itu mendapat kebahagiaan; ndang na jinorot ni nipi, perolehan yang tak dibayangkan sebelumnya; baoa siparnipi, tukang mimpi.

Ipit, bagian mulut alat tiup; ipitipit, bagian mulut, yang dipakai anak-anak untuk bermain-main.

Ipon, gigi seri, dan pada umumnya: gigi; ipon ni hudali, gigi besi pacul Batak; mangiponi hudali, membuat gigi besi hudali; iponipon ni lage, tepi tikar jerami yang dipotong-potong.

Ipos, lipas; iposipos, parut, bopeng, burik, bekas luka; maripos ngolu, bekas luka yang masih hidup.

Ipu, ipuh, racun, bisa yang dipakai untuk membuat anak sumpitan berbisa.

Ipul, kepul, uap yang keluar dari benda panas (badan, nasi dsb); sipangan ipul, gandrung atau suka akan kabar angin.

Ira, mangiraira, mengamat-amati dengan tajam, mengikuti msl pencuri yang melihat-lihat sesuatu yang dia mau mengambil. Iran, I. mangiran, mengintai binatang, memburu binatang; pangiran, pemburu; pangiranan, ladang, tanah, rawan. II. suatu benda dimana benang digulung bersilang; mangiranhon bonang, menggulung benang pada alat pertenunan.

Irang, mangirangi, mencampuri dirinya dalam sesuatu; unang irangirangi, jangan engkau campuri itu.

Irdit, = tuit.

Irdong, mirdong, = mordong, pening, pusing kepala.

Irdop, = hirdop; mirdopirdop matana, mengejap mengenai mata.

Irgis, = tanggiling, tenggiling; irgis do ho, cacian, tenggiling engkau; mangirgis, memecah belah.

Irik, I. mangirikirik, meminta, memohon. II. pairikirik, berturut-turut.

Iring, mangiring, menuntun seseorang dengan menyuruh dia berjalan di muka untuk melindunginya; mangiring horbo, menghalau kerbau ke muka; pangiringiring, pelindung, ucapan selamat: sarimatua hita jala pairingiring pahompu, semoga kita lanjut usia dan mendapat banyak cucu; iringiringon, (dari seorang anak) sudah begitu besar bahwa ia dapat menghantar adiknya ke tempat mandi.

Iris, mangiris, iris, mengiris; sangiris, sepotong kecil; hurang sangiris so sabalanga, kurang sedikit supaya mencukupi.

Irisanna, Timur laut.

Irjak, mirjakirjak, melompat-lompat karena kegembiraan, kegirangan.

Irput, mairput, merasa sangat malu; mairput panailina, dia merasa malu; na so mairput, dia, yang tidak malu.

Iru, hairuan, = harugian.

Irun, mangiruni dalidali, mencabut kacang.

Is, urine (kurang halus).

Isaisa, begu yang jahat; sej burung kecil mirip amporik.

Isang, I. isangisang, rahang bawah, dagu; isang ni bonang, tempat berbonggal-bonggal pada benang; martungkol isang, duduk bertopang dagu; mangisang, melihat sesuatu sedang dagu diletakkan di sesuatu. II. tarisang, tidak kena pukulan; songon baliung na tarisang, sebagai kapak yang tidak kena sasarannya, sangat kecewa.

Isap, isap; marisap, merokok; mangisap, merokok sesuatu; parisapan, apa yang dirokok msl sigaret, tembakau.

Isara, cara, sifat asli, perangai; ndang taranju ahu isaram, saya tidak bisa membiarkan caramu; isara di, seperti halnya pada; isara di horbo, seperti halnya pada kerbau; mura galak rohana isara ni rabuk, hatinya gampang marah seperti pada mesiu; jolo marbunga asa marparbue isara di suansuanan, lebih dahulu berbunga baru menghasilkan seperti halnya pada tanam-tanaman.

Isarat, ubat isarat, memakai obat tanpa mantera, tanpa resep dokter.

Ise, kata pengantar tanya: siapa? manang ise, siapa, dalam pertanyaan tidak langsung; ise goarmu? siapa namamu? isem, bagaimana pertaliannya dengan kau? iseiseon di si anu, menanyakan seseorang; pangiseon langkahku, ditanya orang apa maksudku, begitulah kata seseorang pencuri sewaktu ia di tengan jalan ditanyai kawan-kawannya.

Isi, isi, penduduk, penghuni; aha isina? apa isinya? marisi, berisi, mengandung, muat; marisi aek, berisi air;mangisi, mengisi; mangisi bodil, mengisi senapang; pangisi, penduduk, penghuni; isian, tong, bejana, tempat menyimpan.

Isin, = idsin, izin.

Isir, misir, berdiri dan pergi; mangisir, memerintahkan pergi; paisir, menjauhkan.

Isok, sej penyakit dada; isihon, menderita ‘isok’; siadu hoda ho na eangon, pangarima ho na isohon, engkau yang berpenyakit kaki, engkau mau mengejar kuda, engkau yang berpenyakit dada, mau menggali rawan artinya: engkau lebih banyak mengerjakan daripada engkau sanggupi.

Isu, isuisu, sej burung yang berdiam di pasir, di sungai.

Isuang, (mungkin dari: e seangna i = e magopona i, percuma) seruan mengenai derita: wah! aduh! oh! marisuang, berseru: aduh!
Isuisu, sej burung yang berdiam di pasir, di sungai.

Isuk, gusi yang bengkak dan bernanah; isuhon, menderita penyakit isuk.

Ita, kita; itabahen, kita buat.

Itak, tepung beras; mangitak, membuat tepung yaitu menumbuk beras.

Itenang, = atena, seperti ia mau, tidak persoalan untukku, bagiku adalah sama, biarlah.

Iting, miting, membuang air besar, berak.

Itit, clitoris, belentit.

Ito, vakatif dari iboto.

Itok, sej ikan di sawah; songon bubuon itok, seperti menangkap itok dengan bubu; bila masuk seekor, semua ikan lain

mengikuti dia; artinya: orang-orang yang baik tetapi sedikit bodoh, gampang masuk perangkap; itokitok, penyakit perut dimana gatal perut seperti ada itokitok di dalamnya.

Itom, warna biru nila, biru tua, hitam dibuat dari team atau salaon; mangitomi, dibuat berwarna biru tua; mangitom udan, warna langit menjadi hitam, pertanda hujan akan datang; maritomitom, berwarna biru tua msl laut.

Itu, maitu, berganti gigi mengenai orang dan binatang, rontok mengenai gigi; maitu ipon mangangkupi si anu, tanggal giginya kalau ia berbicara dengan si anu, artinya: ia menjemukan.

Iu, ikan hiu.

Iup, mangiup, meniup, mengembus.

Izin = idsin, isin; surat isin, surat izin.

 J

Ja, I. singkatan raja di muka nama-nama msl ja mangaris. II. mauja, berbicara (mungkin dari kata dasar: ujar).

Jaba, jabajaba, tali yang dimasukkan ke dalam hidung kerbau yang dilubangi dan dibuat pada tanduknya; manjabajabai, melilitkan tali itu pada kerbau seperti itu; marjabajaba, memakai tali seperti itu.

Jabang, marjabangjabang, cepat mengalir mengenai air dan darah.

Jabat, tang, sepit pada binatang; manjabat, mencabut; jabatan, pekerjaan, kerja.

Jabijabi, juga: jabijabi aek, pohon beringin, pohon besar berakar bergantung.

Jabiajabia, sej burung; juga: tukang ngadu, pemberi tahu, penghelat.

Jabu, rumah; jabujabu, rumah kecil sebagai main-mainan a-nak-anak; dongan sajabu, kawan serumah; piga hamu sajabu, berapa orang kalian serumah; marjabu, mempunyai rumah, mendiami rumah, berumah; bagian-bagian rumah Batak: jabu bona, bagian belakang sebelah kanan, tempat yang terhormat; jabu sahat, kiri depan, tempat yang terhormat kedua; soding jolo, kanan depan; soding pudi, sebelah kiri belakang; jambur, tepat antara tempat api dan dinding; hosa ni ruma, garis pertemuan jabu bona dan soding pudi; pandiloan, jendela kecil pada dinding; bolat talaga, sambungan hosa ni ruma dan tangga. Jabung, marah, garang.

Jabut, bulu kulit di atas dada; sabut dalam buah pitola atau sabut pada kulit harambir (= sabut).

Jadi, manjadi, jadi, menjadi, terbentuk, berhasil, berwujud; manjadihon, menjadikan, membuat, mencipta; tarjadihon, idem; jadijadian, benda-benda yang dibuat dengan tangan, barang seni, buatan, ciptaan; pajadijadi hata, menyebarkan kabar angin. II. jadi, boleh, diperbolehkan, dapat; jadi ma tutu, itu baik; ndang jadi, tidak diperbolehkan, tidak dapat, jangan. III. jadi, dan, sehingga, menyambung dan juga mengantar kalimat-kalimat; ja-di adong ma sada halak, maka, adalah seorang.

Jae, I. hilir (lawan: julu); jaean, daerah yang letaknya ke arah hilir; pahae, nama wilayah (daerah itu letak ke arah hilir); aek pahae, linta pahulu, air ke hilir, lintah kehulu; tu julu dapot bubu, tu jae dapot tanggal, kehilir kena pukat, ke hulu kena bubu. II. manjae, mandiri, otonom, menyendiri, mengurus rumahtangga sendiri, berdiri-sendiri, berdikari; pajaehon, memandirikan anak baru kawin. III. jae ma i, = nata, sudah bagus, saya akan mengingatnya, oke.

Jaga, manjaga, menjaga, mengawasi; jumaga, idem; marjaga, berjaga; jaga dirim, jaga dirimu; jaga, waspada; jagaon, hal-hal yang harus dijaga; parjaga, penjaga; manjagai, menjagai, marjagajaga, berjaga-jaga, dilindungi oleh seorang penjaga; juga dukun yang mengusir hantu-hantu; jagalumpat (juga gajalumpat), gerobak sorong, menara kayu yang dipakai mengintai atau melompati benteng kampung musuh.

Jagal, daging yang disembelih dan dijual pada umumnya; barang dagangan; marjagal, menjual daging, berdagang.

Jagar, indah, tampan, bagus, elok, dihiasi, penuh hiasan, apik, tertata bagus, bersemarak; sipajagarjagar, hiasan, penyemarak; jagarjagar, hias kepala, hiasan; pajagarhon, menghiasi, memperindah; pajagarhon hata, menghiasi kata-kata; jagarna di hunik, hus-husna di baoang, terlihat cantik macam kunyit, tercium harum kayak bawang, begitu dikatakan bila orang yang membuat sesuatu yang sederhana, yang telah dihiasi msl makanan; sijagaron, = gading (And).

Jagir, manjagiri, menyisir rambut.

Jagit, manjagit, = manjalo (Angk).

Jagoa, sijagoa, = sijaga sijagoa, jari manis.

Jagung, jagong; sataon jagung, satu tahun jagung, yaitu tiga bulan.

Jagur, keriting (rambut).

Jaha, manjaha, = jumaha, membaca; jumahai, banyak membaca; pajahajaha, sering membaca; pajahajaha ni roha, terka, sangkaan; jahajaha ni parmanuhon, membaca ayam, membaca ramalan; parjahajaha di bibir, parpustaha di tolonan, orang yang gampang menjawab seolah-olah ia membaca isi hati, seolah-olah berkata-kata berada dalam kerongkongan seperti buku, sangat fasih berbicara.

Jahat, jahat, keji, juga: jat; hajahaton, kejahatan, kekejian; parjahat,penjahat; manjahati, membuat kejahatan terhadap orang; sibahen na jahat, penjahat; jahatna i, jahat kali dia.

Jahur, salah, keliru, yang membuat orang heran mengenai kata-kata.

Jahut, manjahuti, mendahului, memotong bicara, mendahului bicara orang; manjahutjahut, mendorongkan diri ke muka, mau mengungguli orang dalam pangkat.

Jail, manjail, menyampakkan jerat untuk menangkap sesuatu, mengikat orang dengan jerat; jailan, diikat dengan jerat.

Jais, kurang ajar, tidak tahu adat, kasar, tidak tahu malu; jais marpangalaho, berlaku kasar, kurang ajar, congkak; jais mangkuling, kasar dalam perkataan, kurang ajar, bicara sesumbar; jais marabit, berpakaian tidak senonoh; jais mangalangka, berjalan angkuh.

Jait,I. jahit; manjait, menjahit; tukang panjait, tukang jahit; roda panjait, mesin jahit. II. jait, rantai dari kuningan pada mana raja membawa tas.

Jaitjaiot, marjaitjaiotan, ku-sut, ruwet. Jajajaja, menggalakkan, mengajak (= juju) msl seekor anjing; pajajahon, menggalakkan atau mengasut orang atau anjing agar memburu.

Jajang, manjajang, menyokong seseorang dengan kata-kata dan uang.

Jajap, dahan yang bengkok; manjajap, menarik jalur di ladang dengan pacul melawan tikus (jalur disebut bontis).

Jajo, marjajo, keluar menjadi pekerjaan.

Jakjak, = gakgak, tegak berdiri mengenai bulir padi dan bunga; panjakjak, membawa secara tegak lurus.

Jala, I. jala; manjala, menangkap ikan dengan jala; panjala, perbuatan menangkap ikan dengan jala; manjalajalai, mengikat dengan banyak tali. II. dan sebagai kata penghubung: sambil, dan juga, lagi pula.

Jalak, manjalahi, mencari; jalakjalak, cari-carian, sibuk dengan mencari. II. sej pohon kayu berdaun seperti jari-jari.

Jalang, I. pergi merantau, bertualang, menjadi liar mengenai binatang, tanpa tujuan tertentu mengembara ke negeri asing mengenai pemuda; laho jalang, pergi mengembara, merantau; parjalangan, negeri asing, daerah asing dimana orang mengembara, perantauan; horbo jalang, kerbau liar; boruboru sibabi jalang, sundal, pelacur; anak bodil jalang, peluru yang tersesat, nyasar; dipajalang horbo, dibiarkan kerbau berkeliaran daripada digembalakan; jalangan, padang rumput, tempat ternak makan rumput. II. manjalang, menyalam, berjabat tangan sebagai salam atau sebagai tanda berdamai.

Jalapjap, manjalapjap, menelan sewaktu makan, makan dengan lahap.

Jaljal, manjaljal, mencincang daging; manjaljal hata, mempersiapkan secara konkrit sampai ke detailnya.

Jalengjeng, bengkak, tipu daya.

Jalihot, marjalihotan, pajalihot, berbelit-belit mengenai sulur-suluran.

Jalimut, masijalimutan, kusut mengenai benang, kusut masai.

Jalin, manjalin, jalin, menjalin, terlilit, kena lilit; panjalinan, hal mengikat kayu atau pipa, penjalinan; sajalinan, selapisan jerami untuk mengatap, sejalinan; sijalinon = bubu (And).

Jaliot, marjaliotan, belitan, berbelit-belit mengenai sulur-suluran, kusut.

Jalo, I. manjalo, menerima, mendapat, menyambut; manjalojalo, memungut sesuatu; manjalo matangkup, menerima sesuatu dengan gembira, dengan dua tangan, senang sekali menerimanya; masijaloan roha, saling mencintai, cocok satu sama lain, saling mengerti, saling toleran; jalo suhat, seperempat bagian rumah, muka sebelah kiri; II. jalojalo, cepat, segera, langsung, tanpa menunggu, tidak berselang.

Jalop, ndang hajalopan, tidak terjawab, tak teratasi.

Jaluju, manjaluju, menguntak suatu pekerjaan membuat jala.

Jaluk, kiri; sijaluk, orang yang kidal; jaluk, canggung dalam arti kiasannya, apa yang berlawanan dengan keadaan biasa atau alam, salah, berbelit-belit; jaluk ni rohangku, salah menurut pendapatku, tidak tepat.

Jama, jamah; manjama, menyentuh, menjamah, memegang (mengenai pekerjaan); juga: jumama, idem; panjama, perkakas; sijamaon, pekerjaan; na soada jamaon, yang tidak bisa menjamah apa-apa, miskin, tidak punya apa-apa.

Jambak, rambut yang dipangkas istimewa; manjambak, memangkas, menggunting rambut.

Jambala, bdk bala I.

Jamban, jamban, WC, kakus; marjamban, pergi ke WC.

Jambang, I. besar dan melebar mengenai telinga; jambang ni raut, bagian yang melintang pada sarung pisau; jumambang-jambang, memutar dengan telinga atau memukul mengenai binatang. II. keris.

Jambar,bagian, pembagian yang seorang berhak menerima menurut adat; marjambar, mendapat bagian, dapat jatah; parjambaran, penjatahan bagian daging binatang sembelihan yang berhak diterima seseorang; manjambari, membagi dalam bagian-bagian, menjatah.

Jambatan, jembatan (kata asli untuk jembatan: hite).

Jambe, tergantung-gantung mengenai ranting kayu, ekor ayam jantan; manjambe, bergantung rendah; jumambejambe, tergantung-gantung rendah mengenai rambut; sijambe jalang, hantu jahat (begu) yang bisa dikirim oleh dukun membawa penyakit atau perlawanan.

Jambet, tertangkap dalam jerat, terjerat.

Jambu, jambu.

Jambuang, marjambuang, tumbuh dengan subur mengenai tumbuhan.

Jambulan, jambul di dahi, pemuda perlente.

Jambur, I. kampung di pantai; jambur ni gadu, tanah di pematang yang selalu digenangi air. II. tempat antara tempat masuk dan dinding rumah Batak.

Jambut, bulu (anjing, kuda; juga pada tongkol jagung); manjambutjambut, menarik, menyeret seseorang dengan memegang rambutnya.

Jamita, berita, ceritera, khotbah; marjamita, manjamita, berceritera, berkhotbah; manjamitai, menceritakan sesuatu, berkhotbah untuk seseorang; manjamitahon, memberitahukan, menceriterakan sesuatu; parjamitaon, hal mengenai khotbah, perkhotbahan; parjamitaan, mimbar, podium. Jamjam, = laga.

Jamore, manjamorehon, mengakali, mencuri.

Jamot, berhati-hati, waspada, menjaga, memperhatikan; bdk ramot; hajamotan, kewaspadaan; jamot dibahen, utuh dijaganya, dia anggap itu berharga.

Jampal, manjampal, makan rumput di padang rumput; jampalan, padang rumput; jampal = hatoban (= sijampal duhut).

Jampang, anting-anting dari emas.

Jampar, jumampar = mampar.

Jampi, I. tebal, keras, padat mengenai lumpur; manjampi tano, membentuk tanah menjadi tembok, membendung. II. manjampi obat, = manabasi.

Jampor, jamporon, tersesat, tidak nampak jalan waktu malam, tersesat di jalan gelap, linglung.

Jampurut, = hatoban (Angk).

Jandela, jendela.

Jang, manjanghon, menerima, menyambut menampung; panjanghon, penyambutan, penerimaan; beha panjanghononta di ibana? bagaimana kita akan menyambut dia?

Jangak, manjangak, mencuri, merampok, menyamun; panjangahan, tempat pencuri, perampok, penyamun, tempat dimana orang dirampok; pajangakjangak, duduk bermalas-malas. Jangan, na so hajanganan, = na so haunangon, tidak mau dilarang.

Jangatan, = jabatan, tugas, pekerjaan, usaha.

Jangga, = haleon, bala kelaparan.

Janggaleman, sej tanaman yang merambat yang buahnya besar dan merah.

Janggapuri, janggapuri matutung, begu (hantu) yang menyebabkan bala kelaparan atau kekeringan; ranggapuru matutung, idem.

Janggar, I. ukiran pada kepala pandingdingan, perhiasan kepala. II. janggarjanggar, duri.

Janggejangge, terurai mengenai rambut.

Janggele, manjanggelehon utang, tidak membayar utang dengan cara selalu menunda-nunda pembayaran (bdk gele).

Janggiling, janggilingon, kurus karena penyakit atau kutu; babi na janggilingon, babi yang berkutu; masijanggilingon, saling bertahan pada pertempuran, perlawanan.

Jangging, manjangginghon, mengikat.

Janggut, janggut; janggut ni jabu, = tali janggut, tali pengikat urur atap pada tomboman; marjanggut, jangguton, berjanggut.

Jangin, janginon, kurus dan berambut panjang. Jangka, tempat mesiu dari tabung bambu yang kecil dalam mana dimasukkan mesiu cukup untuk satu tembakan.

Jangkang, keras, tetap, keras dalam hal menolak; na jangkang na juara, seorang yang tidak mau diperintah, tiada terlawan; mandapothon tuan na jangkang na juara, kepada tuan yang mulia.

Jangking, manjangking, membuat muatan di punggung dengan mengikatnya pada kepala.

Jangkit, manjangkit, memanjat mengenai tanaman, orang dan binatang; panjangkitan, panjatan, sepotong kayu pada mana sebuah tumbuhan memanjat; patujangkit, memanjat-manjat mengenai monyet.

Jangko, lingkaran, garis petunjuk, pedoman; marjangko, mempunyai waktu yang tetap dan teratur.

Jangkoal, marjangkoalan, berguling-guling karena sakit atau kebiasaan yang buruk msl karena penyakit cacing.

Jango, rahang bawah (berbentuk segitiga); tungkol jango, tunggul yang miring; partungkol jango na dosdos, segitiga yang sudutnya sama besarnya.

Janji, waktu, saat yang dijanjikan, perjanjian; parjanjian, perjanjian, persekutuan; parjanjian lama, perjanjian lama; parjanjian na imbaru, perjanjian baru; marjanji, berjanji, mempunyai perjanjian; manjanji, menentukan, menetapkan; di janji ari, menentukan hari; ari na jinanji, hari yang dijanjikan; janji rompu, orang yang berutang, yang tidak boleh meninggalkan kampungnya atas perintah yang menuntut utang; Janji Raja, Janji Maria, Janji Matogu, nama daerah di tanah Batak; janji tu….., bersahabat dengan.

Jantan, jantan, binatang jantan, penanda kelamin; marjantan, kawin, bersetubuh; urat jantan, akar tunggang.

Jantar, = poting, tabung bambu yang besar; P.B.: magopo tuak sajantar dibahen ijuk sada, siasia tuak sekendi, garagara serambut ijuk.

Janto, jarak, jauh.

Jaoat, = jahat, mengenai ramalan yang buruk; ari jaoat, hari sial.

Jaol, = andul, luas, jauh daripada, (lebih besar, lebih kuat).

Jaor, jaorjaoran, tidak tetap.

Japan, Jepang.

Japjap, manjapjap, makan dengan cepat, menghantam makanan, makan dengan lahap.

Jarajara, binatang mudah yang belum dapat dipersetubuhkan.

Jarak, pohon jarak.

Jarakjuruk, tak sama panjang; marjarak juruk, tidak teratur, serampangan, tidak rapi.

Jaramanggun, alat menyerang tembok kampung musuh.

Jarame, sej anjing. Jarangjang, tiada teratur, berantakan, berserak.

Jarango, burukburuk ni jarango, seorang turunan yang miskin dari keluarga kaya, yang masih ditolong oleh familinya kaya itu.

Jarar, = jirir, manjarar, menjalar mengenai tanaman, menambah besar mengenai hutang.

Jarbang, = jarmang.

Jarbe, jarbejarbe, bergantungan ke bawah, bdk harbe.

Jarga, manjargai, membagi, menimbang berapa yang diterima masing-masing.

Jarijari, jari tangan, jari kaki; jarijari ni tangan, jari tangan; jarijari ni pat, jari kaki.

Jarin, jerat untuk menangkap ayam; nunga jarin patna, kakinya sudah kena jerat.

Jaring, jaring untuk menangkap binatang msl burung; manjaring, menjaring, menangkap dan mengusir binatang ke dalam jaring.

Jaringjaring, puncak gunung.

Jaringkat, sej rumput; P.B: sada jaringkat do hamu sada jarongkat, parsanggul jabijabi, sada parbongkas do hamu sada parbongkot, na rap partahitahi, kalian berdua adalah sama bersalah.

Jarir, getah haminjon, kemenyan.

Jarmang, kampak penebang kayu. Jarojak, pasak, kayu atau bambu yang dipancangkan ke tanah untuk memperkuat bendungan; manjarojak, memancangkan kayu-kayu seperti itu; pinggan jarojak, piring yang bergambar seperti jarojak.

Jarojo, = hojor, kurang berhati-hatimengenai perkataan/pembicaraan.

Jarongjong, tiada teratur, tidak beraturan, suarsuair.

Jarorap, jumarorap tidak beraturan, campur baur letaknya.

Jaru, manjarujaru, menaksir, menimbang, memeriksa; ndang tarjarujaru rohana, hatinya tidak tertaksir, tak terselami isi hatinya.

Jarum, jarum; manjarum, menjahit; pajarumhon, menjahitkan; panjarum, benang; panjaruman, penjaruman, jahitan; parjaruman, tempat penjahitan, keranjang jahit-jahitan; pinggol ni jarum, mata jarum; tungkang panjarum, tukang jahit, penjahit; sitangko jarum, sej burung.

Jarumamis, (dari: jari mamis), jari mamis.

Jarumbun, terpadu, tertutup.

Jarumjam, jumarumjam, makan dengan bunyi keras mengenai banyak orang.

Jarumut, jarumutan, suram, berkerut-kerut mengenai muka yang marah, cemberut, muka asam.

Jarunjung, (bdk jungjung), jambul helem, hiasan kepala pengantin; tintin pinarjarungjung, tintin simarjarungjung, cincin jari-jari pakai hiasan relief.

Jat, I. = jahat, jahat, jelek. II. jat, sej penyakit kulit, ruam pada kulit; jaton, berpenyakit seperti itu.

Jata, manjata, merentangkan diri, mengulurkan tangan untuk menjamah sesuatu; sinjata, senjata (bdk sinjata).

Jati, jati, sej pohon dengan kayu keras; berkuasa, mulia, besar.

Jau, yang non-Batak; halak jau, orang bukan bangsa Batak; hata jau, bahasa asing; unte jau, sej jeruk; duhut jau, = baubau, tumbuhan yang berbau busuk yang daunnya bersama kapur dipakai sebagai obat sakit kepala; tu parajauan, = tu pargadisan.

Jaung, jagung.

Jaur, tidak kena sasaran, meleset, ngaur; jauran, batang besi jala; gala jauran, idem.

Jawa, jawa.

Jea, bala, celaka, untung malang, malapetaka (lawan tua); ari do tua, ari do jea, untung dan celaka silih berganti; jeana i, sialan; jea pulas, celaka besar, amat sial; marjea, terkutuk, mendapat celaka, bernasib sial; pajeajea, menyerukan “oh” mengenai seseorang, menyebut dia celaka, sial; anak jea, anak sial.

Jeat, miring, tidak horisontal, bdk beat.Jebe, = jomba.

Jebu, bertambah, bertambah hebat mengenai pertempuran.

Jegak, saong jegak, payung dari alang-alang dianyam dan dapat digulung.

Jege, manjegehon, menjual dengan berbagai-bagai cara; parjegena, caranya berdagang, berniaga.

Jeges, indah, apik, bagus, rapi, manis, elok, cantik; jegesna i, bagus sekali; pajegeshon, membaguskan, memperindah, merapikan; hajegeson, kebagusan, keelokan, daya tarik, kerapian, keindahan.

Jehe, manjehei, berlaku tak setia kepada seseorang, mengkhianati; manjehehon, idem; parjehe, pengkhianat; panjehehon, perbuatan mengkhianat; jehejehe, khianat, perbuatan yang tidak setia.

Jehet, lekat-lekat, bergumpal mengenai tanah yang sulit dikerjakan.

Jeja, humajeja, berjalan cepat, berlari-lari.

Jejep, baik mengenai peringatan.

Jekjek, nakal, kurang ajar, tidak sopan.

Jeljel, manjeljel, mengentak-entak, berjalan cepat mengenai kuda.

Jeleng, manjeleng, menggulingkan, meletakkan di sisi, memalingkan. Jelge, kurang ajar, tidak suka akan.

Jelhet, kayu yang tidak dapat lagi dibelah karena sudah terlalu lama terletak.

Jelok, I. sej labu; songon andor ni jelok do hepeng maranak, duit itu bagai rambatan labu beranak pinak. II. jelok, = mura.

Jembar, marjembar, bergegar mengenai langkah (berjalan).

Jemjem, manjemjem, merayu, membujuk untuk memperoleh sesuatu.

Jempek, juga jompok, pendek; pajempek, memendekkan; marnajempek, tidak sama pendek, tak seragam pendeknya.

Jempul, = jepol, malu.

Jemut, sembunyi (bdk hemut).

Jenang, peti yang berukir berwarna belang.

Jene, marjenejene, koyak sama sekali; manjenejene goar, memburuk-burukkan, mencela nama orang, bergunjing-gunjing.

Jengjeng, = jingjing.

Jengeng, bandel, suka berbantah-bantah, suka bertengkar, suka berkelahi.

Jenggajengga, buah pinasa yang kecil.

Jenggal, marjenggaljenggal, bungkuk.

Jenggar, jenggarjenggar, menjulur mengenai atap rumah. Jenggeng, membungkuk ke belakang mengenai punggung.

Jengger, manjengger, memandang dengan tajam.

Jenggong, alat musik menyerupai sagasaga tetapi dari besi, alat ini ditarok di muka mulut dengan mengembusnya lidah gemetar, keluar bunyi dan sekaligus ditarik talinya.

Jengkar, kekar, tampan, bagus, cantik, manis; manjengkari, berlaku sebagai pesolek.

Jengkat, marsijengkat, agak pincang.

Jengkel, menjengkelkan, suka melawan, nakal, sombong mengenai anak-anak; jengkelna do i, ia berlaku begitu karena kenakalan, kesombongan; hajengkelon, kesombongan, kenakalan, kecongkakan, kecengkelan.

Jepjep, manjepjep, mengisap, mencernakan.

Jepol, tarjepol, malu, merasa malu sekali (bdk: tarjimput).

Jepjep, mengisap, mencernakan.

Jerbeng, jerbeng matana, juling.

Jerjer, bergeser, tergesa-gesa: seorang yang gampang mencuri.

Jerer, jalan miring, menurun (= erer); jerer ni jea ni halak siparjahat, ah, betapa jahatnya orang itu.

Jeret, = joro.

Jetun, jaitun. Jia, seruan kepada kuda atau kerbau: berhenti! manjiajiai, memperhentikan; ndang hajiahajiaan ho jolmam? tidak bisakah engkau menenteramkan isterimu?

Jial, cetusan api dalam abu; marjialjial, bercetusan mengenai cetusan api, bunga api beterbangan.

Jilat = dilat.

Jilik, = tilik.

Jilok, sej kayu yang keras.

Jim, berharga, berguna, bermanfaat; ndang marjim, tidak berharga, loyo; ndang marjim be ahu diida ho, saya tidak berguna lagi untukmu.

Jimat, manjimat, menenteramkan hati, menetapkan hati msl mengenai menantu perempuan atau budak.

Jimbolang, penyakit takut seperti ketakutan orang gila; jimbolangon, lari terbirit-birit, lari karena terkejut, lari ketakutan,.

Jimpu, manginjimpu, berjongkok, jongkok.

Jimbur, marjimburjimbur, terbakar, bernyala-nyala, berpijar-pijar; marjimburjimbur hatana, berpidato secara sombong sekali.

Jimpul, manjimpul, memotong rambut msl pada perempuan karena berzinah, juga: memotong bulu ayam; sijipul ihur, seekor binatang yang ekornya sudah dipotong. Jimput, tarjimput, = tarjepol, merasa malu sekali; pajimput, mempermalukan, memalukan.

Jimung, manjimung, berlangsung amat cepat; piga dan jimungon, berapa detiklah itu dilalui; manimungnimung, bergopoh-gopoh, bersegera.

Jimut, = jamot, berhati-hati.

Jinak, jinak mengenai binatang; jinakjinak misang, akrab macam kucing, jinak-jinak merpati.

Jingar, liar, tidak bisa dijinakkan mengenai binatang, juga kadang-kadang mengenai perempuan-perempuan.

Jingjang, gerakan mengenai ikan; marhajingjang, menari lompat-lompat, melonjak-lonjak, menari-nari kegirangan.

Jingjing, mengangkat-angkat; pajingjinghon, menggerakkan, menggalakkan; parjingjing, penggerak, penggalak; jingjing buhit, tokong rambut yang kusut.

Jinggalu, berkaki bengkok, du-duk dengan kaki dibentangkan; jinggalu patna, dia berkaki x.

Jinggang, ganjil, tidak genap.

Jinggir, pertengkaran; na jinggir, suka bertengkar.

Jingkal, manjingkal, cepat mengambil, mencuri.

Jingkang, terarah ke atas; manjingkanghon, ke atas diarahkan, ke atas ditunjukkan.

Jingkat, marsijingkat, menjengkang, berjalan di atas jari-jari kaki.

Jingkir, = jungkat, jungking, kurang ajar.

Jintan, jintan.

Jior, sej pohon yang kayunya keras, berwarna gelap.
Jirir, manjirir, merayap mengenai reptil.

Jirit, I. menceret, lih jeret II. II. amporik sijirit, lih amporik.

Jirong, marjirong, kotor mengenai anak-anak (= birong).

Jo, seruan untuk memanggil orang.

Joa, manjoajoa, menyerukan “joa” sebagai tepukan tangan sewaktu menari.

Joang, jelek, tidak pantas dalam hal pakaian atau tingkah laku; joang panghataion, perkataan yang tidak pantas, yang tidak senonoh (= subang).

Jobak, sej musang yang berbau busuk.

Jobang, perangkap untuk musang dan binatang lain.

Jobar, = robar, biawak.

Jobit, sej ulos.

Jobung, tarjobung, tertangkap basah atas perbuatan yang tidak jujur.

Joga, manjogajoga, melawan dengan kata. Jogal, kaku, keras, alot, tidak mudah putus, tegar hati, keras kepala, tidak memberi hati; lombu jogal, bertegar hati, degil, seperti lembu liar; pajogalhon, menegarkan; panjogali, apa yang membuat kaku, degil; majogal, berlaku bertegar hati.

Jogi, bagus, cantik, ganteng, tampan (Angk).

Jogo, marjogojogo, menderu-deru mengenai air terjun.

jogok, = juguk.

Joha, manjoha, mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Johang = bohang, lebar.

Joi, marjoi, berteriak, bersorak.

Joit, manjoit, berlaba.

Jojak, = ojak; jojahan, = ojahan, alas, dasar, tempat berdiri atau tempat terletak sesuatu; simanjojak, kaki (And).

Jojal, manjojal, isi senapang ditumbuk dengan tongkat, pengisi senapang supaya padat, jejal.

Jojang, manjojang, mengajak, mengarah; manjojangjojang, menarikan tari sembah.

Jojo, = uli, cantik, bagus, baik.

Jojong, marjojongjojong, bergegar, bunyi mengenai gordang

Jojop, ditutup dengan tanah; manjojopi, menutupi dengan tanah. Jojor, berbaris menurut urutan, berjejer, berbaris, teratur, berurutan; pajojorhon, menjejerkan, membariskan, berceritera dengan teratur; jojoran, benang.

Jok, dipukuli; pajokhon, memukul.

Jola, jolajola, dibagikan secara berbeda-beda.

Joljol, segera, cepat, diluar dugaan; joljolna i, kecepatan kali datangnya; joljol marparbue, cepat berbuah; tarjoljol, mau buang air tetapi tidak ada kesempatan untuk itu.

Joling, = jorbing; jumalang jumoling, berjurang-jurang, bergunung-gunung.

Jollong, putus asa.

Jolma, manusia, sebagai lawan binatang dan roh; isteri, hamba; marjolma, beristeri, mempunyai isteri; marjolmahon si A,beristerikan si A; diparjolma, diperisterikan; jolma manisia, umat manusia sebagai lawan: roh-roh dan dewata; hajolmaon, kemanusiaan, penghuni bumi ini; simarjolmajolma, orang, seorang; tarjolma, sadar kembali, sebenarnya: “kembali manusia”; purba jolma, pohon kecil berbunga merah.

Jolo, lebih dulu, dahulu, sebelumnya, dulu, depan, hadapan; ro ma jolo, datanglah dulu; on jolo, ini dulu; na jolo, dahulu parjolo, yang paling dulu, yang pertama; jumolo, lebih dulu; di jolo ni, kata depan: di muka (tempat dan waktu) sebelum, di muka; sian jolo, dari muka; tu jolo (ni), ke muka (arah); tu joloan on, mulai sekarang, di hari kemudian, selanjutnya; pajolohon, melebihi, mendahului, mengungguli; P.B.: unang pajolo gogo papudi uhum, tidak boleh memakai kekerasan lebih dulu baru sesudah itu mencari hukum, cari dulu hukum; patujolo, yang mendahului, apa yang berjalan di muka; hata patujolo, kata pendahuluan; manjoloani, mendahului, mengungguli; manjolojolo, datang lebih cepat, lebih dahulu; nilangkahon na tu jolo, sinarihon na di pudi, maju ke depan, yang di belakang jangan dilupakan.
Jolongjolong, buah pertama.

Jolung, perangkap tikus; manjolungi, memasang perangkap; tarjolung, kena perangkap, terperangkap.

Jom, jam; sajom, sejam; jom tangan, jam tangan, arloji.

Jomak, gomak; manjomahi, meraih dengan kedua belah tangan; jomakjomak, sej pohon kayu.

Joman, sibalik joman = parsibalik mata, tukang sunglap.

Jomat, = hormat, hormat.

Jomba, condong ke depan; jombajomba, tunduk ke muka mengenai badan manusia; sijombajomba sej porsili yang dibuat dari batang bagot.

Jombar, marah, terburu-buru.

Jombeng, terkejut, bingung. Jombing, sijombing, laba-laba kecil yang dapat berjalan di atas air.

Jombir, masijombiran, saling menyenggol sewaktu bermain-main.

Jombit, marjombitjombit, penuh terhias, banyak hiasannya mengenai rumah dan orang; margujombit, idem.

Jombong, I, manjombong, menyerang. II. jombong, tiba-tiba, sekonyong-konyong.

Jombur, = guntur, rusuh, ribut; jombur-jombur, pertempuran, perlawanan; lih juga: lamadu II.

Jombut, I. kartu mainan (dicetak berwarna hitam). II. marjombutjombut, berkilat-kilat mengenai bintang.

Jomjam, terjerembap, rebah tiarap.

Jomjom, masuk dalam lumpur.

Jompak, = dompak; marjompak, berhadapan dengan orang lain; jompak bohi be = adop bohi be;jompahan, tempat dimana orang berkelahi saling bertemu untuk menyelesaikan perkarannya, tempat berhadapan.

Jompok, = jempek; jompok rohangku, saya tersesat, saya malu.

Jomput, manjomput, mengangkat sesuatu dengan dua atau tiga jari, menjemput, memungut; manjomput rihit tu ulu, menaburkan pasir ke atas kepala (sesudah diselamatkan dari bahaya besar); manjomput dahanon, menaburkan beras ke atas kepala, sambil mengatakan: pirma ho, ale tondinghu, semoga engkau kuat, hai jiwaku; marsijomput na sinurat, mengangkat apa yang tertulis, yaitu meloterekan (diangkat potongan-potongan kayu dengan tanda yang berbeda-beda); manjomput parbue, menaburkan beras ke atas kepala pengantin memohon kesuburan; sajomput, sebanyak dapat dipegang ke tiga jari sekaligus , sejumput; sadampang gogo, sanjomput tua, satu ampang (bakul) penuh tenaga, sanjomput hasilnya berarti memboroskan tenaga tanpa hasil, sebakul tenaga hanya sekelumit berkah.

Jomuk, I. marjomuk, cuci tangan; jomuhan, tabung bambu dari mana dituangkan air mencuci tangan. II. jomuk = bulus, sederhana, mulus.

Jomur, manjomur, menjemur padi di matahari; jomur, padi yang harus dijemur; P.B.: las ari soada jomurjomur, bot ari soada lompalompaon, pada siang hari tidak ada padi untuk dijemur, pada sore hari tak ada apa-apa untuk dimasak, berarti malang benar.

Jonap, pisau, keris; manjonap, menyerang dengan pisau; manjonapan, saling menyerang dengan pisau.

Jonjon, ada dalam jumlah besar, berlimpah-limpah mengenai barang atau buah-buahan.

Jong, na mora jong, kaya sekali.

Jongjong, berdiri; manjongjong, sesuatu yang berdiri tegak yang diangkat di atas bahu; marsijongjong, berdiri lurus msl api dan timus, bertegak; jongjong mata, mata bular; manghajongjonghon, menetapkan, menyatakan, menerangkan, menyaksikan; hajongjongan, tempat berdiri sesuatu; pajongjong, mendirikan msl rumah; pajongjong hata, menyatakan sesuatu; pajongjong luhutan, mengadakan pertemuan; pajongjong judi, mengadakan permainan judi; pajongjong bada, memulai perselisihan; pajongjong onan, membuka pekan yang baru; pajongjong pongkok, mengumpulkan modal kembali; pajongjong datu, meminta nasehat dari dukun; pajongjong parik, membangun kubu; pajongjong hubu, mengadakan pengepungan; pajongjong mandera, mendirikan bendera sebagai tanda aneksasi; manjongjongi, mengerjakan tanah; sipajongjongi, seorang yang mengerjakan ladangnya pada waktunya.

Jonggar, penuh pertentangan; masijonggaran, berkelahi satu sama lain dengan hebat sekali.

Jonggi, lembu jantan, kerbau jantan.

Jongir, = jorbut, ngeri kelihatan.

Jonggol, jonggol hau, tunggul kayu; jonggol tano, bingkah tanah.

Jonggor, = tonggor, terang, jernih mengenai mata dan penglihatan.

Jongkal, jengkal; sajongkal, sejengkal; manjongkal, mengukur, menaksir dengan menjengkal; jongkal rea, jengkalan dari ibu jari dan jari tengah; jongkal tunduk, jengkalan dari ibu jari dan jari telunjuk; jongkaljongkal, ulat pengisap darah; manjongkal, bergerak mengenai ulat pengisap darah.

Jongkas, licik, penuh daya tipu; manjongkas, memperoleh sesuatu dengan akal dan penipuan, menipu.

Jongkong, tertutup, hadang.

Jongok, terburu-buru.

Jongong, diam, termangu-mangu sebab kekejutan; jongongjongong, terkejut, bingung.

Jongos, jongos, pelayan.

Jonok, = donok, dekat; pajonok, = padonok.

Jonong, gendut mengenai perut anak-anak; boltok jonong, perut yang terus-menerus bisa menerima makanan, perut buncit.

Jop, lengkap, habis, ludes; mambahen jop, menghabiskan; pajophon, menyimpan; jop bahen, habiskanlah; jop roha, = las roha (Angk).

Jora, jera, memperbaiki diri, bertobat; jora ma ahu, saya tidak akan melakukannya lagi; mandok jora, berjanji akan bertobat; jorajora, memberikan hadiah sebagai bukti pertobatan; panjoraan, pelajaran pahit; tiruan panjoraan, contoh yang mengejutkan.

Joran, takut pada sesuatu yang pernah dialami; joranjoranon na hona tangan, idaida na mangonai tangan, yang kena pukul selalu takut akan pukulan, yang memukul selalu mencari kesempatan untuk memukul.

Jorat, tali pengikat binatang; jorat ni hoda, tali kuda; manjorat, mengikat, menjerat.

Jorba, = jomba.

Jorbing, miring, menepi; pajorbing, membaringkan di sisi; jorbing anak ni mata, na tingkos do dipanotnoti, walaupun mata juling, pandang benar yaitu walaupun perbuatan orang sering nampak tidak baik, namun ia mencari haknya di dalamnya

Jorbut, mengejutkan, seram, berbahaya, menyerikan, dahsyat.

Jorgong, perangkap yang dibuat dari tali, jerat.

Jorhu, kasar dalam perkataan, kurang ajar; jorhu-jorhu ma hata ni begu, torpatorpa ma hata ni ulubalang, kasar perkataan begu, dusta perkataan ulubalang berarti semua dibohongi, dilebih-lebihkan.

Jorjor, tidak senonoh mengenai perkataan, tidak teratur, serampangan; lambiak ni pinasa tinuhor sian onan, molo jorjor marbada, jumpangan hamagoan, daging nangka yang dibeli di pekan, kalau kasar dalam pertengkaran, maka timbullah bahaya.

Jormat, = rotak, kotor.

Jorngang, duduk dengan kedua posisi kaki, yang kurang sopan. Joro, rumah yang tidak ditempati orang, tetapi mempunyai tujuan tertentu; bagas joro, rumah kecil untuk orang mati, candi, kuil, kenisah; joro di onan, rumah persembahan di pekan; joro ni parmahan, pondok gembala.

Jorot, manjorot, memperoleh ramalan yang baik; ndang jinou ni tua manang jinorot ni nipi, tidak lebih dulu dinyatakan dengan mimpi, tidak disangka, sekali-kali tidak diharapkan memperoleh keuntungan besar; ndang jinorot ni tua, tidak disangka dan cuma-cuma; manjorot manuk, ayam dari mana peramal membaca tanda-tanda memberi ramalan yang baik.

Joruk, makanan terdiri dari daging durian dan dimasak dalam tabung dengan asam.

Jotan, buah dari sej tanaman merambat, yang menghasilkan getah; andor jotan, nama tanaman tersebut.

Jotang, manjotang = manjorot.

Joting, nyanyian Batak; marjoting, benyanyi lagu Batak.

Jotjot, sering, kerap, acap kali; jotjotan, lebih sering; manjotjoti, membuat sesuatu dengan sering, berulang-ulang.

Jou, manjou, memanggil; manjoujou, memanggil, memanggil-manggil; joujou, panjou, hal memanggil; pajoujou, sering memanggil; ndang jinou ni tua, bukan dipanggil tuah; dijou na manjou, dipanggil orang; manjouhon, memanggilkan.

Joue, = o inang. Jua, manjua, tidak dilakukan apa yang diperintahkan, menampik, tak menurut; panjua, penolakan, penampikan; ndang tarjua, tak tertampik, tak terhindarkan msl kematian orang; molo ro panjou ni Debata, ndang tarjua, jika Allah memanggil tidak bisa ditolak; ndang tarjua so…., harus, mesti, tak bisa tidak.

Juada, juadah, hidangan ringan, snack.

Jual, takaran padi berisi 6 solup.

Juang, marjuang, I. perlawanan yang tidak tentu, duabelah pihak sama kerugiannya. II. juang di langit, amat termasyhur; na so juangon, tidak terlawan.

Juap, I. manjuaphon hata = patumpolhon; pajuap = patumpol; marjuap, saling berhadapan. II. sama kuat.

Juar, I. manjuar, menggeser dari belakang; mengadakan perdagangan perantara, berpialang (mamalik); masijuarjuaran, sa-ling melawan, bertikai, bertengkar mulut.

Juara, pandai, jagoan, cakap, ahli, unggul; matangkang majuara, pandai dan tetap (mengenai seorang raja); tubu ma baringin, mardangka hariara, matorop madingin, matangkang majuara, ucapan selamat; juara ni juji, pemegang keuangan dalam permainan judi; juara monang, pemain yang menang; marjuara, mempunyai kepala, pemimpin; juara = juru; juara tulis, juru tulis; juara mudi, jurumudi; juara bagas, pengurus.

Jubajabi, sijubajabi, orang yang bermulut besar dan sombong, tukang mengobrol.

Jugajagi, parjugajagi, pandai dalam berbagai-bagai permainan dan berbicara; parjugajagion, kepandaian, keahlian.

Jugia, hiasan pinggir pada ulos; jugia na so pipot, lukisan gamblang pada pinggir ulos; juga: nama bagian.

Juguk, duduk, jongkok; marsijuguhon, idem.

Jugul, I. keras hati, tekun, tetap keras kepala, bandel; manjagulhon, membuat sesuatu dengan tekun = manghajugulhon; juguljugul te, bandelmu kayak tai (ucapan marah); jugul ni roha, ketekunan, kemauan keras. II. pajugul, melawan dengan kata-kata.

Juhut, daging; juhut bontar, orang utan, mawas; juhuton, muak, kebanyakan makan daging; juhutjuhuton, mengelupas pada kulit kuku; manjuhuti, menyediakan lauk daging; panjahuti, daging yang dibawa ayah mempelai laki-laki pada marunjuk.

Juit, bodoh, sombong, menantang dalam perbuatan; manjuit, berlaku menantang, berlaku seperti orang besar.

Juji, judi, permainan uang dengan memakai kartu dan dadu; marjuji, berjudi, main judi; parjuji, pemain judi, penjudi; manjujihon, menjudikan sesuatu; pajujihon, mengajak main judi; juji haliang, sej judi pada mana semua menyerang satu orang; juji maradum, sej permainan judi, dalam hal mana uang diterima dari kasir dan tidak dari orang kalah; parjudi langis, bdk: langis.

Juju, pajuju, mengarahkan, mengajak, membujuk; jujuan, orang yang diajak atau didorong.

Jujung, manjujung, bawa di atas kepala, jujung, menjujung sesuatu msl topi atau hiasan; manjujung harajaon, memangku jabatan kerajaan yaitu memerintah; manjujung baringinna, menguasai dirinya, merdeka, tidak tergantung, bebas; jumujung hunik (= humunti pagar), hamil, karena wanita hamil suka menyematkan jimat dari kunyit atau gambir di kepalanya; simanjujung, kepala (And); marjujungan sada, mempunyai seorang sebagai raja; jujungan ni begu, penjungjung roh, pengantara manusia dengan roh; jujunganon, berlaku seperti orang yang kerasukan, mengamuk, histeris; jujung, = tama; jujungjujung ni tataring, dikatakan mengenai sesuatu yang disembelih dan dimakan sewaktu meresmikan rumah, biasanya seekor babi atau ayam.

Jujur, manjujur, menghitung, memilih, mempersalahkan, memberatkan utang atau kesalahan; manjujur ari, memilih hari yang baik; manjujur nipi, menerangkan arti mimpi; manjujur uangna, menjual sesuatu dengan memakai uang, satu uang diperkirakan satu potong; manjujur solupna, untuk setiap solup diminta satu uang, satu solup bibit diperkirakan satu tuhukan hasil panen; jujur jolma satangkar, untuk setiap orang dimasak satu tangkar beras; manjujur pollung, menjawab dengan cara licik; jujur ari, bagian tertentu yang diberikan mempelai laki-laki kepada parboru (sebenarnya uang yang harus diberikan untuk memilih hari); manjujur tailna, dari setiap 25 ringgit diperkirakan satu; jujur, = ganup.

Juk, bunyi dari benda-benda yang jatuh ke dalam air, lih lujuk.

Jukjuk, melebihi, menonjol, menjulang; jujuk tu jolo, menjongang msl mulut; manjukjukhon, menusukkan, mencucukkan.

Jul, = jut.

Juljal, tidak cocok, saling melawan, tidak sehati, saling menyanggah.

Juljul, = jukjuk; na juljul, menjulang, berdiri di atas, menonjol, menjorok; manjuljul hata, sering kembali mengemukakan sesuatu masalah; manjuljulhon anak, menolong anaknya agar maju, menampil-nampilkan anak; manjuljulhon, menyorong sesuatu ke dalam.

Jule, manjule, undur; parik na majule, tembok yang diruntuhkan, benteng yang longsor; jule, mengalah, berbalik.

Jullak, marjulakjulak = marbulakbulak.

Julluk, manjulluk, menjolok, masuk ke dalam, menembus; tungkot manjulluk mata do i, asi manjadi dosa, tongkat menjolok mata, belas kasih menjadi dosa, bila kesalahan dilupakan.

Jullut, = julluk.

Julo, majulojulo, saling menyokong, bergiliran membayar (tempat minum).

Julu, menghulu, ke arah gunung (lawan: jae); tu julu, ke atas, ke hulu, ke mudik; tu julu dapot bubu, tu jae dapot tanggal (bdk: bubu); tu jae tu julu, kemanamana; juluon, tempat yang terbaik, yang terhormat pada pesta atau pertemuan; pahulu, membawa ke hulu; pahae pahulu, hilir mudik.

Juma, = hauma; majumahu, begitu sibuknya dengan pekerjaan ladang sehingga tidak ingat lagi membuat sesuatu yang lain; unang magumbahu, disalong deba tabutabu, unang majumahu, disoluk deba tonga jabu, suatu peringatan bagi orang yang terlalu banyak keluar rumah karena orang mungkin mengambil hasil kebunmu, jangan terlalu banyak bekerja di ladang karena boleh jadi pada suatu waktu orang memasuki rumahmu.

Jumaat, Jumat.

Jumba, tabung kecil dari bambu untuk menyimpan tuak.

Jumbak, surai pada kuda.

Jumbit, marjumbitjumbit, = marjombitjombit.

Jumjam, mengecap; bdk jarumjam.

Jumola, = tumpol; pajumola, memperhadapkan penagih utang dan orang yang berutang.

Jumpa, jumpang, jumpa, bertemu, terjadi; jumpang ahu, saya mendapat, saya jumpai, saya didapati; jumpangan, jumpa; ndang jumpangsa, tidak dapat ditemukannya; jumpa, tiba pada; jumpa ari udan, sampai musim hujan; jumpa onan, kalau pekan, pada saat hari pekan; pajumpang, berjumpa, saling bertemu; marsijumpang, idem; manjumpanghon = mandapothon, mengunjungi, menemui; ndang tarjumpanghon, ndang taralo, tidak terlawan; marjumpajumpa, = mardapotdapot; sijumpangon, tiba-tiba jatuh pingsan; hajujumpang, hal kejadian, terjumpanya, terjadinya suatu peristiwa.

Jumpang, = jumpa.

Jumung, manjumungjumung, tiba-tiba datang sendiri karena sebenarnya harus ada temannya.

Junal, = dolnal.

Junde, sijunde, obat sihir membuat gila.

Jungar, mencuat mengenai gigi atau mulut.

Junggal, gelisah, marah.

Junggar, tidak sama, tidak teratur mengenai orang yang belum bisa mengerjakan sesuatu.

Junggare, ikat pinggang dari goda.

Junggele, marjunggele, berbalik-balik, berguling-guling mengenai anak-anak yang nakal, berjungkirbalik. Jungging, dibuat demikian sehingga tidak bisa tetap terletak msl telur; daerah yang berbukit-bukit.

Junggul meang, sej kumbang.

Jungjung, jungjungan, yang paling tampil ke muka, pemimpin; jungjungan ni harajaon, yang terkemuka dalam kerajaan; jungjungan ni horja, yang terkemuka pada pesta horja; jungjungan ni dolok, gunung yang tertinggi.

Jungkal, sijungkal, sej penyakit perut pada perempuan.

Jungkang, manjungkanghon pat, menerjang orang dengan kaki, membelah diri, mempertahankan diri.

Jungkar, jungkaron, menderita sakit pada tubuh.

Jungkat, kasar, nakal, kurang ajar, marah, keji, tidak tahu malu; hajungkaton, kenakalan, kemarahan; jungkatna do i, nakalnya itu; manjungkati, memprelakukan kasar, mengasari orang, berbuat nakal terhadap.

Jungking, nakal, kurang ajar = jengkel.

Jungkit, I. manjungkiti, memetik msl buah pohon kayu, mencabut msl gigi, membuka bisul; jungkitjungkit, galah untuk menjatuhkan buah, alat untuk mengambil sesuatu. II. = jungkat, kurang ajar.

Jungkot, sijungkot, sej sayur.

Juo, air mani, sperma.

Juragat, pemberontakan mengenai budak untuk membebaskan diri.

Jurampak, marjurampak, tumbuh ke samping mengenai akar.

Jurang, ranjau-ranjau yang ditanam terhadap musuh dan pencuri; manjurang, menanam ranjau di tanah; jurangjurangon, merasa sakit yang menusuk pada dalam tubuh; marjurang obukna, rambutnya tidak terjalin, terjurai.

Jurangga, anjing.

Jurbat, kurang ajar, tidak senonoh berbicara.

Jurbe, cenderung.

Jurjur, manjurjurjurjur, gemuruh dalam perut.

Jure, sinar matahari.

Jurgang, menjongkok, tetapi pantatnya tidak mengenai tanah.

Juruk, melompat ke muka, menjorok; hata na juruk, kata-kata yang melebihi; unang marhandang na buruk, unang adong solotan sogot, unang marhata na juruk, unag adong solsolan sogot, jangan pasang kandang yang buruk repot besok menyisipnya, jangan ngomong terlanjur, menyesal kelak nantinya.

Jurur, manjururi, merangkak, merayap; merambat; manjirir, idem; P.B.: manjurur so marbaris, mangangkat do marbogas, menjalar tak punya bekas, meloncat tak punya jejak, berarti: membuat sesuatu secara tersembunyi; jurur, apa yang gampang bisa ditelan.

Jurutulis, juru tulis.

Jut, terintang, buntu mengenai jalan; jut roha, suntuk perasaan, tidak mengetahui lagi jalan keluar; jut alus, tidak

tahu apa yang harus dijawab; jut bajibaji, bahkan tidak ada lagi baji yang masuk, berarti tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat; maradu jut bajibajiniba, sampai orang tidak tahu menolong dirinya.

Juta, juta.

 K

Huruf ‘k’ sebagai huruf awal tidak dikenal dalam bahasa Batak ; karena itu disini hanya disebut perkataan yang berasal dari bahasa Indonesia.

Kabar, kabar, berita; surat kabar, surat kabar, koran; kabar angin, kabar angin, desas desus.

Kae, lih hae.

Kaling, Keling, orang Keling.

Kamata, lih mata.

Kambiur, lih biur.

Kambona, lih bona.

Kameja, kemeja.

Kamis, Kamis.

Kampong, kampung; kapala kampung, kepala kampung.

Kanji, kanji.

Kantang, kentang.

Kantor, kantor.

Kapak, kapak.

Kapir, kafir, bukan Islam, bukan Kristen.

Karosi, kursi

Kasar, lih hasar.

Kastang, lih kantang. kasur, lih hasur.

kau, lih hau

Kauat, kawat; tali kawat, kabel tilgram.

Kaus, kaus.

Keju, keju.

Kibung, lih hibung.

Kobun, kebun, perkebunan.

Kolera, kolera.

Kongkang, tali kekang; mangkongkang, mengekang.

Kongsi, kongsi; dongan sakongsi, teman sekongsi.

Kopi, lih hopi.

Korma, kurma.

Kosong, kosong; tano kosong, tanah kosong.

Kuali, kuali.

Kudo, kuda (Angk).

Kulabu, lih hulabu.

Kulambu, lih hulambu.

Kuli, lih huli.

Kuliling, keliling; surat kuliling, surat edaran, majalah.

Kureta, lih hureta.

Kuria, lih huria.

L

marlaba, beruntung, berlaba; dia labana? apakah manfaatnya, apa untungnya? parlabaan, guna, untung, pendapatan, keuntungan; manghalabahon, mengambil untung atau manfaat dari sesuatu. II. labalaba = balebale.
L
Labak, marlabak,
mengandung mengenai ternak.

Labang, paku; mangalabanghon, sesuatu dipakai sebagai paku; mangalabangi, memaku sesuatu, memakui.

Labas, terbuka, tidak tertutup; huta labasan, kampung yang terbuka, tanpa pagar atau tembok; mangalabas, berdiam di lapangan terbuka tanpa pagar atau tembok, msl orang yang tinggal dalam hutan.

Labelabe, lembut, lembek; lumabelabe, perlahan-lahan gemetar, perlahan-lahan bergerak.

Labi, I. labilabi, kura-kura kecil yang hidup di daratan; II. parlabian, kayu (alat) untuk menjelujur benang.

Labilabi, cacing dalam perut; labilabion, cacingan, sakit cacing.

Labo, = laba I (Angk).

Labu, I. berhimpun, berkumpul; marlabu, berhimpun, berlabuh, menjatuhkan sauh; labuan, pelabuhan, tempat sauh dijatuhkan; pangalabuan, = pandapotan; mangalabu roha, membiarkan hatinya bersusah, berdukacita, memusatkan pikirannya pada dukacitanya. II. labu, = tabutabu.

Lada, lada hitam.

Ladang, ladang; begu ladangon, sakit disebabkan hantu ladang yang nyata dari kemaruk.

Lading, juga: ladingan, sej pedang berbentuk khusus.

Ladum, mangaladum, tambahan secara penipuan pada barang dagangan agar lebih banyak msl padi yang ditumbuk ditambahkan pada garam.

Lae, I. ipar, suami saudari, juga saudara laki-laki isteri, juga sapaan orang yang marganya lain (ipar dalam marga yang sama tidak diizinkan). II. lae = lomo, senang, enak, sedap, nyaman, berkenan; ndang lae rohana mida dakdanak, tidak suka ia pada anak-anak; halaean, kesayangan, yang lebih disukai; sipanganon na halaeanna, makanan yang digemari, disukainya; tuan laen, kesayangan di antara para isteri; malaepusu, = mauliate, merasa senang, terimakasih, merasa sedap; maulae, meminta kepada orang-orang yang lebih berkeadaan (kaya) dari pada diri sendiri; paulaean, orang yang memberi; ubat pangalaelae, obat penjinak hantu, obat pendahuluan sebelum obat yang keras.

Laen, lih lae.

Laeng, = naeng.

Laga, tajam mengenai pisau, pedis mengenai makanan, rakus sewaktu makan; laga mangan, mempunyai selera makan; marah, murka; ro lagana, dia menjadi marah; marlaga, marah, tajam, geram; bulu laga, sej bambu yang tipis.

Lagam, citarasa yang tidak tajam mengenai kapur yang dipakai sewaktu makan sirih; tarlagam, terlampau pedis mengenai citarasa kapur.

Lagan, peluruh dari tanah liat, kelereng dengan mana anak-anak bermain; marlagan, main kelereng.

Lagang, I. = ulas. II. lagang na mora, berpura-pura kaya yang sebenarnya bukan demikian.

Lagas, = ulas; mangalagas, selalu atau berulang-ulang melakukan sesuatu; mangalagaslagas bada, sering atau terus menerus berkelahi, tak henti-hentinya berkelahi.

Lagat, pasombu lagatlagatna, mengikuti keinginannya, nafsunya, memuaskan hasratnya.

Lage, tikar kecil untuk satu orang (dibuat dari baion); mangalage hata, memperpendek atau memperpanjang kata-kata menurut kesukaannya artinya gampang berbicara; silage hata, pembicara yang cakap, tetapi tidak bisa dipercayai; hoda siparlagelage, kuda yang punggungnya sedemikian lebarnya sehingga dibentangkan tikar dapat diletakkan di atasnya; lage tiar, tikar terbentang, tikar tergelar.

Lagi, I. lagilagi, ujung biji padi; na saulu lagi, demikian sedikitnya bagaikan ujung padi; II. silagi datang silagi ro, celaka, mala petaka, mara, nasib malang.

Lagiada, = gariada; lagia, = gari.

Lagu, murah hati, perbuatan yang ramah, kebaikan; marningot lagu, mengingat kebaikan hati orang, tahu menerima kasih; manuan lagu, berbuat sesuatu yang baik.

Laguboti, nama daerah di Toba.

Lagut, I. = pungu (Angk); parlagutan, = parpunguan. II. lagut tu, melekat msl kotoran pada pakaian.

Lahang, mangalahangi, mengambil untuk diri sendiri, merampas yang seharunya harus dibagi bersama orang lain; na lahang, egois, serakah, tamak.

Lahat, mangalahat borotan, menghiasi tiang persembahan dengan karangan bunga; lahatan, kisi dari bambu atau lidi yang dilumuri dengan perekat untuk menangkap burung.

Lahe, mangalahei, menguliti padi dengan kuku, merampas pakaian orang.

Laheu, = heuk, dilubangi, berlubang.

Lahi, lahilahi, laki-laki menandakan kelamin (baoa); lahi, mudah mengenai buah; halahianna, waktu dimana buah masih muda; silalahian, sej pohon kayu yang hanya berbunga jantan msl pepaya; Silalahi, nama bagian utara Danau Toba; nama marga. Lahibini, manuk lahibini, seekor ayam yang baik untuk dipotong.

Laho, pergi, sering ditempatkan dimuka kata waktu dan berarti kondisionil; na mabiar do jolma laho mate, orang takut kalau ia harus mati; borhat do nasida laho marmusu, mereka berangkat untuk berperang; na laho mangan ma hami, kami bermaksud pergi makan; laholaho, kayu lintang yang diikat dan bisa digeser, diatas mana orang duduk untuk memperbaiki atap ijuk; marlahoro, berdatang pergi; palahohon, mengusir; pangalaho, duduknya perkara, jenis dan cara; dia pangalahona, bagaimana duduknya? Apa hubungannya satu sama lain; marpangalaho, berlaku; i dope pangalahona, sudah demikian halnya, tidak bisa lagi diubah; lumaholaho bergerak.

Lahut, mangalahuti, mengambil untuk dirinya, merampas.

Lai, lailai, bulu ekor yang panjang dari burung; eme na pangalailaion, padi yang tinggi seperti bulu ekor burung tetapi isinya tidak ada; lai ni posoposo, uri, ariari, tembuni bayi.

Laing, I. pemilih mengenai makanan. II. tidak ada keputusan dalam main dadu.

Lais, lat, les kayu pengikat atap ijuk (sebenarnya: urat ni antunu).

Lait, silaiton, kayu api (And).

Lajap, marlajaplajap, mengenyam secara tidak sopan sewaktu makan.

Laklak, kulit kayu; malaklak, jatuh, terkelupas mengenai kulit; mangalaklahi, menguliti, mengambil, merampas orang dan mengambil semuanya yang ia membawa; PB: tubuan laklak ma i parumaenhi, tubuan singkoru, tubuan anak ma i tubuan boru, ucapan selamat dari mertua laki-laki dan mertua perempuan untuk isteri muda.

Lala, malala, hancur, luluh, lebur, cair, meleleh, menjadi lemak msl lemak, logam, nasi, yang terlalu encer dimasak; mangalala, mencairkan, melebur msl logam.

Lalaen, gila; na lalaen, orang gila; biang na lalaen, anjing gila; PB: unang patuduhon bungabunga tu na lalaen, jangan perlihatkan bunga kepada orang gila, artinya jangan memberi hati kepada orang gila (tentu bertambah gila).

Lalahi, lih lahi.

Lalan, marhuhalan, = marhulanlan, lih lan.

Lalang, pupuk ternak yang terdapat di padang rumput.

Lalap, I. = lupa; lalap manghatai, asyik ngobrol, membuang waktu dengan mengobrol; tarlalap, lengah, terlena; tarlalap modom, tertidur. II. lalap, = leleng; lalap manghatai, berbicara lama; lalap di parlalapan, sesudah berlalu beberapa waktu, berlena-lena.

Lalas, perhiasan pada borotan;mangalalas borotan, memperhias borotan, tiang persembahan.

Lali, I. sej burung elang; P.B.: unang lompa lali na habang, jangan masak elang terbang, jangan perhitungkan yang belum pasti. II. palalihon, meminjamkan dengan bunga 100 % (sada gabe dua = satu menjadi dua) biasanya padi untuk mana harus dikembalikan dua kali sebanyak itu; palalian, takaran padi/ beras = ampang; mangalalihon hata, menjawab panjang lebar. III. marsilalioang, menjerit kayak elang, berseru o, o….

Lalis, padang lalis, kelana, gelandangan, pengembara, orang yang tidak punyai rumah tetap.

Lalo, lindu, gempa bumi; lalolalo, gemetar mengenai bumi oleh gempa; lumalolalo, idem.

Lalu, = sahat; lalu rimasna, bangkit marahnya; lalu uhum, kena hukum; lalu tanganna, ia memukul dengan tangannya; mangalaluhon, membangkitkan, menimbulkan msl kemarahan, menghukum; palaluhon, idem.

Lalus, terlupakan; na lalus, lupa, pelupa; mangalalushon, melewatkan dari ingatan, melupakan, melalaikan.

Lam, semakin, makin, kian, apa lagi; lam tu balgana, semakin besar; lam ganda sahitna, lam marsak rohana, seakin keras sakitnya, semakin susah hatinya; gari alona marasi roha di ibana, lam ahu, nda lam asianhu ibana, bahkan lawannya pun berbelaskasihan dengan dia, terlebih saya makin berbelaskasihan saya dengan dia. Lama, lama, daluarsa; parkaro lama, perkara lama, yang sudah lalu, yang daluarsa; Parjanjian Lama, Perjanjian Lama.

Lamadu, I. bulan ke-13 penanggalan Batak (bulan lobilobi, bulan lamadu, bangkir-bangkir, bulan na so marama na so marina, bulan parahis). II. lamadu na onom, juga disebut: namadu dan malu ditarik dari pemilihan hari untuk meminta nasehat. 1. siala jomburjombur; 2. ihan marlumbalumba; 3. didokhon mainondur; 4. laho marjumajuma; 5. didokhon maminjam ogung; 6. dipaulak tu ompuna.

Lamak, lebar, luas, lapang, rata, gepeng, ceper.

Laman, lapik yang ditaruh di kepala untuk membawa barang; lembut mengenai rasa hati atau perkataan; lamanlaman, ambang, jendela atau pintu bagian atas.

Lamari, lemari.

Lambak, lapisan bawah, lapis pakaian; labaklambak, alas, lapik.

Lambang, kosong tidak berisi mengenai bunga dan buah yang tidak berbiji kecil.

Lambas, lebar, luas, lapang mengenai ruangan; lambas roha, lapang dada, murah hati, sabar; lambas ni roha, kemurahan hati, kesabaran; palambashon, meluaskan, melapangkan; palambas ma roham, sabarlah.

Lambat, lambat, perlahan; palambat, perlambat. II. lambatlambat, sej burung puyuh. Lambe, I. daun pohon enau (aren) yang dipakai mengikat muatan msl seekor babi; selanjutnya: alat untuk membawa sesuatu. II. marlambe, bunting mengenai ternak. III. lambe, tanda larangan msl pada pohon aren agar orang lain tidak mengambil airnya. IV lambelambe, papan lebar yang menyambung tiang sopo.

Lambiak, daging pada buah-buahan yang tertentu, msl pinasa, durian; pada daging tubuh manusia msl daging pada perut.

Lambik, = lambak.

Lambing, menonjol mengenai perut, perut besar; marlambing lambiakna, gemuk sekali mengenai perut dan pipi kalau berbisul.

Lambok, lembut, segar, enak, sedap perasaan dan citarasa, mengenai kata-kata dan pikiran: lembut, ramah; lambok ni roha, kelembutan hati; lambok huhilala, enak dan lembut perasaanku, sejuk perasaanku; palambok ma roham, lunakkanlah hatimu, lembutkanlah hatimu; sipalambok ateate, apa yang menyenangkan hati, pelunak hati; marlambok ni roha, berlaku lemah lembut; halalambok, kelembutan hati; lambok ari, udara enak, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Lambung, lambung tubuh manusia, umumnya: sisi, samping; di lambung ni, sebagai kata depan: di sebelah, di sisi; tu lambung, ke sisi, ke samping (sebagai arah); di samping itu, apalagi yaitu memberikan hadiah, uang kapada famili diluar mas kawin; mangalambung, keluar dari sisi, meminggir-minggir.

Lambut, malambut, elok, cantik; simalambut, benda-benda yang elok, yang bagus, yang cantik.

Lamet, I. ketam yang rata dan licin. II. silameton, = ateate, (And).

Lamis, licin, bercahaya, berkilatan mengenai wajah manusia, benda-benda.

Lamlam, I. = hambar, tawar, hambar, tak bercitarasa. II. sej rumput yang dipakai sebagai makanan ternak; lamlamlamlam, sampah, kotoran.

Lamo, sejuk, enak untuk perasaan, tidak terlampau panas tidak terlampau dingin; palamohon, menyejukkan, menyegarkan.

Lamosik, sej rotan yang halus, nama daerah di Uluan (Toba).

Lamot, lumat, halus, lembut, lunak, lembek, seperti bubur, licin, tertumbuk halus; palamothon, menumbuk sehalusnya; P.B.: godang do hulamot, porda do soada, godang do sipaingot, pangoloina do soada, banyak mau kutumbuk, tak ada alu, banyak nasehat, tak ada terlaksana.

Lampak, pembalut, kulit buah, sampul buku, kulit; lampak ni gaol, pelepah daun pisang, kulit pisang; lampak ni bulu, pelepah daun yang mengelilingi tunas bambu yang kemudian jatuh; mangalampahi, memberi kulit, memberi sampul, mengikat, membungkus, menyampuli.

Lampang, jarang, berselang, berjarak; lampang marposoposo, masa hamilnya lama, dengan berselang lama melahirkan mengenai manusia dan binatang (4-5 tahun).

Lampas, panjang, jauh; parlampaslampasan, hal mengembara, luar negeri.

Lampet, lepat kecil dari tepung beras.

Lampiang, sej tumbuhan (bakung).

Lampin, lampin, kain lap, popok; tading di lampin, tinggal dalam popok, artinya sebagai bayi tidak mempunyai orangtua lagi, yatim.

Lampir, marlampiran, mengenai majalah: terbit, keluar; mangalampirhon, menulis karangan.

Lampis, lapis; dua lapis, dua lapis; marlampislampis, berlapis-lapis; nilampison (mangalampisi), dilapisi.

Lampot, masak, lunak, lembut, lembek msl gadong; lumampot, bertambah baik mengenai penyakit, berangsur sembuh.

Lampu, I. lampu. II. lampu, benda-benda yang berapung-apung di air; mangalampuhon, memakai sesuatu di air sebagai pegangan agar membuat dirinya tidak tenggelam; lampu, enteng, ringan sehingga terapung-apung. III. lampulampu, kupu-kupu.

Lampusung, kepongpong serangga; parlampusung, seorang yang dapat menyembunyikan maksudnya mengamat-amati orang lain.

Lamu, = lam.

Lamuk, bercampur, mencampuri, berbaur, berfusi.

Lamun, masak, matang, ranum mengenai buah-buahan; malamun, ranum, dalam keadaan masak mengenai buah-buahan, bisul; lamunlamun, pucat mengenai muka; lamun dagingna, mukanya pucat masai, dia kekurangan darah.

Lan, apa pun, banyak, banyak sekali; marhulanlan, berbondong-bondong; marhulalan, idem; silanlan aek Toba, dikatakan mengenai orang yang tidak gampang panas hati, pemurah seperti air Toba; aek silumanlan, air yang lebar membawa kematian (And).

Lanang, marlananglanang, banyak, berlimpah.

Landak, mangalandak, membereskan, mengatur msl kebun.

Landam, banyak; mangalandandam, sangat banyak, bertambah banyak

Landap, = landam; mangalandap, = mangalandam (juga: lantap).

Landas, rata, datar, tidak bertingkat-tinggkat msl ladang, lawan: tagahambing; landasan ni panopa, landasan tukang besi.

Landi, panjang msl tali; palandihon, memanjangkan.

Landit, licin; landit parhot, tidak diketahui ataukah licin atau kasar, antara licin dan kesat; tarsulandit, tergelincir; dipalanditlandit dilana, dilicinkannya lidahnya, dia bermulut manis, dia membujuk merayu.

Lando, panjangnya; lando, jauh, lebar, luas; silando, sej pohon kecil.

Landong, (bdk: lindang), tahi lalat, bintik hitam pada wajah.

Landuk, silanduk, kancil, pelanduk.

Landus, karang merah; jenis-jenis: landus boruboru dan landus tunggal.

Langa, lengang, sunyi, kosong, tidak ada orang, sedikit penduduk; di langalanga ni halak, pada waktu tidak banyak orang hadir msl di kampung, karena semua pergi bekerja di luar kampung (ladang).

Langak, bunyi seperti suara angsa, membuat-buat “ngak”.

Langan, tidak berseri, pucat mengenai rupa; marlangan, dalam keadaan pucat.

Langat, menguning mengenai padi kalau sudah mulai masak; marlangat, dalam keadaan kuning.

Lange, marlange, berenang; mangalangei, merenangi sungai; dapot langean, dapat direnangi.

Langgak, = laga, kuat, rajin.

Langgatan, altar, tempat persembahan, mimbar.

Langge, I. tidak ada kegiatan apa-apa, tidak berbuat apa-apa; sedikit atau sama sekali tidak bekerja; marlanggelangge, tidak bekerja; mangalanggelangge, memukul dengan keras, membanting, menyiksa. II. sej keladi.

Langgorung, = randorung, sej kayu.

Langgu, cincin besi yang dipasang pada tangkai kapak atau lembing untuk mengikat besinya, ring besi pengerat gagang, besi pengikat gagang sabit.

Langgum, daun untuk menutup luka.

Langgunggung, sej rumput yang baunya tidak enak.

Langgus, gampang lupa, pelupa; marlanggus ni roha, membiarkan sesuatu (tidak membuat) karena lupa; so tung langgas roham, jangan lupakan.

Langis, = longis, = dao; parjuji langis, seorang pemain judi yang sekian lamanya main judi sampai habis segala-galanya sampai pakaiannya, penjudi ulung.

Langit, langit, angkasa; langitlangit, plafon, langit-langit, loteng; langit ni langitan, langit tertinggi; manailihon langit, sombong, congkak; angir langit dianggo, sombong, congkak, tinggi hati; langiton, berjarak jauh; mengenai kata-kata: jauh berbeda, tidak cocok; tekateki: sungkot di langitna, rumbar di bahalna, langitnya suntuk, linggar di ruangnya: lidah.

Langka, langkah; marlangka, melangkah; melangkahi, melangkahi sesuatu; P.B.: tu jolo nilangkahon, tu pudi sinarihon, melangkah ke depan, pikirkan yang di belakang; sundat langkangku, batal rencanaku, maksudku tidak terwujud; tiur langkana, beres rencananya, rencananya berhasil; marlangka pilit, melacur, berbuat serong, berzinah, berlangka salah.

Langkap, mangalangkap, mendahului lari cepat, mendekap ke depan, melewati.

Langkas, melangkah merenggangkan kaki, begitulah dikatakan kepada kerbau yang mau diperah susunya.

Langkat, kulit buah atau padi; mangalangkati, menguliti, mengeluarkan kulit, mengupas kulit.

Langke, malangke, kendur, rusak, tidak bisa dipakai (juga mengenai manusia); malangke holiholi, merasa dirinya lemah, lesu.

Langkit, = lohot.

Langkitang, kepah, kerang, siput, keong.

Langko, mengucapkan kata-kata yang kurang ajar.

Langkop, tutup peti atau pot, dekap; marlangkop, mempunyai tutup, bertutup; manglangkopi, menutup sesuatu; mangalangkophon, mempergunakan sesuatu sebagai tutup; langkop, banyak, sehingga rumah itu menjadi penuh; simarlangkoplangkop, sej tumbuhan menjalar yang buahnya berwarna merah; langkop ni hata, tambahan mengenai kata-kata yang dibuat menurut suka hati pembicara.

Langkot, mendekati, datang msl penyakit menular; langkot utang, = dais.

Langku, laku, terjual, laris mengenai barang dan mata uang; palangkuhon boniaga, membuat barang dagang menjadi laku, dapat dijual msl dengan menggosoknya dengan baik.

Langkuk, bengkok, bungkuk, lekuk.

Langkup, mangalangkup, berzinah, memperkosa; juga yang mengawinkan gadis yang sudah dibayarkan mas kawin kepada orang lain (= pangalangkup); oleh sebab para perempuan adalah “dibeli” maka mangalangkup berarti: merusakkan, merugikan laki-laki atas miliknya yang dibelinya dengan berzinah atau dengan melarikannya; palangkuphon, mengawinkan gadis yang bertunangan kepada orang lain, sebelum mas kawin dikembalikan.

Langkupa, sej burung elang.

Langlang, sunyi, jauh mengenai suatu daerah, tandus, sepi.

Lango, langu, apak mengenai citarasa; malango, sakit karena makan makanan yang tidak enak; mangalangoi, membuat sakit dengan makanan seperti itu.

Langsa, = lumangsa, = malala; silumangsa ijur, embryo, tunas pertumbuhan bayi.

Langsio, patung pada mana orang mengangkat sumpah.

Laning, = ulaning.

Lanja, mangalanja, membawa beban dengan memakai pikulan dari kayu yang ditaruh di bahu sehingga pada setiap sisi tergantung setengah, memikul; lanjaan, pikulan dari kayu; pangalanja, pengusung, pemikul.

Lanjang, silanjang buhit, usus ayam (hata ni parmanuhon).

Lanlan,lih lan, = aek silumanlan, air yang dalam, Styx (And).

Lanok, lalat.

Lanom, = nalom.

Lansang, luas, lapang; marlangsanglangsang, berjalan-jalan kesini kesana; parlang-sanglangsangan, tempat berjalan-jalan.

Lansap, mangalansap, menipu, menyesatkan, melebih-lebihi; lansap, hal mengenai melebih-lebihkan.

Lansas, = parhalansasan.

Lansat, langsat; silansat, sebutan pada binatang-binatang terlebih kuda, yang berwarna seperti lansat; na lansat, berwarna kuning pucat.

Lansim, runcing, tajam, mancung; santampul dua lansimna, sekali pancung kena dua sisi; tarlansim, kena pisau, menginjak duri.

Lansonik, daging di bawah bahu.

Lansum,mangalansumhon, memalsukan barang-barang dagangan, sesuatu yang buruk dijual seperti yang baik, menipu.

Lansung, marlangsunglansung, pergi berjalan-jalan, melancong.

Lantang, luas, lebar, lapang.

Lantap, mangalantap, banyak, terkumpul banyak-banyak, meluas mengenai air (juga: landam dan landap).

Lantas, tenang, aman, tidak bahaya.

Lantean, = adian ni hata.

Lanteung, sej semak yang berduri.

Lantik, mangalantik, menghantam; mangalantikhon roha dompak si A, bekerja melawan A.

Lanting, sej pohon yang buahnya dipakai untuk mengentalkan susu.

Lantom, silantom, sej pohon semak yang daunnya merah, nama sebuah daerah.

Lantuk, malantuk, menjadi lembek dan busuk msl daun-daun yang tua; lantuk, tangkai tumbuhan yang sudah busuk; lantuk ni gaol, lantuk ni suhat dll; mangalantukhon, membiarkan busuk, membusukkan.

Lao, lih laho. Laoang, bunga laoang, bunga anyelir.

Laok, marlaok, dicampur, bercampur, gabung, tercampur aduk, tidak murni lagi, tercemar, tidak jernih, tidak suci, tidak bersih hatinya; mangalaokhon, mencampurkan, mencemarkan; songon anak ni mata na so halaohan, seperti anak mata yang tidak mencampuri dirinya dengan sesuatu, artinya: orang yang membuat segala-galanya sendirian.

Laon, lama, waktu, masa; sadia laon, berapa lama; sataon laonna, setahun lamanya; di laonlaon ni ari, sesudah lampau beberapa lama, beberapa lama sesudah itu, lama kemudian; na sai laon, dahulu, sampai sekarang, selama ini.

Laos, I. mangalaosi, melewati, melampui, melalui, melintasi; melanggar perintah, perjanjian; pangalaosi, pelanggar, yang melanggar; pangalaosion, pelanggaran (hukum); ndang halaosan, dapat dilampui; ndang laos ahu, tidak tertahan saya, itu adalah terlalu banyak untuk saya; marlaoslaos, berjalan-jalan; begu laos, hantu yang berkeliaran mendatangkan penyakit; mangalaoshon, menyampaikan, memberikan sesuatu sewaktu lintas. II. laos, dan seterusnya, demikianpun, serta, lantas, masih juga, masih tetap; laos songon i, begitu juga; laos ibana do na mambuatsa, dialah juga yang mengambilnya, yaitu yang sama, yang dalam hal lain juga menjadi pelakunya.

Lapa, I. mangalapa, membedah, mengeluarkan isi perut binatang yang disembelih. II. lapalapa, kulit padi, yang masih tinggal sewaktu menumbuknya; tardege pangalapaan, kotor karena terinjak tempat dimana dikeluarkan isi perut ternak yang disembelih; dikatakan mengenai seorang tukang sekongkol: namanya jadi buruk karena ikutserta dalam pencurian.

Lapak, marlapak, tepuk tangan (tiruan bunyi “pak” sewaktu tepuk tangan).

Lapalopi, lih lopi.

Lapang, I. jalan; selanjutnya: sifat, sebab; lapang-lapang hatuaon, jalan menuju kebahagiaan. II. lapang, = lambas, (Angk).

Lapas, lapaslapas, orang jembel.

Lapat, malapat, bergoncang karena angin; lumapatlapat, dalam keadaan goyah, bergoyang; lapatlapat, idem; mangalapat, bergoncang-goncang. II. lapatan, arti, makna; dia lapatanna? apa artinya?; lapatanna, artinya; marlapatan, mempunyai arti, berarti; mangalapathon, menterjemahkan, mengatakan dengan kata-kata sederhana, menafsirkan.

Lape, I. sej kacang tanah. II. lapelape, kemah sederhana yang dipasang dengan beberapa tongkat diatas tanah dan di atasnya sehelai kain; parlapelapean, pondok yang sangat sederhana, peristirahatan sementara.

Lapedang, marlapedang, berenang. Lapik, lapik msl alas periuk, piring, alas untuk menulis; parlapihan, obat penangkal terhadap penyakit, berpenyakit, wadah; mangalapik, membuat lapik; mangalapik hata, berbicara manis untuk kemudian dapat mengucapkan kata-kata kasar (captatio benevolentiae); diapus lapik, sej sumpah; lih gana.

Laplap, sangat banyak, tidak terkira banyaknya; pangalaplapan, hutang pada mana dikurangi perutangan bunga dan sebagainya lagi, agar penuntut utang memperoleh sesuatu kembali.

Lapo, kedai, warung, lepau.

Lapu, mangalapu, mencet, melumas; pangalapu, sesuatu yang dipakai untuk mencet, pensil, kuas.

Lapuk, I. lapuk; lapuhon, berlapuk (juga mengenai pakaian). II. lali lapuk, sej burung elang.

Lapung, sekam padi, padi hampa.

Las, panas, hangat; las roha, gembira riang; las ari, hari panas; las ni ari, panas hari; ari las, musim kemarau, panas; mangalaslasi, memanaskan msl air; palashon, memanaskan; laslasan, menjadi panas, merasa panas; las ni roha, kegembiraan, kegirangan; marlas ni roha, bergembira, suka hati; palashon roha, menggembirakan; halalas ni roha, kegembiraan; barita halalas ni roha, berita gembira; manghalashon, menggembirakan, bergembira mengenai sesuatu; sipalas roha, apa yang membuat gembira, apa yang menggembirakan; halasan ni roha, sesuatu yang menggembirakan hati.

Lasak, cambuk, gada, pentung; mangalasak, memukul, mencemeti.

Lasang, keras, mulia; raja na lasang, raja yang mulia.

Lasiak, cabe.

Lasina, cabai, = lasiak.

Laslas, I. malaslas, terinjak, penyek mengenai tanah atau tikar; malaslas dihunduli, diduduki sampai penyek. II. mangalaslasi = las.

Laso, = loksa, sepuluh ribu; marlasolaso, berpuluh-puluh ribu, puluh ribuan.

Lasuna, sej bawang, bawang putih.

Lata, bibit, tunas tanaman muda, tumbuhan muda; lata ni hopi, pokok kopi yang muda; mangalatahon, menanam biji tanaman, meletakkan biji dalam tanah.

Latak, marlataklatak, mengersak, gemertak.

Latam, marlatam, berbunyi mengenai senapang.

Latang, mangalatang = lotong, lotung, lutu.

Latap, sej penyakit pada mana bibir terkelupas dan membuat sudut mulut putih; latapon, berpenyakit ini.

Latas, lih tas.Late, rasa iri yang jahat, dengki, iri hati, cemburu, marah; late ni roha, iri hati, cemburu; latelate, idem; marlate ni roha, berdengki, marah; mangalatei, cemburu kepada seseorang; masilatean, saling cemburuan; malate, kena dengki; retak mengenai kayu; hau parlate, kayu yang gampang retak; panopa so malate, pekerja yang cakap, pandai, yang tidak akan merusakkan alat-alat.

Lating, palatinghon, mangalatinghon, memusnahkan dalam kutukan datu.

Latong, sej pohon kayu.

Lau, jin-jin, roh-roh tertentu yang menyebabkan gerhana bulan dan matahari, pada gerhana bulan orang serukan: paulak bulan angka lau, kembalikanlah bulan, kalian lau.

Lauat, mangalauati, = mangalahangi.

Laum, mangalaum, merampas, merampok, menyamun.

Laung, naung; marlaung di toru ni hariara na bolon, berdiam di bawah kerajaan raja yang besar.

Laup, malaup, terkena, seriawan, guam; kutuk yang dikenakan kepada orang karena tidak mengurus keluarganya; molo ahu na so ra pasusuhon, andurabion ahu, molo ibana na so ra manusu, malaup ma dilana, bila aku yang tak sudi menetekkannya, biarlah aku sakit dada, bila dia yang tak mau menetek, biarlah lidahnya kena seriawan. Laut, laut, danau; di dalam laut, dalam ribaan ibu; lautlautan, pusing kepala di air; begu laut, penyakit typhus; mangalautlaut, pasir yang datang ke ladang dibawa ombak menghanyutkan.

Lautu, sej rumput.

Lawas, lebar, luas; ladang lawas, daerah di sebelah selatan tanah Batak = Padang Bolak.

Layar, layar; rayar, layar; marlayar, berlayar; butong layar, buntal layar karena angin; na mangan layar, layar itu menangkap angin.

Le, male, lapar; male butuhana, dia lapar; mauas male,haus dan lapar; haleon, musim paceklik, bala kelaparan; haleonon, menderita kelaparan; ditaha haleon, = hona haleon, diserang kelaparan.

Lea, kecil, hina, jelek, keji; lea rohana mida ahu, memandang hina dia padaku; mangaleai, memperlakukan orang dengan rendah, menghina; hona lea, kena hina; lealea, penghinaan; haleaon, kehinaan, kerendahan, kekejian; palealeahon, menghinakan, menjelekkan.

Leak, itu adalah tepat; leak ma antong, itu adalah tepat, itu adalah sepantasnya, layaklah memang; ndang leak alealem ibana, rupanya ia bukan sahabatmu; leak aha do i? apa itu gerangan? bdk leat.

Leam, leamleam, apung msl batok kelapa atau daun yang ditaruh di air agar air di periuk yang dibawa di atas kepala tidak terbuang; naga lumeam, dewa air dengan bentuk ular = boru saniang naga.

Lean, = lehon; mangalean = mangalehon.

Leang, I. gelang; songon injamon leang, bagaikan meminjam gelang, sulit dilepaskan. II. leangleang, burung layang-layang; leangleang mandi, burung layang-layang yang menurut legenda turut membawa tanah sewaktu menjadikan bumi ini, malaikat dewa; P.B.: unang gulut imput ni leangleang, jangan rebut buntut layang-layang, jangan direbutkan sesuatu di awang-awang, siasia; leangleang harotas, layang-layang kertas.

Leap, I. tidak mendalam, picik; marleap ni roha, berpandangan picik, berpandangan tidak mendalam; mangaleap, menggenangi, membanjiri; marsileapon, = manontor. II. = leat; sileapon = pamatang, (And).

Leas, kecil, tidak kuat msl gadu; marleas ni roha, memandang rendah terhadap sesuatu, sepele, tidak penting, remeh, enteng.

Leat, bentuk, rupa; leat ni, rupanya, agaknya; ndang siat hatangku leat ni, tak mempan ucapanku rasanya.

Leban, na leban, asing, yang lain; huta ni na leban, kampung orang lain; halak simaleban, orang lain, orang dari suku bangsa lain; lebanleban tutur, kerabat jauh tetapi satu marga. Lebat, sanghalebat, sebagian dari pidato.

Legat, = dauk; lumegatlegat, lelah, lemah gemulai.

Legot, liku, bengkok, tidak lurus mengenai jalan; marlegotlegot, berbelok-belok, kelok-kelok, berliku-liku, berbelit-belit; mangalegot, bergerak dengan berbelok-belok, juga dipakai dalam arti kiasan: tidak lurus, bengkok, tidak jujur.

Lehang, berjauhan letaknya mengenai tanduk, kangkang.

Lehe, = pilit.

Leheng, keras kepala, degil; masiboan lehengna, masing-masing menurut ketegarannya, tak sependirian.

Lehet, bagus, baik, cantik; lehet, sebagai jawaban: itu bagus, oke; palehethon, mengindahkan, membereskan, memperbaiki; parlehetan, = pardengganan; halehetanna, yang paling baik, tepat sebagai mestinya, ideal; tingki halehetanna, waktu yang pas; marnalehet, berbeda cantik; lehetna i, cantik sekali.

Lehon, mangalehon, memberikan; silehonlehon, sumbangan, pemberian, kado, hadiah; pangalehonan, kepada siapa yang diberi sesuatu, alamat pemberian; masilehonan tangan, saling memberi tangan, bersalaman; diparlehon, dibagi-bagi; lehon, baik, beres; oke!

Lehu, liku-lku, lengkung pada sungai; mangalehu, berkelok lewat mengalir mengenai sungaiLehung, melengkung, bengkok.

Lei, lei, batu tulis; batu lei, idem.

Lekluk, = geduk.

Lela, I. pangalehon mata, tidak dilihat dengan betul-betul, silap. II. lela, = basar; mangalelahon, memperlakukan seseorang dengan ramah dan murah.

Lelan, sej ikan.

Lelang, lelang; mangalelanghon, membeli sesuatu di lelang; palelanghon, menjual sesuatu di lelang.

Lele, mangalele, mengejar, mengusir; mangalelei, idem; pangaleleon, pengejaran, pengusiran; hola lele, kena kejar, dikejar.

Leleng, lama; sadia leleng, berapa lama? ndang pola sadia leleng, tidak berapa lama, tidak lama sekali; saleleng ni lelengna, lama sekali, selama-lamanya; saleleng, selama; saleleng hutanda ho, selama saya kenal engkau; marsilelengi, = marnaleleng, berbeda mengenai jangka waktu; palelenghon, menunda; lelengna i, lamanya, lama kali!

Lelep, = leleng.

Lelo, lelo ni bodil, engkol bedil.

Leman, sej bambu.

Lemba, marlemba, tak ambil pusing, tidak perduli, tidak menaruh perhatian; lemba ni roha, kelalaian, tidak perduli; tarlemba, terlalai, tidak ada perhatian.

Lembut, mangalembut, = mangalombut, memukul.

Lemeleme, tanah yang lembek dan berlumpur tetapi subur.

Lemes, halus, rata, licin; dipalemeslemes hatana, dia mengeluarkan katanya (yang bermaksud jahat) dengan manis.

Lempeng, selempeng tambakau jawa.

Lena, mangalenahon, melalaikan, tidak menaruh perhatian; pangalenaon di mata, obat yang memebuat mata menyimpang dari bahaya yang mengancam, lih lenga.

Lendes, bdk lentes, rata, bersih elok mengenai jalan; mangalendes, membersihkan; palendes, idem.

Lenduk, kendur, tidak tegang mengenai lengan; palendukhon, mengendurkan, melepaskan sesuatu yang tegang.

Lenga, lalai, melengah.

Lengen-lengen, enak, sedap didengar telinga.

Lenges, sesak nafas; marlengeslenges, sesak-sesak mengenai nafas.

Lenggang, riah, meledang.

Lengket, = lehet.

Lengkot, = legot.

Lengkus, mundur, binasa mengenai orang, usaha. Lengleng, malengleng ateatengku, meratap hatiku.

Lengse, hancur lebur, punah, dihancurkan, binasa; mangalengsehon, membinasakan, menghapuskan; halelengse, kebinasaan, kehancuran, kepunahan

Lenjeng, = tois, kurang ajar, besar mulut.

Lensem, mangalensem, membohongi, membujuk, bermulut manis, mendiplomasi dengan licik; sipalensem, bujukan yang penuh bohong, perilaku yang dibuat-buat.

Lentes, bebas, terbuka mengenai jalan: manalentes, bebas, nampak dengan jelas (dari talentes).

Lentuk, = lantuk.

Leo, sej tanaman rawa yang dapat merusakkan padi, diimpor dari Asahan.

Leok, paleokhon, membinasakan, menghabiskan; punggu leokleok, sej sumpah, lih gana.

Leong, marleongleong, berkilap, mengkilat mengenai logam yang digosok.

Lepa, mangalepai, mengalahkan dengan cepat, gampang dan cepat diatasi.

Lepe, bengkok ke bawah, melengkung; silepe, binatang yang tanduknya luar biasa bengkok; lumebe-lepe, bergerak ke sana ke sini msl telinga kuda; P.B: jumpang silepe dohot sihalung, kerbau bertanduk bengkok dan bertanduk tergantung-gantung bertemu: artinya: dua orang lemah, yang keduanya tidak bisa berbuat apa-apa.

Lepek, marlepek, lepeklepek, menggertakkan jari-jari; silepeklepehan, orang yang selalu dihormati orang lain (= parbilean).

Leplap, indo, anak kawin campuran asing dan warga asli (ayah: orang Eropah, ibu: pribumi).

Lepo, mangalepo, = manghorus.

Lereng, sepeda.

Les, les, register.

Lesan, mangalesan, menghina, mengejek, mencerca, mencemohkan.

Lese, = sae; mangalesehon, melunaskan, menghapuskan, menyelesaikan, mengampuni (utang); juga: salesehon (disalesehon).

Lesem, mangalesem, membujuk, merayu; silesem, pembujuk, orang yang bermulut manis; lesemlesem, bujukan, rayuan juga: hata lesem.

Leseng, sileseng, tikus yang ditangkap pada gangguan tikus dan dimasukkan ke dalam ampang bersama padi; ampang yang dihiasi itu dibuang ke sungai = manguap sileseng; songon na manguap sileseng do dibahen pamuli boruna, dikatakan dari seorang yang hanya memperdulikan puterinya pada kesempatan ini. Selesai urusan itu tidak peduli lagi (main gampang).

Lesles, palesles, = patestes.

Letek, marletekletek, berdenyut-denyut mengenai pergelangan, berdetik-detik mengeani jam; pangaletek, denyutan pergelangan; saletek soara, (sangkababa soara), sepatah kata; mangaletek, menganyam tikar atau sumpit.

Letes, marletes = malletes, tiba-tiba lari dengan cepat (bdk tes).

Leu, maleu, bengkok mengenai mata pisau, sumbing mengenai pisau.

Lentu, sej rumput.

Li, I. bulan ke-11 kalender Batak. II. seruan untuk mengusir ayam.

Lia, jarang.

Lian, lumianlian, mengalir kesana kesini mengenai orang di pekan.

Liang, liang, lobang, gua; tolu liang bugangna, tiga lobang lukanya.

Liap, mangaliap, mengenai sebentar, menyentuh msl kilat, api; mangaliap dohot mas, membubuhkan mas pada, menyadur; mangaliap dohot perak, menyadur perak; P.b.: na so haliapliapan, na so halipurpuron, na so hamiangmiangan, dikatakan dari orang yang tidak dapat dihukum dan sama sekali tidak salah; liapliapon, = ombunombunon.

Lias, bebas dari kesalahan, bebas dari sangka; palias, mudah-mudahan itu jauh, demikian dikatakan mengenai celaka; palias hatam, apa yang engkau mengatakan itu, semoga tidak kena pada saya; palias, kata untuk makanan waktu perang.

Liat, I. tano liat, tanah liat. II. liat, keliling, sekitar (bdk: haliang); liat portibion, seluruh dunia; liat huta on, seluruh desa ini; mangaliati, mengelilingi.

Libas, mangalibas, memukul, menghantam; mangalibashon, memakai sesuatu untuk memukul, memukulkan, menghantam.

Libe, ganti rugi yang dibayar untuk barang-barang hilang atau yang dirampas, tukar; mangalibe, membayar ganti rugi; marlibe (di), bertukar barang.

Libuk, pening, pusing.

Libung, sej harambir yang tumbuh dalam hutan.

Lidang, suci belaka; na lidang marroha, yang berperasaan suci.

Lidi, = lili.

Liga, kucil, terpisah, tersingkir, terasing; hona liga, tersingkir; mangaliga, mengucilkan, menyingkirkan, mengasingkan, memisahkan, membedakan.

Ligan, = liga.

Ligi, mangaligi (juga mangiligi), memandang, mengunjungi, menengok.

Ligon, = liga; mangaligoni, = mangaliga.

Lihi, langsing, ramping mengenai tubuh manusia dan pohon kayu; pangalihilihion, dikatakan mengenai pokok pisang yang tinggi dan kering, jadi krempeng.

Liklik, maliklik, terkelupas; liklik, luka karena gosokan.

Lili, I. lidi; parsipitulili, perempuan yang dapat menenun dengan 7 lidi; jadi sangat cepat; cakap dan pintar mengenai raja. II. lilian, tertawan perhatiannya oleh, membuat diri tertawan, tertarik oleh sesuatu dan oleh karenanya melupakan sesuatu; lilian ni hata, enghabiskan waktu dengan beromong-omong; lilian mardalan, menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan; lilian, halilian, perintang-rintang waktu; daon halilian, permainan untuk mengisi waktu; mangaliliani, menahan orang, menawan perhatian.

Lilin, lilin.

Liling, mangalilingi, menyelidiki, memeriksa.

Lilis, I. menetes, tiris, bo-cor; ndang lilis, tidak mengeluarkan sesuatu. II. lilis, kayu yang tua dan baik.

Lilit, besarnya sesuatu, garis lingkar; mangalilit, memeluk, meliliti msl tanaman merambat yang meliliti pohon; mangaliliti, membaluti, mengikat, membungkus; juga: menangkap orang dengan tipu daya; P.B.: ndang dope marandor nunga mangaliliti, belum mempunyai sulur tetapi sudah mau melilit, artinya: membuat lebih banyak daripada disanggupinya; mangalilit, mengikat; pangulilitan, bekas deram yang tinggal setelah diikat dengan rotan; mangalilit, menguliti sepotong kulit kayu pohon di hutan sebagai tanda pohon itu adalah miliknya.

Lilu, sesat, tersesat, salah langkah, kesasar, keliru; haliluon, kesesatan; mangaliluhon, menyesatkan; paliluhon, menyesatkan seseorang; pangaliluon, alat, jalan untuk menyesatkan seseorang.

Lilung, kata; malilung, bertutur kata, berkata, berbicara (And); na lambok malilung, yang berbicara ramah dan lemah-lembut, bertutur kata ma-nis; palilung, keramahan, kebaikan.

Lima, lima; palimahon, yang kelima; sipahalima, bulan ke-5; diparlima, dibagi lima, di-bagi dalam lima bagian; mangalimai, melahirkan lima ekor anak mengenai babi.

Limang, mangalimangi, menghitung.

Limas, bulung limas, daun pisang yang dipotong.

Limatok, pacet, jenis lintah kecil; silimatok, kerbau (And).

Limba, mangalimbahon, = mangasuphon.

Limbas, = pangalaho; taida ma jolo limbasna, = taida ma jolo pangalahona.

Limbat, sej ikan sungai yang menyerupai ikan sibahut.

Limbe, mangalimbehon, menunjukkan, memberitahukan, mengumumkan; mangalimbehon pagar, memberitahukan dengan permainan gendang bahwa ia seorang datu telah berkediaman; mangalimbehon rasun, memberitahukan bahwa ada rajun dijual; mangalimbehon jabu, memberitahukan dalam kampung bahwa ada rumah yang mau dijual. Jika ada di kampung orang yang mau membelinya, maka rumah itu tidak boleh dijual kapada orang di luar kampung.

Limbit, kurang baik dibuat, tidak lama tahan; sangat kurang lebar (gadu); margadugadu na limbit, marbondar siangkatangkaton, pematang sawahnya lembek, tali air gampang diloncati; limbit do pansamotan di si A, A tidak mempunyai banyak harta, dia miskin; limbit partubuna, asalnya miskin.

Limbong, nama daerah di sebelah barat Danau Toba.

limpa, limpa.

Limpon, halimponon, mulai diperhatikan; simarhalimponon, sej pohon kayu.

Limpot, jatuh, binasa, hancur; mangalimpothon, menghilang, membiarkan hilang.

Limpun, mangalimpun, meninggi mengenai suara yang bagus; juga: luar biasa bersedih.

Limus, licin.

Limut, lumut, jamur; limutlimuton tanggurungmu, ucapan selamat: lelumutan punggungnya, semoga engkau menjadi tua sehingga tumbuh lumut di punggungmu. Linang, marlinang, berkilau, bercahaya, kilap, berkilat, gemerlapan, glamour.

Lindak, lumindak, mundur; lumindaklindak, naik surut, bergelombang, berombak-ombak; mangalindakhon, membuang kesamping, menuangkan kesamping; mangalindakhon na gok, dikatakan dari seorang kaya yang tidak peduli kalau ada sesuatu yang hilang; silindaklindak na gok, kaya. II. lindak, gemerlap, berkilap; palindakhon, membuat berkilap, bersinar.

Lindang, noda, cemar, cacad, cela, salah, cacad susila; marlindang, bernoda; na so marlindang, tanpa noda, tidak bercela, tak cemar.

Lindi, I. = tindi, ditambahkan; ndang adong na lindi, ndang adong na lampis, sama sekali tidak ditambahkan; mangalindihon, menambahkan, memperbesar msl piutang. II. lindi, sej ulat yang membinasakan gadu.

Linjuang, silinjuang, tumbuhan berdaum merah dan ditanam sebagai penghias.

Lindo, marlindo, menghilang bdk halindo.

Lindong, = lindang.

Linduat, anak kembar.

Lindung, lindung, sesat, tidak tahu jalan lagi; mangalindung, mengacaukan perhitungan; silindung, temapt dimanan orang sesat atau tersembunyi?

Ling, I. mendengar dengan penuh perhatian; marpinggol ling, mendengar sesuatu dengan penuh perhatian. II. lingling, sunyi, jauh.

Lingga, bibir lingga, karung yang tepinya dianyam keluar.

Linggas, mangalinggas, membuat jadi bagus; palinggashon, idem; palinggas daging, menghiasi dirinya dengan bagus.

Linggom, teduh, berlindung dari sinar matahari, naung; linggoman, idem; marlinggom, bernaung, mendapat naung, duduk di naung, berteduh; mangalinggomi, menaungi, berhak atas sesuatu; ndang dope marbulung, nunga mangalinggomi (= ndang dope marandor, nunga mangaliliti), belum berdaun, sudah menaungi, mau membuat sesuatu sebelum waktunya untuk membuatnya, suka menjadi besar.

Lingik, marlingik, mendahak, mengerang msl orang yang mau meninggal.

Lingis, marlingis, mallingis, sangat cepat, lari cepat.

Lingka = langka.

Lingkang, = tanggal, lekang, lepas, terkelupas, melepaskan diri; lingkang poda sian ateatem, engkau lupa ajaran itu; lingkang utang, hutang sudah hapus, lunas; sallingkang, satu lilitan mengenai gelang tangan, selingkar gelang.

Lingkas, dibayar lunas mengenai hutang.

Lingkohot, mate halingkoton (juga: halingkothoton), mati kelemahan dan kelaparan. Lingkup, lingkup, tertutup; mangalingkuphon, menutupkan.

Lingo, bunyi yang kurang terang, sayup-sayup, tidak jelas, desas-desus; pangalingolingoan, menyangka mendengar sesuatu tetapi tidak jelas; lingo, kabar yang tidak jelas; lingo hubege, saya mendengar sesuatu berbunyi; pangalingolingoon do pinggol, mendengarkan berita tetapi tidak bisa ditentukan apa isinya.

Lino, marlinolino, berkilat-kilat, mengkilat.

Linom, mangalinom, mengamat-amati dari dekat.

Linsim, hepeng linsim, uang logam, duit.

Linsing, mangalinsing (i), mendera, memukul dengan sepotong kayu; linsinglinsing, cambuk, pecut, cemeti.

Linta, lintah besar yang hidup dalam air.

Lintap, = litap, basah.

Lintas, mangalintas, = mamolus, (bolus).

Lintom, gelap, hitam; hoda silintom, kuda hitam; mangalintom, kelihatan gelap mengenai air dan langit.

Lintong, telaga, kolam yang dalam; lintong majoajo, air yang dalam; Lumban Lintong, lintong ni huta, nama-nama daerah.

Lintun, lari mengenai hamba; mangalintunhon utang, lari kerena hutang. Lio, tidak berisi, encer mengenai susu, darah; halioan, berangkat dengan tangan kosong.

Liok, simangaliok = pamatang (And).

Lipan, lipan; lipan tano, lipat tanah berwarna hitam; lipan api, lipan berwarna merah.

Lipat, mangalipat, melecut, memukul; lipatlipat, sebilah kayu yang dipakai untuk memukul, cemeti.

Lipe, keliru, bertentangan dengan kebiasaan, salah, palsu; lipe do hubege, salah saya dengar; palipehon, memutar-balikkan msl kata-kata, mengalihkan arti; parpoda na lipe, pengajar yang salah, yang palsu, orang yang memberikan ajaran palsu

Lipik, mallipik, = marlipik, mencicit mengenai burung kecil.

Liplip, mangaliplip, mengucilkan orang dari adat; hona liplip, dibuang, disingkirkan, terkucil; mambuat pangaliplipan, mengadakan perjamuan, untuk memberitahukan kepada familinya bahwa ia tidak mau lagi mencampuri apa-apa dengan seseorang, mengumumkan pengucilan.

Lipung, murni, bersih, suci; mangalipung, mencukur dengan beling; palipunghon, membersihkan.

Liput, mangaliputhon, melantas dengan dalam; liput di taon, liput di bulan, sudah bertahun dan berbulan-bulan, lama sekali.

Lisa, telur kutu; lisalisaon, penuh telur kutu.

Lisat, malisat, diinjak-injak, pipih, penyet (hidung); mangalisathon, menginjak, memipih, menghimpit sampai penyek.

Lisik, marlisiklisik, berdesis, berdesing; parlisik ni ulok, perbuatan mendesis mengenai ular; mangalisik, memukul, mengibas sehingga berdesing; sisisik, sej amporik.

Lislis, = lias, bersih mengenai perkara; mangalislis dirina, membakar dirinya secara murni; lislis ho sian i, tidak ada urusanmu dengan itu, jauhkan dirimu dari situ; lislis, juga: dilampui.

Lisop, terbenam msl tu gambo; mangalisop, menyelamkan, menenggelamkan, membenamkan, mencelupkan; gambo lisop, lumpur yang dalam.

Litap, malitap, = mallitap, basah; mangalitapi, membasahi diri mengenai bayi.

Litik, marlitiklitik, berderai-derai, berdetik-detik.

Liting, marliting, malliting, bergeliting, gemerencing, berdenting.

Litok, keruh, kabur mengenai air dan mata; mangalitohi, mengeruhkan; unang litohi baba ni mualmu, jangan keruhkan mata airmu, artinya: jangan buat jahat terhadap orang yang berbuat baik terhadapmu.

Litonga, Silitonga, lih tonga. Liun, marliunliun, berlimpat, berlilit-lilit, kusut; mangaliun, menjadi kacau, ruwet, berpilin-pilin.

Liung, jurang yang curam.

Liup, lumiup, dalam jumlah besar pergi atau bergerak ke satu jurusan, msl ikan, daun-daun dihembus angin.

Loak, bodoh sekali, dungu, tolol, terbodoh-bodoh; loahon, dungu, tolol.

Loas, mangaloas, membiarkan, mengijinkan, membolehkan; loas jolo, biarlah, izinkanlah dulu.

Loba, I. lebah; situak ni loba, air lebah, madu. II. sej kayu.

Lobang, lobang di antara gigi; lobangon, mempunyai lobang di antara gigi, ompong; jagung na lobangon, songkol jagung pada mana banyak terdapat lobang-lobang karena tidak berbiji; mas na lobangon, mas yang tua, baik; ihan na lobangon, ikan yang besar dan tua.

Lobe, lobelobe, sej kayu pengelobangi tanah untuk menanam; pinggol malobe, seorang yang mendengar setiap orang, tanpa kemauan sendiri, kuping menampung.

Lobi, lebih, terlalu banyak bersisa; lumobi, lebih, terlebih; lobilobi, kelebihan, apa yang tinggal, sisa, limbah; marlobilobi, berlimpah-limpah, berkelimpahan, berlebihan; lobian (di), berkelebihan mengenai; tarlobi, dalam hubungan dengan kata sifat: berlebih-lebihan, terlalu banyak, sangat banyak, terlebih; tarlobi oto, terlampau bodoh; tarlobi barani, terlampau barani.

Lobom, marlobom, memecahkan (tiruan bunyi “bom”).

Lobong, satu biji; sanlobong, sepotong kayu; lobang yang dibikin dalam tanah untuk menanam jagung, padi; mamuro lobong, = mamuro hauma na sinabur; mangalobong, memotong kayu dengan parang.

Lobu, I. tempat kampung yang ditandai oleh empat tembok keliling; halaman desa yang ditinggalkan orang tetapi masih ditandai dari temboknya; lobu ni babi, kandang babi; lobulobu, pinggir pintu masuk ruma; mamungka lobu, mendirikan kampung dengan lebih dahulu membuat memasang temboknya; hauma lobu, ladang pada suatu tempat dimana dulu ada kampung; lobuan, tempat perkumpulan msl raja-raja, pemain-pemain judi; marlobuon, mengelilingi; lobu, dimuka nama desa berarti: kampung, desa. II. halobuan, terlupa, tidak diingat; ulos lobulobu, ulos yang diberikan kepada mempelai waktu perkawinan.

Lobuk, mallobuk (marlobuk) taroktok, berdebar jantung pada denyut nadi yang tepat dari sudut takhyul dianggap sebagai peringatan.

Lobung, terbuka, lepas dari kerongkongan sesuatu yang tadinya melekat di dalamnya; me-ngenai jalan yang terbuka, yang dapat dilalui karena tidak ada musuh; mangalobung, menembuskan, memotong, membukaLoga, = liga; mangaloga, memisahkan.

Logam, logam.

Logan, sej pohon kayu yang kayunya cocok untuk bangunan.

Login, sej baion, pandan.

Logo, kemarau, cuaca kering; ari logo, udara kering, musim kering, kemarau; logo ni ari, kering, panas; pangalogologoon, retak mengenai tanah di musim kering; silogologo, nama sej burung elang, nama sej kuda.

Logom, logomlogomom, = golamgolamon, terkecut, terkapah-kapah.

Logot, mangalogot, memarang, membendung air untuk mempermudah menangkap ikan.

Logu, lagu, irama lagu, melodi; marlogu dua, tolu, berlagu dua, tiga.

Loha, maloha, runtuh mengenai tambak, rumah; mangalohai, meruntuhkan, mendobrak, merombak, membongkar, memecahkan.

Lohan, lokan.

Lohap, merenung.

Lohot, lengket, lekat, melekat (di); palohothon, melekatkan, mengikat; pira ni manuk na halohotan, sisa telur ayam yang tak menetas; halohotan, dipegang, dihalang-halangi; salohot, rumput jarum, jarum-jarum.

Lohuk, lekung msl dalam kain, layar; lohuklohuk, lekung, akal, tipu daya.

Lohung, marlohung, menggonggong, menyalak mengenai anjing.

Loja, letih, lelah; nunga loja ahu, saya sudah letih; saya tidak suka lagi, jemu, bosan; halojaon, kelelahan; ndang marnaloja, tidak kunjung lelah, tidak letih, tidak lelah, tak capek-capek; mangalojai, membuat capek, mempersulit; palojahon, idem; manghalojahon, membuat sesuatu dengan bersusah payah.

Lojo, manghalojohon, membuat sesuatu dengan cepat, memburu-buru, memperlekas; mangalojohon boniaga, tergopoh-gopoh dengan barang dagangannya; mangalojohon dirina, mencari sesuatu untuk dirinya dengan segera.

Lojong, marlojong, mengejar, cepat lari, berlari; mangalojonghon, berlari karena sesuatu hal msl karena hutang.

Loksa, laksa, sepuluh ribu; marloksaloksa, beribu-ribu, puluhan ribu.

Lola, rintangan, halangan, terganggu, dihalang-halangi; lola ahu, saya dirintangi, dihalang-halangi; mangalolai, mengganggu, merintangi, menghalang-halangi seseorang; dilolai hamatean ibana, terhalang dia karena kematian; halolaan, rintangan, sebab rintangan, halangan, alasan sebab berhalangan.

Lolap, lebat, gelap; ramba lolap, semak belukar yang lebat; tombak lolap, hutan lebat. Lolo, I. semua tiang kayu rumah; lolo sadari, apa yang bisa didirikan kerangka rumah dalam satu hari; atas dasar itulah diperkirakan besarnya rumah (yang sedang besarnya atau kecil); palolohon, mendirikan kerangka rumah yang telah bersedia. II. mangalolo, mengelilingi; tarlolo, dikelilingi, dikerumuni; loloan, rapat, pada mana orang duduk berkeliling.

Lolom, silolom, sej amporik berkepala hitam; silolom ni robean, = lombu (And).

Lolong, I. mahilolong, enggan kepada suaminya atau isteri, pengantin perempuan; bila terjadi perceraian karena itu dikatakan: sidangka sidangkua sidangka ni singgolom, na sada gabe dua utang ni sipahilolong, berangkai cabang singgolom, berganda hutang sipahilolong, artinya: harus dikembalikan sebanyak dua kali uang mahar. II. simalolong, mata (And). III. silolonghon, sej rumput.

Lolos, lalai, lupa, kelupaan, terlena, lupa luput; lolos ahu, saya lupa; parlolos, pelupa; tarlolos, lupa, lalai, terlena.

Lolot, = leleng (Angk).

Lomak, lemak, subur dan rimbun mengenai tanam-tanaman dan padang rumput.

Lombang, jurang, lembang, lembah yang dalam antara dua gunung, tebing curam; lombang liung, jurang, terjal, tebing terjal; mangalombang, membuat tubir, berdeling, berjurang. Lombing, = hujur lombing, lembing berujung tiga.

Lombu, lembu, lembu Benggala yang kecil; lombulombu, perisai dua kulit lembu, juga: tembok yang kuat dan tetap; sipantom lombulombu, sipenancap perisai, seorang yang pertama melemparkan lembingnya pada perisai musuh dalam keadaan perang; perintis pembuka jalan untuk kepentingan orang lain, orang yang berani membela hak orang lain.

Lombut,mangalombut, memukul dengan sesuatu yang keras; lombutlombut, pentung untuk memukul, alat pemukul.

Loming, mangaloming, memasukkan sesuatu dalam tabung bambu untuk dibawa msl daging; lomingan, tabung bambu tempat memasak sesuatu di hutan.

Lomlom, gelap, hitam (Angk).

Lomo, berkenan, suka, ingin, senang; lomo rohangku disi, ia berkenan pada saya, saya suka itu; lomo rohana mida donganna, dia suka kepada teman-temannya; lomom, seperti engaku suka, sebagaimana engkau mau; lomo ni roha, kesukaan hati, kesenangan, kesayangan; marlomo ni roha, suka, senang, ingin; manghalomohon, menyukai sesuatu; lomolomo ni roha, apa yang sangat disukai, diingini.

Lomong, tarhalomong, kaget, terkejut, tercengang.

Lomos, gamang, takut, cemas, kuatir; lomos ni roha, ketakutan, kecemasan, kekuatiran; manghalomoshon, takut pada sesuatu, mencemaskan. Lompa, mangalompa, memasak; pangalompaan, tempat memasak, periuk, rebusan; pangalompa, pemasak, juru masak, kok, perebus.

Lompan, lauk pauk pada nasi.

Lompas, mangalompas, menusuk, menikamdengan lembing, menembus.

Lompit, terlipat; dua lompit, rangkap dua, lipat dua; mangalompit, melipat, memperbanyak.

Lompitlompit, lipatan; lompit, terlipat; marlompitlompit, berganda-ganda, berlipat-lipat; mangalompiti, membengkokkan msl lutut; silompit sampulu, lipat sepuluh, rangkap sepuluh, sepuluh kali lipat; mangalompit musu, menangkap musuh pada jalan-jalan persembunyian; lompitan, jalan persembunyian.

Lompo, lampau, luar biasa, berbuat terlampau jauh, terlampau, keterlaluan, melebihi timbangan; na lompo do pambahenmi, kelakuanmu melebihi yang diizinkannya; mangalompoi, kelakuanu melewati apa yang diizinkan; na so halompoan, yang tidak dapat dilebihi oleh siapapun, tak dapat diungguli; na gurgur sian solup, na lompo sian hatian, meluber daru cupak, lebih dari timbangan, lebih dari patut.

Lompong, sej kalong yang sedang besarnya.

Lomuk, empuk, lunak, lembek, enteng, mudah, jinak; lomuk ma jumpang ho, semoga mudah engkau jumpai; mangalomuk ingkau, melembekkan, melembutkan sayur dengan melulutnya; marnalomuk tanganna, dia bertangan dingin.

Lonap, buta, terbenam pada lumpur; mangalonaphon, mengorok, membor dalam tanah untuk menyimpan sesuatu supaya orang tidak melihatnya lagi.

Londong, gila, orang gila, lawak.

Londuk, = lenduk, kendur, lentur, gampang bengkok.

Londut, teluk, keluk; londut, dikelukkan, direndahkan; londutlondut, rawa-rawa, daerah rendah yang berair.

Longa, I. lenga, semacam tumbuhan (sesamun). II. kurang, tidak utuh, tidak penuh; pitu longa tolu, dari tujuh kurang tiga; longa, terlampau sedikit, tidak penuh.

Longang, heran, tercengang; halongangan, mukjizat, tanda heran, keajaiban; manghalonganghon, mengherankan; longang roha mida, idem.

Longas, malongas, meninggal tiba-tiba sewaktu badannya masih kuat; masilongasan, saling membunuh.

Longe, longeanna, bekas-bekas di dalam periuk, pada mana dapat dilihat sampai dimana periuk tadinya penuh; pada ukuran isi: kira-kira banyaknya isi sesuatu; na so on longeanna, kira-kira sekian banyaknya; mangalongeanhon, menaksir sesuatu.

Longgi, mangalonggi, melipat. Longgom, salonggom, tak terhitung banyaknya.

Longgos, na mora longgos, kaya raya.

Longing, bunyi “nging” yang terdengar dalam telinga; manghuling silonging, adalah demikian sunyinya hingga bunyi “nging” dapat didengar di telinga; marsilonging, tiba-tiba diam mengenai suara, mendiam, sunyi senyap.

Longis, = langis, jauh sekali.

Longit, I. daging yang dikirim kepada seseorang untuk menunjukkan bahwa ia adalah musuhnya; manutung longit, mengirim pernyataan perang kepada musuh. II. longit, kurang; malongit, berkurang, menyusut, surut.

Longkang, lepas, tidak lekat, lekang, gampang lepas, terkelupas.

Longkap, manalongkap, menusuk hidung, tajam baunya.

Longkot, = lohot.

Longlang, berhenti, tidak diselesaikan msl pembangunan rumah, terbengkalai, tanggung; masilonglangan, saling mengganggu, saling merintangi, saling menghalangi.

Longlong, malonglong, (bdk marongrong) roboh, runtuh, longsor mengenai tanah; mangalonglong, menggali dalam; halonglongan, keruntuhan, keambrukan; bodat longlong, sej monyet besar.

Longo, lengang, sepi, jauh di dalam kelihatan, jauh kedengaran msl suara; tombak longlongo, hutan rimba, hutan belantara, rimba raya.

Longok, marlongoklongok, menguik mengenai kodok.

Longon, = lungun; halongonan, kesunyian, kesepian, gurun pasir, padang sunyi.

Longong, marlongong, mendengung mengenai nyamuk.

Loni (juga: noli) = hali, kali; saloni, apa yang sekali saja dibawa, sekali lewat; diparlonilonihon, selalu pergi bolak-balik untuk mengambil sesuatu, berungkali lewat.

Lonjan, mangalonjani, menginjak-injak (bdk ponjal).

Lonong, tenggelam, turun, terbenam, menghilang; mangalononghon, menenggelamkan, membenamkan; halonongan, tempat tenggelam, sebab tenggelam, kejatuhan.

Lonsa, mangalonsa, dengan menginjak-injak membuat lembek msl sawah oleh kerbau, melumat tanah liat dengan menginjak-injak.

Lonsing, mangalonsing = mangalinsing.

Lonsot, dibuang ke sampah sehingga hanya sabagian saja kelihatan.

Lontik, pahat kecil, terlebih dipakai untuk menetak gigi; mangalontik, mengikir, memahat gigi dengan pahat kecil seperti itu; marlontik, bergigi yang sudah dipahat. Lontung, nama daerah di tepi Danau Toba; nama marga.

Lopa, melekat satu sama lain; dengan cita rasa menandakan dalam mulut setelah lama menderita lapar atau mengenai orang yang sakit ingin lagi makan.

Lopak, putih; amporik silopak, sej gelatik berkepala putih; lali silopak, burung elang berkepala putih; marsilopak, kelihatan putih kerana kekurangan hujan, mengenai ladang, keputih-putihan.

Lopas, mangalopas = mangoloas.

Lopi, pakaian, kain; marlapalopi, mempunyai banyak pakaian.

Lopian, sej tumbuh-tumbuhan yang harum.

Loplop, mangaloplophon, menembuskan, menikam, menerusi.

Lopok, cangkokan; mangalopokhon, membiakkan dengan jalan mencangkokkan.

Lopot, mangalopot, melompati, melangkahi sesuatu; lopotlopot, cara melompat-lompat; berselang-seling, berantara.

Lopuk, marlopuk, gemertak msl senapang, bambu yang sedang terbakar; marlupuhan, lebih termasyhur, lebih terkenal, sebenarnya: lebih gemertak; parlopuk ni barita, kemasyhuran, tersiarnya berita.

Lopus, sampai (tempat, jauh, jaraknya); lopus dope, masih jauh; mangalopushon, meneruskan, terus sampai, berjalan terus sampai.

Losa, sej kayu.

Losap, (kata kasar) buta; menderita kerugian dalam perniagaan; nunga dilosaphon tigatiga i hami, barang dagangan itu telah membuat kami rugi; mangalosaphon, membenamkan, menyurukkan kepala ke air.

Losat, = lisat; malosat = malisat.

Losi, = jora; losi ma ho = jora ma ho; losi do iba, saya sudah lelah, bosan.

Losok, malas, lambat, enggan; na ro losokhu, saya malas, enggan; marro ni losok, menjadi malas; halosohon, kemalasan.

Losu, (= uru), mangalosu, mencerca, dengan marah mengulangi perkataan seseorang sambil mengobah suaranya; yang satu mengatakan ‘beta’ yang lain mengulangi: beta, beta, nimmu.

Losung, lesung; losung aek, kincir air; marlosunglosung, bergelombang, berombak-ombak.

Lota, tidak jalan mengenai jerat (lota do sambil) tidak meletus karena takut atau karena bodoh; lota boti: tidak maju, kalangkabut.

Lotak, mangalotak, mengetok, memukul dengan sesuatu yang keras, membalun, menggasak; lotaklotak, kayu, pentung yang dipakai untuk memukul; mangalotakhon, memakai sesuatu untuk memukul.

Lote, sej burung puyuh; turtu ninna anduhur, tio ninna lote, hata na uli unang muba unang mose, ‘turtu’ bunyi burung tekukur, ‘tio’ bunyi burung puyuh; perkataan-perkataan yang baik tidak boleh diubah atau diputuskan; diparlotelote, selalu menang dalam beberapa perang.

Loting, macis, alat pembuat api, pemantik api, baja dengan mana orang membuat api; loting bulu, pemantik api dari bambu; batu loting, batu api; lotingloting, sepotong kayu yang di-potong seperti pemantik api; masilotingan haleon, amat berat mengenai bahaya kelaparan.

Lotlot, mangalotlot, melanjak dengan kaki, mengentak-entak kaki, mengadun dengan menginjak-injak; horbo pangalotlot, kerbau yang disembelih ini berarti bahwa ia akan menginjak musuh, juga pada penyakit menular; santabi lotlot, kata-kata mencaci yang diucapkannya dengan ucapan “santabi” terhadap yang dicaci.

Lotom, mallotom, bergegar mengenai langkah.

Lotong, I. lele (juga lutui). II. marlotong, mallotong, berkernyut, menderau.

Lotop, melekuk, cekung mengenai mata (sesudah sakit atau menjaga malam); lotop do eme, hanya sedikit padi yang ada dibandingkan dengan dulu (lawan: suha, = banyak), berlimpah-limpah; marlotop, gemertak.

Lotung, andung lotingloting, ratap karena meninggal seorang raja, ada gendang dan ratapan. Lotup, ruam, borok di atas kepala anak-anak.

Lotus, marlotus, detus, cetus mengenai bunyi senapang kalau obat bodil itu basah.

Lua, I malua, bebas, lepas, lolos, mati; otik na dapot, godang na lua, apa yang diperoleh, dianggap sedikit; tetapi bila hilang dianggap banyak; paluahon, membebaskan, menyelamatkan, melepaskan, memerdekakan; sipalua, orang yang memerdekakan, penebus; haluaon, pembebasan. II. mangaluahon, melarikan, msl seorang perempuan atau barang; mangalua jolma, melarikan perempuan; mangalualua, menipu orang, dan kemudian melarikan diri secara diam-diam. III. silua, pemberian, hadiah, kado; maniluahon, memberi sesuatu sebagai pemberian, menghadiahkan.

Luak, maluak, beset, terkelupas msl kulit, kapur, cat; mangaluak, mengelupas; manjalahi luakluak, mencari alasan atau sebab untuk bertempur; luakluak, apa yang terkelupas dan jatuh; pangaluahon, tempat sesuatu terkelupas, pengelupasan.

Luam, luam mata (roha), degil, tidak mau, tidak enak perasaan.

Luang, = lubang, kosong, berlobang-lobang, mata-mata besar mengenai jala; luangan, tidak dapat bagian, tidak memperoleh apa-apa, tak beroleh; na luang, tidak memperoleh.

Luas, = puas; paluas, = papuas; luasluas, senda gurau yang tidak enak, lawak yang tidak lucu; marhaluasan, = marhapuasan.

Luat, daerah, wilayah, negeri; dongan saluat, teman sedaerah, orang senegeri; marluatluat, menurut negeri, daerah, berdaerah-daerah.

Lubak, tapian na so di lubaklubak, air yang diam, bdk lubuk.

Lubang, lobang; lubang-lubang, lobang-lobang, celah-celah di tanah; dihapit lubang, seorang anak yang lahir tidak lama sesudah abangnya laki-laki atau perempuan meninggal, dialah menjadi pengganti anak yang meninggal itu; tarlubang, jatuh kedalam lubang; jolo tarlubang, asa mamantari, orang harus lebih dulu jatuh kedalam lobang, baru lobang itu ditutup; lubang hinali, = gana, sej sumpah.

Lubis, nama daerah di Toba; alogo Lubis, angin kuat (dari Lubis).

Lubu, = pungu.

Lubuk, lubuk; lubuk raya, nama gunung yang tinggi di Angkola; lubuk pandabuan, kerugian yang dibuat untuk mencegah kerugian yang lebih besar; msl dengan menjual barang di bahwa harga supaya tidak tinggal tidak terjual.

Lubung, = tiur; lubung idaon, nampak dengan jelas.

Luga, I. marluga, mendayung, mengayuh; parluga, pendayung, pengayuh; mangalugai, = mangalugahon, mendayungkan. II. pekerjaan, pendapatan, penghasilan; ndang adong lugana, dia tidak mempunyai tenaga untuk bekerja secara teratur; mangalugai, mencari nafkah hidup; mangalugahon, mengerjakan sesuatu dengan rajin.

Lugu, gulu.

Luha, maluha, berluka, berlobang, rusak, binasa, musnah, transitip mengenai harajaon dan hasangapon; P.B.: patuduhon luha tu panopaan, mengumumkan suatu kesalahan; ndang piga songon ogung na paboahon luhana, tidak banyak orang mengakui dosanya seperti ‘ogung’, bila gong retak, orang terus mendengar bunyinya.

Luhapluhap, tempurung lutut.

Luhit, mangaluhit, mengikis sesuatu; maluhit, berluka ringan.

Luhon, tidak berisi, kosong mengenai bunga-bungaan; tidak berakibat, tidak mendapat apa-apa.

Luhu, mangaluhuluhu, menggosok dengan perlahan-lahan.

Luhut, semua sekalian, berkumpul, bersama, seluruh; luhutna, mereka semua, seluruhnya; saluhut, saluhutna, semua, semuanya; marluhut, terkumpul, berkumpul; paluhuthon, mengumpulkan, menghimpunkan; luhutan, berkas, ikat, tumpukan; parluhutan, rapat umum, perkumpulan, perhimpunan, tempat berkumpul; silumuhut, = duhut, (And).

Luis, gampang roboh msl pagar; mangaluishon, menghancurkan msl, air yang menghancurkan tembok, bendungan.

Lujuk, I. mallujuk, jatuh ke dalam air msl buah pohon kayu yang berada di tepi danau; kedempung, mendebuk msl buah-buahan yang jatuh ke air; bunyinya seperti ‘juk’. II. lujuk, tidak dipikirkan, terlampau berani, terlampau percaya, tidak ditimbang-timbang, terlalu berani tanpa pikir.

Lujup, dengan kepala terbuka.

Lukluk, I. marlukluk, keriting mengenai rambut, tidak cocok satu sama lain mengenai pakaian, tidak tepat mengenai jahitan. II. mangalukluhi, me-rancap, menggosok-gosok, onani.

Luli, I. segumpal kapas untuk memintal benang. II. sipaluli, bisa, racun untuk membuat seorang laki-laki impoten.

Lulu, mangalului, mencari; mangaluluhon, membalas, membalas dendam; parlulu, pembalas dendam; lulululu, mencari tanpa arah, kecarian, mencari-cari. II. mangilulu, mengganti kulit mengenai ular; mengganti rupa mengenai ulat.

Luluk, rabuk ‘bagot’ (obat) jamur yang halus yang terdapat pada pohon aren, cocok sebagai bahan batu api.

Lulun, mangalulun, menggulung sesuatu, melipat msl ulos.

Lulus, mangalulus, mengeringkan, menaruk sesuatu dekat api msl kayu yang mau dibengkokkan. Lulut, siluluton, kutukan; mandabudabu siluluton, menimpakan kutuk pada seseorang.

Lumang, kosong: tidak menangkap sesuatu apapun msl nelayan; lumang muli, pulang tanpa hasil, pulang dengan tangan kosong; silumang = sigumang, sej kumbang air.

Lumangsa ijur, bdk: langsa.

Lumba, mangalumbahon, memberitahukan sesuatu, mengingatkan, memberi peringatan; palumbahon, mengingat seseorang, memberitahukan terlebih dahulu; lumbalumba, peringatan, pemberitahuan; tarlumba, hona lumba, telah diperingatkan, telah diberi nasehat; dengke lumbalumba, sej ikan, ikan lumba-lumba.

Lumban, daerah, kampung, dusun; banyak terdapat pada nama-nama tempat.

Lumbane, silumbane, = namboru (And).

Lumbang, longgar, lapang, terlampau longgar mengenai benda-benda yang seharusnya pas; palumbanghon, melapangkan, me-longgarkan.

Lumbung, tabu lumbung, sej labu manis; juga: jarang, renggang mengenai mata jala.

Lume, palumehon, melimpahkan, mempercayakan sesuatu kepada orang untuk menyimpan/menjaga msl uang, ternak; parlumean, orangnya yang dipercayakan se-suatu, pelimpahan kepercayaanakan harta benda; siparlumean (= na pinalumehon, lume), benda yang dipercayakan. Lumlam, ruwet, kacau, tidak teratur, campur aduk; mangalumlamhon, mengacaukan, mencampuradukkan; lumlam papangan, tidak teratur mengenai cara makan; halumlamon, kekacauan, keruwetan, kebalauan, ketidak teraturan.

Lumlum, berkumpul di suatu tempat, menyatukan di suatu tempat; palumlumhon, mengumpulkan, merapat.

Lumok, gemuk.

Lumpat, mangalumpat, lompat, melompat; mangalumpatlumpat, congklang, berlari mendua; gaja lumpat, alat pengepungan dengan memakai roda.

Lumpu, lumpuh karena sakit; lumpuon, dalam keadaan lumpuh, berlumpuh.

Lumpus, lepas, luput msl ikan dari jala.

Lumut, = limut.

Lunak, lembek mengenai tanah; bosi lunak, timah.

Lunda, rusak, terbelah msl tembok kebun, barang dagangan, tidak laku; mengenai peraturan undang-undang yang tidak lagi berlaku.

Lundu, tunas, pucuk, kecambah tumbuh-tumbuhan dan umbi-umbian.

Lung, jurang yang dalam.

Lungam, hilang; lungam matana, dia tidak dapat mencarinya; na jotjot ma lungam mata ni nampuna i marnida ugasanna, molo dung dapot halak tangkoanna, sering pemiliknya baru kehilangan sesuatu bila orang mencurinya.

Lungga, = lumbang.

Lungguk, terkumpul, tertumpuk; mangalunggukhon, mengumpulkan, menumpukkan, mengonggokkan; dipangalunggukhon, idem.

Lungkang, luas, lapang (= lumbang).

Lungkas, bebas, terbuka mengenai jalan; mangalungkas, palungkas, membuka, membebaskan.

Lungking, mangalungking, melepaskan.

Lunglung, tempat menangkap ikan di sungai; lunglungan, tikar yang dipasang berupa kelambu di tempat tidur; masuk lunglungan, menjadi pengantin lelaki, kawin.

Lungun, sunyi, sedih, sepi, kepiluan hati, lengang mengenai tempat dan jalan, rindu, sayu karena kerinduan; na lungun, kesunyian, shahdu; dalan na lungun, jalan yang sepi; lungun ni roha, kesayuan, dukacita, tersinggung (sedih); malungun di, rindu akan, dalam keadaan rindu; lungunan, merasa diri kesepian, sendirian; manghalungunhon, mengingini sesuatu, merindukan, menanti-nantikan; parlungun, berkecil hati, marah, peka; halongonan, (dari halungunan) gurun pasir.

Lunja, mangalunja, mengusahakan sesuatu dalam perdagangan untuk membayar hutang.

Lunjan, mangalunjani, menginjak sesuatu, meremas-remas dengan kaki.

Lunjung, membujur, memanjang; palunjunghon, memanjangkan, membujurkan.

Lunsak, mangalunsaklunsak, me-numbuk msl padi.

Lunsut, = mago; mangalunsuthon, merusakkan, membinasakan sesuatu.

Lunta, lumuntalunta, hadir dalam jumlah besar, bercampur-baur karena banyaknya.

Luntak, mangaluntakluntak, menginjak-injak sesuatu dengan kaki; pangaluntahan, lobang tempat melanjak tanah liat.

Lunte, mangalunte, menyamak kulit dengan menggosoknya dengan minyak.

Lupa, lupa, pelupa; lupa ahu disi, saya lupa; nunga lupa raja i di utangna, = raja itu sudah lupa akan utangnya; lupa sian paringotan, lupa; mangalupahon, mangalupai, melupakan sesuatu; silupa, demam, panas, sebutan yang dipakai sebagai pengganti arun karena kepercayaan kepada takhyul; silupaon, beroleh demam panas, malaria.

Lupak, sebidang tanah yang tidak seharusnya mempunyai bentuk tertentu, satu teras di ladang padi; lupaklupak, lobang dalam parit untuk menangkap ikan setelah dikeluarkan air.

Lupuk, gemertak karena membuat bunyi “puk”.

Lupung, cerah mengenai langit, juga mengenai pipa karena orang dapat melihat melalui itu dengan baik.

Lusak, mangalusak, mencuci sesuatu dalam air dengan memasukkan serta menggoncang-goncang keranjang.

Lusim, lusin terutama dipakai sebagai ukuran panjang: selusin elak = 6 meter.

Luslus, pinggir tikar yang dua kali dianyam; mangaluslus, menjalin sebuah pola di atas yang lain.

Luso, mangalusoi, membersihkan sesuatu dengan membasuh; mangalusohon, memakai sesuatu untuk membasuh.

Lusop, jatuh ke dalam kotoran.

Lusut, turun, terbenam matahari (Angk).

Luta, lumutaluta, berjalan kesini kesana sewaktu mengejar, berjalan bolak balik.

Luti, sej kayu yang lunak.

Lutik, mangalutik, memotong serpih kayu untuk memeriksa kayunya; malutik, sedikit dicotok mengenai telur.

Lutlut, mangalutlut, mengejar musuh; dalam arti kiasannya: mengikuti segala tipu dayanya dan tingkah lakunya sampai situasinya diketahui benar-benar.

Lutu, mangalutui, mengejar. Lutuk, marlutuklutuk, ditokok dengan keras.

Lutung, mangalutung, mengejar (juga: mangalatang).

M

Ma, lah, penanda tekanan msl: adong ma sada halak, adalah seorang; ro ma tuson, datanglah kesini; sai saut ma hatam, jadilah seperti perkataanmu; na ro ma udan, akan datang hujan.

Maba (= naba), sembuh kembali; nambura maba, dalam arti sembunyi: dia baru kelahiran anak.

Mabar, sej pohon kayu yang besar, sej hariara (juga: nabar).

Mabas, jatuh mengenai cacar.

Mabe, panjang; mabeabe, lih abe.

Mabuk, mabuk, pening, bersusah hati; mabuk dibahen ulaon, pening karena terlampau banyak pekerjaan; mabuk laut, mabuk laut; pamabukhon, memabukkan, memeningkan; sibahen na mabuk, minuman keras; hamabuhon, kemabukan, hal mabuk; parmabuk, pemabuk, peminum.

Madat = modat.

Maen, anak perempuan saudara laki-laki isteri seseorang; anak perempuan ipar; juga: su-aminya; parmaenon, yang bisa dipanggil ‘maen’.

Maga, maha, mulia, besar; magamaga ni sombaon, kebesaran, kemuliaan ‘sombaon’ juga: naganaga.

Mago I. bdk ago. II. magomago sep, pelan-pelan hilang, menghilang msl sejumlah uang kecil. Magopo, percuma, sia-sia, mubazir, sayang; magopona i, sayang sekali.

Mahal, mahal, langka, jarang dan oleh karenanya mahal; mahal dapot, jarang atau sulit diperoleh.

Mahan, bdk: pahan, marmahan, menggembalakan, memelihara ternak; parmahan, gembala; di-parmahani, mengembala, membawa sesuatu dipadang rumput; mamahan, menggembalakan, memelihara, dari pahan.

Mahap, puas, terlalu kenyang, kenyang sekali, jemu, muak; ndang marnamahap, tidak jemu akan sesuatu, tak kunjung puas; marmahapmahap, jemu akan sesuatu; manghamahaphon, makan sampai jemu.

Mahara, gambaran bintang kambing, lih mesa.

Mahasa, miak mahasa, minyak buah kemiri yang dipakai oleh datu untuk menggosok.

Mahi, tambahan kata di muka kata kerja yang tertentu msl mahilolong.

Mahir, apik, manis.

Mai, tambahan kata dimuka kata kerja yang tertentu = masi, mengambil sesuatu.

Main, main; marmainan, berzinah, bersundal, melacur; dimainani, dizinahi; parmainan, pelacur; parmainanon, pelacuran, perzinahan.

Maing, marmaing, menarik muka marah, tak selera. Majal, = mahap, muak, bosan; tumpul mengenai pisau; majal pandaion, rasa apak.

Majop, patut, enak, sedap.

Malabulan = mangalabulan.

Malaek, lih pala II.

Mala, murah hati, memberikan kepada tamu; melayani, suka memberi; na mala, yang suka memberi, tuan rumah; pitu gaja nilapa, molo soada na mangido, ndang adong na mala, sembelih tujuh gajah, bila tak ada yang minta, tak ada yang mau kasih; pala, hal memberi, pemberian.

Malal, merasa diri tidak enak, gelisah, risih, risau.

Malali, bdk: lali II.

Malam, marmalammalam, = marborngin.

Malambut, = uli; simalambut, sesuatu yang manis menyenangkan, benda-benda yang cantik dan manis.

Malas, merasa dirinya malas, merasa lemah.

Malau, sej unte.

Male, bdk: le.

Malehat, tungkot malehat, tongkat gaib datu.

Malela, juga: malelo, baja; nae buntul malela, hantu (begu) yang berdiam di gunung = boru na mora.

Malgip, bdk: algip.

Malhot, bdk: alhot. Mali, I. mali tondi, jiwa atau tondi dalam manusia terkejut; tarmali, terkejut. II. malimali, pohon kecil berbuah merah. III. maliali, bdk: ali.

Malim, imam, muallim; hamalimon, imamat, hal berkenan dengan muallim.

Maling, marmaling, berpaling, menolak; marmaling sumangot ni ompu, nenek moyang menolak berkat; tarmaling, ditolak; masimalingan, saling mendendam.

Mallo, nama sej rotan yang besar dan kuat sering dipakai buat rambing, titi gantung; tubutubu mallo, berganti-ganti memperoleh anak yaitu laki-laki, perempuan, laki-laki dsb seperti daun pohon mallo yang daunnya berganti-ganti kiri dan kanan.

Malmal,tumpul mengenai alat perkakas.

Malo, cakap, terampil, pintar, pandai; na malo, pandai, cakap; mamalomaaloi, cakap dalam bermacam-macam hal; manghamalohon, dapat memakai sesuatu dengan kecakapan walaupun hanya sedikit; hinamalo, kepandaian, kecakapan; marnamalo, berbeda dalam kepandaian, dalam kecakapan; P.B.: na jumpang gabe na tinangko, molo so malo, na tinangko gabe jumpang molo malo, yang jumpa jadi yang dicuri, bila tak pandai, yang dicuri jadi yang dijumpa kalau pandai; malomalo, kecakapan, kelicikan dalam menipu.

Malos, = melos, layu.

Malsik, = marsik, kurus kering karena miskin.

Malu, malu, malu terhadap sesuatu, tidak suka akan sesuatu; marmalumalu, tidak suka akan sesuatu; marhamaluan, malu; pamaluhon, mempermalukan, membuat malu; tarmalu, menjadi malu; masipamaluan, saling melukai perasaan, saling merendahkan.

Malum, sembuh, pulih mengenai penyakit; dingin mengenai makanan, minuman dan kemarahan; pamalumhon, menyembuhkan, mendinginkan; sibahen na malum, apa yang menyembuhkan, obat; hamamalum, kesembuhan.

Mam, awalan mem pada kata kerja yang berawal huruf b atau p
Mama, = meme (Angk).

Mamak, lebar, lapang, rata dihamparkan, dikembangkan; mamak rohana, dia mengerti sesuatu dengan sulit, sulit diartikannya; batu mamak, batu yang lebar dan keras; batu mamak na so hagairan, batu yang lebar yang tak tercongkel, artinya: orang kuat, yang kemauannya harus dituruti.

Mambal, bdk ambal.

Mambir, bdk: ambir.

Mambo, simambo, tongkat dari pipa Spanyol.

Mambur, bdk ambur.

Mamis, I. bahaya, penyakit yang ditakuti, yang diramalkan oleh dukun mengenai anak yang baru lahir. Datu memakai dua cara: 1. panjujuron silimalima, menurut 5 nama waktu siang hari: sogot, pangului, hos, guling, bot dan lima waktu malam: bodari, sampinodom, tonga, borngin, tahuak manuk, torang ari. 2. panjujuron sipitupitu: nama menurut hari-hari yang ketujuh: artia, suma, anggara, muda, boraspati, singkora, samisara, hal mana dihitung dengan jari-jari: ibu jari (jempol) berarti untung, jari kelingking cepat meninggal. II. mamis, = manis.

Mampar, bdk ampar, berpencar, terserak, kesasar; mampar roha, berangan-angan, absent-minded, hilang konsentrasi.

Mampul, telah diambil hasilnya, habis panen; mampul eme on, sesudah panenan ini selesai, habis panen ini.

Mamue, dari kata: bue, beranak (ternak); pamuean, ternak yang betina.

Mamun, menyelenggarakan jamuan perpisahan.

Mamuretek, lih puretek.

Man, I. pidong imbulu man, burung legendaris dalam ceritera. II. awal men pada kata kerja yang berhuruf d,t,s.

Mana, seruan: hati-hati, awas! menepi, meminggir; hamusuon na marmanamana, perang (kelaparan, kecelakaan) yang tidak dapat dielakkan.

Manabia, Tenggara.

Manahan, bdk: tahan.

Manahatang, sendirian, cuma, hanya, tanpa tambahan; indahan manahatang, nasi tanpa lauk pauk; manahatang ahu do, hanya saya, saya sendiri.

Manaili, bdk: taili.

Manait, bdk: tait.

Manalesehon, bdk: salese.

Manaluhon, bdk: talu.

Manamba, bdk: tamba.

Manambor, bdk: tambor.

Manamuei, bdk: tamue.

Mananap, mananap huida, saya melihat segalanya itu sama saja, saya tidak lihat adanya perbedaan mengenai kata-kata sihingga tidak dapat membedakannya.

Manang, atau, apa, entah; manang…manang…, atau…atau, baik….maupun; manang ise, siapa juga, barang siapa; manang aha, apa saja; manang ise pe, siapa saja pun; manang tudia pe, kemana saja pun; manang songon dia pe, betapa juga; manang andigan pe, kapan saja pun; disungkun do ahu manang na olo ahu, ditanya saya apakah saya mau; ndang huboto manang hutanda ibana, saya tidak tahu apakah saya mengenalnya; ndang binoto, manang musu manang dongan, saya tidak tahu apakah ia lawan atau kawan.

Manat, bdk: nat, hati-hati, cermat, awas, waspada; manat, hati-hatilah, jaga; manat marpangalaho, berlaku hati-hati; pamanathon, memeriksa sesuatu, meneliti, mengamati, menyelidiki; dipamanatmanat, idem. Mandar, sarung; marulakulak songon suhaton mandar, selalu mengulang, ulangi bagaikan sarong yang bulat, dan oleh karenanya tidak berakhiran.

Mandera, bendera.

Mandi, leangleang mandi, burung layang-layang yang menurut dongeng adalah pesuruh Batara Guru.

Mandiang, mendiang.

Mandur, mandor, pengawas.

Mang, awalan meng pada kata kerja berawal huruf i,n,r, msl: mangalehon, manganolnol, mangaririt.

Mangalabulan, nama dewa (yang menggembalakan bulan), adik laki-laki Mula Jadi Na Bolon dan Soripada, yang menyukai segala keburukan, kejahatan juga: Malabulan.

Mangaraja, bdk: raja.

Mangemange, bunga pohon palem.

Mangga, mangga.

Manggang, bdk: ganggang, lepas, longgar msl dayung; parhata manggang, pembual, seorang yang membuka mulutnya lebar-lebar, bermulut besar, bermegah-megah, yang melebih-lebihkan segala sesuatu.

Manggis, I. buah manggis. II. bdk: anggis.

Manggun, bdk: anggun.

Manggus, bdk: anggus.

Mangilhil, sej pohon, yang ku-litnya dijadikan hondang.

Mangir, cantik, manis, jelita.

Mangiring, I. sej ulos tenunan dari kapas. II. bdk iring.

Mangkar, tidak selesai, mentah, belum siap, tanggung; mate mangkar, meninggal dunia ditengah kerjanya, belum siap; juga: meninggal sebelum anak-anak kawin, meninggal sebelum mempunyai anak-anak; mangkar ulaon, pekerjaan belum selesai, terbengkalai; gadong na mangkarangkar, ubi kayu yang dicabut setengah umur dan digoreng mengenai obat; mangkar mata, mata sayu kurang tidur, tanggung tidurnya.

Mangkuk, mangkok, cangkir, piala; mangkuk bosi, mangkok besi.

Mangmang, dimangmanghon, bersumpah; menguatkan sesuatu dengan sumpah; parmanganmangan, pemberian kepada dukun supaya ia memberi ramalan; marmangmang nipi, memintakan mimpi yang sangat berarti untuk sesuatu keputusan msl seorang pemudah mencari jodoh ingin lebih dahulu memimpikan sesuatu yang berhubungan dengan menarok ramuan tertentu di bantalnya.

Mangot, simangot, juga: sumangot, arwah moyang yang naik martabat dan yang dipuja; parsimangotan, tempat keramat dimana diyakini berdiam roh mulia nenek moyang.

Mangsi, warna, terbuat dari unte dan baja.

Mangunsande, bdk = sande. Manis, manis; ulu manis, kulit manis; unte manis, jeruk manis; jari manis, jari manis.

Manisia, manusia sebagai lawan dewa-dewa dan hantu-hantu; jolma manisia, umat manusia.

Manjo, I. = loas ma jolo, so ma jolo, biarlah begitu dulu. II. cocok untuk dinikahkan (Angk).

Manman, I. = manat, perlahan, lambat. II. ummanman dihilala, dia merasa dirinya bertambah baik.

Mano, parmanomanoan, pemberian; kenangan yang diperoleh oleh anak perempuan sesudah ayahnya meninggal.

Manombo, bdk tombo.

Manontong, bdk tongtong.

Mansai, (dari: nasa i), amat, sungguh, sangat; mansai bolon, amat besar; mansai mabiar, takut sekali.

Mansam, jenis, cara, macam, ragam, corak; tolu mansam, tiga caranya, jenis; samansam, satu macam, sejenis; masiboan mansamna, bermacam-macam jenisnya, beraneka ragam; marmansam-mansam, berbagai-bagai, beraneka jenis, bermacam-macam.

Mansi, mansimansi, ikan cumi-cumi yang kecil lih mengsi.

Mansot, = agia, bahkan, biarpun, walaupun, hingga; mansot ro di hamatean, bahkan sampai kematian; mansot dua pe, walaupun hanya dua saja. Mantak, bdk antak = ontok.

Mantap = mantat.

Mantat, membawa sesuatu; ro nasida mantat silehonlehon, mereka datang membawa hadiah; parmahan so mantat batahi, pamuro so mantat sior, gembala tanpa cambuk, penjaga tanpa umban, yaitu kepala raja; nipis do mantat neang, hapal do mantat dokdok, masing-masing menurut padat, beratnya yaitu menurut kemampuannya, masing-masing menurut perbandingan.

Mantega, mentega.

Mantri, mantri, pegawai pemerintah dari golongan rendah, pejabat.

Manuk, ayam; manukmanuk, gambaran ayam yang dibuat oleh anak-anak; Simanukmanuk, nama gunung di daerah Toba; parmanuhon, kepandaian meramalkan dengan ayam atau isi perut atau biasanya dari letak ayam yang dipotong di bawah ampang; marmanuk di ampang, meramal sesuatu dengan ayam mati yang kakinya digantung; parmanuhan, lokasi menjual ayam di pekan; manuk lahibini, mengenai ayam yang cocok ukurannya untuk dipotong; manuk simaranduhur, ayam yang berwarna seperti anduhur; manuk jarajara, ayam yang belum sampai besarnya, ayam muda; manuk saburbintang, ayam yang bercorak-corak warna putih bulunya; manuk jarumbosi, ayam yang bulunya berwarna hitam dan putih; manuk na marbaju, ayamyang belum bertelur; manukmanuk hatopan, sej sumpah, lih gana; sagondang manuk, pesta gendang menghormati nenek moyang dari empat generasi.

Manus, I. tidak peduli, tidak ambil pusing. II. manus, terlupakan; manghamanushon, melupakan sesuatu.

Maol, sukar, sulit, mahal, penting, berharga, bernilai; marhamaolhon, (diparhamaol), menghargai, dihargai, tinggi, menilai; na pinorhamaol ni roha, kekasih; maolna i, betapa sulit; marnamaol, tidak sama sulitnya; maol bahen, hargailah, buat mahal.

Maon, menunjukkan masa yang akan datang; diboto halak maon, orang akan mengetahuinya.

Maor, bdk: aor.

Maos, I. bdk aos. II. sej kera.

Maot, bdk: oat.

Mapol, bdk: apol.

Mar, apa yang ditakutkan; hata mar, kabar buruk untuk mana orang menjadi takut.

Mara, mara, bahaya, bencana, malapetaka; soada mara, tidak ada bahaya; marmara, berbahaya, dalam keadaan bahaya, terancam; parmaraan, bahaya, keadaan berbahaya.

Maradatua, semoga, mudah-mudahan datang tuah, bahagia.

Maradauntung, = maradatua.

Maranti, pohon meranti, jenis-jenis: maranti piangin, maranti bane, maranti hori. Maras, bdk aras, merasa belaskasihan, kasihan.

Mardeka, merdeka.

Mardung, simardung, kata bilangan (And); anak na tolu simardung, anak laki-laki yang tiga itu; na dua simardung, dua buah.

Mare, pucat mengenai muka; maremare, perhiasan dari daun-daunan bagot yang dipasang pada rumah-rumah dan jalan-jalan waktu pesta.

Marga, marga, suku, klan; dongan samarga, kawan semarga; nasida na samarga, mereka yang semarga; marmargahon, bermarga A; marmargamarga, yang berlainan marga, dari berbagai-bagai marga, beraneka ragam.

Mari, mari! datang kesini!

Mariam, meriam; bodil mariam, idem.

Maringgo, bulu maringgo, sej bambu.

Maro, surut, berkurang mengenai air.

Marsak, bdk arsak.

Marsik, bdk: arsik.

Marsihala, simarsihala, sej tanaman merambat; tambar simarsihala, ba, anggiat tarhilala, ungkapan sewaktu memberikan obat.

Martolu, hau simartolu, kayu yang yang sangat keras.

Mas, (= omas), emas, mas tempaan yang dipasang pada telinga; parmasan, karung anyaman untuk menimpan padi berisi 12 solup; juga dipakai sebagai takaran.

Masa, masa, berlaku, terjadi, biasa dipakai, mode, berjangkit mengenai penyakit menular; na masa, itu terjadi, mode, faktual; begu masa, sahit masa, epidemi, penyakit menular; di masa ini, waktu ini atau itu terjadi, di musim, di periode; masa onan, = basa onan; hamamasa, hal terjadinya kejadian, peristiwa kejadian; pamasahon, menjadikan sesuatu, mewujudkan, melangsungkan, membuat jadi mode, mengadakan, meyelenggarakan.

Masak, masak, matang mengenai nasi dan buah-buahan, kering betul mengenai kayu; mambahen masak, memasak, membuat ranum; satonga masak, setengah masak; marmasakhon (diparmasak), menyiapkan kebutuhan makanan; parmasak, aneka ragam bumbu; dipamasak ma tahina, dibuatnyalah perjanjian; pamasakhon, mengeringkan; ulok masakmasak, sej ular; hatoban masak, hamba yang tidak dapat lagi menebus dirinya.

Masi, I. awalan kata pada kata benda yang bermakna: mengambil; masitimbaho, pergi membeli tembakau; masihau, pergi mengambil kayu; pasitimbaho, uang untuk membeli tembakau. II. masi-an, awalan masi dengan akhiran an pada kata kerja, kata benda dan kata sifat menghasilkan perbuatan saling, berbalasan; masihosoman, saling membenci; masitabian, saling memberi salam. III. masi, awalan pada kata kerja dengan tamahan be pada objek penderitaan menghasilkan makna: masing-masing; masiboan barang na be, masing-masing membawa bebannya sendiri; masipasangap amana be, masing-masing memuliakan, menghormati ayahnya.

Masiu, sira masiu, mesiu, salpeter.

Masuk, masuk; masuk tu jabu, masuk ke dalam rumah; ndang masuk, tidak masuk, itu tidak termasuk di dalamnya, itu tidak dapat diterima; masuk singkola, diterima masuk sekolah; hamasuhan, tempat jalan masuk, dapat dimasuki; pamasukhon, memasukkan, membawa ke dalam; masuk tardidi, dipermandikan, dibabtiskan; masuk silom, menjadi Islam; dimasuhi, dimasuki; masuk, hal perbuatan masuk, pemasukan.

Mata, I. mata; mata ni ari, matahari; mata ni bulan, bulan; mata ni ari ni tot, mata kaki; mata ni bodil, raras senapang; bodil sidua mata, senapang beraras dua; mata ni onan, saat yang paling ramai di pekan; mata ni pesta, (hariburon), saat yang paling ramai pada pesta, mata pesta; mata ni bonang, ujung benang yang dimulai; mata ni bagot, tempat buah, dimana tuak disadap; mata ni jala, mata jala; mata ni bulu, tempat pada bambu dimana cabang yang baru keluar; matamata, pengawas, mata kayu; mamatamatahon, mengawasi, mengamati, memata-matai; simata modom, orang yang bermata lemah; simata, mutiara, manik-manik; mata intan, intan; mata sormin, kuda putih yang mempunyai mata putih; parmata, kacamata; juga: orang yang dapat melihat hantu, peramal; sangkamata, sebagian, sebiji; hamataan, kesatuan sebagai tandingan: puluhan, ratusan, dsb; losung sidua mata, lesung berlobang dua; P.B.: borngin do jambar ni mata, pada malam hari mata harus beristirahat; mardua di mata, marbagi di roha, membagi dengan jujur, dengan adil. II. mata, tata, mentah; aek mata, air bersih dari mata air; anak mata, orang bebas, lawan hamba; daro mata, darah yang mengental, darah kental. III. manangkothon simata, menetapkan pertunangan karena uang mahar dibayar pada waktu mana pengantin perempuan di kalungkan mutiara, manik-manik; sibaramata, sej burung; anak ni mata, orang yang tidak berkawan.

Mataut, sayang, sial, celaka, percuma.

Mate, mati, meninggal; padam mengenai api, berhenti mengenai angin, berakhir mengenai pertempuran, kering mengenai air; mate so mangan, mati kelaparan; mate maup (mogap), tenggelam, mati lemas dalam air, mati hanyut; mate gaol, mati karena lanjut usia; mate mosu, mati mengenai pohon kayu; mate mata ni ari, terbenam mengenai matahari; bulan mate, bulan mati; satonga mate, setengah mati; matemate ne, hampir mati; aek simatemate, mata air yang hanya sekali-sekali memberikan air; pudun mate, simpul yang tidak dapat dilepaskan; lawan; pudun mangolu; mate ma ahu, seruan tanda sangat berdukacita, mati aku; na mate, orang mati, yang mati; na matengku (na matena), matiku, matinya; hamamate, hal mati; songon dia parmatena, bagaimana dia matinya? pamatehon, mematikan, membunuh; matean, kehilangan seorang karena mati; matean ama, kehilangan ayah karena mati, kematian ayah; na matean, orang yang masih hidup, yang menghadapi kematian di keluarga; marmatean, mati dalam jumlah besar; dipamatemate, berpura-pura ma-ti, berlagak mau mati; mate ma ho, kutukan; sahit hamatean, penyakit yang membawa kematian; manghamatehon, mati karena sesuatu; mate marsak, mati karena sedih hati.

Maujana, di tongatonga ni maujana, dihadapan hadirin (And).

Maungaung, dari aung, memanggil; maungmaung, memanggil-manggil, berpaling kepadanya.

Maup, bdk aup.

Meam, main; meammeam, main-main; marmeammeam, bermain-main; parmeaman, tempat bermain-main.

Meang, I. buah rangkai pohon palem dan pisang, keriting mengenai rambut; meang muli = meang mauli, rambut keriting. II. marmeang muli, tidak ada hambatan pergi kesana kesini, masuk keluar; laku mengenai (wanita) karena orang suka mengawini wanita berambut keriting; marmeang bahir, memihak, memandang bulu. III. sej pohon yang menghasilkan ramuan kayu yang baik.

Meat, bdk eat.

Mega, kira-kira, agaknya.

Megas, mudah patah, rapuh mengenai padi yang kering dan sewaktu menumbuk pecah; P.B.: megas na pir, mitak na momo, mengenai seseorang yang mengorbankan semua harta miliknya untuk dapat membalas dendam: bungkuk atau patah.

Mehet, I. bdk ehet. II. marmehetmehet, mengembik mengenai biri-biri atau kambing.

Meja, meja; uang (ringgit) meja, uang yang harus dibayar di kantor kalau mau mengajukan pengaduan.

Mejan, = galegale.

Mela, malu, berkeraskepala.

Melam, I. marmelammelam, bercahaya kemerah-merahan msl air sewaktu senja; sisaelam, luarbiasa bagusnya. II. marmelammelam, masuk dan keluar dari satu tempat kediamannya.

Mellak, lemah, tidak bertenaga mengenai tangan dan kaki.

Melmel, = metmet.

Melok, lunak, kurang berdaya mengenai rasa hati msl karena penderitaan.

Melos, = malos, menjadi layu.

Meme, kunyah dan langsung masukkan ke mulut, mamah, makanan yang dimamah, makanan; manaruhon meme, membawa makanan mengenai burung; marmeme (dimeme), mengunyah untuk anak kecil dan memberikan kepadanya; pangemehon, membawa anak kepada ibunya agar diberikan makan yang dikunyah; marmemehon, mengajarkan; meme tu anakna do parange ni inana, anak laki-laki menurut ibunya, tersadur pada anaklah perangai ibunya; paulak meme, membalas budi terhadap orangtuanya.

Mena, gambaran bintang: ikan, yang dapat dilihat dalam bulan hurung.

Menak, demak, diam, tenang, tenteram, damai; pamenakhon, mendamaikan, memenangkan.

Mene, = mana.

Menek, kecil (Angk).

Meneng, bahaya yang ditakuti.

Mengenmengen, = lengenlengen.

Mengo, marmengomengo, berbunyi dalam telinga.

Mengon, marmengonmengon, tidak sadar akan diri = mago rohana.

Mensur, bdk ensur.

Meo, bdk eo.

Meol, bdk eol.

Meom, = beom I.

Meong, I. terbuka mengenai mata; pameong, memuka mata; sitingko meong, piring kayu yang terletak di atas tiang pintu sopo. II. marmeongmeong, mengeong mengenai kucing, raungan kucing.

Mepal, sijonggi mepal, lih sanggapati.

Mera, sej ikan laut besar.

Meram, = merham.

Merdep, cincin dan likat; merdep matangku, tertutup mengenai mata, mengantuk.

Merer, licin, rata.

Meret, bdk eret.

Merham, merah padam.

Merjet, sej burung yang kecil.

Mermer, basah, segar, sejuk, senang; pamermer aruaru, membasahi kerongkongan.

Mermur, habis secara perlahan-lahan, menghilang, lenyap secara diam-diam.

Merong, suram mengenai mata.

Merun, bdk erun II.

Merus, bdk erus.

Mesa, gambaran bintang domba jantan, muncul dalam bulan sipahasada; parmesa: nama-nama 12 bintang yang berasal dari Sanskerta (dipakai sebagai takhyul); mesa, marsoba, nituna, harahata, singa, hania, tola, martiha, dano, marhara, marhumba, mena.

Meso, bdk eso.

Mesu = melos; malos, jadi layu.

Metar, mametar, memitar, membidik; mametari, dibidik orang kepada seseorang, membidik-bidik.

Metep, lapuk, tidak terpakai lagi mengenai tali dan pakaian, lih etep.

Metmet, kecil; metmet rohana, ia menghina, kecil hatinya; marsimetmeti, tidak sama kecilnya, berbeda kecil; hametmetonna, muda, masa kecil, kerendahan; pametmethon, mengecilkan, memperkecil; metmetna i, betapa kecil, kecil bangat, kecil amat.

Meut, bdk eut.

Miak, minyak, gemuk; miak tano, minyak tanah; miak ni tano, kekuatan, suburnya tanah; miak manis, minyak kelapa; miak babi, minyak, lemak babi; marmiak, berminyak; mamiahi, minyaki.

Mian, lih ian.

Miang, na so hamiangmiangan, lih liap.

Miat, mamiatmiat, berdenyut mengenai bisul, luka.

Mida, bdk ida.

Migor = mamigor, segera, terus, bdk tigor.

Mihim, purapura, munafik; marmihimmihim, berlaku curang, berbuat pura-pura, berbuat secara diam-diam.

Mil, I. sepotong daging yang bagus sekali. II. berkecambah mengenai padi yang direndam.

Milas, I. las, panas (Angk); aek milas, air panas. II. air yang keluar dari mata, semuanya yang keluar dari mata; milason, berair-air mengenai mata; na samilas, sedikit sekali.

Milmil, marmilmil, bersiul de-ngan mulut. Mimir, merembes, tiris; aek mirmir, mata air yang kecil, air yang merembes, air rembesan.

Minak, = miak.

Mimis, uang mimis, uang ketip; samismis, seketip.

Minar, bercahaya, ceria mengenai muka.

Mindo, bdk indo.

Minggor, memberi hati, sabar, lunak hati; ndang minggor rohana, dia tidak mau memberi hati, tidak mau kalah, tidak melunak, keras hatinya.

Minggu, ari minggu, hari minggu; marminggu, merayakan hari minggu, pergi ke gereja, beribadah; parminggu, orang yang pergi ke gereja; parmingguan, tempat ibadat, gereja, tempat dimana orang merayakan hari minggu.

Mingguk, menjadi malu, tidak mengerti, tanpa pengertian.

Mingor, mengenai telinga: ribut kedengaran, suara hiruk pikuk, hingga tidak mendengar dengan jelas.

Mintora, mantera, jampi.

Minum, bdk inum.

Miok, berpaling; ummiokmiok, mudah berpaling, lembut, lemah-lembut; pamiokhon, memalingkan sesuatu, berpaling.

Mior, buah pohon kelapa, yang masih muda.

Mira, sebutan kapada ayam jantan yang berwarna merah, jago; mira bohi, riang, gembira, ke-heran-heranan kelihatan, tercengang.

Mis, marmismis, menipu.

Misang, musang.

Misara, hamisaraan, tanda ‘ng’ dalam aksara Batak.

Mise, misai, kumis (juga pada binatang).

Misti, = ingkon.

Mit, marmitmit, memikirkan se-suatu untuk menipu, memperdayakan; parmitmit, penipu.

Mitak = songon itak.

Miul, marmiul, bersiul.

Mobe, sej pohon kayu yang buahnya dapat dimakan.

Modang, sej pohon kayu, yang kayunya putih, baik untuk kayu ramuan; modang sanggar, sej modang.

Modar, babak belur, lemas karena kena pikul.

Modat, madat, opium, candu; marodat, mengisap candu.

Modom, = podom, tidur.

Mogang, Tuktuk Mogang, semenanjung di Danau Toba.

Mogap, megap, mati lemas dalam air, mati lemas; mate mogap, idem.

Mohop, panas; juga dalam arti kiasan; mohop ateate, panas hati, marah lih ohop. Mojong, marmojongmojong, menurut tetapi dengan rasa enggan, berpura-pura patuh.

Mokmok, gemuk; otik hinamokmokhon, godang hinabutonghon, dengan sedikit orang menjadi gemuk, dengan banyak orang menjadi kenyang; mokmokna i, gemuk kali.

Mol, = lam, semakin, makin lama makin.

Molngit, mamolngit, membuat supaya sangat diam.

Molo, kalau, jikalau, jika; ia molo, idem; molo tung, jika kadang-kadang, kalaupun.

Moma, bdk mona dan bona; martua mona, memulai kerja di ladang dengan baik.

Momar, melihat dengan mata liar,bdk omar.

Mombang, gambaran ayam dari ijuk dibuat secara kasar dan digantungkan dalam rumah; mombang boru, sej anggrek, yang tergantung pada pohon kayu.

Mommon = monmon.

Momo, mudah, enteng, lunak, gampang lumat; marsimomo, menumbuk padi yang kurang kering; momoan, suatu persembahan untuk seorang yang meninggal dan terdiri dari makanan yang disukainya, makanan yang mudah cerna.

Momong, bodoh.

Momos, kuat, teguh, diikat, tegak, ketat; momos daging, sehat, gempal; pamomoshon, mengikat dengan kuat, meneguhkan, mengetatkan; momos ditiop, kuat dipegang.

Mompas, bdk ompas.

Mompo, bdk ompo.

Mona, = bona; patumonaan, buah yang mula-mula keluar; juga padi; matumona eme, mempunyai buah pertama.

Monang, menang dalam permainan atau pembelian; hamonangan, kemenangan; parmonangan, hal mengenai menang; pamonanghon, memenangkan; siparmonang, pemenang, orang yang menang; manghamonanghon, membawa kemenangan dari sesuatu.

Monding,bdk onding.

Mondok, bdk ondok.

Mondut, bdk ondut.

Mong, bunyi ogung.

Monggak, membuka mulut lebar-lebar karena sangat letih msl binatang yang dikejar-kejar, menganga karena letih.

Monggo, marmonggomonggo, sangat dalam mengenai air; simonggo, nama lubuk yang dalam dunia roh; simonggo ni ari (bdk simanggua ni ari), hari sial pada parhalaan.

Monggop, bdk onggop.

Monggor, = hosom.

Mongkol, bdk ongkol; mongkol, mentah, tidak masak mengenai buah-buahan.

Mongkor, tidak masak mengenai buah-buahan. Mongkus, tidak sopan dalam kelakuan dan makan, melahap apa saja; parpangan na mongkus, seorang yang memakan semuanya apa yang diperolehnya.

Mongmongan, sej ogung, untuk mengumpulkan orang.

Monis, menir, pecahan beras yang sangat kecil atau sisa-sisa beras; sibola monis, seorang yang memelah monis, demikian disebut orang kikir, orang pelit; monismonis, bintil-bintil pada puting payudara karena infeksi.

Monjap, bdk onjap.

Monmon, ingus.

Monsak, marmonsak, berpencak; parmonsak, tukang monsak; parmonsahon, hal atau perbuatan pencak, pengetahuan mengenai pencak.

Monsi, tikus, mencit.

Monsong, bdk onsong.

Monta, tidak sopan, biadap mengenai anak-anak.

Montok, bdk ontok.

Mora, kaya, berkeadaan; na mora, ratu: isteri raja (penyapaan), juga: orang kaya; mamora, kaya; hamoraon, kekayaan; na mora jong, kaya sekali; na mora na gok, idem; Simamora, nama daerah di sebelah utara; nama marga.

Morhara, bintang Capricornus.

Morhumba, bintang Akuarius, sala satu dari 12 pormesa.Mormor, huting mormor, sej kucing; kiasan untuk orang kikir, orang pelit.

Moror, licin.

Moros, berkeinginan, berhasrat; dipatumorosi, sangat kepingin, sangat berhasrat.

Morot, bdk orot, eret.

Morpo, bdk orpo.

Morsa, sebutan untuk pulau Sumatera.

Morsaboa, nama terakhir dari 8 panggorda, lih gorda II.

Morsik, keras; pamorsik, memperkuat.

Morsoba, gambaran bintang Taurus, lembu jantan, satu dari 12 pormesa.

Mortiha, gambaran bintang Kala, satu dari 12 pormesa.

Moru, bdk oru.

Morur, berkunang-kunang penglihatan; morur huida, berkunang-kunang kulihat.

Morus = hansar, menceret, diare, murus.

Mosal, = termashur, terkenal; na mora na mosal, seorang yang termashur karena kekayaannya, orang kaya beken.

Mose, bdk ose.

Mosok, hangus, gosong, dimakan api, terbakar; dimosokhon, di-hanguskan, dibuat jadi arang; ndang mosok papangan api, dengan menyebut ‘api’ orang tidak akan membakar mulutnya, artinya: dengan berbohong tidak membahayakan dirinya.

Mostop, gatal; mostop ateatena, dia menjadi degil, dia tidak mau.

Mosu, cepat masak, berulat; mate mosu, mati mengenai tumbuh-tumbuhan.

Motan, na so motan, tidak bisa dipercayai, tidak berguna; so motan, demikian disebut orang yang membuat semua orang menjadi musuh dan tidak mempunyai kawan.

Motung, sej pohon kayu yang daunnya di bawah sebelah bawah putih; simotung, anjing putih.

Mu, = mu akhiran orang kedua kata pengganti kepunyaan.

Mual, mata air, sumber; baba ni mual, mulut mata air, tempat air keluar dari tanah; marmualmual, berbual-bual; mual haroroan, asal, titik keluar; marmual sian, berasal dari, datang dari.

Muap, bdk uap.

Muara, muara; nama daerah di sebelah selatan Danau Toba; marmuara tu, bermuara di; muara ni onan, semua daerah yang mempunyai satu pekan bersama.

Muatan, muatan; muatna, bisanya masuk, kelakuan (= pangalahona); parmuatna, idem.

Muba, lih uba.

Muda, I. mudah; marhamudahon, (diparmuda), enteng; pamudahon, mempermudah. II. muda, = molo (Angk). III. muda, nama hari ke-4; muda ni mangadop, nama hari ke-11; muda ni holom, nama hari ke-18; muda ni mate, nama hari ke-15.

Mudar, darah; marmudar, berdarah; urat ni mudar, pembuluh; mudarmudar, sej pohon yang kayunya merah.

Mudol, modal, barang-barang, kekayaan; nunga adong mudolna, sudah ada modalnya.

Mudu, marmudumuduhon, membesarkan dan mendidik, memelihara seseorang; diparmudumudu, idem.

Mugis, nama sej sarung (dari kata: Bugis).

Muhat, bdk uhat.

Muhut, keropas, yang tidak berharga.

Mula, mula, awal, asal; mulamula, mula-mula; di mula ni mulana, pada awal sekali; di mulana, mula-mula; parmulaan, permulaan; marmula, memulai; marmulahon, sesuatu sebagai asal mula-mula; Mulajadi Na Bolon, dewa tertinggi yang menjadikan dunia dan nasib manusia berada dalam tangannya.

Mulak, bdk ulak.

Muli, pulang ke rumah, kawin mengeai perempuan; pamulihon, mengawinkan seorang anak gadis; pamuli, menyuruh pulang ke rumah, mengusir; hamulian, suaminya; hamulimulian, sesajen yang dibawa kepada begu agar ia pergi. Mulia, mulia, indah; marmulia, bermulia pada gelar dan sapaan; hamuliaon, kemuliaan.

Mullop, bdk ullop.

Mulmul, pasir yang halus sekali; ndang tarida mulmul, orang tidak dapat lagi melihatnya, ia sudah lenyap.

Multik, bdk ultik.

Mumba, = muba.

Mumbang, bdk umbang.

Mumpat, bdk umpat.

Mumut, busuk, basi, msl air laut; holiholi na mumut, tulang-tulang yang mulai busuk: juga dikatakan tentang mereka yang telah lama sakit.

Muna, mu, kata milik orang kedua jamak.

Mundala, puting susu kerbau.

Mundar, bdk undar.

Mundi, sej monyet.

Mundimundi, sebangsa lembing kecil dari kayu kurujung besi.

Mundot, bdk undot.

Mundur, bdk undur.

Munggu, munggumunggu, kayak raksasa, besar sekali mengenai manusia dan binatang.

Mungka, pungka, mula, permulaan, awal; di mungkana, permulaannya, mula-mula, pada permulaan.

Mungkal, bdk ungkal. Mungkap, bdk ungkap.

Mungkor, mendengkur,bdk ungkor.

Mungkur, unte mungkur, nama sej jeruk; pamungkuri, tulang sayap paling atas burung.

Mungut, bdk ungut.

Muni, marmuni, berbunyi; munimunian, ramalan dari berbagai desas-desus, tetapi juga: pada umumnya ramalan; parmunian, pengetahuan mengenai pertanda; asa unang marusap, unang marmuni, unang saut martahi musu i, agar dengan itu rencana yang dibuat musuh tidak berdaya.

Munik, berbuah; marmunikmunik, bermenung, memikir-mikirkan.

Muningan, terkejut, cemas.

Munsong, berkumpul mengenai air.

Munsung, baba, moncong; munsung babi, begitulah disebut orang yang mulutnya menonjol ke muka bagaikan muncung babi; P.B.: tu jolo tarmunsung, tu pudi tarihur, tidak bisa kemana-mana, tidak dapat masuk atau keluar.

Munung, ornamen dari ukiran rumah atau pisau dengan kepala kerbau; parmunung, pengukir ornamen ini.

Mur, = mol, semakin (Angk).

Mura, murah, mudah, pantas; pamurahon, membuat gampang, mempermudah; diparhamura, mennganggap sesuatu dengan enteng. Murak, bdk urak.

Murhing, marah, bermuka masam.

Murik, marmurik, memperoleh anak mengenai binatang.

Muring, marmuringmuring, melawan, merajuk, membantah.

Muris, sisa-sisa, restan.

Murnik, parmurnihmurnihon, penyakit yang menusuk dalam tubuh msl karena cacing.

Murotok, mamurotok, berdetus, gemercik; pamurotok, hal berdetes (bdk purotok).

Muruk, marah, gusar; P.B.: tinutung bulu di dalan parbantoan, molo haroro ni muruk, ndang niingot hamagoan, bila orang marah dia tidak lagi memikirkan apa-apa; parmuruk, pemarah, orang yang cepat marah; marmurukmuruk, orang yang suka marah; mamuruhi, memarahi; manghamurukkon, marah mengenai sesuatu; na ro murukna, dia menjadi marah.

Musang, tua sekali mengenai sesuatu yang lama terletak msl anggur, padi dan menjadi semakin baik, bdk usang.

Musar, bdk usar.

Muse, I. lagi, juga. II. muse, kelak, di kemudian hari. III. muse pe, nantilah, lain kali.

Museng, musengani, = m